Senin, 05 November 2012

6 Makam Unik di Indonesia

MAKAM tidaklah harus selalu tampil menyeramkan. Banyak juga, area peristirahatan terakhir dibuat tetap cantik dan menarik wisawatan untuk mengunjunginya. Justru bagi banyak wisatawan, mengunjungi pemakaman memberi kesenangan tersendiri.
Indonesia ternyata punya kuburan unik yang mungkin akan membuat kita penasaran di mana. Berikut, beberapa kuburan di Indonesia yang menawarkan Keunikan.

Batu lemo - Tana Toraja
Di Lemo terdapat sebuah kuburan yang dibuat di bukit batu. Bukit ini dinamai Lemo, karena bentuknya bulat menyerupai buah limau (jeruk). Di bukit batu ini terdapat sekitar 75 lubang kuburan, tiap-tiap lubang merupakan kuburan satu keluarga. Dari luar, yang terlihat hanya pintu lubang saja, yang ditutup dengan papan kayu. Letak lubang-lubang ini cukup tinggi, mencapai belasan meter. Mayat dimasukkan ke dalam lubang dengan tangga atau ditarik dengan tali. Ukuran lubang cukup besar, sekitar 3 meter kali 5 meter. Untuk membuat lubang ini dibutuhkan biaya yang cukup besar, sekitar Rp. 30 juta rupiah, karena lubang dibuat dengan cara memahat bukit batu secara manual. Pekerjaan membuat lubang ini biasanya memakan waktu 6 bulan hingga 1 tahun.
Di dinding tebing berderet banyak tau-tau (patung orang yang meninggal), jumlahnya sekitar 40 buah. Adanya tau-tau ini menunjukkan bahwa kuburan ini merupakan kuburan orang-orang kaya, karena untuk membuat tau-tau harus dipenuhi berbagai syarat antara lain menyembelih kerbau sebanyak 24 ekor.
Kuburan di Lemo ini merupakan kuburan tertua nomor dua di Toraja, adapun kuburan yang paling tua adalah di Songgi Patalo. Kuburan batu di Lemo dibuat pada sekitar abad ke 16.
Tempat pekuburan atau persemayaman jenazah berbentuk lubang-lubang pada dinding cadas. Tempat ini merupakan hasil kreasi manusia Toraja yang luar biasa. Bagaimana tidak, persemayaman yang telah ada sejak abad ke-16 itu dibuat dengan cara memahat. 
Saat itu, tentu dengan peralatan yang sangat sederhana. Lemo terletak di desa (lembang) Lemo. Sekitar 12 kilometer sebelah selatan Rantepao atau enam kilometer sebelah utara Makale. 
Diberi label Lemo, karena beberapa model liang batu itu berbentuk bundar dan berbintik-bintik menyerupai buah jeruk atau limau. Kuburan-kuburan batu itu disebut juga sebagai liang paa'.
Ada 75 lubang pada dinding cadas. Beberapa di antaranya memiliki patung-patung berjajar yang disebut tau-tau. Patung-patung itu adalah lambang kedudukan sosial, status, dan peran mereka semasa hidup sebagai bangsawan setempat.
Objek ini ramai dikunjungi sejak tahun 1960. Selain menyaksikan kuburan batu, wisatawan juga dapat membeli berbagai suvenir, atau berjalan jalan sekitar obyek tersebut menyaksikan buah buah pangi yang ranum kecokelatan. 
Buah-buah itu siap diolah dan dimakan sebagai makanan khas suku Toraja yang disebut pantollo pamarrasan.

Makam Dayak Benuaq – Kalimantan Timur
Berkunjung ke kampung suku dayak Benuaq ataupun suku dayak Bentian di pedalaman Kalimantan Timur. Kuburan akan mudah ditemukan di halaman samping atau tepi jalan menuju kampung orang Dayak Benuaq. 
Kuburan orang Benuaq atau Bentian tidak didalam taah seperti layaknya suku lain.ketika pertama meninggal mereka akan dimakamkan di dalam kotak yang disangga oleh tiang atau digantung pada tali. 
Setelah beberapa tahun, kuburan itu dibuka lagi lalu tulang belulang si mati didoakan, lalu dimasukkan ke dalam kotak bertiang yang permanen. Biasanya tiap keluarga mempunyai kuburannya masing-masing, dan kebanyakan letaknya di samping rumah keluarga, tidak dipekuburan umum seperti kebanyakan di kota atau kampung lain. 
Hampir tiap malam terdengar musik pemanggil arwah orang yang sedang mengadakan upacara Belian tarian, dan mantra penyembuhan untuk anak ataupun untuk mendoakan orang meninggal.

Kuburan bayi kambira - Tana Toraja
Di Kambira, masih di wilayah Tana Toraja ada kuburan bayi, berupa pohon besar yang dilubangi, jenazah si bayi setelah dibalsem dan dibungkus. Lalu dimasukkan ke dalamnya, dan lubang ditutup dengan anyaman ijuk.
Kuburan bayi ini disebut Passiliran, Lokasi Pekuburan Bayi ini di Kambira. Hanya Bayi yang meninggal sebelum giginya tumbuh dikuburkan di dalam sebuah lubang di pohon Tarra‘. Bayi bayai tersebut dianggap masih suci. Pilihan Pohon Tarra‘ sebagai pekuburan karena pohon ini memiliki banyak getah, yang dianggap sebagai pengganti air susu ibu. Dan mereka menganggap seakan akan bayi tersebut dikembalikan ke rahim ibunya. Dan berharap, pengembalian bayi ini ke rahim ibunya akan menyelamatkan bayi-bayi yang lahir kemudian.
Model Pekuburan Bayi di Kambira Tana Toraja:
Pohon Tarra‘ yang menjadi pekuburan ini memiliki diameter cukup besar, sekitar 80 – 100 cm sampai 300 cm. Dibuat Lubang pada pohon untuk menguburkan bayi , yang kemudian ditutup dengan ijuk pohon enau. Pemakaman ini hanya dilakukan oleh orang Toraja pengikut Aluk Todolo (kepercayaan kepada leluhur). Pelaksanaan Upacara secara sederhana. Dan Bayi yang dikuburkan begitu saja tanpa di bungkus, ibarat bayi yang masih berada di rahim ibunya.
Penempatan jenazah bayi di pohon ini, sesuai dengan strata sosial masyarakat. Makin tinggi derajat sosial keluarga itu maka makin tinggi letak bayi yang dikuburkan di batang pohon tarra.
Bayi yang meninggal dunia diletakkan sesuai arah tempat tinggal keluarga yang berduka. .Setelah puluhan tahun, jenazah bayi itu akan menyatu dengan pohon dan merupakan daya tarik untuk wisatawan..

