Rabu, 06 Maret 2013

Etika Bertetangga.


Islam adalah agama rahmat yang penuh kasih sayang. Dan hidup rukun dalam bertetangga adalah moral yang sangat ditekankan dalam Islam. Jika umat Islam memberikan perhatian dan menjalankan poin penting ini, niscaya akan tercipta kehidupan masyarakat yang tentram, aman dan nyaman.

Batasan Tetangga
Siapakah yang tergolong tetangga.? Apa batasannya.? Karena besarnya hak tetangga bagi seorang muslim dan adanya hukum-hukum yang terkait dengannya, para ulama pun membahas mengenai batasan tetangga. Para ulama khilaf dalam banyak pendapat mengenai hal ini. Sebagian mereka mengatakan tetangga adalah ‘orang-orang yang shalat subuh bersamamu’, sebagian lagi mengatakan ’40 rumah dari setiap sisi’, sebagian lagi mengatakan ’40 rumah disekitarmu, 10 rumah dari tiap sisi’ dan beberapa pendapat lainnya (lihat Fathul Baari, 10 / 367).

Namun pendapat-pendapat tersebut dibangun atas riwayat-riwayat yang lemah. Oleh karena itu Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani berkata: “Semua riwayat dari Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam yang berbicara mengenai batasan tetangga adalah lemah tidak ada yang shahih. Maka zhahirnya, pembatasan yang benar adalah sesuai ‘urf” (Silsilah Ahadits Dha’ifah, 1/446). Sebagaimana kaidah fiqhiyyah yang berbunyi al ‘urfu haddu maa lam yuhaddidu bihi asy syar’u (adat kebiasaan adalah pembatas bagi hal-hal yang tidak dibatasi oleh syariat). Sehingga, yang tergolong tetangga bagi kita adalah setiap orang yang menurut adat kebiasaan setempat dianggap sebagai tetangga kita.

Kedudukan Tetangga Bagi Seorang Muslim
Hak dan kedudukan tetangga bagi seorang muslim sangatlah besar dan mulia. Sampai-sampai sikap terhadap tetangga dijadikan sebagai indikasi keimanan. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ
“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaknya ia muliakan tetangganya” (HR. Bukhari 5589, Muslim 70).

Dari hadis di atas bisa ditarik kesimpulan bahwa menghormati tetangga adalah bukti iman seorang muslim kepada Allah SWT. dan hari akhir. Melihat begitu pentingnya seorang Muslim untuk menghormati tetangganya, maka berikut ini ada beberapa adab yang bisa dipelajari dalam kehidupan bertetangga.
  • Menghormati tetangga dan berprilaku baik terhadap mereka. Rasulullah SAW. bersabda, sebagaimana didalam hadits Abu Hurairah ra : “….Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari Akhir, maka hendaklah ia memuliakan tetangganya” . Dan di dalam riwayat lain disebutkan: “Hendaklah ia berprilaku baik terhadap tetangganya.” (Muttafaq’alaih).
  • Pada saat membangun, hendaknya bangunan yang kita bangun jangan mengganggu tetangga kita, tidak membuat mereka tertutup dari sinar matahari atau udara, dan kita tidak boleh melampaui batasnya, apakah merusak atau mengubah miliknya, karena hal tersebut dapat menyakiti perasaannya.
  • Hendaknya Kita memelihara hak-haknya disaat mereka tidak di rumah. Kita jaga harta dan kehormatan mereka dari tangan-tangan orang jahil dan hendaknya kita ulurkan tangan bantuan dan pertolongan kepada mereka yang membutuhkan, serta memalingkan mata kita dari wanita mereka dan merahasiakan aib mereka.
  • Tidak melakukan suatu kegaduhan yang mengganggu mereka, seperti suara radio atau TV, atau mengganggu mereka dengan melempari halaman mereka dengan kotoran, atau menutup jalan bagi mereka. Rasulullah SAW.  telah bersabda: “Demi Allah, tidak beriman; demi Allah, tidak beriman; demi Allah, tidak beriman! Nabi ditanya: Siapa, wahai Rasulullah? Nabi menjawab: “Adalah orang yang tetangganya tidak merasa tentram karena perbuatan-nya.” (Muttafaq’alaih).
  • Jangan kikir untuk memberikan nasihat dan saran kepada mereka, dan seharusnya kita ajak mereka berbuat yang makruf dan mencegah yang mungkar dengan bijaksana (hikmah) dan nasihat baik tanpa maksud menjatuhkan atau menjelek-jelekkan mereka.
  • Hendaknya kita selalu memberikan makanan kepada tetangga kita. Rasulullah SAW. bersabda kepada Abu Dzarr: “Wahai Abu Dzarr, apabila kamu memasak sayur (daging kuah), maka perbanyaklah airnya dan berilah tetanggamu.” (HR. Muslim).
  • Hendaknya kita turut bersuka cita dalam kebahagiaan mereka dan berduka cita dalam duka mereka. Kita jenguk bila ia sakit, kita tanyakan apabila ia tidak ada, bersikap baik bila menjumpainya dan hendaknya kita undang untuk datang ke rumah. Hal-hal seperti itu mudah membuat hati mereka jinak dan sayang kepada kita.
  • Hendaknya kita tidak mencari-cari kesalahan/kekeliruan mereka dan jangan pula bahagia bila mereka keliru, bahkan seharusnya kita tidak memandang kekeliruan dan kealpaan mereka.
Hendaknya kita sabar atas prilaku kurang baik mereka terhadap kita. Rasulullah SAW. bersabda, “Ada tiga kelompok manusia yang dicintai Allah…. Disebutkan di antaranya : “Seseorang yang mempunyai tetangga, ia selalu disakiti (diganggu) oleh tetangganya, namun ia sabar atas gangguannya itu hingga keduanya dipisah oleh kematian atau keberangkatannya.” 

