Senin, 18 Februari 2013

Permasalahan Hidup.


Ketika kita ditimpa musibah, bencana, atau keadaan yang sulit, banyak dari kita yang meratapi nasib dan menyalahkan Tuhan.
Kenapa harus saya yang mengalami ini.? Kenapa bukan orang lain saja.? Apa salah saya hingga Tuhan membiarkan saya mengalami musibah ini? Bagaimana bisa melanjutkan hidup dalam keadaan seperti ini? Mengapa hidup orang lain tampak begitu mulus dan mudah?  Ah, Tuhan tidak adil!

Depresi, kecewa, dan putus asa menghantui diri kita. Namun, jika mau berpikir kembali, bijaksanakah kita kalau selalu menyalahkan keadaan? Apakah masalah akan selesai jika hanya menyalahkan keadaan.? Tidak ada suatu apapun yang kebetulan di dunia ini. Segalanya telah diatur oleh Yang Maha Kuasa. Sekecil apapun kejadian itu, tentu merupakan kehendak-Nya. Tuhan selalu punya alasan mengapa Dia memberikan keadaan demikian kepada kita. Cermati, sesungguhnya Tuhan ingin Anda mempelajari hikmah dari kejadian tersebut. Tuhan tidak akan memberi cobaan yang tidak bisa dilewati oleh hamba-Nya. Karena itu, percayalah. Mengapa Tuhan memilih Anda untuk menjalani keadaan sulit yang Anda rasakan, adalah karena Tuhan tahu bahwa Anda mampu melewatinya. Jika orang lain yang mengalami apa yang Anda alami, belum tentu mereka bisa sekuat Anda saat ini.

Setiap kesukaran yang kita alami adalah semata-mata kesempatan untuk mengasah kita menjadi pribadi yang lebih kuat. Seorang sarjana bekerja sebagai pegawai kantoran dengan gaji tiga juta per bulan. Di lain pihak, seorang berijazah SMP mampu menghidupi keluarga lewat usaha tambak ikan dengan penghasilan berkali lipat. Ya, kesulitan memperoleh pekerjaan sering kali membuat kita berpikir lebih keras, bagaimana cara memperoleh uang. Jika setiap masalah kita hadapi dengan pikiran positif, tentu hasil yang positif juga akan kita dapatkan.

Hidup adalah untuk menyelesaikan masalah. Meski tampak bahagia di luar, setiap orang pasti memiliki masalah sendiri. Ada seorang gadis berparas cantik dari keluarga berkecukupan. Apapun yang ia inginkan hampir selalu didapatkannya. Ia memiliki kekasih yang tampan dan perhatian, di samping masih banyak pria lain yang juga memujanya. Bahagiakah hidupnya? Tidak! Kedua orang tuanya telah lama bercerai, jika bertemu pun sikapnya seperti kucing dan anjing. Masing-masing telah menikah lagi. Tak ingin memilih salah satu pihak, akhirnya si gadis dan adiknya yang masih SMA, memilih untuk tinggal berdua saja.



Setiap orang mempunyai masalah yang membelit kehidupannya. Dari masalah ekonomi, rumahtangga, kesehatan, pekerjaan, jodoh hingga masalah yang sangat pribadi. Begitulah kehidupan manusia di dunia ini penuh dinamika bagaikan cerita di panggung sandiwara. Perumpamaan kehidupan manusia di dunia fana ini sebagaimana firman Allah SWT yang artinya. "Ketahuilah bahwa sesungguhnya kehidupan di dunia ini hanyalah permainan dan sesuatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta anak. Seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani, kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat nanti ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaannya. Dan kehidupan di dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu. (QS. Al Hadid : 20 ).

Demikianlah tamsilan kehidupan manusia di dunia yang fana ini, ada yang bermegah-megah dengan harta kekayaanya, membangga-banggakan orangtuanya, anak-anaknya, leluhurnya dan sebagainya. Semua kebanggaan itu laksana hujan yang menggembirakan hati para petani sayur mayur. Tapi manakala hama datang menyerang kegembiraan menjadi sirna berubah menjadi kecewa dan putus asa. Apa yang dibangga-banggakan selama ini seringkali melalaikan manusia dari mengingat mati dan manusia memberhalakannya dan menjadi budaknya. Di sisi lain ada manusia dililit permasalahan hidup yang pelik dari masalah ekonomi, rumahtangga, pekerjaan hingga masalah kehidupan lainnya. 

Islam membimbing umatnya menemukan solusi dalam menghadapi persoalan kehidupannya bahwa masalah yang membelit kehidupannya sebagai ujian dan cobaan dari Allah SWT maka hadapilah dengan sabar. 

Firman Allah SWT: "Hai orang-orang yang beriman jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar."

Islam mengajarkan umatnya dalam menyelesaikan masalah yang membelit kehidupan selain sabar dan shalat disertai akal sehat. Kemampuan akal mencari solusi dari permasalahan yang melilit kehidupannya ditentukan oleh kecerdasannya intelektual dan spiritualnya. Namun seringkali seseorang kehilangan akal sehatnya.

Dalam situasi berhadapan dengan penderitaan kemiskinan, kelaparan atau berada antara hidup dan mati ia lebih tekun beribadah. Tetapi setelah segala kesusahan hidupnya berlalu ia kembali ke jalan semula bahkan menjadi hamba Allah SWT yang mengingkari perintahnya. Sebagaimana firman Allah SWT yang artinya. "Dan apabila manusia ditimpa kemudharatan ia memohon pertolongan kepada Allah dengan kembali kepadaNya. Kemudian apabila Allah memberikan nikmat-Nya lupalah ia akan kemudharatan yang dulu ia pernah berdo’a kepada Allah untuk menghilangkannya. Dan dia mengada ngada sesuatu sekutu bagi Allah untuk menyesatkan manusia dari jalanNya. Katakanlah bersenang-senanglah dengan keingkaranmu itu sementara waktu. Sesungguhnya kamu termasuk penghuni neraka. "(QS. AZ Zumaar: 8).

Adalah naluri manusia apabila berada dalam kesusahan ia akan meminta pertolongan kepada Tuhannya. Sesungguhnya tidak seorangpun manusia yang dapat menolong dirinya dari kesulitan hidup tanpa pertolongan dari Allah SWT. Jika ada orang lain yang datang menolongnya sesungguhnya itu pertolongan dari Allah SWT. 

Berdoa kepada Allah SWT seringkali merupakan satu-satunya solusi yang dapat ditempuh. Tapi do'a yang bagaimana diterima Allah SWT. Do’a yang ikhlas khusuk disertai salat dengan membuang segala kesombongan. Air mata ditumpahkan sebagai kesungguhan dan ketidakberdayaan mengatasi masalah yang membelit kehidupan. (Baca juga artikel mengenai DO'A, DISINI)

Sebagai mana Firman Allah SWT yang artinya. "Dan apabila hamba-hambaku bertanya kepadamu tentang Aku, maka jawablah Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang-orang yang berdo’a kepadaku. Maka hendaklah mereka itu memenuhi segala perintahku dan hendaklah mereka beriman kepadaKu agar mereka senantiasa berada dalam kebenaran." (QS. Al Baqarah: 186).

Syarat yang diminta Allah SWT bertakwa kepadaNya dan beriman kepadaNya haruslah dipenuhi agar do’a dikabulkan Allah SWT. Beristighfar dan memohon ampun kepadaNya menandakan bahwa kita sangat daif dihadapan Allah SWT. Hanya Engkaulah yang kami sembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.

Berdo'a kepada Allah SWT bukan untuk kepentingan pribadi tapi demi menjalankan perintah Allah. Jika semata-mata untuk kepentingan pribadi semata maka kita akan menjadi Tsaklabah. Setelah doa dikabulkan menjadi orang kaya berubah menjadi hamba harta dan mengingkari perintah-Nya. Tapi jika berdoa kepada Allah agar dapat menjalankan perintah menunaikan zakat atau menunaikan ibadah haji tentu Allah SWT mencintai hamba-hambaNya yang senantiasa mensyukuri nikmat dan karuniaNya. 

Di tengah keterpurukan hidup kita membutuhkan pertolongan dari Allah SWT maka ber’doalah kepadaNya. Masalah yang kita alami datang dari Allah SWT bermohonlah kepadaNya karena hanya Dia yang dapat memberikan pertolongan . Dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah SAW bersabda. "Dulu ada tiga orang yang melakukan perjalanan jauh. Karena kemalaman tidak ada rumah tempat singgah mereka menginap di sebuah gua. Tiba-tiba saat mereka berbincang-bincang sebuah batu besar jatuh dari atas menutup pintu gua. Salah seorang di antara mereka berkata: Tidak mungkin kita dapat keluar dari dalam gua ini kecuali dengan berdoa kepada Allah dan mengerjakan amal saleh. Ketiganyapun menceritakan amal saleh yang selama ini mereka kerjakan. Tiba –tiba Sedikit demi sedikit batu besar yang menutup pintu gua bergeser sehingga mulut gua terbuka."(HR. Muslim).


Suatu hari, Imam Al Ghozali berkumpul dengan murid-muridnya. Lalu ia bertanya kepada mereka, "Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?". Murid-muridnya ada yang menjawab orang tua, guru, teman, dan kerabatnya. Imam Ghozali menjelaskan semua jawaban itu benar. Tetapi menurut Imam Ghozali yang paling dekat dengan manusia adalah "mati". Sebab itu sudah janji Allah SWT bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati. (Lihat QS. Ali Imran ayat 185)

Lalu Imam Ghozali meneruskan pertanyaan yang kedua. "Apa yang paling jauhdari diri kita di dunia ini?". Murid -muridnya ada yang menjawab negara Cina, bulan, matahari, dan bintang-bintang. Lalu Imam Ghozali menjelaskan bahwa semua jawaban yang mereka berikan adalah benar. Tapi yang paling benar adalah "masa lalu". Bagaimanapun kita, apapun kenderaan kita, tetap kita tidak bisa kembali ke masa lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama.