Batu Karang Terjal Londa – Tana Toraja
Kuburan sisi batu karang terjal, adalah salah satu sisi dari kuburan itu berada di ketinggian dari bukit mempunyai gua yang dalam di mana peti-peti mayat diatur dan dikelompokkan berdasar garis keluarga.
 
Makam Raja-raja Imogiri – Yogyakarta
Dibangun sekitar tahun 1632 oleh Sultan Agung, raja Mataram Islam terbesar, bangunan makam lebih bercorak bangunan Hindu. Pintu gerbang makam dibuat dari susunan batu bata merah tanpa semen yang berbentuk candi Bentar. Memasuki makam raja-raja Mataram jelas tidak sama dengan memasuki pemakaman umum. untuk masuk ke makam Sultan Agung, maka selain harus mengenakan pakaian adat Jawa, kita harus melepas alas kaki, juga harus melalui tiga pintu gerbang.
Bahkan, yang bisa langsung berziarah ke nisan para raja itu pun terbatas pada keluarga dekat raja atau masyarakat lain yang mendapat izin khusus dari pihak Kraton Yogyakarta dan Kraton Surakarta. Karena itu, peziarah awam yang tidak siap mengenakan pakaian adat Jawa, terpaksa hanya bisa melihat pintu gerbang pertama yang dibuat dari kayu jati berukir dan bertuliskan huruf Jawa berusia ratusan tahun, dengan grendel, dan gembok pintu kuno. Hanya para juru kunci pemakaman itu yang bisa membuka gerbang tersebut. Jika toh masyarakat awam, bisa melihat ”isi” di balik pintu gerbang pertama. Itu pun ketika keluarga raja datang, pintu gerbang dibuka lebar, dan masyarakat bisa melongok sebentar sebelum gerbang itu ditutup. Rasa penasaran itu yang menyebabkan misteri makam raja Mataram tetap terpelihara.
Komplek Makam Imogiri ini terdapat berbagai bangunan dan benda-benda keramat hingga saat ini masih terawat. Kontruksi bangunan aslinya terbuat dari batubata. Bangunan - bangunan yang ada di komplek makam lmogiri adalah : 
Masjid, Masjid ini terdapat di dalam komplek makam , merupakan masjid tradisional yang di bangun kira-kira pada masa Sultan Agung . secara umum bangunanya masih asli hanya pada bagian serambinya saja yang mengalami perubahan yaitu pada bagian lantainya. Masjidnya beratap sirap , tetapi kini bagian atasnya dilapisi seng. sehingga atap, sirap hanya bisa dilihat dart dalam masjid saja. Unsur kekunoan lain pada masjid ini adalah pawestren dan kolam di halaman depan . Pada serambi masjid terdapat tubuh (Bedeng), besar dengan diameter 99 cm, panjang 146 cm. Menurut juru kunci makam tabuh ini di buat semasa dengan masjid. Unsur asli yang lain adalah saka guru dari kayu jati yang di sangga umpak persegi dari batu kali. Mihrap berupa relung pada dinding barat, dan mimbar berhias ukir-ukiran diantaranya ada yang manyerupai kala. 

Gapura, Di Komplek makam im terdapat empat buah pintu gerbang: Kori supit urang , berbentuk gapura bentar yaitu gapura yang berbentuk seperti candi terbelah, tanpa atap dan tanpa daun pintu. ukuran panjang 220 cm. lebar 150 cm, dan terbuat dan batu bata . Pada bagian kaki terdapat hiasan giometris. Di sebelah menyebelah kori supit urang ada dua padhasan, dengan lapik berhias tumpal. 

Regol Sri Manganti I, berbentuk paduraksa yaitu gapura yang mempunyai atap dan daun pintu Biasanya gapura seperti ini merupakan gerbang untuk memasuki halaman yang dinilai sakral. Terbuat dari batu putih,tetapi sekarang dilapisi semen.tangganya berukuran 12,70 x 3,60 m dibuat dari Pasangan bata. Daun pintu dan kayu jati dihias dengan dua bidang besar berbentuk belah ketupat, berisi ukiran bermotif tumbuh-tumbuhan. Di bawah ambang atas pintu ada Latiyu (ambang atas pintu yang berundak-undak), bertingkat lima terbuat dari kayu. Dibelakangya terdapat angka-angka jawa. 

Regol Sri Manganti II, berbentuk paduraksa, akan tetapi pada gerbang ini intensitas pola hiasanya berkurang ( lebih sedikit ), terdapat Latiyu bertingkat tujuh dan berhias pola bunga-bungaan di bagian tengahnya. Di balik Latiyu terdapat angka-angka Jawa. 

Gapura Papak, merupakan gerbang menuju ke makam Sultan Agung yang terletak di halaman terakhir / halaman 1V. Didekat gapura im terdapat susunan batu yang disebut pelenggahan yang digunakan Sultan Agung untuk memandang laut selatan. 

Kelir, Yaitu sebuah bangunan pagar tembok yang berfungsi sebagal kelir atau aling-aling pintu gerbang.Disini terdapat empat kelir yaitu: 
Kelir gapura supit urang, panjangnya 4,40m,lebar O,60m, terbuatdari batu bata dan batu yang disusun tanpa semen 

Kelir Regol Sri Manganti I, berukuran 4,3 5 x 0,40 m juga dibangun dari dari bata tanpa semen Bagian atapnya polos, sedang bagian bawah dialasi dengan 17 bidang berbentuk segi empat dan Segi enam. 

Kelir Regol Sri Manganti II, dibuat dari bata berukuran 4 x 0,20 m, hiasanya berupa bidang bidang berukiran pola Geometris yang diselingi pola tumbuhan. 
Kelir Gapura Papak, terdiri dari susunan batu putih berbentuk huruf L. Kelir ini samasekali tidak berhias. 

