Senin, 25 Februari 2013

Budaya Malu.


حدثنا عبد الله بن يوسف قال اخبرنا مالك بن انس عن ابن شهاب عن سالم بن عبد الله عن ابيه ان رسول الله صلى الله عليه وسلم مر على رجل من الانصار وهو يعظ اخاه في الحياء فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم دعه فان الحياء من الايمان (خر جه البخاري ف كتاب لايمان باب الحياء من الايمان)[1]      

artinya: “meriwayatkan Abdullah bin Yusuf telah berkata, Malik bin Anas mengkhabarkan dari Ibnu Syihab dari Salim bin Abdullah dari ayahnya, bahwasanya Rasulullah saw lewat pada seorang Anshar yang sedang member nasehat saudaranya perihal pemalu. Lalu Rasulullah saw bersabda: “Biarkan dia, karena malu itu sebagian dari iman.”

Malu adalah suatu sifat atau perasaan yang menimbulkan keengganan melakukan sesuatu yang rendah atau kurang sopan. Malu merupakan salah satu kategori akhlak yang terpuji (akhlak mahmudah). “Malu adalah bagian dari keimanan seseorang.” (HR al-Hakim dan Baihaqi).


Ibnu Katsir berkata, “Pada zaman jahiliyah dahulu, sebagian kaum wanita nya berjalan di tengah kaum lelaki dengan tidak kelihatan aurat. Dan mungkin saja mereka juga memperlihatkan leher, rambut, dan telinga mereka. Maka Allah memerintahkan wanita muslimah agar menutupi bagian-bagian tersebut.”

Menundukkan bagian juga bagian dari rasa malu. Sebab mata memiliki sejuta bahasa. Tatapan sendu, dan isyarat lainnya yang membuat berjuta rasa di dada lelaki. Setiap wanita memiliki pandangan mata yang setajam anak panah dan setiap lelaki paham akan pesan yang dimaksud oleh pandangan itu. Karena itu, Allah swt memerintahkan kepada lelaki dan wanita untuk menundukkan pandangan mereka. Memang realistis kekinian tidak bisa dipungkiri. Kaum wanita saat ini beraktivitas di sektor publik, baik sebagai profesional ataupun aktivis sosial politik. Ada yang dengan alas an untuk melayani kepentingan sesama wanita yang fitri. Ada juga yang karena keterpaksaan. Sehingga bercampur baur dengan lelaki tidak bisa dihindari.

Drs. Yusuf Qaradhawi berpendapat,”Saya ingin mengatakan di sini bahwa bercampur baur antara wanita dan lelaki adalah diadopsi ke dalam kamus Islam yang tidak di kenal oleh warisana budaya kita pada sejarah berabad-abad sebelumnya, dan tidak diketahui selain masa ini. Mungkin saja ia berasal dari bahasa asing, hal itu memiliki isyarat yang tidak menenteramkan hati setiap muslim. Yang lebih cocok mungkin bisa menggunakan kata liqa’ (pertemuan) atau keterlibatan seorang lekaki dan wanita, dan sebagainya. Yang jelas, Islam tidak mengeluarkan aturan dan hukum umum terkait dengan masalah ini. Namun hanya melihat tujuan aktivitas tersebut atau maslahat yang mungkin terjadi dan bahaya yang dikhwatirkan, gambaran yang utuh dengannya, dan syarat-syarat yang diperhatikan di dalamnya.”

Ada pula yang berpendapat bahwa malu tersebut adalah menahan diri, karena takut melakukan sesuatu yang dibenci oleh syariat, akal maupun adat kebiasaan. Orang yang melakukan sesuatu yang dibenci oleh syariat, maka ia termasuk orang yang fasik. Jika ia melakukan hal yang dibenci oleh akal, maka ia termasuk dalam kategori orang gila. Sedangkan jika ia melakukan hal yang dibenci oleh adat, maka dia termasuk orang bodoh.

Sifat malu terbagi menjadi tiga bagian yaitu:

  1. Malu kepada dirinya.
  2. Malu kepada manusia.
  3. Malu kepada Allah swt.

Tiga macam sifat malu tersebut merupakan sendi-sendi kebaaikan dan pokok dasar yang uatama, sebagaimana yang telah disabdakan Rasulullah saw yang artinnya:” mempunyai rasa malu adalah baik (HR. Bukhari dan Muslim).

Apabila isi hadits yang menyatakan bahwa rasa malu sebagian dari iman, jelaslah bahwa pribadi yang mempunnyai rasa malu dalam arti yang benar, sangat bertautan dengan masalah kadar keimanan seseorang. Apabila rasa malu itu telah hilang, seperti hilangnya warna hijau pada buah yang segar karena matang, maka akan lenyaplah warna hijau itu bersama-sama lenyapnya buah itu sendiri. Justru itulah yang dikatakan Rasulullah saw dalam haditsnya, yang artinya:”Apabila kalian tidak mempunyai rasa malu lagi, maka berbuatlah apa yang engkau kehendaki.” (HR. Bukhari).

Bahwa rasa malu bisa menjadi tameng bagi manusia. Bisa mencegah seseorang melakukan hal-hal yang tidak pantas apalagi maksiat dan dosa. Dan bila tidak ada rasa malu, maka seseorang bisa melakukan apa saja sesukanya sesuai dengan hadits di atas.

Malu melakukan hal yang sia-sia apalagi dosa merupakan indikasi (tanda) baiknya seseorang. Karena malu seperti ini adalah bagian dari iman. Bukan malu yang melakukan kebaikan. Karena malu melakukan kebaikan adalah pertanda kelemahan, sebagaimana disampaikan oleh Syekh Bugha dalam Kitab Al-Wafii ketika menerangkan hadits tersebut. Malu dalam hal ini adalah malu yang tercela. Dalam kehidupan sehari-hari kita, tentunya tidak luput dari perasaan malu. Rasa malu itu timbul lantaran banyak hal. Apakah malu lantaran status sosial yang rendah, malu lantaran kondisi ekonomi yang lemah, malu lantaran wajah dan fisik yang buruk, dan sebagainya.

Apa yang harus kita sadari adalah, kita harus lebih merasakan malu kealfaan kita dalam menjalankan perintah Allah swt dan meninggalkan larangan-Nya. Kita harus merasakan malu lantaran melakukan hal yang sia-sia. Malu lantaran melakukan maksiat dan dosa. Malu lantaran menelantarkan kewajiban-kewajiban kita. Jangan sampai kita malu lantaran kondisi ekonomi kita, tetapi kita tidak malu dengan kondisi lemah keagamaan kita. Jangan sampai kita malu lantaran rendahnya posisi sosial kita, namun kita tidak malu lantaran rendahnya akhlak kita. Jangan sampai kita malu lantaran buruknya wajah dan tubuh kita, namun kita tidak malu lantaran buruknya ketakwaan kita.

Setiap orang mempunyai rasa malu, entah besar ataupun kecil. Malu itu merupakan kekuatan preventif (pencegahan) guna menghindarkan diri dalam kehinaan atau terulangnya kesalahan serupa. Akan tetapi, rasa malu itu bisa luntur dan pudar, hingga akhirnya lenyap (mati) karena berbagai sebab. Jika malu sudah mati dalam diri seseorang, berarti sudah tak ada lagi kebaikan yang bisa diharapkan dari dirinya. Ibarat kendaraan, remnya sudah blong atau tidak dapat berfungsi lagi. “Jika engkau tidak tahu malu lagi, perbuatlah apa saja yang engkau kehendaki.” (HR Bukhari dan Muslim).

