Senin, 31 Desember 2012

Perkembangan Alutsita Indonesia

Artikel ini, masih menyabung artikel sebelumnya (Senjata Buatan Indonesia dan Senjata Sniper Buatan Indonesia). Sudah selayaknya, kita sebagai warga negara Indonesia, berbangga hati n diri terhadap perkembangan Alutsita TNI. Bangsa ini harus menjadi "Macan Asia" yg disegani dan ditakuti oleh negara tetangga. 

Lima tahun itu tidak lama dan lima tahun dari tahun ini sama dengan tahun 2017 saat dimana pertumbuhan dan pertambahan alutsista TNI telah menjadi fakta jelas.  Adalah Presiden Yudhoyono yang memberikan spirit ber alutsista ketika memberikan pengarahan dalam Rapat Koordinasi di Mabes TNI Jakarta tanggal 9 Agustus 2012 di hadapan petinggi Kemhan dan TNI sekalian berbuka puasa bersama, lima tahun lagi kita akan menjadi macan Asia.  Spirit militer yang lain adalah pernyataan orang nomor satu di negeri ini yang menyatakan jangan menggurui Indonesia dalam soal HAM ketika bertransaksi bisnis alutsista karena penjajah adalah pelanggar HAM terbesar.  Negeri yang disindir jelas Belanda karena ketika kita ingin mendapatkan Leopard dengan transaksi jual beli tetapi disangkutkan dengan kondisi HAM di tanah air.

Kalau melihat luasnya teritori negara ini yang harus dijaga maka memperkuat pengawal republik yang bernama TNI itu merupakan sebuah keniscayaan dan rukunnya wajib banget.  Berpuluh tahun  kita hanya bisa menyaksikan  secuil jet tempur yang bernama F16 dan F5E berupaya terbang ala kadarnya sekedar membuktikan nafas angkatan udara masih ada.  Selama itu pula berbagai pelecehan teritori dilakukan oleh mereka yang mengaku bersahabat dengan negeri ini.  Insiden Bawean tahun 2003 ketika konvoy kapal induk AS melintas di laut Jawa, klaim Ambalat dengan provokasi angkatan laut Malaysia tahun 2005, juga pelanggaran udara oleh jet tempur Hornet Australia ketika krisis Timor Timur tahun 1999. Sebagai anak bangsa rasanya kok sesak amat ya menyaksikan burung pengawal kedirgantaraan kita terseok-seok mengibaskan sayapnya dan armada laut kekurangan kapal berkualifikasi striking force.

Heli Bell 412EP sebagian sudah mengisi alutsista TNI 
Lima tahun ke depan ekonomi Indonesia akan melaju secara meyakinkan dengan asumsi ceteris paribus, tidak terjadi pergolakan di Timur Tengah. Prediksi pertumbuhan ekonomi berkisar antara 6,8% sampai dengan 7%.  Kekuatan belanja tahunan (Purchace Power Years) atau yang disebut APBN akan menembus 2.000 trilyun dan menjadi kekuatan ekonomi terbesar ke 14 di dunia, terbesar di ASEAN. Sejalan dengan itu belanja militer diprediksi akan menembus 100 trilyun per tahun. Pada saat yang sama kita sudah memiliki sedikitnya 3 skuadron F16, 2 skuadron Sukhoi, 2 skuadron F5E, 1 skuadron T-50, 1 skuadron Super Tucano, 2 skuadron Hawk.  Sementara kehadiran 50 jet tempur IFX sudah diambang pintu. 