Bahkan besar dan pentingnya kedudukan tetangga bagi seorang muslim sangatlah ditekankan, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

مَا زَالَ جِبْرِيْلُ يُوْصِيْنِيْ بِالْـجَارِ حَتَّى ظَنَنْتُ أَنَّهُ سَيُوَرِّثُهُ
“Jibril senantiasa menasehatiku tentang tetangga, hingga aku mengira bahwa tetangga itu akan mendapat bagian harta waris” (HR. Bukhari 6014, Muslim 2625)
Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin menjelaskan: “Bukan berarti dalam hadits ini Jibril mensyariatkan bagian harta waris untuk tetangga karena Jibril tidak memiliki hak dalam hal ini. Namun maknanya adalah beliau sampai mengira bahwa akan turun wahyu yang mensyariatkan tetangga mendapat bagian waris. Ini menunjukkan betapa ditekankannya wasiat Jibril tersebut kepada Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam” (Syarh Riyadhis Shalihin, 3/177)

Anjuran Berbuat Baik Kepada Tetangga
Karena demikian penting dan besarnya kedudukan tetangga bagi seorang muslim, Islam pun memerintahkan ummatnya untuk berbuat baik terhadap tetangga. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya) :

وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا ۖ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُورًا
“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang memiliki hubungan kerabat dan tetangga yang bukan kerabat, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri” (QS. An Nisa: 36).

Syaikh Abdurrahman As Sa’di menjelaskan ayat ini: “Tetangga yang lebih dekat tempatnya, lebih besar haknya. Maka sudah semestinya seseorang mempererat hubungannya terhadap tetangganya, dengan memberinya sebab-sebab hidayah, dengan sedekah, dakwah, lemah-lembut dalam perkataan dan perbuatan serta tidak memberikan gangguan baik berupa perkataan dan perbuatan” (Tafsir As Sa’di, 1/177). Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam juga bersabda:

خَيْرُ اْلأَصْحَابِ عِنْدَ اللهِ خَيْرُهُمْ لِصَاحِبِهِ ، وَخَيْرُ الْـجِيْرَانِ عِنْدَ اللهِ خَيْرُهُمْ لِـجَارِهِ
“Sahabat yang paling baik di sisi Allah adalah yang paling baik sikapnya terhadap sahabatnya. Tetangga yang paling baik di sisi Allah adalah yang paling baik sikapnya terhadap tetangganya” (HR. At Tirmidzi 1944, Abu Daud 9/156, dinilai shahih oleh Al Albani dalam Silsilah Ash Shahihah 103).

Maka jelas sekali bahwa berbuat baik terhadap tetangga adalah akhlak yang sangat mulia dan sangat ditekankan penerapannya, karena diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya.