Lalu Imam Ghozali meneruskan dengan pertanyaan yang ketiga. "Apa yang paling besar di dunia ini?". Murid-muridnya ada yang menjawab gunung, bumi, dan matahari. Semua jawaban itu benar kata Imam Ghozali. Tapi yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah "nafsu" (Al A'Raf 179). Maka kita harus hati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu membawa kita ke neraka.

Pertanyaan keempat adalah, "Apa yang paling berat di dunia ini?". Ada yang menjawab dengan jawaban, baja, besi, dan gajah. "Semua jawaban hampir benar," kata Imam Ghozali, "tapi yang paling berat adalah "memegang AMANAH" sebagaimana firman Allah dalam surat Al Ahzab ayat 72.

Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka untuk menjadi kalifah (pemimpin) di dunia ini. Tetapi manusia dengan sombongnya menyanggupi permintaan Allah SWT, sehingga banyak dari manusia masuk ke neraka karena ia tidak bisa memegang amanahnya.

Pertanyaan yang kelima adalah, "Apa yang paling ringan di dunia ini?". Ada yang menjawab kapas, angin, debu, dan daun-daunan. Semua itu benar kata Imam Ghozali,
tapi yang paling ringan di dunia ini adalah “meninggalkan sholat”. Gara-gara pekerjaan kita tinggalkan solat, gara-gara meeting kita tinggalkan sholat.

Lantas pertanyaan ke enam adalah, "Apakah yang paling tajam di dunia ini?". Murid-muridnya menjawab dengan serentak, pedang... Benar kata Imam Ghozali, tapi yang
paling tajam adalah "lidah manusia". Karena melalui lidah, manusia dengan gampangnya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri.

Dari percakapan Al-Ghazali dapat di peroleh kesimpulan bahwa 6 Masalah Hidup Menurut Al-Ghazali adalah sebagai berikut :
  • Kematian
Karena kematian inilah seseorang menjadi takut untuk tak hidup esoknya sehingga melakukana apa pun untuk tetap hidup. Seperti ada orang yang mencuri di sebabkan kelaparan agar bisa bertahan hidup
  • Masa Lalu
Masa lalu dan latar belakang seseorang kadang mempengaruhi masa depan seseorang. Masa lalu inilah yang harus di lindungi agar kehidupan kita itu damai dan tidak terlalu ada masalah yang dapat. Misalkan saja, saat kita melamar pekerjaan harus memiliki ijasah SMA. Iya kalo kita lulus SMA, kalo tidak? Itulah sebabnya bahwa waktu,masa lalu dan masa depan itu penting.
  • Nafsu
Nafsu, adalah teman syetan. Terutama nafsu birahi. Nafsu inilah sebagai pendorong seseorang membuat masalah. Perang yang akan selalu kita lakukan adalah perang melawan hawa Nafsu. Sesungguhnya orang yang hebat adalah orang yang bisa mengendalikan nafsunya agar selamat dunia dan akhirat
  • Memegang Amanah
Memegang amanah itu sangatlah sulit. Memegang amanah itu ibarat memegang sebuah harimau. Kalo kita lepaskan akan mengamuk tapi kalo kita bisa menjaganya maka kita akan di segani banyak orang. Amanah itu ibarat kepercayaan orang lain kepada kita. Kita teledor, kita salah. Kita bisa menjaganya, maka banyak orang yg akan percaya kepada kita.
  • Meninggalkan Sholat
Bukankah kita sering meninggalkan sholat? Sudah menjadi kebiasaan kita bukan untuk meninggalkan sholat jika ada urusan mendadak? Sekarang anda sudah sholat belum? Sangat mudah bagi kita manusia untuk meninggalkan sholat, tapi sulit untuk menegakkan sholat. Karena sesungguhnya Sholat adalah tiang Agama
  • Lidah Manusia
Lidah lebih tajam dari pedang. Kok bisa seperti itu? Karena dengan mudah kita bisa mengeluarkan kata-kata yang menyakiti seseorang. Walaupun mungkin orang itu memaafkan kita, tapi selalu aja ada bekas yang sangat sulit di hapus. Tapi jika pedang, sekali tebas bisa mati atau luka. Dengan lidah manusia kita bisa mengendalikan orang lain dengan mempengaruhinya lalu mengadu domba orang tersebut dengan orang lain. Bukankah itu sangat mudah kita lalukan?
Coba Anda tengok orang-orang yang tampak bahagia. Pasti akan Anda temukan satu sisi yang membuat orang itu merasa hidupnya tidak sempurna. Begitu pun dengan diri Anda sendiri. Jika saat ini Anda merasa punya masalah, selesaikanlah dengan tawakal tanpa pernah mengeluh. Itulah ujian yang Tuhan berikan sesuai dengan porsi kemampuan Anda.

"Hindari masalah, dan kamu tidak akan pernah jadi orang yang memecahkannya"

Bagi seekor burung rajawali,
satu-satunya hambatan untuk terbang
lebih cepat dan nyaman adalah udara.
Tetapi jika udara itu diambil dan
burung tersebut dibiarkan terbang
dalam kehampaan tanpa udara, burung
rajawali itu segera jatuh ke tanah
dan tidak dapat terbang sama sekali.

Hambatan utama yang harus diatasi
oleh sebuah perahu bermotor adalah
air yang menyentuh baling-baling
perahu. Tetapi jika tidak ada air
sebagai penahan, perahu ini justru
tidak dapat bergerak sama sekali.

Hukum yang sama juga berlaku bagi
kehidupan manusia. Hambatan adalah
kondisi yang 'harus ada' bagi
kesuksesan. Sebuah kehidupan yang
terbebas dari hambatan dan kesulitan
akan mengurangi semua kemungkinan dan
daya sampai ke titik nol.

Larilah dari masalah Anda jauh-jauh,
dan kehidupan Anda akan kehilangan
daya kreatif!

Masalah kesehatan yang parah bisa
memberikan makna pada dunia
pengobatan. Masalah kekacauan sosial
bisa memberi makna pada kebijakan
pemerintah.

Kita semua memiliki kecenderungan
ingin terbebas dari semua masalah dan
tanggung jawab. Ketika masalah
datang, berikanlah makna baru pada
permasalahan itu. Sebuah beban
kehidupan yang paling berat adalah
pada saat kita tidak memiliki apapun
untuk dibawa.  

Jenis2 Madu dan Cara membedakannya.

Pada artikel sebelumnya, Ayah_Alif menjelaskan tentang "Madu dan Khasiatnya". Dan pada kesempatan kali ini, Ayah_Alif masih menjelasakan tentang seputar madu.