Demikian juga dengan angkatan laut yang sudah memliki 3 armada tempur dengan kekuatan minimal 190 KRI termasuk 5 kapal selam. Tak ketinggalan pula penguasaan teknologi rudal anti kapal dan rudal serang darat yang digelar di wilayah perbatasan sudah menjadi kenyataan.  Angkatan darat sudah dilengkapi dengan ratusan MBT, Heli serang dan rudal arhanud jarak sedang.  Dengan belanja militer sesuai renstra MEF (Minimum Essential Force) pertumbuhan dan pertambahan alutsista akan terus berlanjut menuju kekuatan getar dan gentar.
Howitzer 155 mm Caesar sedang ditunggu kedatangannya
Sejujurnya kita berada dalam perjalanan itu dan kemajuan ekonomi kita sejauh ini memberikan nilai tambah pada sentuhan pertumbuhan ekonomi dan cadangan devisa serta nilai bursa saham yang menjadi indikator penting. Tetapi pertumbuhan dan pertambahan ini tak menjadi perhatian media, utamanya jendela rumah yang bernama layar kaca.  Televisi swasta yang menyandang predikat TV News hanya menampilkan sisi oposisi dan kritik yang melewati batas-batas kepatutan.  Yang disiarkan dan di live kan hanya pendapat mereka yang “dia pikir dia pintar”.   Meminjam sebuah anekdot tentang orang yang kalau botak di depan kepala selalu dianggap pemikir, lalu kalau botaknya di belakang kepala dianggap orang pintar.  Maka kalau botaknya di depan dan di belakang kepala, dia pikir dia pintar.

Namun rakyat sudah mampu memilah mana yang sampah mana yang buah, sehingga kelayakan pendapat dan argumen yang didasarkan sentimen negatif dan politisasi sudah mampu dipilah.  Biar anjing menggonggong, perjalanan pertumbuhan ekonomi jalan terus.  Yang jelas pendapat dan analisis dari lembaga ekonomi dan keuangan internasional misalnya Bank Dunia, IMF dan ADB memberikan nilai plus untuk kemajuan ekonomi RI.  Itu pendapat yang obyektif dan jauh dari bias politisasi untuk keuntungan opini pembenaran.  Bahkan dengan IMF kita mampu menegakkan kepala setelah melunasi utang kepda IMF berkaitan dengan krisis ekonomi 1998, kita mampu memberikan pinjaman US$ 1 milar kepadanya.

Kebutuhan alutsista perlu disesuaikan dengan perkembangan situasi kawasan yang dinamis.  Oleh sebab itu tidak tertutup kemungkinan akan ada kejutan dalam hal pengadaan alutsista strategis kita.  Misalnya kapal selam dan jet tempur.  Sangat terbuka kemungkinan pertambahan paralel dari yang sudah kita pesan seperti yang tersirat dalam pernyataan Menhan Purnomo pertengahan Agustus 2012. Boleh jadi kita akan kembali menambah kapal selam dari jenis lain selain Changbogo atau Sukhoi dari jenis yang terkini teknologinya seperti Su35BM.  Semua tergantung kondisi di lapangan dan yang terpenting adalah ada kemauan dan kemampuan untuk memperolehnya.
UAV pesawat intai yang mengisi skuadron di Pontianak
Spirit beralutsista dalam bingkai semangat kebangsaan perlu selalu didengungkan untuk memberikan kebanggaan dalam berbangsa dan bernegara.  Dalam kondisi kita yang sedang membangun kekuatan militer sesuai renstra MEF, negara tetangga sudah banyak yang berbaik hati dan menyapa dengan tata krama.  Australia berupaya mengambil hati dengan menunjukkan  cara pandang yang berbeda seperti yang ditunjukkan dalam Pitch Black 2012.  Malaysia sudah mulai tahu diri dan bersopan sikap.  Singapura meskipun tak menampakkan mimik kekhawatiran tapi sesungguhya mereka mulai berhitung ulang dalam strategi pertahanan sarang lebahnya.  Belum lagi puluhan negara yang punya industri alutsista berkunjung ke Jakarta untuk menjual senyum mengambil hati dan mengharap dapat order pengadaan alutsista.

Sehubungan dengan itu kita tidak bisa lagi bermain di wilayah inkonsistensi dalam urusan pertahanan negara terutama ketika terjadi pergantian kepemimpinan kenegaraan.  Oleh sebab itu perjalanan pertumbuhan alutsista harus tetap berada dalam barisan yang rapat dan seia sekata untuk terus menambah dan mengembangkan alutsista produk dalam negeri dan joint product disamping beli jadi.  Negeri ini harus punya militer dengan kemampuan berkelahi yang berteknologi tinggi, tidak lagi sekedar masuk dulu baru gebuk, sebelum masuk ya digebuk sekalian, itu yang paling tepat.  Dan kita meyakini satu saat kelak, tak lama lagi milter kita akan memiliki kemampuan pukul dan membanting.