Padasan, Padasan merupakan tempat berwudlu / bersuci. Disini terdapat 6 buah padasan yaitu, 2 buah terdapat di luar gerbang supit urang dan 4 buah terdapat dihalaman Kamandhungan dan biasanya disebut enceh atau Kong. Dua buah enceh yang berada di timur tangga regol Sri Manganti 1 dinamai Kyai Mendhung dan Nyai Siyem. Kedua enceh ini merupakan persembahan dari raja Ngerum (Turki) dan Siyem (Thailand). Sedang yang berada, di sebelah barat tangga bernama Kyai Danumaya dan Nyai Danumurti, berasal dari Aceh dan Palembang. Enceh-enceh ini diisi setahun sekali pada hari Selasa Kliwon dan Jumat Kliwon yang pertama di bulan Suro dengan upacara tradisi khusus. 

Nisan, Nisan sama artinya dengan makam . Bahan pembuat nisan di komplek makam ini antara lain adalah batu andesit, bata, dan batu pualam . Nisan untuk wanita biasanya bagian atasnya tumpul atau membulat , nisan untuk pria bagian atasnya runcing. Nisan-nisan di komplek makam ini di bagi dalam 8 (delapan) kelompok makam. 

Kolam, Kolam ini terletak di halaman depan masjid , tepatnya di depan gapura supit urang.Pengisian kolam diperoleh dari mata air.

Trunyan - Bali
Sebagaimana masyarakat Bali umumnya, Warga Desa Trunyan juga mengenal ngaben, namun di di desa ini mayatnya tidak dibakar. Di sini mayat mereka taruh begitu saja di sebuah areal hutan. Anehnya, mayat itu tak akan mengeluarkan bau busuk walaupun sudah disana selama berbulan-bulan.
Mengapa mayat yang menggeletak begitu saja disemayamkan, tidak menimbulkan bau? Padahal secara alamiah, tetap terjadi penguraian atas mayat-mayat tersebut? Hal inilah yang menjadi daya tarik para wisatawan untuk mengunjungi lokasi wisata ini.
Nah, konon sebabnya, di areal hutan tersebut terdapat sebuah pohon yang dikenal bernama Taru Menyan yang bisa mengeluarkan bau harum dan mampu menetralisir bau busuk mayat. 
Taru berarti pohon, sedang Menyan berarti harum. Pohon Taru Menyan ini, hanya tumbuh di daerah ini. Jadilah Tarumenyan yang kemudian lebih dikenal sebagai Trunyan yang diyakini sebagai asal usul nama desa tersebut.
Kisah Versi Pertama
Alkisah pada suatu hari beberapa abad yang lalu di puri dalem Solo, di pulau Jawa tercium bau yang harum sekali. Bau harum yang luar biasa tersebut menarik perhatian empat orang anak dalem Solo untuk mengembara mencari sumbernya.

Dalam pengembaraan itu akhirnya mereka tiba di pulau Bali. Setibanya di kaki selatan gunung Batur, anak dalem Solo yang wanita berkeputusan untuk tidak melanjutkan perjalanan. Ketiga saudara laki-lakinya melanjutkan pengembaraan mereka menyusuri tepi danau Batur.

Waktu mendengar suara burung karena kegirangan, saudara termuda mereka berteriak. Perbuatan tersebut membuat kakak tertuanya marah, kakaknya menendangnya sampai jatuh bersila.

Sesudah meninggalkan adiknya, kedua saudara tersebut melanjutkan perjalanan. Oleh karena sangat senang bertemu dengan manusia, anak kedua dari saudara itu menyapa orang tersebut.Kelakuan adiknya tersebut membuat si kaka tidak senang, akhirnya ditinggalkan adiknya di tempat tersebut.

Setelah meninggalkan adik-adiknya di desa-desa itu, putra dalem Solo yang sulung melanjutkan perjalanannya ke arah utara. Akhirnya ia tiba disebuah dataran tempat ditemukannya seorang Dewi yang teramat menggiurkan hati mudanya. ewi ini pada waktu ditemukan berada di bawah pohon taru menyan, sumber bau harum tersebut.yang dicari selama ini. Perasaan birahi jejakanya segera bangkit dan diluar kekuasaannya lagi sang Dewi segera disenggamai.Setelah tersalurkan birahinya, si pemuda petualangan itu pergi menghadap kaka sang Dewi untuk meminang adiknya.Kakaknya menyetujui, akhirnya mereka pun menikah.

Setelah usainya upacara perkawinan mereka,tempat yang mereka diami berangsur-angsur berkembang menjadi kerajaan. Kemudian karena khawatir kerajaan mereka itu akan diserang oleh orang luar, yang terpesona bau semerbak yang keluar dari pohon taru menyan tersebut, maka sang permaisuri memerintahkan untuk menghilangkan bau semerbak itu. Caranya Ia memerintahkan agar jenazah-jenazah orang Trunyan untuk selanjutnya tidak lagi dikebumikan,melainkan dibiarkan membusuk di bawah udara terbuka.Itulah sebabnya, maka sejak itu, desa Trunyan tidak lagi mengeluarkan bau semerbak yang mempesonakan,namun sebaliknya jenazah-jenazah penduduk yang dibiarkan membusuk di udara terbuka di daerah pemakaman sema Wayah tidak mengeluarkan bau busuk.

Kisah Versi Kedua

Dikisahkan, bau harum taru menyan, memancing Ratu Gede Pancering Jagat mendatangi sumber bau. Di sekitar pohon-pohon hutan cemara Landung, beliau bertemu dengan Ida Ratu Ayu Dalem Pingit [Ratu Ayu Dalem Dasar]. Mereka kemudian menikah dan disaksikan oleh penduduk Desa Hutan Landung yang sedang berburu. Sebelum meresmikan pernikahan, Ratu Gede mengajak penduduk Desa Cemara Landung untuk membuat desa yang bernama Taru Menyan dan lama kelamaan terkenal menjadi Trunyan. Itulah asal kata Trunyan.