Warna madu asli berbeda-beda tergantung jenis nektar tanaman yang dikumpulkan lebah. Setiap jenis lebah dapat menghasilkan madu dengan aneka warna, rasa dan aroma. Khasiatnya juga berbeda-beda, diantaranya :
  • Madu bunga kapuk randu berkhasiat untuk meningkatkan daya tahan tubuh, menyembuhkan sariawan dan luka bakar (dioles pada bagian yang luka) serta memperlancar fungsi otak, meningkatkan nafsu makan, mengobati demam dan panas dalam, memperkuat fungsi otak, sangat baik untuk masker wajah, sebagai suplemen makanan atau penambah nutrisi tubuh, sangat baik untuk balita-dewasa.
  • Madu bunga karet berkhasiat untuk meningkatkan daya tahan tubuh, menyembuhkan keputihan, menghilangkan gatal-gatal, menyembuhkan alergi, memperlancar fungsi otak dan menyembuhkan luka bakar (oles pada bagian yang luka), menyembuhkan gatal-gatal, menyembuhkan masalah kulit seperti gatal dan alergi.
  • Madu bunga kopi sangat baik untuk masker wajah, berkhasiat untuk meningkatkan daya tahan tubuh, membuat enak tidur, memperlancar fungsi otak dan menyembuhkan luka bakar (dioles pada bagian yang luka). Menyembuhkan penyakit jantung, penyakit darah tinggi, penyakit maag/ lever, penyakit asthma, menghilangkan rasa mual, dan kepikunan.
  • Madu bunga lengkeng berkhasiat untuk meningkatkan daya tahan tubuh, memperlancar urin, memperkuat fungsi ginjal, menyembuhkan sakit pinggang, mempercepat penyembuhan luka operasi, memperlancar fungsi otak dan menyembuhkan luka bakar (dioles pada bagian yang luka).
  • Madu bunga mangga berkhasiat meningkatkan daya tahan tubuh, menghilangkah rasa mual, memperkuat kandungan bagi ibu hamil, memperlancar fungsi otak dan menyembuhkan luka bakar (dioles pada bagian yang luka).
  • Madu bunga lokal, madu multiflora atau madu hutan berkhasiat meningkatkan daya tahan tubuh, menyembuhkan darah tinggi dan darah rendah, membuat enak tidur, mengobati rematik, memperlancar fungsi otak dan menyembuhkan luka bakar (dioles pada bagian yang luka).
  • Madu bunga kaliandra berkhasiat memperlancar pencernaan, meningkatkan hormon, meningkatkan daya tahan tubuh, menyembuhkan darah tinggi/ rendah, membuat enak tidur dan menyembuhkan luka bakar (dioles pada bagian yang luka). Mengurangi rasa mual, mengobati reumatik.
  • Madu bunga jambu air mengandung khasiat untuk membuat enak tidur, meningkatkan daya tahan tubuh, menghilangkan rasa mual, memperkuat kandungan bagi ibu hamil, memperlancar fungsi otak dan menyembuhkan luka bakar (dioles pada bagian yang luka).
  • Madu bunga rambutan meningkatkan daya tahan tubuh, memperlancar urine, memperkuat fungsi ginjal, mengobati sakit pinggang, memperlancar fungsi otak, mengobati sakit maag, mengobati luka bakar, mengobati batuk dan asma, sebagai penambah nutrisi tubuh, memperlancar fungsi otak, menyembuhkan luka bakar (dioles pada bagian yang luka).
  • Madu tawon Gung bahan makanan, obat minuman dan kosmetik, obat awet muda, dan memuLihkan vitalitas kerja, asam organik yang terdiri dari asam nitrat, laktat, oksaLat, mklat, tartrat yang memperbaiki susunan darah. Memperlancar makanan dengan adanya enzim amilase yang merubah peroksida. Meningkatkan HB darah, menambah nafsu makan karena bertindak sebagai stimultan bagi pencernaan makanan, yang meLengkapi gizi pada anak. Mengurangi kadar asam lambung pada penyakit lambung.
  • Madu Multi Flora / Hutan : Meningkatkan daya tahan tubuh, mengobati demam dan panas dalam, mengobati sariawan, memperkuat fungsi otak, mengobati luka bakar, sangat baik untuk balita sampai manula, sangat baik untuk masker wajah.
  • Madu Super Spesial (Madu + Bee Pollan + Royal Jelly + Rempah-rempah : Menambah stamina, menghilangkan rasa letih, memperlambat proses penuaan kulit, menyembuhkan sakit pinggang, mencegah kencing batu/ batu ginjal, mencegah panas dalam, meningkatkan vitalitas, mencegah tipes, memperkuat fungsi otak, mengobati sakit gigi, sangat baik untuk masker wajah.
  • Madu Klanceng : Cocok bagi penderita diabetes melitus , sebagai pengganti insulin dalam tubuh, mengatasi lemah syahwat, menormalkan kadar gula dalam tubuh, menormalkan fungsi alat vital, menyeimbangkan metabolisme dalam tubuh, mengandung enzim-enzim penting yang diperlukan bagi tubuh seperti diastase, peroksidase, dan oksidase yang memecah karbohidrat dan glukosa, menghasilkan energi instan.
  • Khasiat Bee Pollen: Meningkatkan IQ, mencegah serangan kanker, impotent, menoupouse, ketidaksuburan, triglicerida, arthritis, diabetes, tekanan darah tinggi, anemia, asthma, pembuluh kapiler yang lemah, diet, penyakit tukak lambung, gangguan prostat, varicose veins.
  • Madu Super (Madu + Bee Pollen + Royal Jelly) : Meningkatkan daya tahan tubuh, meningkatkan hormone, memperkuat fungsi otak dan jantung, memperbaiki sel tubuh yang rusak, mempercepat penyembuhan luka operasi, mengendurkan bagian syaraf yang tegang, menghilangkan rasa letih, meningkatkan kecerdasan anak, dapat dikonsumsi penderita diabetes, sangat baik untuk masker wajah, sebagai suplemen makanan.
  • Madu Apel : berkhasiat untuk obat penyakit jantung, penyakit darah tinggi, penyakit maag / lever, penyakit asthma, menghilangkan rasa mual, memperkuat kandungan ibu hamil, membuat enak tidur, memperlancar fungsi otak, meningkatkan daya tahan tubuh, menurunkan lemak dalam tubuh, pengobatan luka bakar (dioleskan pada bagian yang luka), multi vitamin, cocok sebagai suplemen harian, obat asam urat, cholesterol, trigliserid, diabetes, batu ginjal, hipertensi, sembelit, batuk kronis, psoriasis, bronchitis, bisul dan gatal, rheumatik, osteoporosis, sakit sendi, batu empedu, otot kaku, tumor, migren, sinusitis.
  • Madu Hutan Belantara Insya Allah berkhasiat : dengan cepat memulihkan tenaga dan membantu proses penyembuhan dari penyakit osteoporosis (tulang keropos), batuk, gangguan pencernaan, sakit (radang tenggorokan), migrain (sakit kepala), jantung, pertumbuhan gigi, mengobati penyakit sulit tidur, luka bakar, dan mengurangi kejang perut, menghilangkan kebiasaan mengompol pada anak. Selain itu juga membantu menyembuhkan anemia, tukak lambung (maag), radang usus serta dapat menguatkan jantung dan ginjal.
Bagaimana Cara membedakan, Madu Asli dengan Madu Palsu.

Madu palsu atau tiruan adalah larutan yang menyerupai madu. Dibuat tanpa pertolongan lebah atau menggunakan gula sebagai nektar. Umumnya mempunyai warna sama dengan madu asli. Karena itu bagi orang awam sulit untuk membedakan antara madu asli dan madu tiruan. Pada perusahaan-perusahaan yang telah mendapat izin produksi akan mencantumkan keterangan produknya sehingga dapat diketahui apakah itu madu asli atau sintetis. Madu sintetis yang beredar di antaranya adalah madu melon, labu semangka, dan kurma.

Sejak lama madu palsu telah banyak diproduksi orang. Dengan cara mencampur glukosa dengan gula pasir, buah, flavour serta zat warna. Di laboratorium madu palsu akan mudah dikenali dengan analisis kimia. Kandungan HMF (5 hydroxyl-methyl furfural) dengan jumlah maksimum 3mg/100gram, aktivitas enzim diastase minimal 5 serta rasio kandungan kalium (K) dan natrium (Na) dalam madu asli sekitar 4,0 sedangkan madu palsu 0,005-0,1.

Pengujian kadar keaslian madu memang tidak gampang, di samping biayanya juga mahal. Dibutuhkan alat-alat canggih untuk mendeteksi ada tidaknya campuran dengan gula lainnya di dalam madu. Sementara, khasiat madu yang sudah jelas manfaat bagi kesehatan, membuat para pedagang nakal melakukan campuran dengan gula tebu atau gula aren. Bagi orang kebanyakan, rasa manis yang dikeluarkan oleh madu asli dan campuran sulit dibedakan. Dengan melihat dan merasakannya, ahli madu akan dapat membedakan antara madu asli dan yang palsu. Salah satu pengujian yang paling praktis adalah dengan menggunakan pH meter. Madu palsu biasanya memiliki pH 2,4-3,3 atau di atas 5, sedangkan madu asli mempunyai pH 3,4-4,5. Untuk mengetahui lebih lanjut dapat dilakukan uji kandungan madu di laboratorium. Salah satu laboratorium tempat pengujian madu terdapat di Bogor.

Madu di Indonesia sendiri terbagi menjadi dua, yaitu madu hasil lebah ternak dan madu hutan. Yang dimaksud madu ternak adalah madu tersebut diambil dari nektar bunga pohon-pohon tertentu seperti rambutan, kelengkeng, durian dan sebagainya. Ketika pohon-pohon tersebut sedang berbunga, maka digiringlah lebah-lebah yang sudah berada dalam kotak-kotak menuju perkebunan pohon tersebut. Ciri khas dari madu ternak adalah aroma madunya sesuai dengan nektar bunga dari pohon yang dihinggapi.

Sedangkan madu hutan, lebih variatif nektar bunganya karena dihisap dari berbagai pohon. Madu hutan ini dikenal lebih baik karena lebih banyak mengandung nutrisi yang terdiri dari mineral dan vitamin. Jenis tawon madu hutan pun lebih baik daripada tawon madu ternak. Madu terbaik jenis ini tidak akan beku walaupun diletakkan di freezer selama berbulan-bulan karena kadar airnya di bawah 20%.

Kendati demikian, baik madu hutan maupun madu ternak mempunyai kelemahan. Ketika dipanen pada musim hujan madu akan banyak mengandung air hujan, sedangkan sifat air hujan sendiri bersifat asam. Selain menyebabkan lebih cair, madu juga teroksidasi udara menjadi lebih asam dan akan terfermentasi. Akibatnya, timbul gas yang bisa menjebol tutup botolnya. Semut pun tidak mau menghampiri karena rasanya yang masam-masam manis. Bila madu jenis ini dimasukkan ke dalam freezer akan mudah beku, meski termasuk asli.

Sebenarnya, ada beberapa cara untuk mengetahui keaslian madu secara ilmiah. Misalnya dengan analisis karbon, analisis mikroskopis, analysis hydroxymethylfurfural, analisis polaritas cahaya dan terakhir tes keasaman. Dari lima cara tersebut, empat yang pertama harus menggunakan alat bantu yang cukup mahal harganya dan keahlian tertentu. Jadi, tidak semua orang bisa melakukannya. Sedangkan tes keasaman, merupakan tes yang terbilang relatif mudah dan tidak mahal. Tapi, masih tetap memerlukan pengetahuan tentang madu yang mendalam. Jika tidak, tetap akan sulit membedakan mana madu asli, madu campuran, dan madu buatan (artificial honey).

Di masyarakat berkembang kebiasaan uji keaslian madu yang ditunjukkan menyala ketika dibakar dengan korek api, telur bisa matang, tidak rembes ketika diteteskan pada kertas koran, dan sebagainya. Pengujian tersebut sebenarnya tidak seratus persen benar, masih butuh pembuktian melalui laboratorium.

Sebenarnya masih ada cara lain yang bisa menjadi tolok ukur dan dilakukan oleh semua orang, yakni dengan meneteskan madu di air di atas piring beling putih. Ketika piring digoyang ke kiri dan ke kanan, maka sebelum madu itu bercampur akan membentuk segi enam atau sarang lebah. Semakin lama bentuk segi enam itu bertahan, berarti semakin baik nutrisi yang terkandung dalam madu tersebut alias madu asli. Semakin cepat bentuk segi enam itu memudar, maka jelaslah itu madu campuran, karena nutrisinya sudah jauh berkurang.

Cara lain yang mungkin mudah dilakukan adalah sama seperti di atas, namun piringnya tidak digoyang-goyang. Cukup didiamkan saja. Madu asli yang memiliki kadar air rendah tidak akan membuat air di piring menjadi keruh. Sedangkan madu yang telah dicampur atau madu buatan perlahan-lahan akan membuat air menjadi keruh. Apakah semut bisa menjadi patokan untuk menentukan madu itu asli atau tidak? Pada dasarnya, sifat semut suka pada yang manis-manis, termasuk rasa manis yang ada pada madu. Namun, semakin kental madunya (kadar airnya sedikit) semakin sulit bagi semut untuk mendeteksi lokasi rasa manis madu tersebut karena molekul yang ada di dalam madu tetap utuh, tidak pecah. Sebaliknya, bila kadar airnya tinggi (di atas 20%), maka semut mudah menghampiri.