Ancaman Atas Sikap Buruk Kepada Tetangga
Disamping anjuran, syariat Islam juga mengabakarkan kepada kita ancaman terhadap orang yang enggan dan lalai dalam berbuat baik terhadap tetangga. Bahkan Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam menafikan keimanan dari orang yang lisannya kerap menyakiti tetangga. Beliau Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

وَاللهِ لَا يُؤْمِنُ ، وَاللهِ لَا يُؤْمِنُ ، وَاللهِ لَا يُؤْمِنُ . قِيْلَ: وَ مَنْ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: الَّذِيْ لَا يَأْمَنُ جَارُهُ بَوَائِقَهُ
“Demi Allah, tidak beriman, tidak beriman, tidak beriman. Ada yang bertanya: ‘Siapa itu wahai Rasulullah?’. Beliau menjawab: ‘Orang yang tetangganya tidak aman dari bawa’iq-nya (kejahatannya)‘” (HR. Bukhari 6016, Muslim 46)

Syaikh Ibnu Utsaimin menjelaskan: “Bawa’iq maksudnya culas, khianat, zhalim dan jahat. Barangsiapa yang tetangganya tidak aman dari sifat itu, maka ia bukanlah seorang mukmin. Jika itu juga dilakukan dalam perbuatan, maka lebih parah lagi. Hadits ini juga dalil larangan menjahati tetangga, baik dengan perkataan atau perbuatan. Dalam bentuk perkataan, yaitu tetangga mendengar hal-hal yang membuatnya terganggu dan resah”. Beliau juga berkata: ”Jadi, haram hukumnya mengganggu tetangga dengan segala bentuk gangguan. Jika seseorang melakukannya, maka ia bukan seorang mukmin, dalam artian ia tidak memiliki sifat sebagaimana sifat orang mukmin dalam masalah ini” (Syarh Riyadhis Shalihin, 3/178)

Bahkan mengganggu tetangga termasuk dosa besar karena pelakunya diancam dengan neraka. Ada seorang sahabat berkata:

يا رسول الله! إن فلانة تصلي الليل وتصوم النهار، وفي لسانها شيء تؤذي جيرانها. قال: لا خير فيها، هي في النار
“Wahai Rasulullah, si Fulanah sering shalat malam dan puasa. Namun lisannya pernah menyakiti tetangganya. Rasulullah bersabda: ‘Tidak ada kebaikan padanya, ia di neraka’” (HR. Al Hakim dalam Al Mustadrak 7385, dinilai shahih oleh Al Albani dalam Shahih Adabil Mufrad 88)

Sebagaimana Imam Adz Dzahabi memasukan poin ‘mengganggu tetangga’ dalam kitabnya Al Kaba’ir (dosa-dosa besar). Al Mula Ali Al Qari menjelaskan mengapa wanita tersebut dikatakan masuk neraka: “Disebabkan ia mengamalkan amalan sunnah yang boleh ditinggalkan, namun ia malah memberikan gangguan yang hukumnya haram dalam Islam” (Mirqatul Mafatih, 8/3126).

Bentuk-Bentuk Perbuatan Baik Kepada Tetangga
Semua bentuk akhlak yang baik adalah sikap yang selayaknya diberikan kepada tetangga kita. Diantaranya adalah bersedekah kepada tetangga jika memang membutuhkan. Bahkan anjuran bersedekah kepada tetangga ini sangat ditekankan oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam :

لَيْسَ الْـمُؤْمِنُ الَّذيْ يَشْبَعُ وَجَارُهُ جَائِعٌ إلَى جَنْبِهِ
“Bukan mukmin, orang yang kenyang perutnya sedang tetangga sebelahnya kelaparan” (HR. Al Baihaqi dalam Sunan Al Kubra 18108, dishahihkan Al Albani dalam Silsilah Ash Shahihah 149). Beliau juga bersabda:

إِذَا طَبَخْتَ مَرَقًا فَأَكْثِرْ مَاءَهُ ، ثُمَّ انْظُرْ أَهْلَ بَيْتٍ مِنْ جِيْرَانِكَ فَأَصِبْهُمْ مِنْهَا بِمَعْرُوْفٍ
“Jika engkau memasak sayur, perbanyaklah kuahnya. Lalu lihatlah keluarga tetanggamu, berikanlah sebagiannya kepada mereka dengan cara yang baik” (HR. Muslim 4766)
Dan juga segala bentuk akhlak yang baik lainnya, seperti memberi salam, menjenguknya ketika sakit, membantu kesulitannya, berkata lemah-lembut, bermuka cerah di depannya, menasehatinya dalam kebenaran, dan sebagainya.