Akibat adanya Ratu Pancerin jagad, maka masyarakat Trunyan percaya bahwa desanya menjadi satu-satunya desa di dunia ini yang anti gempa. Menurut cerita si tukang boat, Beberapa waktu yang lalu ada gempa yang terjadi di Seririt, Singaraja yang juga dirasakan oeh penduduk kintamani, namun tidak dirasakan di trunyan. Tanda adanya gempa disekitarnya dapat dilihat penduduk Trunyan melalui pancaran mata air yang keluar tidak lurus keluarnya namun bergoyang2.
Yup, itulah dunia, banyak sekali keanehanya.

Trunyan merupakan satu dari tiga Suku Bali asli [Bali Aga], yaitu suku yang ada dibali sebelum Jaman Majapahit dan sebelum gelombang pengungsian warga kerajaan Majapahit terakhir yang menolak menjadi Muslim [hijrah ke Bali]. Dua suku Bali asli lainnya adalah Suku Tenganan di Karang Asem [Smarapura] dan Suku Yeh Tipat di Singaraja. Trunyan termasuk di lingkup Kabupaten Bangli.

Suku Trunyan, punya tiga cara unik menangani mayat, diupacarai yang setara dengan upacara ngaben di tempat lain:

Untuk yang meninggal adalah Bayi, maka mayatnya dikubur, lokasinya disebut Sema Muda, kira-kira 200 meter-an ke sebelah kanan lagi namun sebelum desa trunyan dari arah sekarang ini.

Untuk yang meninggal adalah orang yang kecelakaan, dibunuh atau bukan karena mati normal. Maka mereka anggap itu mempunyai kesalahan besar. Lokasi mereka dikubur [Sema bantas] adalah di perbatasan antara desa Trunyan dan Desa abang. Letaknya Jauh dari tempat kami sekarang.

Untuk yang mati normal, Mayat mereka diberi kain putih dan hanya diletakan di bawah Taru Menyan [Pohon wangi]. Maksudnya mati normal adalah tidak punya salah/kesalahan sesuatu, di luar kreteria di atas.

Mayat itu diletakkan di atas tanah dengan lubang yang sangat dangkal [kira-kira 10 - 20 cm]. Tujuannya supaya tidak bergeser-geser [karena bidang tanah di tempat itu tidaklah dapat disebut datar]. Jumlah maksimum mayat yang diperkenankan ada di bawah pohon taru menyan adalah 11 mayat. Alasannya adalah mayat yang ke 12 dan seterusnya, akan berbau. Baunya kadang-kadang ada, kadang-kadang tidak.

Bisa jadi itu disebabkan keterbatasan bau yang dapat diserap oleh taru menyan tersebut, yaitu kurang lebih sekitar 11 x 60 kg [asumsi berat rata-rata mayat] = 660 kg. Sehingga untuk menyerap mayat berikutnya menjadi tidak maksimal.

Festival Unik Di Indonesia

Indonesia sering disebut sebagai raksasa Asia Tenggara, dan memang demikian adanya. Dengan lebih dari 18.000 pulau di Nusantara ini, ada keragaman menakjubkan yang dapat dilihat dan dilakukan saat berkunjung ke negeri ini.
Modernisasi terus menyapu Jakarta yang menawarkan wisata khas metropolitan, sementara pariwisata di Bali terus bangkit secara menjanjikan setelah berbagai rintangan yang dialaminya. Di lain pihak, pegunungan Bromo dan Borobudur terus membenahi diri, cocok bagi mereka yang mencari atraksi lokal yang alamiah. Wisatawan pun bisa menikmati pesona dari sekitar 6.000 lebih pulau berpenghuni di Indonesia.
Tidak mengherankan jika Indonesia menawarkan berbagai festival yang unik sebagai budaya asli negeri ini, yang mencerminkan berbagai macam ras dan tradisi di berbagai bagian Nusantara. Anda akan menemukan keragaman ini dalam daftar 6 festival unik di Indonesia, mulai dari perayaan seni, batik, tarian dan upacara adat. Jika ada kesempatan, silahkan Anda ikut berpartisipasi dengan mengikuti dan menyaksikan salah satu dari festival-festival di Indonesia ini!
1. Festival Krakatau 
Festival Krakatau merupakan sebuah festival tahunan yang diselenggarakan di Lampung, festival ini diadakan untuk mengenang letusan gunung dengan nama yang sama, Krakatau. Gunung berapi ini meletus hebat pada tahun 1927, dan mengakibatkan terbentuknya pulau-pulau kecil baru, yang bernama Anak Krakatau.

Selama festival berlangsung, pengunjung dapat menikmati berbagai pertunjukan seperti Karnaval Tuping (Karnaval Topeng Lampung), pertunjukan gajah, serta berbagai macam tarian dari Lampung dan kota-kota di sekitarnya. Puncak dari acara ini adalah tour ke pulau vulkanik itu sendiri, yang masih aktif tetapi dalam fase tidur aktif untuk saat ini!

2. Festival Kesenian Bali (Bali Arts Festival)
Salah satu perayaan seni dan budaya tahunan terbesar di Indonesia adalah Festival Kesenian Bali (bali arts festival) yang selalu ramai dikunjungi penonton. Event ini diadakan sebulan penuh yang setiap hari diisi pertunjukan, pameran seni dan kegiatan budaya terkait. Pengisi acara dari seluruh Bali datang untuk menyajikan tari-tarian, musik dan seni pertunjukan lainnya.

Ajang ini menampilkan pertunjukan menarik seperti tari-tarian desa yang jarang diekspose, kesenian dari tempat-tempat terpencil di Bali, makanan, barang tenun dan kerajinan, kreasi baru dari sekolah tari dan koreografi Denpasar, dan juga seni kontemporer dari seniman nasional dan internasional.