Dapat dibayangkan, bila rasa malu itu telah hilang dalam diri seseorang, segala perilakunya makin sulit dikendalikan. Sebab, dia akan melakukan berbagai perbuatan tak terpuji, seperti korupsi, menyontek, menipu, mempertontonkan aurat dengan pakaian yang seksi dan mini, berzina, mabuk-mabukan, pembajakan, pelecehan seksual, dan pembunuhan. Mereka sudah dikuasai oleh nafsu serakah. Orang yang sudah dikuasai nafsu serakah dan tidak ada lagi rasa malu dalam dirinya maka perbuatannya sama dengan perilaku hewan yang tidak punya akal, kecuali sekadar nafsu.

Hilangnya rasa malu pada diri seseorang merupakan awal datangnya bencana pada dirinya. “Sesungguhnya Allah SWT apabila hendak membinasakan seseorang, maka dicabutnya rasa malu dari orang itu. Bila sifat malu sudah dicabut darinya, maka ia akan mendapatinya dibenci orang, malah dianjurkan orang benci padanya. Jika ia telah dibenci orang, dicabutlah sifat amanah darinya. Jika sifat amanah telah dicabut darinya, kamu akan mendapatinya sebagai seorang pengkhianat. Jika telah menjadi pengkhianat, dicabutnya sifat kasih sayang. Jika telah hilang kasih sayangnya, maka jadilah ia seorang yang terkutuk. Jika ia telah menjadi orang terkutuk maka lepaslah tali Islam darinya.” (HR Ibnu Majah).

Pahala VS Dosa

Pahala dan Dosa adalah dua kata yang mempunyai makna yang bertolak belakang sebagaimana Tuhan menciptakan alam seisinya sepasang-sepasang, ada matahari ada bulan, ada laki ada perempuan, ada siang ada malam, ada api ada pula air dan lain-lain. Begitupula perilaku manusia ada baik adapula buruk, dari kedua perbuatan yang bertolak belakang itulah muncul pahala dan dosa.

Pahala ialah ganjaran baik dari Allah atas setiap perbuatan baik yang dilakukan oleh manusia di dunia ini. Atau dalam arti lain pahala adalah balasan yg diterima seseorang jika ia melakukan perbuatan baik dengan catatan pelakunya adalah seorang muslim. Setiap perbuatan baik seperti shalat, puasa, bersodakah dll, Allah akan mengganjarnya dengan ganjaran yang setimpal. Bahkan satu kebaikan yang dilakukannya bisa dibalas dengan kehendak Allah menjadi berlipataganda pahala.
”Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (al-Baqarah 261)
Balasan serupa ini ada yg diterima di dunia dan ada yg diterima di akhirat. Dan setiap kebaikan yang dilakukan akan dicatat oleh malaikat dan pada akhirnya bisa membantunya disaat perhitungan dihari hisab.
Pernah salah sorang sahabat Nabi saw datang bertemu dengan beliau. Kemudian beliau bertanya kepadanya, ”Kamu ini datang hendak bertanya tentang kebaikankah?”. Ia menjawab, ”Benar ya Rasulallah”. Lantas beliau bersabda, ”Tanyalah kepada hatimu. Sebenarnya kebaikan itu adalah perkara yg apabila kamu melakukannya, jiwa dan hati kamu akan merasa tenang.”
Sebaliknya dosa ialah balasan buruk atau hasil daripada perbuatan jahat yang bertentangan dengan perintah Allah. Balasan dosa akan diterima pelakunya baik ia seorang muslim atau kafir. Balasan dosa tidak dilipatgandakan atau akan diganjar setimpal dengan kejahatan yang dilakukanya. Balasan ini bisa diterimanya di dunia atau di akhirat, dan kelak akan dipertanggung-jawabkan pelakunya nanti di hari hisab.
Kejahatan dan dosa itu adalah perkara yg apabila dilakukan, maka jiwa dan hati kita akan merasa tidak tenang dan akan menimbulkan gelisah dan risau. Kebaikan adalah peribadi yg terpuji, dosa adalah pebuatan keji yang jika dilakukan akan merasa tercela dan tidak mau diketahui orang lain.
Sebenarnya perkara dosa dan maksiat ini tidak boleh dipandang ringan karena setiap perbuatan yang kita lakukan kecil atau besar pasti akan diketahui Allah dan akan mendapat balasan dari-Nya baik di dunia atau di akhirat. Setiap pelaku dosa atau maksiat perlu menyedari bahawa dosa dan maksiat yang dilakukan akan mendapat kemurkaan Allah. 


Jika ada sesuatu hal yang terjadi maka itu adalah sebagai akibat dari suatu sebab sebelumnya. Sebaliknya, peristiwa tersebut juga bisa mengakibatkan akibat berikutnya. Itulah hukum sebab akibat yang tiada hentinya, berputar terus dalam kehidupan atau dalam istilah Jawa Kuno disebut Cokro Manggilingan. Hukum sebab akibat ini merupakan salah satu dari sekian banyak hukum alam yang sudah ditakdirkan Tuhan.

Hukum - hukum alam ini sepertinya 'pasti' dan mempunyai pola kejadian yang bisa diamati, dititeni kata orang Jawa. Tidak berbeda jauh dengan adanya fenomena matahari selalu nampak terbit dari arah timur (walaupun sebenarnya bumilah yang berotasi ke arah timur). "QS 36. Yaasiin : 38. dan matahari berjalan ditempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui."

Pun demikian dengan perbuatan baik dan jahat, yang dalam terminologi agama disebut dengan dosa dan pahala. Itupun tak luput dari ketetapanNya atau sunahNya di alam semesta ini yaitu hukum sebab akibat, baik dalam kehidupan sekarang maupun kehidupan nanti setelah kematian. Itu adalah hukum alam-Nya. Suatu perbuatan baik akan mengakibatkan kebaikan bagi si pelaku dan sebaliknya perbuatan jahat akan mengakibatkan kejelekan bagi si pelaku. Pepatah Melayu mengatakan : Siapa menabur angin akan menuai badai. Orang Jawa mengatakan : Becik ketitik olo ketoro, artinya baik akan kelihatan hasilnya dan jahat juga akan kelihatan dari hasilnya.

Karena dosa pahala adalah memang sudah sunah-Nya atau ketetapan-Nya yang berarti juga sudah menjadi hukum alam semesta maka tidak perduli orang percaya atau tidak percaya, pasti hukum tersebut akan berlaku bagi siapapun.

Namun yang perlu digaris bawahi adalah, dari segala hukum alam-Nya maka Tuhan berada di atas semua itu. Tuhan sendiri tiadalah tunduk di bawah hukum yang diciptakan-Nya. Tuhan mengatasi hukum ciptaan-Nya. Karena itu Tuhan juga berkuasa 'menyimpangkan' hukum sebab akibat tersebut karena kekuasaan dan kasih (welas asih)-Nya.

Contohnya, walaupun keadaan cuaca mendung tebal yang secara 'kebiasaan alam' akan hujan lebat, namun jika Tuhan berkehendak lain - misalnya demi mengabulkan doa hamba-Nya yang untuk sementara waktu minta tidak diturunkan hujan dulu karena ada hal yang mendesak, maka adalah hak-Nya untuk tidak menurunkan mendung tersebut menjadi hujan lebat. Atau sebaliknya, walau cuaca lagi kering kemarau, namun karena mengabulkan doa hamba-Nya yang lagi  minta hujan, maka sangat mudah bagi-Nya untuk tiba-tiba menurunkan hujan lebat.