Jumat, 15 Februari 2013

9 Alasan usaha/kerja menjadi jalan ditempat.


Jika ditanya tentang keinginan, semua orang memiliki keinginan. Namun, jika kita bicara pencapaian, kita sering kali melihat, bahkan pada diri kita sendiri, ternyata kita sering kali tidak mencapai apa yang kita inginkan, bahkan mandek pada kondisi yang sama terus menerus.

Semua orang memiliki motivasi untuk meraihnya. Namun kenapa, apa yang kita ingin tidak pernah tercapai? Kita mandeg alias macet. Kita ingin bergerak, namun tidak pernah bergerak. Kita ingin melangkah namun tidak pernah terayun langkah ini.

Sebagian orang bisa melangkah. Sebagian orang bisa bergerak. Namun seperti berlari di tempat. Dia sibuk tetapi tidak menghasilkan. Dia cape, tetapi tidak ada bayaran atas kelehan yang menderanya.

Apa yang salah.?

Mari coba kita renungkan, bagaimana hati, mindset, dan tindakan kita dimasa lalu. Mengapa tidak juga bergerak meraih apa yang kita inginkan? Apa penyebab kita selalu jalan ditempat.?

Coba periksa, apakah salah satu atau lebih penyebab dibawah ini ada pada diri Anda?

Kurang Bersyukur Terhadap Apa Yang Anda Miliki

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.  (QS. Ibrahim:7)

Bisa jadi kita telah berusaha, namun karena kita tidak mensyukuri nikmat yang ada, Allah belum mengijinkan kita untuk menambah nikmat yang baru. Bagaimana akan diberikan nikmat yang baru, jika nikmat yang ada saja tidak kita syukuri.

Kalau pun Anda tetap diberikan nikmat baru, meski tidak bersyukur, itu jauh lebih bahaya sebab nikmat tersebut akan berubah menjadi azab-Nya baik di dunia dan di akhirat. Syukur, bukan hanya akan menambah nikmat, namun menyelamatkan kita dari azab-Nya yang pedih.

Maka, mari kita syukuri nikmat yang ada pada diri kita. Besar, nikmat yang kita miliki itu besar. Seringkali kita sendiri yang menyepelekan nikmat-nikmat itu dengan mengeluh dan mengingkarinya. Orang yang mengingkari nikmatnya diantara lain suka protes untuk mendapatkan yang lebih, protes ingin nikmat yang lain, atau protes karena merasa sedikit. Mengeluh dan mengeluh.

Bersyukurlah, insya Allah kita akan mendapatkan yang lebih banyak. Janji Allah pasti benar.

Tidak Sabar Terhadap Kondisi

Kadang, kondisi memang tidak kondusif. Seolah tidak mendukung kita untuk meraih impian. Orang-orang di sekitar kita tidak mendukung. Cuaca tidak mendukung. Kondisi politik tidak mendukung. Kondisi ekonomi tidak mendukung. Pokoknya, semua terasa tidak mendukung kita untuk meraih impian.

Lalu bagaimana.?

Jawabannya ada bersabar. Sabar bukan berarti diam, tetapi teguh pada kebenaran. Anda akan selalu bertanya, apa yang seharusnya saya lakukan pada kondisi seperti ini? Orang yang shabar akan akan memiliki prinsip, yang penting bukan apa yang terjadi pada diri Anda, tetapi bagaimana Anda menyikapinya dengan cara yang benar. Maka Anda akan menemukan jalan, bagaimana pun kondisi yang ada.

Sebaliknya, orang yang tidak shabar, akan sibuk menyalahkan kondisi. Orang yang tidak shabar akan menjadi diri menjadi korban sehingga akhirnya dia menyerah dan tidak pernah bergerak.

Melupakan Bahwa Hidup Adalah Ibadah

Meski kita harus memiliki tujuan dalam hidup, namun orientasi hidup kita sesungguhnya adalah pada proses, yaitu amal kita. Tujuan diciptakan kita adalah untuk beribadah, artinya untuk beramal atau dengan kata lain berproses.

Orang yang lupa bahwa tugas pokok dia untuk beribadah, dia hanya akan mudah berhenti. Orientasi dia hanya hasil dan kemudahan. Saat hasil tidak terlihat, dia berhenti. Saat kemudahan tidak dirasa, dia akan berhenti.

Berbeda dengan orang yang orientasi ibadah, seberat apa pun akan dia lakukan, sebab itu tidak akan sia-sia selama melakukan dengan ikhlas.

Menyerah Pada Ketakutan

Salah satu penyebab utama kenapa orang tidak bertindak atau bertindak namun tidak sepenuh hati, karena dia menyerah pada ketakutan. Saya katakan menyerah, sebab pada dasarnya semua orang itu takut, hanya saja ada yang menyerah ada juga yang tidak menyerah.

Setiap yang kita lakukan akan selalu mengandung resiko. Jika Anda ingin meraih apa yang Anda inginkan, maka Anda harus Berani Mengambil Resiko tidak boleh tidak.


Kepercayaan diri ibarat gigi persneling pada kendaraan Anda. Anda bisa menaikan kecepatan jika gigi persneling Anda pindah ka gigi yang lebih tinggi. Begitu juga dengan diri Anda, jika Anda tidak meningkatkan kepercayaan diri Anda, maka Anda tidak akan pernah berubah. Anda akan terus mandeg.

Jika Anda tidak mau mandeg lagi, maka tingkatkan kepercayaan diri Anda, sebab kepercayaan diri itu adalah Kondisi Dasar Untuk Sukses. Sukses ada dipengaruhi sejauh mana Anda percaya diri.

Terus Melihat Ke Belakang

Bisakah Anda mengendarai kendaraan hanya dengan melihat kaca spion? Tidak. Anda akan berhenti karena Anda akan menabrak apa yang ada di depan. Anda boleh melihat ke belakang, namun hanya sekali-kali saja, jangan terus melihat ke belakang, sebab bukan ke sana tujuan Anda.

Tujuan Anda adalah di depan, maka lihatlah ke depan. Artilah lihatlah masa depan, pikirkan apa yang bisa Anda lakukan untuk masa depan yang baik, dan ambilah tindakan untuk meraihnya.

Tujuan Yang Tidak Jelas

Anda tidak akan pernah membidik target Anda, jika Anda tidak bisa melihat target Anda dengan jelas. Begitu juga dalam bisnis, karir, dan aspek kehidupan lainnya. Jika kita tidak memiliki target yang jelas, Anda akan kesulitan untuk mendapatkannya.

Lalu bagaimana membuat target yang jelas? Silahkan baca artikel ini Membuat Tujuan dengan Metode SMART.

Selalu Mencari Tongkat Ajaib

Salah satu penyakit yang membuat kita mandeg adalah selalu mencari tongkat ajaib. Tongkat ajaib yang dimaksud adalah mencari cara mudah, tanpa usaha keras, dan tanpa mengeluarkan modal. Pengen hasil besar tanpa mau ribet dan/atau berkorban.

Dia akan sibuk, namun bukan sibuk meraih impiannya, tetapi sibuk mencari tongkat ajaib untuk mendapatkan impiannya. Apa yang terjadi, dia tidak akan pernah kemana-mana karena tongkat ajaib itu tidak ada. Dia hanya membuang waktu saja.

Terlalu Sibuk Untuk Mengasah Gergaji

Jangan seperti si penebang kayu, yang produktivitasnya terus menurun karena gergajinya yang sudah mulai tumpul. Namun, saat disarankan untuk mengasah gergaji, dia bilang sibuk. Maka tidak aneh jika produktivitasnya akan rendah terus.

Sama seperti kebanyakan orang yang sering beralasan terlalu sibuk untuk membaca buku, mengikuti pelatihan, menonton video pendidikan, dan sebagainya. Selain alasan terlalu sibuk, biasanya alasannya adalah tidak punya uang (atau tidak memprioritaskannya).

Jika Anda ingin maju atau tidak mandeg lagi, Anda harus meningkatkan level Anda. Jangan berharap akan mengalami kemajuan jika level Anda tidak pernah meningkat.

Siapa yg bertanggung jawab, disaat Anda GAGAL..?

Apakah tanggung jawab yang menulis artikel.? Jika Anda membaca artikel ini atau artikel yang ada di Motivasi Islami, tetapi Anda gagal meraih apa yang Anda inginkan. Kemudian Anda menyalahkan artike-artikel Motivasi Islami atas kegagalan Anda karena kurang sempurna, kurang memotivasi, kurang jelas, dan sebagainya, maka Anda salah alamat.


Jika Anda membuaca buku bisnis, namun Anda tetap gagal dalam bisnis. Kemudian Anda menyalahkan buku dengan segala kekurangannya. Anda salah alamat, bukan buku atau penulisnya yang bertanggung jawab atas kegagalan Anda.

Jika Anda mengikuti pelatihan, namun tetap saja Anda gagal mendapatkan apa yang Anda inginkan. Bukan. Bukan pelatihannya yang salah. Bukan pula pelatih yang bertanggung jawab atas kegagalan Anda.

Bukan juga, kondisi ekonomi negara, kondisi politik negara, bukan juga mental masyarakat yang negatif. Bukan juga media yang sering menampilkan berita tidak seimbang. Bukan juga keluarga dan teman yang mendukung.

Lalu Siapa yang Bertanggung Jawab.?

Ya, Anda sendiri! Lihat cermin, jika Anda melihat bayangan, dialah yang bertanggung jawab.

Artikel, buku, dan pelatihan hanya membantu Anda menunjukan cara yang benar, namun keberhasilan dan kegagalan tetap tanggung jawab Anda. Selama Anda selalu menuntut atau menyalahkan semuanya kecuali diri Anda, Anda tidak pernah berubah. Anda tidak akan pernah sukses, Anda akan terus terpuruk.

Anda tidak akan bisa mengubah semua orang, hal, atau kondisi di luar Anda. Namun Anda bisa mengubah diri Anda bagaimana menyikapi itu semua. Mengubah diri sendiri sangat mungkin, namun mengubah semua orang, semua kondisi, dan semua hal adalah perkerjaan yang sia-sia belaka.