Sebagai bangsa besar dengan teritori luas, kepemilikan milter yang kuat dengan beragam alutsista berteknologi tinggi merupakan salah satu cara untuk mewibawakan kedaulatan NKRI dari gangguan berbagai bentuk. Lebih dari itu dengan kekuatan militer yang andal dan diperhitungkan, menjalankan diplomasi untuk kepentingan nasional dan regional akan menjadi lebih mudah karena kehormatan dan kewibawaan harga diri ada di dalam bingkainya.  Sejauh ini yang sangat membanggakan adalah dukungan mayoritas rakyat Indonesia dan DPR untuk perkuatan milter kita.  Ini mencerminkan nilai kedewasaan dan kebersamaan sikap manakala menyangkut harkat dan martabat bangsa.  Bahwa semangat nasionalis itu masih tetap terjaga ketika berhadapan dengan dinamika kawasan dan pelecehan teritori NKRI. 


Uji coba roket R Han 122 di Baturaja, Sumatera Selatan,
Untuk memperkuat alutsita dan pertahanan negara, Indonesia akan meningkatkan kemampuan produksi roketnya sendiri. Pada tahun 2013 nanti, Indonesia akan meluncurkan roket dengan jangkauan 100 km hingga 900 km. Demikian yang disampaikan Asisten Deputi Menristek Bidang Produktivitas Riset Iptek Strategis, Goenawan Wybiesana, dalam Evaluasi Akhir Tahun di Jakarta, Kamis, 27 Desember 2012.

"Tahun depan kita akan mulai menguji statis maupun uji dinamis roket berdaya jangkau tiga digit (3 digit dalam ukuran kilometer - Artileri)," kata Goenawan.

Menurut Goenawan, untuk tahap awal lebih dulu dikembangkan 10-20 unit roket balistik kaliber 350 mm yang memiliki jangkauan 100 km. Selanjutnya akan dibuat roket balistik kaliber berikutnya (lebih besar), disusul roket kendali.

"Teknologi roket dibangun dari empat kemampuan yakni teknologi material, teknologi sistem kontrol, teknologi eksplosif dan propulsi serta teknologi mekatronik yang seluruhnya sudah dikuasai," ujar Goenawan.

Soal pendanaan proyek pengembangan roket tersebut, Kemristek yang merupakan bagian dari konsorsium roket akan menggelontorkan dana sebesar Rp10 miliar - Rp 15 miliar pada tahun depan. Selain Kemristek sendiri, anggota-anggota konsorsium roket adalah PT Pindad, PT DI, Lapan, PT Dahana, BPPT, LIPI, ITB, UGM, ITS, dan lainnya.

Sejak tahun 2005, Indonesia telah memulai Program Roket Nasional dengan mensinergikan berbagai lembaga terkait, dilanjutkan pembuatan desain awal dan uji prototipe serta pengembangan desain pada 2010.

Goenawan menjelaskan, pada 2011 konsorsium roket ini telah meluncurkan freeze prototype 1 (prototipe jadi) yang dibeli Kemhan lalu dinamai R Han 122 (Roket Pertahanan) untuk diproduksi secara massal melalui program 1.000 roket yang ditargetkan tercapai pada 2014.

Roket R Han 122 merupakan derivasi roket eksperimen rancangan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), D230 tipe Rx 1210. R Han 122 awalnya berkaliber 122 mm dengan jangkauan 15 km, namun pada tahun yang sama (2011), jangkauannya ditingkatkan menjadi menjadi 25 km dan pada 2012 kaliber R Han ditingkatkan menjadi 200 mm dengan dengan jangkauan 35 km. Saat di uji coba di Baturaja, Sumatera Selatan pada Maret lalu dengan menembakkan 50 roket R-Han, rata-rata kecepatannya di kisaran 1,8 mach atau 2.205 km/jam.

Lapan telah sejak lama menguasai teknologi roket untuk kepentingan riset peluncuran satelit, bahkan sebelum diluncurkannya Program Roket Nasional untuk kepentingan pertahanan negara pada 2005. Saat ini teknologi roket hanya dikuasai negara tertentu. Untuk kawasan Asia negara yang terbilang maju dalam teknologi ini antara lain China, India, Korea Selatan, dan Korea Utara.