Dari Anas r.a. berkata bahawa ada tujuh macam pahala yang dapat diterima seseorang itu selepas matinya.
  1. Sesiapa yang mendirikan masjid maka ia tetap pahalanya selagi masjid itu digunakan oleh orang untuk beramal ibadat di dalamnya.
  2. Sesiapa yang mengalirkan air sungai selagi ada orang yang minum daripadanya.
  3. Sesiapa yang menulis mushaf ia akan mendapat pahala selagi ada orang yang membacanya.
  4. Orang yang menggali perigi selagi ada orang yang menggunakannya.
  5. Sesiapa yang menanam tanam-tanaman selagi ada yang memakannya baik dari manusia atau burung (binatang).
  6. Mereka yang mengajarkan ilmu yang berguna selama ia diamalkan oleh orang yang mempelajarinya.
  7. Orang yang meninggalkan anak yang soleh yang mana ia selalu mendoakan kedua orang tuanya dan beristighfar baginya.
  8. Yakni anak yang selalu diajari ilmu Al-Qur'an maka orang yang mengajarnya akan mendapat pahala selagi anak itu mengamalkan ajaran-ajarannya tanpa mengurangi pahala anak itu sendiri.
Abu Hurairah r.a. berkata, Rasulullah S.A.W. telah bersabda : "Apabila telah mati anak Adam itu, maka terhentilah amalnya melainkan tiga macam :
  • Sedekah yang berjalan terus (Sedekah Amal Jariah).
  • Ilmu yang berguna dan diamalkan.
  • Anak yang soleh yang mendoakan baik baginya.
Baca juga, artikel terkait :

  1. Dosa Kecil yg menjadi besar.
  2. Taubat dan Keutamaannya.
  3. 18 Amalan Penghapus Dosa.
  4. Istiqfar dan Keutamaannya.

Hukum Sebab Akibat

Hal pertama yang harus kita sadari dalam rangka Pengembangan Diri adalah berlakunya Hukum Sebab Akibat.  Hukum ini menyatakan bahwa adanya sekarang merupakan akibat yang dipikirkan dari sebelumnya sebagai respon atas pilihan-pilihan yang terjadi.



Orang bijak mengatakan, siapa yang menabur angin, maka dia akan menuai badai, bila kita kaji lebih lanjut, ini adalah suatu penjabaran dari hukum sebab akibat yang bisa diartikan apabila kita ingin mendapatkan akibat hasil yang baik, kita harus berbuat sebab yang baik. Sebaliknya apabila perbuatan kita buruk atau telah melakukan sebab yang buruk akibat nya tentu akan buruk juga. 

Yang berkaitan dengan hukum sebab akibat disini adalah bahwa semua perbuatan dan tindakan kita didunia ini, sebenarnya langsung kembali kepada diri kita sendiri. Hal ini dapat kita ketahui, kalau kita bisa mengambil hikmah dan menganalisa setiap kejadian yang kita alami dan menghubungkannya dengan perbuatan-perbuatan yang pernah kita lakukan sebelumnya.

Di dalam al-Quran banyak sekali ayat yang menjelaskan hukum sebab akibat ini, salah satunya terdapat dalam QS Ibrahim 7,  “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. Dengan sebab kamu bersyukur, maka akibatnya Alloh menambah nikmat dan sebaliknya dengan sebab kamu tidak bersyukur maka akibatnya azab yang sangat pedih. 

Begitupula dalam QS Alzalzalah 7-8 : “Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya. Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya pula”. 

Sebab mengerjakan kebajikan atau kejahatan, akibatnya akan melihat balasannya.
Dari hukum sebab akibat ini, dapat diturunkan empat hukum yang lainnya, yakni sebagai berikut:
  • Hukum Keyakinan. Apapun yang kita yakini dengan sepenuh hati, maka ia  akan menjadi kenyataan. Jika kita meyakini bahwa manusia itu baik maka niscaya kita akan menemui orang baik, namun sebaliknya jika kita meyakini manusia itu buruk maka kita akan menemui orang yang buruk. Hal ini sesuai dengan isi al-Quran bahwa Alloh SWT mengikuti prasangka hamba-Nya Jadi berhati-hatilah dengan keyakinan.
  • Hukum Harapan. Apapun yang kita harapan dengan penuh percaya diri akan menjadi harapan yang terpenuhi.
  • Hukum Ketertarikan. Kita adalah magnet hidup yang menarik orang-orang, situasi dan keadaan yang sejalan dengan pikiran dominan ke dalam hidup kita.
  • Hukum Kesesuaian. Dunia luar merupakan cermin dunia dalam kita.
Seperti disebutkan dalam pembukaan di atas, kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat adalah dambaan setiap orang. Di dunia mendapatkan sukses 4TA (HARTA, TAHTA, KATA dan CINTA) sementara di akhirat kelak masuk surga. Kalau kita telaah lebih lanjut 4TA merupakan suatu AKIBAT (to have). Untuk menggapai akibat maka kita harus melakukan SEBAB (to be to do) yakni berpikir, bertindak dan bersikap positif, produktif dan kontributif atau 5AS dan 1MA (KERJA KERAS, CERDAS, IKHLAS, TUNTAS, KUALITAS, PLUS KERJA SAMA SINERGIS).

Dalam kenyataannya, tidak mudah untuk melakukan SEBAB itu, kitapun perlu menangkal pengaruh orang-orang negatif yang selalu mengatakan:  Tidak selalu kebaikan dibalas kebaikan. Air susu dibalas dengan air tuba, Ini zaman edan…tidak ikut edan maka nggak dapat kebagian, Jangankan cari yang halal… yang haram saja susah, dll.

Hukum Kekekalan Enegi
Setelah kita meyakini adanya hukum SEBAB AKIBAT, maka ada lagi hukum yang berlaku dalam kehidupan ini yaitu Hukum Kekekalan Energi. Segala sesuatu di alam semesta ini pada hakekatnya adalah energi. Kalau kita ZOOM IN wujud tubuh kita, maka kita akan mendapati organ tubuh, sel, molekul, atom, dan terakhir adalah energi yang bergetar (vibrasi). Energi di dunia bersifat tetap, ia tidak pernah diciptakan lagi dan tidak pernah hilang.

Lalu apa relevansi dari hukum kekekalan energi dengan hukum sebab akibat.?
Hubungannya adalah TOTAL USAHA sama dengan HASIL USAHA TAMPAK plus TABUNGAN ENERGI. Semua tabungan energi akan mencair sebelum seseorang meninggal dunia.  Tabungan energi positif akan meningkatkan 4TA, sementara tabungan energi negatif akan mengurangi 4TA. Jadi hakekat strategi pengembangan diri adalah bagaimana kita menebarkan energi positif sebesar-sebarnya (melimpah ruah). Rizki yang datang secara tak terduga merupakan salah satu contoh pencairan energi positif, sementara bencana / azab merupakan salah satu contoh pencairan energi negatif . Mari kita perhatikan QS Hud 15, sebagai berikut: “Barang siapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan”.

Sikaf Proaktif
Salah satu kebiasan sukses yang harus kita jalani untuk memperoleh tabungan energi positif adalah sikaf Proaktif. Kita bukan sekedar menjemput bola (inisiatif), namun bertenggung jawab 100 persen memilih respon terbaik terhadap even, atau stimulus terburuk sekalipun. Tidak salah kalau dalam keseharian kita selalu meminta Do’a kedamaian hati kepada Alloh SWT, yakni  “Ya Alloh anugerahi kami kedamaian hati untuk menerima hal yang tidak dabat diubah, Kemampuan mengubah hal-hal yang dapat dan perlu diubah, serta  kebijaksanaan untuk mengetahui perbedaan antara halal dan haram”.

Sikap proaktif akan memberikan pengaruh lebih lanjut terhadap self awareness, imagination, furqon, conscience, dan independent will. Seseorang akan memberikan stimulus yang lebih baik dibanding yang ia terima, Hal ini sejalan dengan pengejawantahan nilai Annisa 86, “Apabila kamu dihormati dengan suatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik, atau balaslah (dengan yang serupa).  Sesungguhnya Allah memperhitungkan segala sesuatu”. Saat tetangga mengirim mangkok kristal anggur, maka isilah  kembali mangkok itu dengan isi yang lebih baik plus do’a kebaikan, keberkahan dan keselamatan. Hal ini sejalan dengan nilai al-Fushilat 34 ; “Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan.  Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia. (QS. 41:34)

Begitu pula saat ada orang yang menghina, lebih baik kita tidak membalas dendam. Sebaliknya, berilah ia hadiah. Karena saat  kita teraniaya setidaknya kita memiliki dua keuntungan yaitu, Doa orang teraniaya akan dikabulkan dan tabungan positif orang yang menghina akan ditransfer ke dalam diri kita, sehingga kita menerima energi positif secara gratis.