Bali Arts Festival merupakan salah satu festival budaya yang paling terkenal dari Indonesia . Festival ini luar biasa diadakan setiap tahun pada bulan Juni dan berlangsung selama satu bulan. Festival ini menarik banyak orang yang datang dari kabupaten serta desa-desa.
Setiap tahun, festival ini memiliki tema tertentu. Semua kegiatan di sekitar festival seperti semua tarian dan pertunjukan musik, program budaya, pameran, kontes, kompetisi dan kegiatan terkait lainnya didasarkan pada tema ini. Ini adalah kesempatan yang bagus bagi wisatawan untuk datang dan belajar banyak tentang lokal dan budaya desa Indonesia. Festival ini dimulai dengan pertunjukan glamor dan fantastis, yang melakukan tujuh jenis tarian Bali dan gaya musik. Indonesia pada hari ini mengenakan kostum tradisional berwarna-warni, mengapung serta besar ogoh-ogoh boneka.
Indah kerajinan item yang ditampilkan di warung-warung. Pertunjukan tari meliputi tari klasik Bali seperti legong tersebut, gambuh, kecak, barong, Baris dan lain-lain. Terutama, tarian topeng sangat menarik dan layak menonton. Semua program hiburan festival yang sangat fantastis. Setiap tahun, perkiraan jumlah 6.000 penonton datang ke festival ini. Oleh karena itu, jangan lewatkan kesempatan baik Anda jika Anda bisa datang berkunjung ke Indonesia pada hari-hari pada bulan Juni. Ini benar-benar memberi Anda suasana festival yang bagus dan Anda pasti akan pernah merasa menyesal telah menghadiri acara ini.

3. Karnaval Batik Solo (Solo Batik Karnival)
Sejak dulu, tradisi batik memiliki akar yang sangat kuat di Kota Solo. Kota di Jawa Tengah ini bahkan menggunakan batik sebagai ikon dan identitas, mencerminkan sebuah kota kerajaan yang dikenal karena keindahan dan sikap santunnya. Karnaval Batik Solo (solo baaatik karnival) diadakan untuk memperkuat tradisi ini, dan lebih jauh lagi untuk mempromosikan Batik di skala nasional dan internasional.
 Solo Batik Carnival 2012  yang akan dilaksanakan pada 30 Juni 2012 ini akan hadir kembali.  Solo Batik Carnival merupakan sebuah karnaval berbasis masyarakat lintas etnik, usia dan profesi dimana batik menjadi tema utamanya. Untukpendaftaran Solo Batik Carnival2012 dibuka pada 1 hingga 15 Februari 2012 di seluruhkelurahan dan kecamatan di Surakarta.

Pendaftaran peserta Solo BatikCarnival 2012 dibagi menjadi empat zona. Zona A adalah Kecamatan Jebres, Zona B yaitu Kecamatan Banjarsari, Zona C adalah Kecamatan Laweyan, Serengan, dan Pasar Kliwon. Kemudian Zona D khusus untuk peserta anak-anak dengan usia minimal 7 tahun. Peserta tiap zona ditargetkan minimal 100 orang, kecuali Zona D hanya 80 orang.
Proses pembuatan kostum Solo Batik Carnival 2012  akan dilakukan pada workshop yang diselenggarakan 19 Februari hingga 30 Mei 2012 dimana sekali workshop diikuti 40-50 orang. Kali ini panitia mengedepankan bahan baku batik bekas untuk pembuatan kostum. Hal ini dilakukan untuk menepis anggapan bahwa  event Solo Batik Carnival 2012 menghambur hamburkan uang untuk pembuatan kostum peserta, dan tentukan dengan bahan bekas yang ada akan membikin kesan bahwa dengan bahan bekas Batik yang ada akan memunculkan ide ide yang segar dan tentunya berkualitas. Dan tentunya hal ini dilakukan untuk mendukung konsep dari Solo Batik Carnival 2012 itu sendiri yaitu kreasi batik yang unik, berkualitas dan tentunya murah.

Kota Surakarta mengedepan sebagai rumah batik yang dikreasi masyarakat dan dikembangkan secara turun-temurun.  Batik Solo terkenal dengan corak dan pola tradisionalnya baik dalam proses batik cap maupun dalam proses batik tulis. Batik solo menggunakan warna kombinasi warna coklat muda, coklat tua, coklat kekuningan, coklat kehitaman, dan coklat kemerahan.

Jika Anda ingin membeli batik di Solo, cobalah pergi ke Pasar Klewer, kawasan Kampung Batik Laweyan, kawasan Kampung Wisata Batik Kauman, dan Pusat Grosir Solo (PGS). Di sana Anda bisa mendapatkan batik setengah harga di sini dari yang ada di toko-toko. Warna dan corak batiknya sangat beragam dan unik.

Acara ini merupakan kombinasi dari upacara, fashion show dan karnaval, semuanya menggunakan batik sebagai tema umum. Di buka pula sebuah bazaar yang menawarkan berbagai produk batik dan souvenir yang unik dari Solo untuk dilihat-lihat dan dibeli.
4. Festival Musik Etnik Internasional Solo (Solo International Ethnic Music)

 Event lain yang digelar di Solo adalah  Festival Musik Etnik Internasional Solo, yang berfokus pada pertunjukan dan pergelaran musik etnis. Acara ini adalah sebuah ajang yang unik untuk kolaborasi antara musik etnik dan musik modern, juga kolaborasi antara seniman lokal dan internasional. Daftar panjang peserta yang turut ambil bagian termasuk diantaranya seniman dari seluruh Nusantara, seperti Minang, Riau, Yogyakarta, Surabaya, Papua, Kalimantan, dan bahkan dari negara asing seperti dari Jepang, Australia, India, Selandia Baru dan banyak lainnya.
Pemerintah Kota Solo akan mendukung sepenuhnya pelaksanaan Solo International Ethnic Music (SIEM) . Demikian dikatakan Walikota Solo Joko Widodo saat menghadiri Grand Launching SIEM ) , di Central Garden, Hotel Lor In, Solo. “Saya optimis kegiatan SIEM tahun ini akan sukses,” lanjut Joko Widodo yakin.
Selain dihadiri Wali Kota Solo,  juga dihadiri sejumlah pejabat, pengusaha, pemerhati seni dan budaya termasuk Guruh Soekarnoputra. Tururt memeriahkan acara itu, musisi Gilang Ramadhan dalam kesempatan itu tampil dengan membawakan musik perkusi dengan nuansa etnik. Sebelumnya, Dewan Kurator SIEM  Prof Dr Rahayu Supanggah S Kar menyampaikan pengantar tentang kegiatan SIEM, dan ada pemutaran film SIEM

5. Gerebeg Mulud 

Dalam bahasa Jawa, “gerebeg” berarti “kerumunan orang” dan Mulud mengacu pada salah satu bulan dalam Kalender Jawa. Acara ini, yang juga dikenal sebagai Sekaten, adalah event perayaan ulang tahun Nabi Muhammad. Ini adalah prosesi sehari penuh dengan mengeluarkan dua gamelan sakral (alat musik Jawa) yang dibawa menuju Mesjid Agung.