KRI_Nanggala-402
Modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI dilakukan secara serius dan berkesinambungan guna menunjang kekuatan sistem pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Karena itu, pemerintah selalu berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan TNI, khususnya TNI Angkatan Laut dalam menjaga perairan Indonesia.  

Seperti yang dinyatakan Kementerian Pertahanan pada Agustus lalu, bahwa pihaknya telah membeli sebanyak tiga kapal selam Chang bogo asal Korea Selatan. Pembelian telah resmi dilakukan Kementerian Pertahanan (Kemhan) melalui mekanisme transfer of technology (TOT) atau sistem alih teknologi.

Mengenai hal tersebut, Wamenhan Sjafrie Sjamsoeddin berharap Indonesia dapat membuat kapal selam sendiri setelah teknisi dari PT PAL belajar ke Korsel untuk membuat kapal selam. Wamenhan mengatakan ini itu saat berkunjung ke PT PAL, di Surabaya, Jawa Timur, Jumat, 28 Desember 2012.

Tujuan Wamenhan ke PT PAL,  dalam rangka meninjau kesiapan PT PAL untuk memproduksi alat utama sistem persenjataan (alutsista), di antaranya kapal selam, kapal tunda, kapal cepat rudal, kapal perusak kawal rudal dan tug boat.

"Saya melihat disini area persiapan untuk alih teknologi kapal selam. Dua kapal selam diproduksi bersama Korea Selatan. Satu unit kapal selam akan diproduksi di PT PAL di area khusus pembuatan kapal selam," ujar Sjafrie Sjamsoeddin, di sela-sela kunjungannya.

Dalam kesempatan itu, Sjafrie juga meminta PT PAL betul-betul serius dalam mengelola anggaran untuk kebutuhan modernisasi peralatan militer, khususnya untuk membangun infrastruktur kapal perang.

"PT PAL sudah bangkit dan secara khusus mendapat penyertaan modal. Tapi mereka harus menguatkan divisi kapal perang yang terkenal dengan teknologi tinggi," ujarnya.

Sebelumnya Korea Selatan juga pernah menerima kontrak untuk "perawatan berat" dua kapal selam Indonesia, yaitu KRI Cakra/401 dan KRI Nanggala/402 tepatnya di galangan kapal Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering, Okpo, Korea Selatan. Kedua kapal selam ini masing-masing di "opname" di Korea Selatan selama 2 tahun, yaitu KRI Cakra/401 pada 2004 hingga 2006 dan adiknya KRI Nanggala/402 pada 2010 hingga awal 2012 lalu. -Motto KRI Cakra dan KRI Nanggala : "Tabah Sampai Akhir." Merinding dah...-

Penambahan 10 Kapal Selam
Wamenhan menegaskan, untuk rencana strategis jangka panjang, Indonesia akan membeli 10 kapal selam. Di tahap awal, Indonesia akan memiliki tiga kapal selam hasil kerjasama pembelian dari Korea Selatan. Dua dibuat di sana, kata dia, satu kapal selam dibuat murni anak negeri di PT PAL mulai 2016. 

Namun, pihaknya paham bahwa untuk mewujudkan kekuatan pokok minimum (MEF), dibutuhkan dana yang besar dan harus dilakukan dengan perencanaan matang. Meski begitu, jika melihat cetak biru pemenuhan alutsista hingga 2024, maka hal itu hampir dipastikan terwujud.

Sjafrie menjelaskan, pada awal pemerintahan SBY, anggaran belanja alutsista per tahun masih Rp 500 miliar. Sekarang, dana yang digelontorkan pemerintah mencapai Rp 8 triliun. Selain untuk memasuk kebutuhan senjata operasional prajurit, langkah membeli produk senjata lokal juga untuk membantu memulihkan kejayaan industri pertahanan dalam negeri.

Pangkalan Kapal Selam di Palu Segera Beroperasi
Pangkalan kapal selam TNI AL di Teluk Palu, Sulawesi Tengah, yang saat ini tengah dalam proses penyelesaian pembangunan, kemungkinan akan segera dioperasikan. Kapal selam TNI AL yang selama ini bermarkas di Koarmatim kemungkinan sudah bisa singgah di Teluk Palu pada awal 2013.