Batu Besar vs. Kerikil
Kiat lebih lanjut untuk mendapatkan AKIBAT di atas adalah melaksanakan amalan yang prioritas atau BATU BESAR. Sebaliknya jangan terlalu disibukkan dengan amalan KERIKIL. Amalan BATU BESAR memberikan dampak yang besar dalam hidup kita, dengan input 20 kita memperoleh output 80. Kelola waktu sebaiknya untuk melakukan amalan BATU BESAR ini. Amalan BATU BESAR itu ialah Qiyamullail, Shalat subuh berjamaah, Memakmurkan Mesjid, Mengaji dan mengkaji al-Qur’an, Sholat Dhuha, Menjaga Wudhu, Bersedekah, dan memperbanyak istighfar. 

Sabtu, 23 Februari 2013

Sukseskan Pilkada Jabar 2013

Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Barat tinggal menghitung jam. Pesta demokrasi rakyat Jawa Barat ini akan berlangsung pada hari Minggu, 24 Pebruari 2013. Sebanyak lima pasangan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Jawa Barat sudah siap-siap bertarung pada waktunya nanti.
Sebagai warga Jawa Barat, insya Alloh saya pun akan turut serta dalam memilih Cagub dan Cawagub Jabar. Keikutsertaan saya pada Pilkada Jabar 2013 nanti, ditandai dengan telah mendapatkan Surat Pemberitahuan Waktu dan Tempat Pemungutan Suara dari petugas.
Pilkada Jabar
Namun sampai saat ini saya belum mempunyai pilihan yang pasti dari kelima calon pasangan Cagub dan Cawagub. Meski visi dan misi mereka pernah saya baca melalui media online, tapi untuk menentukan siapa yang harus dipilih tentunya memerlukan kehati-hatian dan pemikiran yang matang. Karena memilih dan dipilih sama-sama memiliki tanggungjawab moral.
5 Pasangan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Jawa Barat Pada Pilkada Jabar 2013, adalah :
Pilkada Jabar
1.  Dikdik Mulyana Arief Mansur – Cecep Nana Suryana Toyib
2.  Irianto Mahfudz Sidik Syafiuddin – Tatang Farhanul Hakim
3.  Yusuf Macan Effendi (Dede Yusuf) – Lex Laksamana Zaenal
4.  Ahmad Heryawan – Deddy Mizwar
5.  Rieke Diah Pitaloka Intan Purnamasari – Teten Masduki
Semoga Pilkada Jabar 2013 berjalan lancar, jujur, adil dan aman, baik sebelum, pada waktu pemilihan dan sesudahnya. Yang paling terpenting, jangan hanya karena beda pilihan lantas menimbulkan permusuhan diantara anggota keluarga dan masyarakat di lingkungan masing-masing. Siapapun yang terpilih nanti harus kita terima dengan lapang dada dan berharap mereka bisa menjadikan Provinsi Jawa Barat lebih baik lagi dalam segala bidang kehidupan dengan berlandaskan ridha Alloh Swt.

Tentukan pilihan Anda sebaik n searif mungkin. Maju mundurnya suatu daerah, tidak hanya ditentukan oleh Gubenernya saja, tapi masyarakatnya juga ikut andil.

Kamis, 21 Februari 2013

Egois.

Egoisme adalah cara untuk mempertahankan dan meningkatkan pandangan yang menguntungkan bagi dirinya sendiri, dan umumnya memiliki pendapat untuk meningkatkan citra pribadi seseorang dan pentingnya - intelektual, fisik, sosial dan lainnya. Egoisme ini tidak memandang kepedulian terhadap orang lain maupun orang banyak pada umunya dan hanya memikirkan diri sendiri

Egois ini memiliki rasa yang luar biasa dari sentralitas dari 'Aku adalah':. Kualitas pribadi mereka Egotisme berarti menempatkan diri pada inti dunia seseorang tanpa kepedulian terhadap orang lain, termasuk yang dicintai atau dianggap sebagai "dekat," dalam lain hal kecuali yang ditetapkan oleh egois itu.


Teori eogisme atau egotisme diungkapkan oleh Friedrich Wilhelm Nietche yang merupakan pengkritik keras utilitarianisme dan juga kuat menentang teori Kemoralan Sosial. Teori egoisme berprinsip bahwa setiap orang harus bersifat keakuan, yaitu melakukan sesuatu yang bertujuan memberikan manfaat kepada diri sendiri. Selain itu, setiap perbuatan yang memberikan keuntungan merupakan perbuatan yang baik dan satu perbuatan yang buruk jika merugikan diri sendiri. 

Kata "egoisme" merupakan istilah yang berasal dari bahasa latin yakni ego, yang berasal dari kata Yunani kuno - yang masih digunakan dalam bahasa Yunani modern - ego (εγώ) yang berarti "diri" atau "Saya", dan-isme, digunakan untuk menunjukkan sistem kepercayaannya. Dengan demikian, istilah ini secara etimologis berhubungan sangat erat dengan egoisme filosofis. 


Bagaimana menghadapi teman yang memiliki sifat egois. So, check this :

  • Sabar

Pastinya disini kamu memang harus lebih sabar menghadapinya. Rasanya saya tidak perlu menjelaskan tentang ini, karena saya yakin kamu bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika kamu tidak sabar. Baca juga artikel tentang SABAR, klik DISINI.

  • Menjadi cermin baginya

Maksudnya disini adalah, kamu berusaha untuk menjadi contoh bagi dirinya. Ketika kamu sering memenuhi permintaannya, sesekali cobalah kamu meminta kepadanya agar dia mau memenuhi permintaan kamu juga. Misalnya, “Andi, sudah dua hari kemarin kan saya selalu jemput kamu. Besok gantian, tolong kamu yang jemput saya ya..”. Intinya dalam permintaan kamu itu memberikan sebuah penegasan bahwa kamu berharap dia harus memenuhi permintaan kamu (gantian, kita yang egois. Hihi..)

  • Berikan kritik dan saran

Seperti orang bijak mengatakan, “Teman sejati adalah seseorang yang tidak selalu sejalan dengan kamu”. Ketika kamu merasa tindakannya adalah salah, maka kamu sebagai sahabat harus segera mengingatkannya. Maka dari itu, ketika kamu mendapatkan waktu yang tepat, berikan dia kritik dan saran bahwa ada sesuatu hal yang tidak kamu sukai dan juga tidak baik untuknya. Memang terkadang hal ini terasa susah, tapi bukankah kamu adalah sahabat sejati baginya? So, katakan walaupun itu pahit!

  • Berikan skak mat!

Kamu pasti tahu Skak mat? Itu adalah istilah yang digunakan dalam permainan catur, ketika menandakan bahwa sang raja sedang berada di ambang kematian. Jadi maksudnya disini adalah, ketika kamu telah berusaha melakukan segala hal untuk merubahnya tapi dia tidak juga berubah, berikan dia skak mat! (ini menurut saya lho..). Misalnya, “Andi, kamu adalah sahabat saya. Jadi tolong dengarkan saran saya! Kalau kamu nggak juga mau mendengarkan, saya bukan lagi sabahat bagimu!”. Memang disini kesannya kita yang terlihat egois, tapi itu bertujuan demi kebaikan dia, dan juga kebaikan kamu. Dengan ucapan seperti itu diharapkan dia dapat mengintrospeksi diri dan mengetahui bahwa selama ini dia telah membuat kamu menjadi korban keegoisannya.