Ubah diri Anda. Sebab, diri Andalah yang bertanggung jawab atas apa yang Anda raih selama ini.

Jika Anda tetap yakin semua kesalahan orang lain atau kondisi, ya sudahlah tidak usah belajar dan tidak usah berusaha, toch nanti akan gagal juga. Namun bagi Anda yang ingin berubah, maka ubahlah diri Anda, jangan menyalahkan yang lain.

dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya, (QS.An Nazm:39)

Cara Bertanggung Jawab

Dapatkan Dukungan

Tidak selamanya lingkungan, kondisi, atau orang-orang yang ada di sekitar kita akan selalu mendukung kita untuk meraih apa yang kita inginkan. Namun tanggung jawab kitalah untuk menjadikan mereka mendukung atau mencari dukungan yang lainnya. Anda bisa sukses meski saat ini tanpa dukungan siapa-siapa.

Jangan berhenti. Silahkan baca artikel saya sebelumnya Tetap Meraih Sukses Meski Pun Tanpa Dukungan kemudian berusahalah agar Anda mendapatkan dukungan, silahkan baca Mendapatkan Dukungan. Ini tanggung jawab Anda, berusahakan untuk mendapatkan dukungan.

Fleksibel

Jangan kaku dengan konsep yang dipaparkan dalam artikel, buku, atau pelatihan. Sesuaikan dengan kondisi Anda dan kondisi saat ini. Bukan, bukan berarti teori beda dengan praktek, namun kondisi setiap orang itu berbeda-beda. Artinya tanggung jawab Anda menyesuaikan hasil belajar Anda dengan kondisi Anda saat ini.

Anda sudah mendapatkan pelajaran dari apa pun yang pernah Anda pelajari, adalah tanggung jawab Anda agar pelajaran itu berguna untuk Anda. Bukan menyalahkan penulis artikel, buku, dan pemberi pelatihan. Mereka tidak salah sama sekali. Mereka menjelaskan konsep secara umum atau yang sesuai dengan kondisi mereka. Namun yang bertanggung jawab menyesuaikan dengan kondisi Anda adalah Anda sendiri.

Belajar itu tidak pernah sia-sia, bahkan meski tidak Anda praktekkan langsung, namun akan mewarnai amal Anda secara kesuluruhan menjadi lebih berkualitas dan lebih ikhlas.

Proaktif Terhadap Setiap Kondisi

Apa pun kondisi yang terjadi, Anda harus bersikap proaktif jangan reaktif. Reaktif artinya Anda bertindak hanya berdasarkan impuls atau kondisi yang terjadi. Sementara proaktif adalah Anda bertindak berdasarkan pemikiran dan nilai-nilai yang Anda anut, apa pun kondisinya. Artinya Anda tidak mudah terhanyut oleh kondisi, namun Anda bisa mengendalikan kemana arah gerak Anda.

Orang yang reaktif seolah orang yang hanyut tidak berdaya di derasnya sungai, dia bergerak sesuai dengan arahnya aliran sungai dan terombang-ambing. Sementara orang yang proaktif seperti orang yang memiliki perahu atau speedboat yang kuat sehingga dia bisa bergerak kemana saja sesuai yang dia kehendaki tidak peduli kemana aliran sungai yang mengalir.

Anda punya speedboat itu, yaitu pikiran dan tubuh Anda. Cukup kuat untuk mengarahkan hidup Anda sendiri. Anda bisa melawan arus dan bergerak sesuai dengan keinginan Anda. Saya ulangi, sesuai dengan keinginan Anda.

Tingkatkan Standar Diri Anda

Agar Anda mendapatkan dukungan, Anda harus memperbaiki diri agar bisa diterima orang lain dan dipercaya orang lain. Jika selama ini tidak ada yang mendukung Anda, instropeksilah, mungkin ada masalah dari diri Anda. Mungkin cara komunikasi yang kurang baik, mungkin ada sikap Anda yang tidak bisa diterima, atau mereka tidak percaya Anda.

Maka tingkatkan kualitas diri Anda, perbaiki akhlaq, belajar, sering bersilaturahim, dan meningkatkan ilmu serta keterampilan.

Juga secara umum, Anda akan mendapatkan sesuai dengan apa yang Anda lakukan dan sesuai kepasitas Anda. Anda tidak akan pernah mendapatkan satu drum air jika Anda membawa sebuah gelas. Artinya Anda akan mendapatkan sesuai dengan kapasitas diri Anda. Maka tingkatkan kapasitas diri Anda dan hanya Anda sendiri yang bisa meningkatkan standar diri Anda.

Termasuk meningkatkan standar pemikiran Anda agar mampu mengendalikan arah hidup Anda, tidak mudah hanyut oleh kondisi dan keadaan.

7 Kalimat yg HARUS dihindari..


Anda harus menghindari 7 Kalimat ini, karena bisa menghambat kemajuan n perkembangan diri. ke 7 kalimat ini BUKAN suatu alasan, BUKAN juga masalah, tapi  kalimat ini hanya sebuah gambaran suram tuk masa depan. Mungkin, ke 7 kalimat ini adalah mencerminkan "krisis percaya diri". Dulu disaat Ayah_Alif masih bekerja sebagai merketing, Ayah_Alif slalu mencari jawaban dari setiap pertanyaan/permasalahan. Inget banget kata Boss dulu, "Pegawai di gaji, untuk mencari solusi, bukan untuk mencari masalah".. Itu itulah, Ayah_Alif ingin berbagi sedikit pengetahuan tentang 7 Kalimat yg tidak terucap:
  • Saya Tidak Bisa
Penghambat utama dan paling sering terdengar adalah kalimat “Saya tidak bisa”. Sungguh aneh sebenarnya mengatakan kalimat ini. Memang dulu waktu masih kecil, apakah Anda bisa baca seperti saat ini membaca artikel ini? Tidak bukan? Tapi sekarang Anda bisa membaca. Artinya yang sekarang Anda tidak bisa, nanti akan bisa jika Anda mau belajar.

Tidak ada bayi lahir sebagai pebisnis hebat. Misalnya ada berita:

“Telah lahir seorang pebisnis hebat”

“Telah lahir seorang penjual ulung”

“Telah lahir seorang pembicara hebat”

Tidak ada saudara! Yang lahir itu dimana-mana juga seorang bayi, anak laki-laki atau perempuan. Bagaimana pun hebatnya seorang Ibnu Sina, Muhammad Al Fatih, dan siapa pun itu, tetap saja saat lahir tidak bisa apa-apa kecuali yang bisa dilakukan bayi pada umumnya.

Saat Anda mengatakan tidak bisa, percayalah semua orang juga pernah tidak bisa. Saya bisa menulis sekarang, karena sejak dulu saya berlatih menulis. Tapi waktu bayi saya tidak bisa menulis. Anda tidak bisa, karena memang belum berlajar dan berlatih. Jadi intinya Anda mau atau tidak? Itu saja!
  • Saya Lakukan Besok
Jika Bisa Sekarang, Kenapa Besok.?

“Memang benar koq, saya tidak bisa melakukannya sekarang. Hari ini saya sibuk, jadi saya lakukan besok.”

OK, tidak masalah, jika memang benar-benar Anda sibuk hari ini sehingga tidak ada lagi yang bisa dilakukan. Namun yang akan menjadi penghambat adalah saat Anda sebenarnya bisa melakukan sekarang, kemudian Anda mengatakan akan melakukan besok. Siapa yang menjamin Anda bisa melakukan besok.?

Bisa jadi besok pun Anda akan mengatakan “Saya akan lakukan besok”.

Lusa, Anda akan mengatakan yang sama. Dan seterusnya, sampai Anda tidak melakukan sama sekali.

Serius, jika Anda mau maju, Anda harus melakukan apa yang harus Anda lakukan itu sekarang. Saya tegaskan, SEKARANG! Ups, maaf teriak. Kenapa? Saking pentingnya melakukan sekarang. Jika Anda melakukan sekarang apa yang seharusnya Anda lakukan, Anda akan menciptakan momentum dan sangat berharga untuk keberhasilan Anda.

Jika Itu Benar-benar Penting, Kenapa Nunggu Besok?

Jika ada sebuah tindakan sangat penting yang akan mengubah hidup Anda menjadi lebih baik. Maka lakukan sekarang, jangan ditunda-tunda.

“Tapi bener koq, saya tidak bisa melakukannya sekarang. Saya banyak kesibukan yang lain.”

Itu artinya, Anda menganggp pekerjaan ini tidak penting sehingga harus dilakukan besok. Itu adalah keputusan Anda. Serius, Anda menganggap tidak penting. Yang sedang saya bicarakan adalah tindakan yang benar-benar penting untuk kemajuan Anda, harus dilakukan sekarang. Jika menurut Anda bisa dilakukan besok, artinya itu tidak penting. Itu saja!
  • Saya Belum Nyaman
Serius, saya kasih tahu rahasianya, bahwa orang-orang yang sukses adalah mereka mau melakukan sesuatu yang tidak nyaman. Jika tidak, mereka akan terus berada di zona nyaman. Saat anda mengatakan belum nyaman, tidak sreg, belum terbuka hati, dan kata-kata sejenisnya, artinya Anda masih betah di zona nyaman.

Serius, ini pengalaman pribadi saya. Saat saya hanya betah melakukan pekerjaan yang bisa dan biasa saja, saya tidak mengalami kemajuan yang berarti. Sekali saya mengubah, bahkan tidak nyaman sama sekali, maka kemajuan saya dapatkan. Begitu juga dengan Anda, cobalah berpikir untuk melakukan hal baru, selama itu untuk kemajuan Anda, meski pun itu tidak nyaman.

Sesuatu yang baru atau pertama kali dilakukan adalah tidak nyaman. Pada awalnya, berbicara di depan umum itu tidak nyaman. Gemetaran dan dag dig dug. Namun saya harus melakukan untuk kemajuan saya. Saya paksakan meski pun tidak nyaman.