Dari sisi pertahanan negara, keberadaan pangkalan tersebut sangat strategis untuk pengamanan wilayah NKRI terutama di Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II Selat Makassar sampai ke perbatasan dengan negara tetangga Malaysia di Laut Sulawesi.

Pangkalan kapal selam diTeluk Palu tersebut berada di lahan seluas 13 ha dan nantinya akan diperkuat dengan pasukan pertahanan pangkalan dengan jumlah personel sebanyak satu peleton atau sekitar 24 orang.

Salah satu alasan pemilihan Teluk Palu karena teluk ini cukup strategis di nusantara. Teluk Palu memiliki lebar 10 kilometer dengan lingkar garis pantai sepanjang 68 kilometer. Kedalaman Teluk Palu mencapai 400 meter dan dinilai sangat strategis. "Perlindungan alam" terhadap arus laut yang ekstrim juga dinilai sangat memadai dan menguntungkan untuk dijadikan pangkalan kapal selam.

Sebagai gambaran, pada Perang Dunia II, Angkatan Laut Kerajaan Inggris pernah mengandalkan pangkalan kapal selam Scapa Flow di Kepulauan Orkney, Skotlandia. Walau sempat ditembus flotila* kapal selam U-boat Jerman namun eksistensi Scapa Flow tetap dipertahankan.

Kekuatan Alutsita TNI 2012 :

KAPAL FREGAT
AHMAD YANI CLASS
  1. KRI AHMAD YANI 351
  2. KRI SLAMET RIYADI 352
  3. KRI YOS SUDARSO 353
  4. KRI OSWALD SIAHAAN 354
  5. KRI ABDUL HALIM PERDANA KUSUMA 355
  6. KRI KAREL SATSUIT TUBUN 356
KI HAJAR DEWANTARA CLASS
  1. KRI KI HAJAR DEWANTARA 364

KAPAL KORVET

FATAHILLAH CLASS
  1. KRI FATAHILLAH 361
  2. KRI MALAHAYATI 362
  3. KRI NALA 363
  4. SIGMA CLASS
  5. KRI DIPONEGORO 365
  6. KRI HASANUDDIN 366
  7. KRI SULTAN ISKANDAR MUDA 367
  8. KRI FRANS KAISIEPO 368
PARCHIM CLASS
  1. KRI KAPITAN PATIMURA 371
  2. KRI CUT NYAK DIN 375
  3. KRI SULTAN TAHA SYAIFUDDIN 376
  4. KRI MEMET SASTRAWIRIA 380
  5. KRI HASAN BASRI 382
  6. KRI IMAM BONJOL 383
  7. KRI PATI UNUS 384
  8. KRI TEUKU UMAR 385
  9. KRI SILAS PAPARE 386
  10. KRI UNTUNG SUROPATI 872
  11. KRI SULTAN NUKU 873
  12. KRI LAMBUNG MANGKURAT 874
  13. KRI SUTANTO 877
  14. KRI SUTEDI SENOPUTRA 878
  15. KRI WIRATNO 879
KAPAL SELAM
CAKRA CLASS
  1. KRI CAKRA 401
  2. KRI NANGGALA 402
  3. Kapal Selam Mini 22 m :  4 Unit
KAPAL CEPAT RUDAL
MANDAU CLASS Berpeluru Kendali
  1. KRI MANDAU 621
  2. KRI RENCONG 622
  3. KRI BADIK 623
  4. KRI KERIS 624
CLURIT CLASS Berpeluru Kendali
  1. KRI CLURIT 641
  2. KRI KUJANG 642 
Catatan: Sampai dengan tahun 2014 Clurit Class mencapai 6 KRI