Tak mudah memang mencari pasangan yang sempurna sesuai keinginan. Walau ada kekurangan, itu adalah hal yang lumrah dan tak perlu diambil dikhawatirkan selagi bisa diatasi. Akan tetapi, sebisa mungkin Anda memilih pasangan yang tepat. Jangan sampai telanjur jatuh hati pada seseorang yang bertipe egois.

Untuk memastikan agar hubungan Anda tak rusak karena hal-hal yang tak terduga, ada baiknya jika Anda memerhatikan pasangan Anda, terutama jika dia melakukan hal ini:

1. Sering tanya soal uang
Ketika menjalin hubungan bersama dengan pasangan, memang akan sangat baik jika saling berbagi. Akan tetapi, jika sering menanyakan perihal tentang keuangan Anda, hal ini patut dicurigai bahkan dihindari. Bisa jadi, dia adalah orang yang materialistis.

2. Narsistik
Semua hal yang dibicarakan hanya tentang dirinya, tidak ada hal lain. Biasanya orang yang seperti ini tak bisa berbagi dengan orang lain. Yang ada dalam pikirannya hanyalah seputar kepentingannya.

3. Posesif
Pastinya semua orang membutuhkan ruang untuk privasinya. Jika Anda menemukan orang seperti ini, awal hubungan akan tampak romantis. Namun bila terus berlanjut, yang ada hanya rasa tak nyaman, karena dia membatasi ruang gerak Anda. Baginya, Anda harus senantiasa dengan dirinya, kapan saja dan dimana saja.

4. Trauma masa lalu
Dalam hal ini, bisa jadi pasangan Anda memiliki trauma pada masa lalunya. Sebelum menjalin hubungan dengan Anda, mungkin ia adalah seseorang yang mampu mengatur emosionalnya. Pasangan Anda sering disakiti, hal inilah yang kemudian membuatnya menjadi seorang yang hidup dalam balutan ego yang tinggi.



Perselingkuhan.

Banyak orang yang melakukan perselingkuhan dibalik sebuah ikatan (pacaran). Secara logika memang menyenangkan karena kita mendapat banyak kasih sayang dan perhatian lebih dari beberapa pihak. Semua orang berfikir kalau kita hidup untuk mencari yang terbaik.  Tapi sungguh selingkuh itu sangat merepotkan disamping kita banyak dosa karena terus menutupi drama kebohongan yang kita buat sendiri dengan kebohongan lain. Kita juga harus repot mengatur waktu, strategi dan biaya untuk melakukan hal bodoh itu. Dan parahnya lagi akan banyak orang yang terlibat dan terluka disana baik orang yang melakukan perselingkuhan itu sendiri maupun orang disekitar mereka juga (teman).


Secara garis besar selingkuh dibagi menjadi 2, yaitu : “Selingkuh dan Jadi selingkuhan“

- Selingkuh
Seperti contoh aku punya pacar (wanita) karena jarak dan waktu serta terjadi kebosanan dalam hubungan, membuat aku mencari perhatian ke orang lain dan akhirnya aku berpacaran dengan orang baru tanpa sepengetauhan pacar aku. nah itulah gambaran singkat tentang “Selingkuh“, memang menyenangkan tapi dampak selanjutnya cukup merepotkan, karena untuk melakukan hal itu akan banyak pikiran, waktu dan biaya yang tersita untuk hal itu. Dan untuk membaginya bukan masalah mudah, karena yang kita hadapi adalah manusia yang punya perasaan dan keinginan yang berbeda-beda. Berbeda dengan murid didik kita, kita bisa saja planing kapan melakukan ulangan dan kita bisa cancel semau kita. Bisa jadi dalam waktu bersamaan kedua wanita tersebut meminta kehadiran kita disampingnya. Walau kita bisa menghandlenya, tetap akan timbul kecurigaan dihati wanita tersebut kalau hal ini terulang berkali-kali. Dan parahnya lagi kebohongan kita akan terus menumpuk disaat kita juga cukup pandai menutupnya, tapi Sepandai-pandainya kita menyembunyikan bau busuk, pasti akan tercium juga. Layaknya kita memasang BOM WAKTU yang siap meledak setiap saat. Efeknya kita bisa diputusin keduanya dan tak mendapatkan apa-apa dari mereka yang ada hanya sebuah penyesalan belaka. Lebih baik pilih salah satu yang terbaik bukan malah menyembunyikannya, karena hati seseorang akan lebih sakit hati ketika dibohongi sama orang yang dicintainnya dari pada hanya diputusin karena ketidak cocokan dalam hubungan.

- Jadi Selingkuhan
Kebanyakan pria yang melakukan hal ini sudah tau kalau wanita yang dideketinnya sudah punya pacar. Dan kebanyakan lagi pria seperti itu berfikir kalau dia lebih baik dari pacar si wanita impiannya itu. Mungkin karena faktor si pria itu tadi lebih dekat dalam artian jarak dan seringnya bertemu dengan si wanita tersebut. Dengan sedikit rayuan gombal sana sini akhirnya pria itu jadi selingkuhan si wanita walaupun terkadang hanya sebagai Teman Tapi Mesra (TTM). justru halseperti inilah yang lebih parah efeknya. Bayangin saja gimana sakitnya saat wanita yang kita sukai jalan sama orang lain walaupun orang lain itu adalah pacar si wanita tersebut. Tapi di satu sisi kita juga akan bahagia ketika wanita itu berada di dekat kita. Antara benci dan cinta yang menumpuk di dalam hati dan membuat sulit tidur.

Bukan berarti hanya kita sebagai selingkuhan saja yang menderita, Wanita dan pacarnya pun juga sama. Si wanita itu juga akan termakan rasa bimbang yang mendalam. Karena mau tidak mau suatu saat dia akan di hadapkan dengan dua pilihan yang berat. Dia harus memilih salah satu diantaradua pria yang sangat menyanyanginya dengan segala kekurangan dan kelebihan masing-masing pria tersebut. Dan aku jamin bukan soal mudah memutuskan hal itu. Karena kebanyakan wanita terlalu rumit dan banyak pertimbangan. Bisa saja dia (wanita) milih pacarnya tapi sangat berat untuk kehilangan TM nya yang mungkin lebih pengertian dari pada pacarnya dan mungkin juga sebaliknya.

Perselingkuhan tidak hanya bisa dilakukan pria namun juga bisa dilakukan oleh wanita. Selingkuh seolah sudah menjadi trend, bahkan kini selingkuh dianggap menjadi sah dan indah. Ada beberapa pasangan yang pandai menyembunyikan simpanan, ada juga yang memang dasarnya tidak dapat hidup dengan satu pasangan, hal ini yang membuat mereka bertahan dalam zona selingkuhan. Berikut ini beberapa alasan yang menyebabkan wanita mau jadi selingkuhan. 
1. CINTA
Wanita ini merasakan hal-hal yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya dengan pasangan terdahulu yaitu merasakan begitu dicintai, diinginkan dan dibutuhkan.

2. KEBAHAGIAAN
Memang sulit untuk menafsirkan ungkapan BAHAGIA ini. Namun bagi kebanyakan wanita yang berselingkuh rasa bahagia yang didapat dengan selingkuhannya sudah cukup menjadi alasan baginya untuk mau jadi selingkuhan.

3. MATERI
Alasan perekonomian ini adalah alasan yang paling riil dan umum terjadi. Saat seorang wanita merasa tidak bisa lagi menghidupi diri sendiri, karena tidak bekerja atau PHK misalnya, maka wanita ini memutuskan untuk mencari pria mapan yang mampu menghidupinya. Di lain kasus, juga terjadi perselingkuhan karena wanita menginginkan materi / harta yang berlebih dari apa yang telah dimilikinya. Sebabnya cenderung karena pengaruh sosial dan lingkungan pergaulan yang glamour.