Saya ingat saat berlatih public speaking. Saya masuk ke sebuah bus damri yang penuh, berisi mahasiswa, mahasiswi, dan penumpang lainnya, kemudian saya memberikan ceramah motivasi. Rasanya sangat tidak nyaman. Tapi setelah itu, berbicara di depan umum menjadi hal yang bisa dan nyaman-nyaman saja.

Rasa tidak nyaman hanya ada di awal, selanjutnya akan biasa. Menjual juga sama, sangat tidak nyaman. Namun jika sudah biasa, menjadi nyaman-nyaman saja.

Jadi jangan menunggu nyaman, Anda akan nyaman jika MAU melalui ketidaknyaman itu.
  • Saya Masih Bingung
Ini juga yang sering saya dengar dan baca: “Pak, sebenarnya saya mau bisnis … tapi masih bingung apa yang harus saya lakukan.”

Saya juga sama, saat saya memasuki dunia yang baru, bisnis yang baru, termasuk pekerjaan yang baru, pada awalnya saya bingung. Begitu juga saat bekerja, pada awalnya bingung. Saat Anda datang ke kantor pertama kali, kita tidak tahu apa yang akan dilakukan nanti di kantor. Kemudian atasan atau penyelia kita akan membimbing kita, dan kita akhirnya mengetahui apa yang akan kita ketahui.

Bagaimana dengan bisnis? Sama saja. Mungkin akan bingung di awal, namun mulailah berjalan, Anda pun akan menemukan jalan. Ilustrasi yang bagus adalah lampu mobil yang hanya bisa menerangi jalan beberapa meter saja, namun setelah berjalan bisa menerangi seluruh jalan, sampai ratusan kilometer sekali pun.
  • Saya Takut Kecewa
Jika Anda takut kecewa kemudian Anda tidak melakukan apa-apa, sebenarnya Anda sedang menanti kekecewaan yang lebih besar lagi dimasa mendatang. Saat Anda bertindak, mungkin berhasil, mungkin juga tidak. Namun jika Anda tidak bertindak, Anda pasti gagal. Saat Anda tidak bertindak, sebenarnya Anda SUDAH gagal. Lalu kenapa tidak kecewa? Karena Anda tidak menyikapinya sebagai kegagalan. Padahal, jelas-jelas kegagalan.

Artinya, kecewa atau tidak kecewa itu bukan karena gagal atau tidak gagal, tetapi bagaimana Anda menyikapinya. Padahal, jika kita kaji lebih jauh, justru kegagalan sebenarnya saat Anda menyerah, tidak bertindak. Saat Anda mencoba, Anda sebenarnya tidak akan pernah gagal. Silahkan baca pembahasannya di artikel Adakah Gagal Itu?
  • Sudah Terlambat
Tidak ada kata terlambat. Allah saja masih memberikan umur kepada kita. Allah masih memberikan kesempatan kepada kita. Kenapa kita berani-beraninya mengatakan sudah terlambat? Terlambat itu saat ajal menjemput namun kita belum bertaubat.

Untuk bisnis, untuk karir, dan untuk pengembangan diri, tidak ada kata terlambat. Jika kita mengatakan sudah terlambat, karena kita berpikir sempit. Bukalah mata, harapan itu masih ada sebagaimana saya bahas pada artikel Bukalah Mata, Hati, dan Pikiran Anda – Harapan Itu Masih Ada.
  • Saya Sudah Melakukan Yang Terbaik
Kata siapa sudah terbaik? Kata Anda sendiri?

Belum, kalau Anda mau belajar lagi metode-metode yang lebih baik. Kalau Anda mau berlatih sehingga keterampilan Anda meningkat. Maka Anda bisa melakukan yang lebih baik lagi.

Anda harus memberikan peluang pada diri Anda, bahwa Anda masih bisa melakukan yang lebih baik. Tahukah Anda, para juara dunia itu, apa pun bidangnya, mereka selalu berlatih untuk meningkatkan kemampuan? Sungguh aneh, juara dunia saja bukan tetapi mengatakan sudah melakukan yang terbaik.

Anda bisa mencapai penghasilan revolusioner jika Anda mau membuka diri, yaitu membuang anggapan bahwa Anda sudah melakukan yang terbaik. Silahkan baca selengkapnya pada ebook Revolusi Waktu.

Kesimpulan :
  • Jangan mencari alasan/kambing hitam dari sebuah kegagalan.
  • Kerjakan sesuatu, tanpa harus menunda.
  • Yakinlah, kalau mereka bisa sukses.. Kita pun  PASTI bisa sukses juga.
  • Lakukan perubahan, inovasi dan cara kit aberpikir n bertindak.


Kamis, 14 Februari 2013

Hari Valentine, menurut Islam

Hari ini adalah tanggal 14 Feb 2013, yang bertepatan dengan Hari 'kasih sayang' yang dirayakan oleh orang-orang Barat pada tahun-tahun terakhir disebut 'Valentine Day' amat popular dan merebak di pelusuk Indonesia bahkan di Malaysia juga. Lebih-lebih lagi apabila menjelangnya bulan Februari di mana banyak kita temui jargon-jargon (simbol-simbol atau  iklan-iklan) tidak Islami hanya wujud demi untuk mengekspos (mempromosi) Valentine. Berbagai tempat hiburan bermula dari diskotik(disko/kelab malam), hotel-hotel, organisasi-organisasi mahupun kelompok-kelompok kecil; ramai yang berlumba-lumba menawarkan acara untuk merayakan Valentine. Dengan  dukungan(pengaruh) media massa seperti surat kabar, radio mahupun televisyen; sebagian besar orang Islam juga turut dicekoki(dihidangkan) dengan iklan-iklan Valentine Day.


“Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang di muka bumi ini, nescaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti prasangka belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah).” (Surah Al-An’am : 116)

SEJARAH VALENTINE:

Sungguh merupakan hal yang ironis(menyedihkan/tidak sepatutnya terjadi) apabila telinga kita mendengar bahkan kita sendiri 'terjun' dalam perayaan Valentine tersebut tanpa mengetahui sejarah Valentine itu sendiri. Valentine sebenarnya adalah seorang martyr (dalam Islam disebut 'Syuhada') yang kerana kesalahan dan bersifat 'dermawan' maka dia diberi gelaran Saint atau Santo.

"VALENTINE" adalah nama seorang paderi. Namanya Pedro St. Valentino. 14 Februari 1492 adalah hari kejatuhan Kerajaan Islam Sepanyol. Paderi ini umumkan atau isytiharkan hari tersebut sebagai hari 'kasih sayang' kerana pada nya Islam adalah ZALIM!!!  Tumbangnya Kerajaan Islam Sepanyol dirayakan sebagai Hari Valentine. Semoga Anda Semua Ambil Pengajaran!!! Jadi.. mengapa kita ingin menyambut Hari Valentine ini kerana hari itu adalah hari jatuhnya kerajaan Islam kita di Sepanyol..

Pada tanggal 14 Februari 270 M, St. Valentine dibunuh karena pertentangannya (pertelingkahan) dengan penguasa Romawi pada waktu itu iaitu Raja Claudius II (268 - 270 M). Untuk mengagungkan dia (St. Valentine), yang dianggap sebagai simbol ketabahan, keberanian dan kepasrahan dalam menghadapi cubaan hidup, maka para pengikutnya memperingati kematian St. Valentine sebagai 'upacara keagamaan'.

Tetapi sejak abad 16 M, 'upacara keagamaan' tersebut mulai beransur-ansur hilang dan berubah menjadi 'perayaan bukan keagamaan'. Hari Valentine kemudian dihubungkan dengan pesta jamuan kasih sayang bangsa Romawi kuno yang disebut “Supercalis” yang jatuh pada tanggal 15 Februari.
 
Setelah orang-orang Romawi itu masuk agama Nasrani(Kristian), pesta 'supercalis'  kemudian dikaitkan dengan upacara kematian St. Valentine. Penerimaan upacara kematian St. Valentine sebagai 'hari kasih sayang' juga dikaitkan dengan kepercayaan orang Eropah bahwa waktu 'kasih sayang' itu mulai bersemi 'bagai burung jantan dan betina' pada tanggal 14 Februari.
 
Dalam bahasa Perancis Normandia, pada abad pertengahan terdapat kata “Galentine” yang bererti 'galant atau cinta'. Persamaan bunyi antara galentine dan valentine menyebabkan orang berfikir bahwa sebaiknya para pemuda dalam mencari pasangan hidupnya pada tanggal 14 Februari. Dengan berkembangnya zaman, seorang 'martyr' bernama St. Valentino mungkin akan terus bergeser jauh pengertiannya(jauh dari erti yang sebenarnya). Manusia pada zaman sekarang tidak lagi mengetahui dengan jelas asal usul hari Valentine. Di mana pada zaman sekarang ini orang mengenal Valentine lewat (melalui) greeting card, pesta persaudaraan, tukar kado(bertukar-tukar memberi hadiah) dan sebagainya tanpa ingin mengetahui latar belakang sejarahnya lebih dari 1700 tahun yang lalu.

Dari sini dapat diambil kesimpulan bahwa moment(hal/saat/waktu) ini hanyalah tidak lebih bercorak kepercayaan atau animisme belaka yang berusaha merosak 'akidah' muslim dan muslimah sekaligus memperkenalkan gaya hidup barat  dengan kedok percintaan(bertopengkan percintaan), perjodohan dan kasih sayang.
 
PANDANGAN ISLAM 

Sebagai seorang muslim tanyakanlah pada diri kita sendiri, apakah kita akan mencontohi begitu saja sesuatu yang jelas bukan bersumber dari Islam ?
 
Mari kita renungkan firman Allah s.w.t.:

“ Dan janglah kamu megikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggung jawabnya”. (Surah Al-Isra : 36)
 
Dalam Islam kata “tahu” berarti mampu mengindera (mengetahui) dengan seluruh panca indera yang dikuasai oleh hati. Pengetahuan yang sampai pada taraf mengangkat isi dan hakikat sebenarnya. Bukan hanya sekedar dapat melihat atau mendengar. Bukan pula sekadar tahu sejarah, tujuannya, apa, siapa, kapan(bila), bagaimana, dan di mana, akan tetapi lebih dari itu. Oleh kerana itu Islam amat melarang kepercayaan yang membonceng(mendorong/mengikut) kepada suatu kepercayaan lain atau dalam Islam disebut Taqlid.