BRUNAI CLASS
  1. KRI SALAWAKU 642==>  No lambung menjadi kepala 8
  2. KRI BADAU 643 ===> No lambung menjadi kepala 8
ANDAU CLASS Torpedo
  1. KRI ANDAU 650
  2. KRI SINGA 651
  3. KRI TONGKAK 652
  4. KRI AJAK 653
KAKAP CLASS
  1. KRI KAKAP 811
  2. KRI KERAPU 812
  3. KRI TONGKOL 813
  4. KRI BARAKUDA 814
PANDRONG CLASS Berpeluru Kendali
  1. KRI PANDRONG 801
  2. KRI SURA 802
TODAK CLASS Berpeluru Kendali
  1. KRI TODAK  803
  2. KRI HIU 804
  3. KRI LAYANG 805
  4. KRI LEMADANG 806
  5. BOA CLASS
  6. KRI BOA 807
  7. KRI WELANG 808
  8. KRI SULUH PARI 809
  9. KRI KATON 810
  10. KRI SANCA 811
  11. KRI WARAKAS 816
  12. KRI PANANA 817
  13. KRI KALAKAS 818
  14. KRI TEDONG NAGA 819
COBRA CLASS
  1. KR I CUCUT 866
  2. KRI COBRA 867
  3. KRI ANAKONDA 868
  4. KRI PATOLA 869
  5. KRI TALIWANGSA 870
  6. KRI KALAGIAN 871
KAPAL PATROLI CEPAT
KRAIT CLASS
  1. KRI KELABANG 826
  2. KRI KRAIT 827
  3. KRI TARIHU 828
  4. KRI ALKURA 830
SIBARAU CLASS
  1. KRI SIBARAU 847
  2. KRI SILIMAN 848
  3. KRI SIGALU 857
  4. KRI SILEA 858
  5. KRI SIRIBUA 859
  6. KRI WAIGEO 861
  7. KRI SIADA 862
  8. KRI SIKUDA 863
  9. KRI SIGUROT 864
VIPER CLASS
  1. KRI VIPER 820
  2. KRI PITON 821
  3. KRI WELING 822
  4. KRI MATACORA 823
  5. KRI TEDUNG SELAR 824
  6. KRI BOIGA 825
KAPAL LPD (LANDING PLATFORM DOCK)
MAKASSAR CLASS
  1. KRI MAKASSAR 590
  2. KRI SURABAYA 591
  3. KRI BANJARMASIN 592
  4. KRI BANDA ACEH 593
KAPAL LST (LANDING SHIP TANK)
FROSCH CLASS
  1. KRI TELUK GILIMANUK 531
  2. KRI TELUK CELUKAN BAWANG 532
  3. KRI TELUK CENDERAWASIH 533
  4. KRI  TELUK BERAU 534
  5. KRI TELUK PELENG 535
  6. KRI TELUK SIBOLGA 536
  7. KRI TELUK MANADO 537
  8. KRI TELUK HADING 538
  9. KRI TELUK PARIGI 539
  10. KRI TELUK LAMPUNG 540
  11. KRI TELUK JAKARTA 541
  12. KRI TELUK SANGKULIRANG 542
  13. KRI TELUK CIREBON 543
  14. KRI TELUK SABANG 544
TELUK LANGSA CLASS
  1. KRI TELUK LANGSA 501
  2. KRI TELUK AMBOINA 503
  3. KRI TELUK KAU 504
  4. KRI TELUK TOMINI 508
  5. KRI TELUK RATAI 509
  6. KRI TELUK SALEH 510
  7. KRI TELUK BONE 511
TACOMA CLASS
  1. KRI TELUK SEMANGKA 512
  2. KRI TELUK PENYU 513
  3. KRI TELUK MANDAR 514
  4. KRI TELUK SAMPIT 515
  5. KRI TELUK BANTEN 516
  6. KRI TELUK ENDE 517
KAPAL ANGKUT PASUKAN
TANJUNG CLASS
  1. KRI TANJUNG KAMBANI 971
  2. KRI TANJUNG OISINA 972
  3. KRI TANJUNG NUSANIVE 973
  4. KRI TANJUNG FATAGAR 974
KARANG CLASS
  1. KRI KARANG PILANG 981
  2. KRI KARANG TEKOK 982
  3. KRI KARANG BANTENG 983
  4. KRI KARANG UNARANG 984
KAPAL PENYAPU RANJAU
CONDOR CLASS
  1. KRI PULAU ROTE 721
  2. KRI PULAU RAAS 722
  3. KRI PULANG ROMANG 723
  4. KRI PULAU RIMAU 724
  5. KRI PULAU RUSA 726
  6. KRI PULAU RANGSANG 727
  7. KRI PULAU RAIBU 728
  8. KRI PULAU REMPANG 729
PROJECT 244 CLASS
  1. KRI PULAU RANI 701
PULAU RENGAT CLASS
  1. KRI PULAU RENGAT  711
  2. KRI PULAU RUPAT 712
KAPAL KOMANDO
  1. KRI MULTATULI 561
KAPAL LATIH LAYAR
  1. KRI DEWARUCI
  2. KRI ARUNG SAMUDERA
KAPAL TANKER
  1. KRI BALIKPAPAN 901
  2. KRI SAMBU 902
  3. KRI ARUN 903
  4. KRI SUNGAI GERONG 906
  5. KRI SORONG 911
KAPAL TUNDA
  1. KRI RAKATA 922
  2. KRI SOPUTAN 923
KAPAL SURVEY
  1. KRI DEWA KEMBAR 932
KAPAL PENDUKUNG
  1. KRI NUSA TELU 952
  2. KRI TELUK MENTAWAI 959
  3. KRI KARIMATA 960
  4. KRI WAGIO 961
KAPAL RUMAH SAKIT
  1. KRI DR. SOEHARSO 990
KAPAL TRIMARAN 
Satu unit dalam  masa sea trial  (sd thn 2014 TNI AL punya 4 KRI Trimaran).\