4. SEX EXPERIENCES
Rasa tidak puas dengan pasangan sehingga ketika media perselingkuhan ke arah ranjang jadi merasa punya solusi. Pengalaman sex yang hebat dengan seorang bisa menjadi pemicu wanita berselingkuh.

5. KESEPIAN
Perasaan sepi, dicueki, tidak dianggap dan tidak dihargai membuat wanita merasa ada ruang yang kosong di hatinya. Manakala ada pria yang mau dan mampu mengisi kekosongan tersebut maka si wanita akan dengan senang hati menerimanya sebagai anugerah.

6. PRO POLIGAMI
Ha ha kalau yang ini susah di lawan ! Si wanita adalah pendukung berat aksi poligami yang banyak dilakukan pria-pria beristeri.

7. PETUALANGAN
Ternyata tidak hanya pria yang memiliki jiwa petualang, wanita juga ingin merasakan petualangan. Hanya sayang petualangan yang dilakukan masuk dalam kategori negatif. Bermula dari iseng-iseng dan menggoda, saat “gayung bersambut” maka terjadilah petualangan ini.

Sebagai seorang Pria, pernahkah kita memahami jauh kedalam diri kenapa kita baik berniat atau tidak berniat, direncanakan atau tidak direncanakan akhirnya melakukan perselingkuhan.? Cerita dibawah ini, BUKANLAH kisah nyata Ayah_Alif. Ini hanya sebuah cerita fiktif semata.

Sebutlah namaku Wawan Purwanto (bukan nama sebenarnya)…. Umurku sekitar 30 tahunan, tapi terus terang secara phisik alias cassing diriku masih kelihatan dalam masa tenggang umur 25 Tahunan. Rasanya menceritakan perasaan ingin selingkuh yang ada didalam hati seorang pria pada umumnya bagiku tidak susah, karena aku adalah seorang pria dan bukan seorang wanita tentunya hahahaha. 

Sebenarnya sebagai seorang pria tidak sekalipun diriku berniat untuk melirik kiri kanan, bermain hati apalagi sampai selingkuh dengan wanita lain, namun dasar nasib bawaan orok sebagai pria, kadangkala kita tidak dapat mengelak dari beberapa materi godaan dan salah satunya godaan dari wanita, walaupun kadangkala si wanita tidak ada niat untuk menggoda, tapi kita sendiri yang terdorong untuk tergoda, apalagi nasib baik si wanita emang ingin menggoda atau digoda, akhirnya jadi ingin selingkuh deh hahaha.

Padahal kalau dipikir-pikir alasan selingkuh untuk kasusku sebenarnya nyaris tidak ada, alias bukan karena istriku jelek atau tidak pandai memuaskan baik dalam urusan perasaan, urusan rumah tangga maupun urusan ranjang, everything is perfect. Secara… istriku itu kalau boleh dinilai bisa dibilang paling manis dan cantik bagiku, karena memang pilihan sendiri hehehe, jika ditilik sebagai seorang Ibu maka bolehlah dia diberi predikat Ibu terbaik bagi anakku, kalau dilihat secara phisik walaupun sekian tahun menikah nyaris sedikit perubahan yang terjadi dari bodinya (indikatornya si otong tetep ngaceng kok kalau lihat dia lagi nudis…hahahaha). Terus kalau dari sikap dan caranya mengurus rumah dan memberikan kasih sayang juga perhatian kepadaku suaminya, anak dan keluarga kami secara umum tidak ada celanya untuk dijadikan alasan sebagai latar belakang untuk melakukan selingkuh.

Tapi entah mengapa, walaupun sudah demikian sempurnanya kehidupan berumah tangga yang kujalani selama ini, ternyata tidak dapat mengelakkan diriku dari tumbuhnya niat alias perasaan ingin selingkuh…hiks (menikmati perasaan sedih atau sedih menikmati perasaan nikmat nih…hahahaha).

Jadi Perasaan ingin selingkuh ini sebenarnya diakui atau tidak diakui, nyata adanya atau bahkan telah tertanam dalam software-ku sebagai seorang pria. Kenapa asumsiku demikian? karena tanpa harus diperintah sekalipun mataku secara otomatis akan mengalihkan fokusnya saat melihat seorang gadis atau wanita walaupun dalam kondisi tidak berpakaian seksi sekalipun (*mau perawan kek, mau janda kek, bini orang kek….intinya status belum kepikiran). Ehm.. bibirnya itu lho… wow bagaikan kuncup mawar merah merekah, pipinya itu lho…. semburat kemerahan terbias manis plus beberapa jerawat manis nangkring indah disana, senyumnya itu lho… bagaikan mampu membuat gunung bertekuk lutut, kerlingan matanya itu lho…. bagaikan bintang utara yang memintaku mendekatinya, bahkan betisnya pun mampu membuat fokusku otomatis terpecah apalagi bodinya aduhai hai hai, jangankan fokus! Kolortus pun bisa buyar. Pada tahap inilah Perasaan alias hasratku otomatis menghasilkan gambaran khayalan alias andai-andai jauuuuh buanget sampai-sampai kelorong-lorong terdalam sebuah gejolak membara yang kerapkali membuat otongku juga ikut-ikutan otomatis unjuk gigi naikin persenelingnya hahahahaha.

Belum lagi proses ini berlanjut ke arah sense of taste…. dari suaranya, decak bibir bersama desah nafasnya saat berkata-kata, derai tawanya, wangi tubuh alaminya yang menelusuk kedalam indra penciumanku bersama hembusan angin lembut yang menerpa ketaksadaranku….. sungguh ini sebuah godaan yang berat bagi seorang pria, karena mampu memercikkan perasaan ingin selingkuh. Bayangkan situasi ini dibumbui oleh kondisi wanita yang ternyata bertipe penggoda, diselingi dengan situasi, kondisi dan kesempatan yang mendukung, wow…. perasaan selingkuh ini bisa jadi benar-benar menjadi perbuatan selingkuh bum bum kar tanceppp gassss polll….. hahahaha.

Oleh karena itu kupercaya, bahwa hampir semua pria sebenarnya mengalami dilema yang sama, dilema dalam menjaga “kesetiaan” yang ternyata tidaklah semudah ketika diucapkan, karena memang harus disadari dorongan ini sungguh natural datang dari naluri yang telah berabad lamanya dalam gen kejantanan yang dipenuhi oleh lendir-lendir yang mengerak dan tak mampu untuk dijelaskan alasannya. Bahkan fase keinginan untuk selingkuh ini pada kaum pria bagai sindrom berulang yang biasa disebut Puber yang terjadi dalam beberapa tahap masa hidup… puber 1,2,3,4,5… lariiiiii kaburrr hahahaha.

Dengan kesadaran akan percikan-percikan perasaan ingin selingkuh inilah justru menyadarkanku bahwa aplikasi-aplikasi tentang norma Agama yang selama ini telah kita download sedari masa kecil hingga menjelang dewasa adalah benteng terakhir untuk membelenggu keinginan ini. Namun setiap pria tentunya memiliki kekuatan benteng yang berbeda, sehingga dibutuhkan lapisan-lapisan lain yang harus dimiliki pria bila berharap untuk dapat mengontrol perasaan ingin selingkuh ini tidak menjadi perbuatan selingkuh yang nyata ta ta… ta… pi enak hahahahaha.