Hadis Rasulullah s.a.w:“ Barang siapa yang meniru atau mengikuti suatu kaum (agama) maka dia termasuk kaum (agama) itu”. Firman Allah s.w.t. dalam Surah AL Imran (keluarga Imran) ayat 85 :“Barangsiapa yang mencari agama selain agama Islam, maka sekali-sekali tidaklah diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi”.

HAL-HAL YANG HARUS DIBERI PERHATIAN:

Dalam masalah Valentine itu perlu difahami secara mendalam terutama dari kaca mata agama kerana kehidupan kita tidak dapat lari atau lepas dari agama (Islam) sebagai pandangan hidup. Berikut ini beberapa hal yang harus difahami di dalam  masalah 'Valentine Day'.
  • PRINSIP / DASAR
   Valentine Day adalah suatu perayaan yang berdasarkan kepada pesta jamuan 'supercalis' bangsa Romawi kuno di mana setelah mereka masuk Agama  Nasrani (kristian), maka berubah menjadi 'acara keagamaan' yang dikaitkan dengan kematian St. Valentine.
  •  SUMBER ASASI
   Valentine jelas-jelas bukan bersumber dari Islam, melainkan bersumber dari rekaan fikiran manusia yang diteruskan oleh pihak gereja. Oleh kerana itu lah , berpegang kepada akal rasional manusia semata-mata, tetapi jika tidak berdasarkan kepada Islam (Allah), maka ia akan tertolak.

Firman Allah swt dalam Surah Al Baqarah ayat 120 :“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka.

Katakanlah : “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemahuan  mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu”.
  • TUJUAN
Tujuan mencipta dan mengungkapkan rasa kasih sayang di persada bumi adalah baik. Tetapi bukan seminit untuk sehari dan sehari untuk setahun. Dan bukan pula bererti kita harus berkiblat kepada Valentine seolah-olah meninggikan ajaran lain di atas Islam. Islam diutuskan kepada umatnya dengan memerintahkan umatnya untuk berkasih sayang dan menjalinkan persaudaraan yang abadi di bawah naungan Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang. Bahkan Rasulullah s.a.w. bersabda :“Tidak beriman salah seorang di antara kamu sehingga ia cinta kepada saudaranya seperti cintanya kepada diri sendiri”.
  • OPERASIONAL
Pada umumnya acara Valentine Day diadakan dalam bentuk pesta pora dan huru-hara. Perhatikanlah firman Allah s.w.t.:“Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaithon dan syaithon itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya”. (Surah Al Isra : 27)

Surah Al-Anfal ayat 63 yang berbunyi : “…walaupun kamu membelanjakan    semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat    mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati    mereka. Sesungguhnya Dia (Allah) Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”.

Sudah jelas ! Apapun alasannya, kita tidak dapat menerima kebudayaan import dari luar yang nyata-nyata bertentangan dengan keyakinan (akidah) kita. Janganlah kita mengotori akidah kita dengan dalih toleransi dan setia kawan. Kerana kalau dikata toleransi, Islamlah yang paling toleransi di dunia.

Sudah berapa jauhkah kita mengayunkan langkah mengelu-elukan(memuja-muja) Valentine Day ? Sudah semestinya kita menyedari sejak dini(saat ini), agar jangan sampai terperosok lebih jauh lagi. Tidak perlu kita irihati dan cemburu dengan upacara dan bentuk kasih sayang agama lain. Bukankah Allah itu Ar Rahman dan Ar Rohim.  Bukan hanya sehari untuk setahun. Dan bukan pula dibungkus dengan hawa nafsu. Tetapi yang jelas kasih sayang di dalam Islam lebih luas dari semua itu. Bahkan Islam itu merupakan 'alternatif' terakhir setelah manusia gagal dengan sistem-sistem lain.
 
Lihatlah kebangkitan Islam!!! Lihatlah kerosakan-kerosakan yang ditampilkan oleh peradaban Barat baik dalam media massa, televisyen dan sebagainya. Karena sebenarnya Barat hanya mengenali perkara atau urusan yang bersifat materi. Hati mereka kosong dan mereka bagaikan 'robot' yang bernyawa.

MARI ISTIQOMAH (BERPEGANG TEGUH)
Perhatikanlah Firman Allah : “…dan sesungguhnya jika kamu mengikuti keinginan mereka setelah datang ilmu kepadamu, sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk golongan orang-orang yang zalim”.

Semoga Allah memberikan kepada kita hidayahNya dan ketetapan hati untuk dapat istiqomah dengan Islam sehingga hati kita menerima kebenaran serta menjalankan ajarannya. Tujuan dari semua itu adalah agar diri kita selalu taat sehingga dengan izin Allah s.w.t. kita dapat berjumpa dengan para Nabi baik Nabi Adam sampai Nabi Muhammad s.a.w. Firman Allah s.w.t.: “Barangsiapa yang taat kepada Allah dan RasulNya maka dia akan bersama orang-orang yang diberi nikmat dari golongan Nabi-Nabi, para shiddiq (benar imannya), syuhada, sholihin (orang-orang sholih), mereka itulah sebaik-baik teman”.

Sejarah Valentine

Pertama : Asalnya adalah aqidah paganis (penyembahan berhala) kaum Romawi, untuk mengungkapkan rasa cinta kepada berhala yang mereka ibadahi selain Allah Subahanahu wa Ta’ala. Barangsiapa yang merayakannya, berarti dia merayakan momen pengagungan dan penyembahan berhala. Padahal Allah Subahanahu wa Ta’ala telah mengingatkan kita dari perbuatan syirik:
وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ. بَلِ اللهَ فَاعْبُدْ وَكُنْ مِنَ الشَّاكِرِينَ

“Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu: ‘Jika kamu mempersekutukan (Allah), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi. Karena itu, maka hendaklah Allah saja yang kamu sembah dan hendaklah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur’.” (Az-Zumar: 65-66)

Allah Subahanahu wa Ta’ala juga menyatakan melalui lisan ‘Isa ‘alaihissalam:

إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ

“Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zhalim itu seorang penolongpun.” (Al-Ma’idah: 72)

Dan seorang muslim wajib berhati-hati dari syirik dan segala yang akan mengantarkan kepada syirik.

Kedua : Awal mula perayaan ini di kalangan bangsa Romawi paganis terkait dengan kisah dan khurafat yang tidak bisa diterima akal sehat, apalagi akal seorang muslim yang beriman kepada Allah Subahanahu wa Ta’ala dan para rasul-Nya. Pada satu versi, disebutkan bahwa seekor serigala betina menyusui Romulus pendiri kota Roma, sehingga memberinya kekuatan fisik dan kecerdasan pikiran. Ini menyelisihi aqidah seorang muslim, bahwa yang memberikan kekuatan fisik dan kecerdasan pikiran hanyalah Allah Subahanahu wa Ta’ala, Dzat Maha Pencipta, bukan air susu serigala. Dalam versi lain, pada perayaan itu kaum Romawi paganis mempersembahkan qurban untuk berhala sesembahan mereka, dengan keyakinan bahwa berhala-berhala itu mampu mencegah terjadinya keburukan dari mereka dan mampu melindungi binatang gembalaan mereka dari serigala. Padahal, akal yang sehat mengetahui bahwa berhala tidaklah dapat menimpakan kemudaratan, tidak pula bisa memberikan suatu kemanfaatan.

Bagaimana mungkin seorang berakal mau ikut merayakan perayaan seperti ini? Terlebih lagi seorang muslim yang Allah Subahanahu wa Ta’ala telah menganugerahkan agama yang sempurna dan aqidah yang lurus ini kepadanya.

Ketiga : Di antara syi’ar jelek perayaan ini adalah menyembelih anjing dan domba betina, lalu darahnya dilumurkan kepada dua orang pemuda, kemudian darah itu dicuci dengan susu, dst. Orang yang berfitrah lurus tentu akan menjauh dari hal yang seperti ini. Akal yang sehat pun tidak bisa menerimanya.

Keempat : Keterkaitan St. Valentine dengan perayaan ini diperselisihkan, juga dalam hal sebab dan kisahnya. Bahkan, sebagian literatur meragukannya dan menganggapnya sebagai sesuatu yang tidak pernah terjadi. Sehingga pantas bagi kaum Nasrani untuk tidak mengakui perayaan paganis ini yang mereka tiru dari bangsa Romawi paganis. Terlebih lagi keterkaitan perayaan ini dengan salah satu santo (orang-orang suci dalam khazanah Nasrani, ed.) mereka, masih diragukan. Bila merayakannya teranggap sebagai aib bagi kaum Nasrani, yang telah mengganti-ganti agama mereka dan mengubah kitab mereka, tentu lebih tercela bila seorang muslim yang ikut merayakannya. Dan bila benar bahwa perayaan ini terkait dengan terbunuhnya St. Valentine karena mempertahankan agama Nasrani, maka apa hubungan kaum muslimin dengan St. Valentine?

Kelima : Para pemuka Nasrani telah menentang perayaan ini karena timbulnya kerusakan akhlak pemuda dan pemudi akibat perayaan ini, maka dilaranglah perayaan ini di Italia, pusat Katholik. Lalu perayaan ini muncul kembali dan tersebar di Eropa. Dari sanalah menular ke negeri kaum muslimin. Bila pemuka Nasrani –pada masa mereka– mengingkari perayaan ini, maka wajib bagi para ulama kaum muslimin untuk menerangkan hakikatnya dan hukum merayakannya. Sebagaimana wajib bagi kaum muslimin yang awam untuk mengingkari dan tidak menerimanya, sekaligus mengingkari orang yang ikut merayakannya atau menularkannya kepada kaum muslimin.