Grebek Maulud merupakan bagian dari rangkaian acara Grebeg Keraton yang rutin diadakan pada setiap tahunnya. Grebeg Keraton sendiri merupakan upacara adat di Daerah Istimewa Yogyakarta yang diadakan sebagai kewajiban sultan untuk menyebarkan serta melindungi agama Islam. Nama grebeg berasal dari peristiwa miyos atau keluarnya dari dalam istana bersama keluarga dan kerabatnya untuk memberikan gunungan kepada rakyatnya.
Di antara rangkaian upacara adat tersebut, Grebeg Maulud menjadi salah satu acara yang ditunggu oleh masyarakat Yogyakarta. Upacara adat ini diselenggarakan untuk memeringati Maulid Nabi Muhammad SAW yang jatuh setiap tanggal 12 Rabiul Awal dalam penanggalan Hijriyah.
Proses upacara adat ini diawali dengan arak-arakan para prajurit keraton yang mengelilingi Keraton Yogyakrta. Setelah itu, gunungan dibawa ke Masjid Gede di Alun-Alun Utara. Gunungan yang berisi oleh hasil pertanian, seperti kacang panjang, sayur-mayur, cabai merah, dan jagung, nantinya akan menjadi rebutan oleh masyarakat Yogyakarta juga wisatawan yang ada di lokasi upacara adat. Rebutan gunungan ini diartikan sebagai simbol komunikasi kultural antara raja dengan rakyatnya.
Untuk bisa sampai di keraton, Anda dapat menggunakan segala jenis kendaraan. Bagi Anda yang menggunakan transportasi umum, Anda bisa menggunakan Trans Jogja trayek 1B, 2A, 2B, dan 3A dari halte-halte terdekat dengan membayar Rp3.000,00 dan turun di Halte Kantor Pos Besar. Dari halte, kemudian Anda bisa melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaku atau menggunakan becak untuk sampai di kawasan keraton

Pada malam-harinya akan diadakan pasar rakyat di sisi utara kota yang menambah semaraknya event ini, lokasi ini merupakan tempat yang bagus untuk mencoba berbagai makanan khas Jawa dan Yogyakarta dan berburu souvenir.

6. Festival Lembah Baliem 

Festival di Papua yang unik ini berakar dari budaya yang dipegang oleh suku-suku lokal yang mempercayai perang bukan hanya konflik perebutan kekuasaan dan kepentingan, tetapi juga merupakan simbol kesuburan dan kemakmuran. Namun, sejak 20 tahun yang lalu, pemerintah setempat mengupayakan perdamaian antara suku-suku yang bertikai guna mencegah dendam dan hilangnya nyawa. Jadi, Festival Lembah Baliem merupakan ajang yang diadakan untuk menggantikan perang antara suku.

Seperti yang bisa menebak, acara utama adalah “perang bayangan” antara suku-suku lokal. Bayangkan, lebih dari 20 suku yang berbeda masing-masing dengan 30 sampai 50 orang mengenakan pakaian tradisional, tombak, busur, panah dan parang berkumpul menjadi satu! Ada juga pertunjukan dan atraksi lainnya, seperti permainan tradisional setempat, pertunjukan tari, serta menikmati masakan lokal.
Inilah festival luar biasa dan telah menjadi daya tarik pengunjung di Papua. Festival Lembah Baliem awalnya merupakan acara perang antarsuku Dani, Lani, dan Suku Yali sebagai lambang kesuburan dan kesejahteraan. Sebuah festival yang menjadi ajang adu kekuatan antarsuku dan telah berlangsung turun temurun namun tentunya aman untuk Anda nikmati.
Festival Lembah Baliem berlangsung selama tiga hari dan diselenggarakan setiap bulan Agustus bertepatan dengan bulan perayaan kemerdekaan Republik Indonesia. Awalnya pertama kali digelar tahun 1989. Yang istimewa bahwa festival ini dimulai dengan skenario pemicu perang seperti penculikan warga, pembunuhan anak suku, atau penyerbuan ladang yang baru dibuka. Adanya pemicu ini menyebabkan suku lainnya harus membalas dendam sehingga penyerbuan pun dilakukan. Atraksi ini tidak menjadikan balas dendam atau permusuhan sebagai tema tetapi justru bermakna positif yaitu Yogotak Hubuluk Motog Hanoro yang berarti Harapan Akan Hari Esok yang Harus Lebih Baik dari Hari Ini.
Suku-suku di suku Papua meski mengalami modernisasi tetapi masih memegang teguh adat istiadat dan tradisi mereka. Salah satu yang paling menonjol adalah pakaian pria suku Dani yang hanya mengenakan penutup kemaluan atau disebut koteka. Koteka terbuat dari kulit labu air yang dikeringkan dan dilengkapi dengan penutup kepala yang terbuat dari bulu cendrawasih atau kasuari, sedangkan para wanita suku Dani mengenakan rok yang terbuat dari rumput atau serat pakis yang disebut sali. Saat membawa babi atau hasil panen ubi, para wanita membawanya dengan tas tali atau noken yang diikatkan pada kepala mereka.  
Suku Dani terbiasa berperang untuk mempertahankan desa mereka atau untuk membalas dendam bagi anggota suku yang tewas. Para ahli antropologi menjelaskan bahwa "perang suku Dani" lebih merupakan tampilan kehebatan dan kemewahan pakaian dengan dekorasinya daripada perang untuk membunuh musuh. Perang bagi Suku Dani lebih menampilkan kompetensi dan antusiasme daripada keinginan untuk membunuh. Senjata yang digunakan adalah tombak panjang berukuran 4,5 meter, busur, dan anak panah. Seringkali, karena perang orang terluka daripada terbunuh, dan yang terluka dengan cepat dibawa keluar arena perang.
Kini, perang suku Dani diadakan setiap tahun di Festival Bukit Baliem di Wamena selama bulan Agustus (lihat Kalender Acara). Dalam pesta ini, yang menjadi puncak acara adalah pertempuran antara suku Dani, Yali, dan Lani saat mereka mengirim prajurit terbaiknya ke arena perang mengenakan tanda-tanda kebesaran terbaik mereka. Festival ini dimeriahkan dengan Pesta Babi yang dimasak di bawah tanah disertai musik dan tari tradisional khas Papua. Ada juga seni dan kerajinan buatan tangan yang dipamerkan atau untuk dijual.
Setiap suku memiliki identitasnya masing-masing dan orang dapat melihat perbedaan yang jelas di antara mereka sesuai dengan kostum dan koteka mereka. Pria suku Dani biasanya hanya memakai koteka kecil, sedangkan pria suku Lani mengenakan koteka lebih besar, karena tubuh mereka lebih besar daripada rata-rata pria suku Dani. Sedangkan pria suku Yali memakai koteka panjang dan ramping yang diikatkan oleh sabuk rotan dan diikat di pinggang.
Dengan menghadiri Festival Lembah Baliem maka Anda akan memiliki kesempatan langka untuk belajar dan bersentuhan langsung dengan beragam tradisi suku-suku setempat yang berbeda-beda tanpa harus mengunjunginya ke pedalaman Papua Barat yang jauh dan berat. Diperkirakan festival ini diikuti oleh lebih dari 40 suku lengkap dengan pakaian tradisional dan lukisan di wajah mereka.