Lapisan utama yang harus dimiliki adalah Kesadaran bahwa setiap keinginan selingkuh adalah sebuah godaan, sehingga hanya yang mampu bertahan menghadapi godaan inilah yang dapat menjadi pemenang atas dirinya, setelah sadar bahwa ini godaan maka tahap berikutnya adalah bersahabat dengan godaan ini dengan cara menikmati semua keindahan wanita lain tersebut tanpa harus merasa risih dan bersalah, pandangi saja bibir bak kuncup mawar yang terukir indah diwajahnya, semburat merah merona pipinya, kerlingan mata hingga betisnya, hirup seluruh aroma naturalnya keindahan wanita itu secara paripurna jangan lewatkan dan sungguh rugi jika dilewatkan, bahkan jika memang memungkinkan berikan saja pujian terindahmu padanya (*boleh langsung atau dalam hati…. tergantung kondisi, karena jika wanita itu sedang bersama pasangannya yang tidak kita kenal, kita puji keindahannya… hahahaha itu namanya cari masalah). Dan percayalah hal ini akan membantu meraibkan angan-angan liar plus kotor yang sedang menari-nari dalam hasrat yang dioplos nafsu dalam benak… ka…ka.. karena aku pria normal hahaha.

Namun apabila cara tahap diatas tidak mempan juga, maka saatnya membuka kartu terakhir yaitu dengan cara mengatakan kepada diri sendiri “Sabar bro…. tarik nafas…. ujung-ujungnya kelubang juga khan?…. Nah, lubang dirumah dengan lubang yang satu ini rasanya dijamin beda-beda tipis kok…!!! Mending jangan coba-coba nawar duluan deh…, tapi kalau dia yang mau kasih diskon 70% + 30% rasanya kita harus berusaha MENOLAK LAK LAK… untuk tidak melewatkannya hahahaha”.

Mau selingkuh yg AMAN, ini dia cara2nya :
  1. Selingkuh dengan Orang yang Lingkungannya Beda Jauh dari Lingkungan Pasangan. Ini penting banget. Hindari berselingkuh dengan tetangga, rekan kerja, saudara pasangan, saudara kalian, pembantu, sopir, tukang rujak di perempatan, tante kost depan rumah, dan terutama dengan orang tua pacar kamu. 
  2. Jaga Mulut Kalian dengan Rapat. Bagi beberapa orang, bisa berselingkuh itu memang membanggakan dan rasanya pengen diumbar ke semua orang. Tapi kalo kamu mau selingkuh dengan aman, jangan pernah bercerita ke siapa pun, kecuali orang tersebut sangat kalian percaya. Cerita ke binatang piaraan juga boleh sih, selama binatang piaraan kamu bukan burung beo atau kakaktua.
  3. Selalu Gunakan Kondom. Selain penting untuk keamanan dan kesehatan kalian sendiri, ini juga penting untuk menjaga kerahasiaan selingkuhan kamu. Kalo sampe selingkuhan kamu hamil repot banget lho. Cuma harus nikahin selingkuhan kamu sih gak papa. Tapi ketauan sama pasangan kamu kan bisa berabe.
  4. Selalu Bersih – bersih atau Berkaca Sebelum Bertemu Pasangan. Perhatikan dulu, apakah di badan kamu ada wangi parfum selingkuhan? Apakah ada lipstik di leher kalian? Emang paling bener sih kamu mandi dulu deh kalo abis selingkuh trus mau ketemu pasangan. Seperti kata kampanye pemerintah, “Bersih Itu Indah”.
  5. Panggilan Sayang ke Selingkuhan dan ke Pasangan Harus Sama. Jangan pernah keceplosan memanggil pasangan kamu “Sugar Babe Sweetie Honey Pumpkin” padahal biasanya kamu manggil dia “Pipi Mimi”. Nah, kesalahan-kesalahan seperti ini bisa diminimalisir apabila kamu memanggil pasangan kamu dan selingkuhan kamu dengan panggilan sayang yang sama.
  6. Pilihlah Tempat Selingkuh yang Aman. Berselingkuhlah di tempat – tempat yang sepi. Apabila terpaksa pergi ke tempat yang ramai, jangan lupa ajak teman – teman terpercaya kamu untuk turut bergabung, agar tidak terlihat jelas kalau kamu sedang selingkuh saat dilihat oleh orang yang kamu kenal. Hindari tempat-tempat yang sudah dikenal sebagai tempat perselingkuhan.
  7. Selalu Amankan Media Elektronik yang Kamu Gunakan Untuk Selingkuh. Ini salah satu yang paling sering bikin orang ketauan. Jangan lupa sign out facebook. Hapus SMS yang bersangkutan. Berikan password untuk handphone kamu yang selalu kamu ganti tiap 3 hari sekali, agar orang gak bisa liat-liat handphone kamu sembarangan. Oh iya, HINDARI selingkuh di Twitter. Itu gampang banget sih ketauannya.
  8. Selalu Siapkan Alasan. Terkadang, biarpun kamu sudah hati-hati banget sekalipun, tetep aja ada kemungkinan kamu bisa ketemu seseorang yang kamu kenal. Nah, apabila hal ini terjadi, pastikan kamu sudah mempunyai alasan yang mantab. Contoh: “Kenalin ini adeknya nyokap gua, dari kakak ipar kedua gua yang waktu itu gua kenalin ke loe pas lagi di rumah cewek gua”. Jangan lupa juga persiapkan alasan ketika pasangan menelpon atau sms. Ini penting supaya kamu gak terdengar kagok.
  9. Jangan Melakukan Adegan Liar. Hindari segala macam aktivitas yang meninggalkan bekas di tubuh, seperti misalnya: mencubit, menggigit, menjewer, menampar, menyupang, menyundut, memecut, menggantung, atau memeras. Eh kok memeras sih? Emang kamu cucian. 
  10. Selalu Menggunakan Uang Tunai dan Hilangkan Barang Bukti. Jangan sampai tagihan atau barang bukti yang kamu gunakan untuk selingkuh terlacak oleh pasangan. Buang jauh – jauh tiket nonton bioskop dengan selingkuhan, tagihan boneka Hello Kitty, tiket universal studio di Singapore, tagihan hotel, atau mungkin video mesum pribadi. 
5 Macam Bahaya Selingkuh : 
Dr. Boyke Dian Nugraha menyebut selingkuh seperti makan makanan kolesterol tinggi, dibalik kenikmatannya tersimpan bahaya yang merugikan kesehatan. Menurut Boyke, setidaknya ada 5 bahaya selingkuh yang mungkin diderita pelaku perselingkuhan, mari kita bahas satu per satu.

1. Sulit ereksi
Perasaan bersalah karena mengkianati istri atau pasangan resmi menciptakan masalah psikologis yang menyebabkan ereksi sulit terjadi. Masalah ereksi ini jika tidak segera diobati maka akan semakin parah. Ketidakmampuan memuaskan istri kadang membuat salah paham, suami menjadi putus asa dan istri menjadi curiga.
Karena tidak bisa ereksi, istri biasanya curiga dan menuduh suami yang tidak-tidak. Karena dituduh maka ereksi biasanya akan semakin sulit terjadi. Hubungan bukannya membaik, malah semakin buruk.  Itulah sebabnya hubungan yang awalnya hanya retak kecil akan menjadi retak yang sangat besar

2. Tertular Penyakit Seksual
Suami yang tidak setia rentan tertular Penyakit Menular Seksual (PMS) dan HIV/AIDS. Penyakit dari luar dibawa ke dalam rumah, menularkan ke istri dan menimbulkan masalah lain.

3. Berumur Pendek
Kekebalan tubuh akan menurun drastis jika tubuh dalam tekanan. Depresi, cemas dan ketakutan adalah faktor-faktor yang membuat badan stres dan menyebabkan daya tahan tubuh terhadap penyakit semakin rendah. Itulah sebabnya, penyakit tekanan darah tinggi lebih sering muncul pada pelaku selingkuh ketimbang mereka yang setia. Masalah psikologis dan penyakit yang menyerang tubuh secara terus menerus dan tidak jelas bagaimana penyelesaiannya menyebabkan umur peselingkuh menjadi lebih pendek.