Beberapa Sisi Hukum Valentine

Tasyabbuh dengan Orang-orang Kafir
Hari raya –seperti, Valentine Days- merupakan ciri khas, dan manhaj (metode) orang-orang kafir yang harus dijauhi. Seorang muslim tidak boleh menyerupai mereka dalam merayakan hari itu.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Ad-Dimasyqiy-rahimahullah- berkata, "Tak ada bedanya antara mengikuti mereka dalam hari raya, dan mengikuti mereka dalam seluruh manhaj (metode beragama), karena mencocoki mereka dalam seluruh hari raya berarti mencocoki mereka dalam kekufuran. Mencocoki mereka dalam sebagaian hari raya berarti mencocoki mereka dalam sebagian cabang-cabang kekufuran. Bahkan hari raya adalah ciri khas yang paling khusus di antara syari’at-syari’at (agama-agama), dan syi’ar yang paling nampak baginya. Maka mencocoki mereka dalam hari raya berarti mencocoki mereka dalam syari’at kekufuran yang paling khusus, dan syi’ar yang paling nampak. Tak ragu lagi bahwa mencocoki mereka dalam hal ini terkadang berakhir kepada kekufuran secara global".[Lihat Al-Iqtidho' (hal.186)].

Ikut merayakan Valentine Days termasuk bentuk tasyabbuh (penyerupaan) dengan orang-orang kafir. Rasululllah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- bersabda,

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

"Barang siapa yang menyerupai suatu kaum maka ia termasuk kaum tersebut".
[HR. Abu Daud dalam Sunan-nya (4031) dan Ahmad dalam Al-Musnad (5114, 5115, & 5667), Ibnu Abi Syaibah dalam Al-Mushonnaf (19401 & 33016), Al-Baihaqiy dalam Syu'ab Al-Iman (1199), Ath-Thobroniy dalam Musnad Asy-Syamiyyin (216), Al-Qudho'iy dalam Musnad Asy-Syihab (390), dan Abd bin Humaid dalam Al-Muntakhob (848). Hadits ini di-shohih-kan oleh Al-Albaniy dalam Takhrij Musykilah Al-Faqr (24)].

Seorang Ulama Mesir, Syaikh Ali Mahfuzh-rahimahullah- berkata dalam mengunkapkan kesedihan dan pengingkarannya terhadap keadaan kaum muslimin di zamannya, "Diantara perkara yang menimpa kaum muslimin (baik orang awam, maupun orang khusus) adalah menyertai (menyamai) Ahlul Kitab dari kalangan orang-orang Yahudi, dan Nashrani dalam kebanyakan perayaan-perayaan mereka, seperti halnya menganggap baik kebanyakan dari kebiasaan-kebiasaan mereka. Sungguh Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- dahulu membenci untuk menyanai Ahlul Kitab dalam segala urusan mereka…Perhatikan sikap Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- seperti ini dibandingkan sesuatu yang terjadi pada manusia di hari ini berupa adanya perhatian mereka terhadap perayaan-perayaan, dan adat kebiasaan orang kafir. Kalian akan melihat mereka rela meninggalkan pekerjaan mereka berupa industri, niaga, dan sibuk dengan ilmu di musim-musim perayaan itu, dan menjadikannya hari bahagia, dan hari libur; mereka bermurah hati kepada keluarganya, memakai pakaian yang terindah, dan menyemir rambut anaka-anak mereka di hari itu dengan warna putih sebagaimana yang dilakukan oleh Ahlul Kitab dari kalangan Yahudi, dan Nashrani. Perbuatan ini dan yang semisalnya merupakan bukti kebenaran sabda Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- dalam sebuah hadits shohih, "Kalian akan benar-benar mengikuti jalan hidup orang-orang sebelum kalian, sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta sehingga andai mereka memasuki lubang biawak, maka kalian pun mengikuti mereka". Kami (para sahabat) bertanya, "Wahai Rasulullah, apakah mereka adalah orang-orang Yahudi, dan Nashrani". Beliau menjawab, "Siapa lagi kalau bukan mereka". [HR. Al-Bukhoriy (3456) dari Abu Sa'id Al-Khudriy -radhiyallahu 'anhu-]".[Lihat Al-Ibda' fi Madhorril Ibtida' (hal. 254-255)]

Pengantar Menuju Maksiat dan Zina
Acara Valentine Days mengantarkan seseorang kepada bentuk maksiat dan yang paling besarnya adalah bentuk perzinaan. Bukankah momen seperti ini (ValentineDays) digunakan untuk meluapkan perasaan cinta kepada sang kekasih, baik dengan cara memberikan hadiah, menghabiskan waktu hanya berdua saja? Bahkan terkadang sampai kepada jenjang perzinaan.

Allah -Subhanahu wa Ta’la- berfirman dalam melarang zina dan pengantarnya (seperti, pacaran, berduaan, berpegangan, berpandangan, dan lainnya),

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

"Dan janganlah kamu mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk". (QS. Al-Isra’ : 32)

Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- bersabda,

لَايَخْلُوَنَّ أَحَدُكُمْ بِاِمْرَأَةٍ إِلَّا مَعَ ذِيْ مَحْرَمٍ

"Jangan sekali-sekali salah seorang kalian berkhalwat dengan wanita, kecuali bersama mahram". [HR. Al-Bukhoriy dalam Shohih-nya (4935), dan Muslim dalam Shohih-nya (1241)] .

Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- bersabda:

لَأَنْ يُطْعَنَ فِيْ رَأْسِ أَحَدِكُمْ بِمِخْيَطٍ مِنْ حَدِيْدٍ خَيْرٌ مِنْ أَنْ يِمَسَّ امْرَأَةً لَاتَحِلُّ لَهُ

"Demi Allah, sungguh jika kepala salah seorang dari kalian ditusuk dengan jarum dari besi, maka itu lebih baik daripada ia menyentuh wanita yang tidak halal baginya". [HR. Ath-Thabrani dalam Al-Kabir (486). Di-shahih-kan oleh syaikh Al-Albany dalam Ash-Shahihah (226)]

Menciptakan Hari Raya
Merayakan Velentine Days berarti menjadikan hari itu sebagai hari raya. Padahal seseorang dalam menetapkan suatu hari sebagai hari raya, ia membutuhkan dalil dari Al-Qur’an dan As-Sunnah. Karena menetapkan hari raya yang tidak ada dalilnya merupakan perkara baru yang tercela. Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- bersabda,

مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ

“Siapa saja yang mengada-adakan dalam urusan (agama) kami sesuatu yang tidak ada di dalamnya, maka itu tertolak” [HR. Al-Bukhariy dalam Shahih -nya (2697)dan Muslim dalam Shahih -nya (1718)]

Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda,

مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ

“Barangsiapa yang mengerjakan suatu amalan yang tidak ada tuntunannya dari kami, maka amalan tersebut tertolak”. [HR. Muslim dalam Shahih -nya (1718)]

Allah -Ta’ala- telah menyempurnakan agama Islam. Segala perkara telah diatur, dan disyari’atkan oleh Allah. Jadi, tak sesuatu yang yang baik, kecuali telah dijelaskan oleh Islam dalam Al-Qur’an dan Sunnah. Demikian pula, tak ada sesuatu yang buruk, kecuali telah diterangkan dalam Islam. Inilah kesempurnaan Islam yang dinyatakan dalam firman-Nya,

"Pada hari Ini Telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan Telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan Telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu". (QS.Al-Maidah :3 ).

Di dalam agama kita yang sempurna ini, hanya tercatat dua hari raya, yaitu: Idul Fitri dan Idul Adha. Karenanya, Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- mengingkari dua hari raya yang pernah dilakukan oleh orang-orang Madinah. Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda kepada para sahabat Anshor,

قَدِمْتُ عَلَيْكُمْ وَلَكُمْ يَوْمَانِ تَلْعَبُوْنَ فِيْهِمَا فِيْ الجَاهِلِيَةِ وَقَدْ أَبْدَلَكُمُ اللهُ بِهِمَا خَيْرًا مِنْهُمَا: يَوْمَ النَّحَرِ وَيَوْمَ الْفِطْرِ

“Saya datang kepada kalian, sedang kalian memiliki dua hari, kalian bermain di dalamnya pada masa jahiliyyah. Allah sungguh telah menggantikannya dengan hari yang lebih baik darinya, yaitu: hari Nahr (baca: iedul Adh-ha), dan hari fithr (baca: iedul fatri)”. [HR. Abu Dawud dalam Sunan-nya (1134), An-Nasa`iy dalam Sunan-nya (3/179), Ahmad dalam Al-Musnad (3/103. Lihat Shahih Sunan Abi Dawud (1134)] .

Syaikh Amer bin Abdul Mun’im Salim-hafizhahullah- berkata saat mengomentari hadits ini, "Jadi, Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- melarang mereka -dalam bentuk pengharaman- dari perayaan-perayaan jahiliyyah yang dikenal di sisi mereka sebelum datangnya Islam, dan beliau menetapkan bagi mereka dua hari raya yang syar’i, yaitu hari raya Idul Fithri, dan hari raya Idul Adh-ha. Beliau juga menjelaskan kepada mereka keutamaan dua hari raya ini dibandingkan peryaan-perayaan lain yang terdahulu ".[Lihat As-Sunan wa Al-Mubtada'at fi Al-Ibadat (hal.136), cet. Maktabah Ibad Ar-Rahman, 1425 H]

Mengantarkan Kepada Tersibukkannya Hati
dalam urusan-urusan rendah seperti ini, yang menyelisihi bimbingan salafus shalih. Maka tidak dihalalkan pada hari ini muncul sesuatu yang itu merupakan bentuk syi’ar terhadap perayaan tersebut, apakah dalam hal makanan, minuman, pakaian, atau saling memberi hadiah, atau yang lainnya.

Wajib bagi seorang muslim merasa mulia dengan agamanya dan jangan dia menjadi seorang yang tidak punya pegangan, mengikuti setiap ada orang yang berteriak (mengajak kepada sesuatu). Aku memohon kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala agar memberi perlindungan kepada Kaum Muslimin dari segala fitnah yang zhahir maupun yang batin dan semoga Dia senantiasa menolong kita dengan pertolongan dan taufiqNya. [ dari Majmu’ Fatawa Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah :16/199 ]