KISTA dan Solusinya

Penyakit kista merupakan penyakit yang banyak menyerang kaum wanita. Kista sendiri merupakan benjolan yang berisi cairan yang berada di indung telur. Penyakit kista ini sebenarnya merupakan penyakit tumor jinak, karena kebanyakan penanganannya tidak melalui operasi besar. Namun berdasarkan tingkatan keganasan, penyakit kista dapat dibagi menjadi dua macam, yaitu:
1. Kista non-neoplastik, yang sifatnya jinak dan biasanya akan mengempis sendiri setelah 2 hingga 3 bulan
2. Kista neoplastik, kista ini umumnya harus dioperasi, namun hal itu pun tergantung pada ukuran dan sifatnya.

Menurut Dr. dr. T. Z.Jacoeb, SpOG-KFER, kista tidak hanya dapat tumbuh di ovarium atau indung telur wanita saja, tetapi juga dapat tumbuh di paru-paru, usus dan bahkan di otak. Penyakit kista dapat disebabkan oleh polusi udara dan debu.
Adanya dioksin dari asap pabrik dan pembakaran gas bermotor dapat menurunkan daya tahan tubuh manusia yang kemudia akan membantu tumbuhnya kista. Selain itu dari faktor makanan, lemak berlebih atau lemak yang tidak sehat akan mengakibatkan zat-zat lemak tidak dapat dipecah dalam proses metabolisme sehingga akan meningkatkan hormon testosteron.
Ada 4 macam kista indung telur. Kista fungsional, dermoid, cokelat (endometriosis) dan kista kelenjar (cystadenoma). Sampai saat ini masih belum diketahui bagaimana terjadinya kista. Biasanya tumbuh sangat pelan dan sering terjadi keganasan pada umur lebih 45 tahun. Dari keempat kista ini yang paling banyak dan justru sering mengecil sendiri seiring dengan membaiknya keseimbangan hormonal adalah kista fungsional.
Penyakit kista juga dapat dikatakan penyakit degeneratif atau keturunan. Jika orang tua atau nenek anda pernah menderita penyakit kista atau mioma, maka dapat dipastikan anda termasuk salah satu keturunan pembawa sifat penyakit kista.

Namun pembawa sifat bukan berarti penderita penyakit kista, anda dapat mencegah timbulnya penyakit kista dengan gaya hidup sehat. Hindari makanan-makanan berlemak tinggi, rajinlah berolah raga serta konsumsilah makanan dan minuman yang mengandung antioksidan. Karena antioksidan dapat menangkal radikal bebas dari polusi debu dan udara.
Walaupun penyakit kista ini termasuk penyakit jinak, tatapi penyakit ini memiliki potensi untuk menjadi penyakit ganas. Dan apabila sudah menjadi seperti itu maka harus ditangani serius. Meskipun toh belum ganas, kista jika terplintir akan mengakibatkan rasa sakit yang sangat perih.
Beberapa gejala timbulnya penyakit kista adalah rasa nyeri sewaktu haid, nyeri perut bagian bawah, sering merasa ingin buang air besar atau kecil, dan pada keadaan yang sudah lanjut dapat teraba benjolan pada daerah perut. Dan jika kista pecah, misalnya saat berhubungan seksual, penderita akan merasa nyeri yang bertambah bila melakukan aktivitas fisik berat.

Ovarium adalah salah satu organ reproduksi pada wanita yang berfungsi menghasilkan ovum ( sel telur ). Tempat pematangan sel telur juga terjadi di bagian ovarium. Ovarium mensekresikan hormon – hormon penting seperti estrogen dan progesteron yang berperan dalam pengaturan siklus menstruasi. 
Wanita mempunyai sepasang ovarium berupa kelenjar berbentuk biji buah kenari yang terletak di kanan dan kiri uterus (rahim), di bawah tuba uterina dan terikat di sebelah belakang oleh ligamentum latum uteri. 
Sepasang ovarium tersebut menghasilkan 300.000 sel telur. Sel telur yang dikelilingi oleh lapisan sel epiteloid granulosa disebut folikel. Dari hasil penelitian diketahui ada dua hormon yang penting untuk fungsi penuh ovarium yaitu FSH ( Follicle-Stimulating Hormone) dan LH ( Luteinizing Hormone).


Bahan makanan yang sebaiknya anda hindari adalah tauge, sawit putih, kangkung dan cabe untuk sayuran. Untuk buah – buahan, yang harus anda hindari adalah durian, lengkeng, nangka, duku, nanas dan anggur. Anda juga harus menghindari minuman beralkohol, minuman terlalu dingin serta yang bersoda. Anda juga perlu menghindari memakan daging merah (sapi, kambing, kerbau, dll), makanan yang diawetkan (termasuk mie instan), makanan yang banyak mengandung msg atau vetsin, ikan asin dan seafood. Namun, diantara pantangan makanan di atas, anda diperbolehkan memakan kacang hijau, ayam kampung beserta telurnya, ikan air tawar dan ikan laut.
  • Konsumsi sayur segar. Antara lain : Kubis, leunca, Buncis, Wortel, Pare, Brocoli, Sambung nyawa, Bit dan Bawang putih. 
  • Konsumsi juice buah. Antara lain : Belimbing manis, Apel malang, Jeruk, Pepaya, Jambu biji, Tomat. 
  • Jangan menkonsumsi makanan yang dipanggang, makanan yang digoreng berulang kali, nasi kemarin. 
  • Hindari asap rokok. 
  • Apabila menkonsumsi sayuran yang dimasak sendiri, bisa ditambahkan bumbu dari tanaman herbal, seperti Pegagan, Sambung nyawa, Mahkota dewa, Daun salam, dll. 
  • Perbanyak minum air putih. 
  • Boleh minum susu non fat.