HOVERCRAFT
          8 Unit 

SEA RIDER 
          24 Unit 

KTBA 

          12 Unit

Prediksi Kedatangan Alutsista TNI sampai dengan Tahun 2014
  • 10 Pesawat angkut Hercules type H
  • 16 Pesawat tempur coin Super Tucano ( 4 sudah datang)
  • 16 Pesawat latih Grob G120TP
  • 6 Pesawat latih KT1 Wong Bee
  • 16 Jet tempur T50 Golden Eagle
  • 16 Jet tempur F5E
  • 6 Jet tempur Sukhoi SU30  bersama paket rudal
  • 1  Simulator Sukhoi
  • 24 Jet tempur F16 Blok 52 upgrade  batch 1
  • 6 Jet tempur F16 untuk suku cadang
  • 14 Jet tempur F16 Blok 52 upgrade  batch 2
  • 10 Pesawat angkut CN295
  • 26 Heli angkut bell 412 EP ( 6 sudah diserahkan)
  • 6 Heli combat EC 725 Cougar
  • 8 Heli serang Apache
  • 5 Heli serbu Mi35 (tambahan)
  • 6 Heli angkut Mi17 (tambahan)
  • 11 Heli anti kapal selam
  • 4 Pesawat patroli CN235 MPA
  • 8 UAV
  • 100 MBT Leopard
  • 100 Panser Anoa Batch 3
  • 300 Rantis 2,5 ton 4x4
  • 400 Truck Angkut Pasukan
  • 900 Roket R-Han
  • 34 Tank Amfibi BMP3F
  • 20 Panser Amfibi BTR80A
  • 18 MLRS Astross II
  • 10 MLRS RM Grad
  • 60 Armed 155mm Caesar
  • 80 Rudal Arhanud jarak pendek
  • 60 Rudal C705
  • 16 Rudal Yakhont
  • 12 Rudal Exocet blok 3
  • 18 Rudal Maverick
  • 36 Rudal AMRAAM
  • 3 Kapal Light Fregat Nachoda Ragam Class
  • 4 Kapal Cepat Rudal Trimaran ( 1 sudah diluncurkan)
  • 6 Kapal Cepat Rudal KCR40 ( 2 sudah diserahkan)
  • 6 Kapal Cepat Rudal KCR60
  • 4 Kapal Landing Ship Tank (LST)
  • 2 Kapal Bantu Cair Minyak (BCM)
  • 1 Kapal Bantu Oceanografi
  • 1 Kapal Latih Layar pengganti Dewaruci
  • 3 Kapal selam jenis Changbogo (datang mulai tahun 2015)
  • 1 Kapal Perusak Kawal Rudal PKR10514  (selesai tahun 2017)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Comment Using Facebook