4. Serangan jantung
Fakta menyebutkan bahwa tukang selingkuh rentan dengan penyakit jantung dan kematian mendadak. Sebuah penelitian di Jerman menyebutkan pria yang tidak setia memiliki risiko lebih besar meninggal dunia akibat jantungan saat berhubungan seks ketimbang mereka yang hidupnya tenang dan setia pada pasangan.

5. Depresi
Depresi timbul jika pelaku selingkuh awalnya memiliki keimanan yang bagus dan berasal dari keluarga yang taat agama, apalagi jika penyelingkuh memiliki pasangan yang setia dan tulus mencintainya. Karena merasa bersalah, pelaku selingkuh biasanya memvonis dirinya sendiri, dan yang timbul kemudian adalah depresi.

Boyke menjelaskan dalam hal apapun perselingkuhan tidak bisa dibenarkan. “Perselingkuhan merupakan pengkhianatan terhadap pernikahan”, ujar Dr. Boyke.

Alasan perselingkuhan sebagian besar disebabkan karena gagalnya komunikasi yang intim antara suami dan istri, saling tertutup, kurangnya toleransi dan ego yang kuat dari masing-masing pasangan. Kegagalan komunikasi menyebabkan rumah tangga retak dan membuka pintu perselingkuhan. Selain itu, urusan seks turut menjadi penyebab pasangan berselingkuh, urusan di ranjang yang tidak tuntas kadang membuat suami mencari pelampiasan di luar rumah dan melakukan selingkuh.
 

Pendengar Yang Baik.

Berbicara bagi beberapa orang adalah kegiatan yang menyenangkan dan mengasyikkan, terutama jika berbicara dengan teman sebaya, tema apa saja bisa didiskusikan. Banyak orang lebih senang berbicara daripada mendengar karena berbicara merupakan suatu aktivitas yang berguna untuk meluapkan pikiran, perasaan, dan wawasan. Padahal mendengar adalah proses yang sangat penting di dalam komunikasi. 

Dalam suatu proses komunikasi, mendengar merupakan suatu kemampuan yang paling penting dari semua kemampuan lain, menjadi pendengar yang baik memang tidak mudah dan untuk beberapa orang yang senang berbicara bahkan paling dominan dalam berbicara akan merasa bosan dan jenuh. Mendengar pendapat lawan bicara, mendengar keluh kesah teman, mendengar omelan dari atasan atau mendengar pidato bukan suatu yang sederhana seperti yang dibayangkan, dalam beberapa kegiatan tersebut diri sendiri harus mampu menyerap dan menerima informasi-informasi tersebut dengan baik. Mendengar juga termasuk belajar karena ketika mendengar banyak informasi yang bisa direkam di dalam memori kita.

Menjadi pendengar yang baik diperlukan konsentrasi yang penuh, orang tidak akan bisa menangkap obrolan dari lawan bicara jika pikiran tidak terpusat pada obrolan yang sedang didiskusikan. Bagi sebagian orang aktivitas mendengar adalah hal yang sangat sederhana yang tidak perlu terlalu dipermasalahkan, namun ternyata sebaliknya, mendengar adalah proses komunikasi yang paling utama. Bahasa tubuh ketika sedang mendengarkan seseorang berbicara pun perlu diperhatikan, terutama gestur orang yang sedang diajak berbicara. Pandanglah kedua mata lawan bicara ketika komunikasi secara langsung sedang berlangsung, fokus pada alur pembicaraannya, jangan asal memotong pembicaraan, dan serap intisari dari pembicaraan tersebut.
Tuhan menciptakan manusia dengan 1 mulut dan dua telinga, namun kita cenderung lebih banyak bicara daripada mendengar. Lebih banyak bicara daripada mendengar menjadikan kita seperti teko kosong yang berusaha mengisi cangkir-cangkir dan hasilnya yang keluarnya adalah angin. Banyak mendengar membuat kita banyak belajar dari pengalaman orang lain dan bisa kita jadikan motivasi buat diri kita.
 
Namun untuk menjadi pendengar yang baik memang tidak mudah. Berikut 10 Cara agar kita bisa menjadi pendengar yang baik:
  1. Pusatkan perhatian Anda pada orang yang sedang berbicara dan dengarkan apa yang dia katakan. Jangan biarkan pikiran Anda melayang ketempat lain. Hanya dengan cara seperti itu Anda bisa belajar menjadi pendengar yg baik. 
  2. Pandanglah mata lawan bicara Anda dengan wajar. Ini memberikan kesaan bahwa Aanda memperhatikan apa yg diucapkannnya dengan sungguh-sungguh. 
  3. Berikan respon yang bersahabat. Respon kecil yang mungkin tampak sepele bisa membuat dia merasa dihargai. Sekali-kali Anda bisa mengangguk , menggelengkan kepala, tersenyum, tertawa atau memberiokan komentar2 pendek seperti Oh, ya? , hebat !, luar biasa! dsb. 
  4. Berikanlah kesempatan lawan bicara Anda untuk menyelesaikan apa yg ingin diutarakannya. Hindari kebiasaan memotong pembicaraan orang lain . Selain tidak sopan, kebiasaan itu bisa membuat dia merasa kesal dan tersinggung. 
  5. Bila Anda merasa bosan atau tidak berminat dengan topik pembicaraannya, alihkan dengan perlahan-lahan. Jangan sesekali mengubah topik pembicaraan secara mendadak seperti pengemudi yang belok tanpa menyalakan lampu righting terlebih dahulu. 
  6. Buatlah lawan bicara Anda bergairah untuk terus berbicara . Bila Anda berhasil memancing gairah orang yang semula kurang antusias, maka Anda telah berhasil merebut hatinya. Namun dalam hal ini ada kekecualian bila lawan bicara Anda adalah type orang yg suka memonopoli pembicaraan. orang yg seperti itu biasanya akan selalu bergairah untuk terus berbicara meskipun Anda sudah tampak terkantuk-kantuk. 
  7. Kendalikan diri Anda untuk tidak tergoda ingin mengalahkan lawan bicara Anda. Anda bisa memadamkan gairah orang lain hanya dengan menunjukkan bahwa Anda lebih oke daripada dia.Biarkan dia merasa bangga dengan prestasi atau pengalamnnya meskipun Anda punya prestasi atau pengalaman yg lebih hebat darinya. 
  8. Dalam kasus2 khusus, belajarlah untuk meringkas apa yang diuraikan oleh teman Anda sebelum Anda memberikan komentar atau nasehat. Bersikaplah seperti seorang dokter yg mendiagnosa dulu penyakit pasiennya dgn teliti sebelum menyimpulkan apa penyakitnya dan memberi resep obat. Bayangkan bila ada orang yang menceramahi Anda panjang lebar , padahal tidak ada hubungannya dengan apa yg Anda ungkapkan. 
  9. Belajarlah peka terhadap motif orang lain. Mungkin dia sedang mencurahkan isi hatinya tanpa keinginan untuk dinasehati, apalagi disalahkan. Jadi Anda cukup berperan sebagai pendengar saja . Mungkin dia sedang menceritakan pengalaman agar Anda memujinya. Pujilah denga spontan dan tulus. Mungkin juga dia sedang mengajak Anda masuk dalam komunikasi yang lebih akrab dan terbuka. Kalau Anda mau, mulailah melakukan komunikasi dua arah. 
  10. Belajarlah mendengar dengan tulus. Semua kiat tersebut diatas tidak akan membuat Anda menjadi pendengar yg baik bila Anda tidak melakukannnya dgn tulus. Anda tidak akan menjadi pendengar yg baik bila Anda terbiasa berpura2 menjadi pendengar yg baik
Guy's. Kalau belum bisa menjadi pembicara yg baik, minimal jadilah pendengar yg baik.