Ciri-ciri Penyakit Kista
Berikut ini merupakan beberapa ciri penyakit kista
  • terjadi rasa sakit yang luar biasa ketika menjelang atau dalam masa haid dalam banyak kasus bahkan pendereita akan pingsan karna sakit yang tak tertahan.
  • terasa nyeri di perut bagian bawah
  • terjadi haid yang terlalu banyak maupun sedikit
  • sering merasa ingin buang air besar/ kecil karena jaringan kista terus membesar semakin menekan kandung kemih sehingga tidak dapat menampung banyak aiar seni
  • pada keadaan yg sudah lanjut dapat teraba benjolan pada daerah perut
  • perubahan pola haid,misalnya terlambat haid atau pendarahan diantara periode haid
  • pendarahan pada vagina yg hebat dan tidak teratur
  • nyeri perut hebat disertai mual dan muntah
  • membesarnya perut karna beberapa kista yang tumbuh di dalam perut sendiri
  • adanya rasa sakit yang seperti digigit semut secara bergantian di bagian bawah perut kiri dan kanan.
  • rasa sakit di bagian pinggang belakang
  • merasa sakit ketika berhubungan intim
  • jika terjadi pecahnya kista yang ada di dalam perut semisal saat berhubungan seksual hala ini akan menjadikan penderita merasa m. nyeri saat melakukan aktifitas yang berat.



Beberapa tipe umum kista indung telur adalah:

Kista folikel
Kista folikel timbul akibat dari folikel yang tidak berfungsi selama siklus menstruasi. Kista folikel berbentuk kecil sehingga biasanya tidak menimbulkan gejala apa-apa, kecuali jika pecah atau terpelintir, dapat menimbulkan gejala terasa kaku dan sakit hebat di daerah perut bagian bawah seperti serangan appendicitis (radang usus buntu) .

Kista lutein
Beberapa kista lutein sering terjadi saat kehamilan. Ada beberapa tipe kista lutein, diantaranya adalah:

a. Kista granulosa lutein
Kista granulosa lutein terjadi dalam korpus luteum indung telur yang fungsional. Kista ini bisa membesar, akibat dari penimbunan darah yang berlebihan saat fase perdarahan dari siklus menstruasi dan bukan akibat dari tumor. Kista ini timbul pada permulaan kehamilan dan diameternya bisa mencapai 5-6 cm yang menyebabkan rasa tidak enak di daerah panggul. Apabila pecah, terjadi pendarahan pada satu sisi rongga perut. Pada wanita yang tidak hamil, kista ini akan membuat menstruasi terlambat yang diikuti dengan perdarahan yang tidak teratur.

b. Kista theca lutein
Kista theca lutein berisi cairan bening dan berwarna seperti jerami. Timbulnya kista theca lutein berkaitan dengan tumor indung telur dan terapi hormon.

Kista polisistik indung telur
Kista ini menyebabkan menurunnya siklus menstruasi dan terjadi ketidaksuburan (infertilitas, yaitu ketidakmampuan memiliki anak setelah hubungan seksual dengan teratur walaupun tidak menggunakan alat kontrasepsi dalam jangka waktu paling tidak selama satu tahun). 
Penyakit polisistik indung telur juga merupakan penyebab utama dari abnormalitas endokrin. Pemeriksaan kista indung telur dilakukan berdasarkan gejala dan tanda-tandanya. Pemeriksaan fisik dan beberapa jenis pemeriksaan laboratorium dapat membantu diagnosis dari beberapa tipe kista. Untuk mengkonfirmasi tipe kista indung telur, dokter akan melihat indung telur melalui ultrasound, laparoskopi atau melaui operasi.

Pengobatan secara medis

Kista folikel
Kista ini tidak perlu diobati karena akan sembuh dengan sendirinya dalam waktu 60 hari. Tetapi harus tetap dikonsultasikan pada dokter.

Kista lutein
Kista granulosa lutein yang sering terjadi pada wanita hamil akan sembuh secara perlahan-lahan pada masa kehamilan semester ketiga, sehingga jarang dilakukan operasi.
Kista teka lutein akan menghilang secara spontan jika faktor penyebabnya telah dihilangkan.

Kista polisistik indung telur
Untuk kista yang persisten, operasi harus dilakukan untuk mengangkat kista tersebut agar tidak menimbulkan gangguan dan rasa sakit. Bagi wanita yang menjalani operasi kista indung telur, sebaiknya tidak melakukan hubungan seksual dalam masa penyembuhan.

Pengobatan secara tradisional
 juga bisa dilakukan dengan ramuan tanaman berkhasiat obat. Berikut ini beberapa contoh resep/ramuan tumbuhan obat yang dapat digunakan untuk membantu mengatasi kista ovarium/indung telur.

60 gram temu putih segar + 15 gram sambiloto kering atau 30 gram yang segar, direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, disaring, airnya diminum dua kali sehari, setiap kali minum 150 cc.

30 gram daun dewa segar + 50 gram temu mangga + 5 gram daging buah mahkota dewa kering, direbus dengan 800 cc air hingga tersisa 400 cc, disaring, airnya diminum untuk dua kali sehari, setiap kali minum 200 cc.

60 gram benalu yang hidup di pohon teh + 30 gram rumput mutiara atau rumput lidah ular kembang putih, direbus dengan 800 cc air hingga tersisa 400 cc, disaring, airnya diminum untuk dua kali sehari, setiap kali minum 200 cc. (Prof HM Hembing Wijayakusuma)


Guy's.. Semoga Allah Slalu memberikan kita kesehatan n kebahagiaan, sehingga kita dapat terhindar dari segala penyakit.. Amin Ya Rabb..