Jika Bertetangga Dengan Non-Muslim
Dalam firman Allah Ta’ala pada surat An Nisa ayat 36 di atas, tentang anjuran berbuat baik pada tetangga, disebutkan dua jenis tetangga. Yaitu al jaar dzul qurbaa (tetangga dekat) dan al jaar al junub (tetangga jauh). Ibnu Katsir menjelaskan tafsir dua jenis tetangga ini: “Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa al jaar dzul qurbaa adalah tetangga yang masih ada hubungan kekerabatan dan al jaar al junub adalah tetangga yang tidak memiliki hubungan kekerabatan”. Beliau juga menjelaskan: “Dan Abu Ishaq meriwayatkan dari Nauf Al Bikali bahwa al jaar dzul qurbaa adalah muslim dan al jaar al junub adalah Yahudi dan Nasrani” (Tafsir Ibnu Katsir, 2/298).

Anjuran berbuat baik kepada tetangga berlaku secara umum kepada setiap orang yang disebut tetangga, bagaimana pun keadaannya. Ketika menjelaskan hadits

مَا زَالَ جِبْرِيْلُ يُوْصِيْنِيْ بِالْـجَارِ حَتَّى ظَنَنْتُ أَنَّهُ سَيُوَرِّثُهُ
“Jibril senantiasa menasehatiku tentang tetangga, hingga aku mengira bahwa tetangga itu akan mendapat bagian harta waris”
Al ‘Aini menuturkan: “Kata al jaar (tetangga) di sini mencakup muslim, kafir, ahli ibadah, orang fasiq, orang jujur, orang jahat, orang pendatang, orang asli pribumi, orang yang memberi manfaaat, orang yang suka mengganggu, karib kerabat, ajnabi, baik yang dekat rumahnya atau agak jauh” (Umdatul Qaari, 22/108)

Demikianlah yang dilakukan para salafus shalih. Dikisahkan dari Abdullah bin ‘Amr Al Ash:

أَنَّهُ ذُبِحَتْ لَهُ شَاةٌ، فَجَعَلَ يقول لغلامه: أهديت لجارنا اليهوي؟ أَهْدَيْتَ لِجَارِنَا الْيَهُودِيِّ؟ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: ” مَا زَالَ جِبْرِيلُ يُوصِينِي بالجارحتى ظننت أنه سيورثه
“Beliau menyembelih seekor kambing. Beliau lalu berkata kepada seorang pemuda: ‘akan aku hadiahkan sebagian untuk tetangga kita yang orang Yahudi’. Pemuda tadi berkata: ‘Hah? Engkau hadiahkan kepada tetangga kita orang Yahudi?’. Aku mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda ‘Jibril senantiasa menasehatiku tentang tetangga, hingga aku mengira bahwa tetangga itu akan mendapat bagian harta waris‘” (HR. Al Bukhari dalam Al Adabul Mufrad 78/105, dishahihkan oleh Al Albani dalam Shahih Adabil Mufrad)

Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda, “Hak tetangga ialah, bila dia sakit, kamu kunjungi. Bila wafat, kamu mengantarkan jenazahnya. Bila dia membutuhkan uang, maka kamu pinjami. Dan bila mengalami kesukaran/kemiskinan, maka jangan dibeberkan, aib-aibnya kamu tutup-tutupi dan rahasiakan. Bila dia memperoleh kebaikan, maka kita turut bersuka cita dan mengucapkan selamat kepadanya. Dan bila menghadapi musibah, kamu datang untuk menyampaikan rasa duka. Jangan sengaja meninggikan bangunan rumahmu melebihi bangunan rumahnya, lalu menutup jalan udaranya (kelancaran angin baginya). Dan janganlah kamu mengganggunya dengan bau masakan, kecuali kamu menciduknya dan memberikan kepadanya.”

Inilah keadaan rumah Rasul, ketika beliau memasak maka tetangga yang mencium bau masakan tersebut ikut mendapat makanan. Namun, yang paling penting, kita melihat bahwa kebahagiaan kita itu bukan soal kita mendapat sesuatu atau tidak dari tetangga. Yang harus kita latih, kenikmatan bertetangga bukan mengharapkan sesuatu dari tetangga, tapi berupaya agar kita bisa berbuat yang terbaik untuk tetangga.

Kita akan tertekan ketika kita berharap banyak. Sebab, yang namanya rizki tidak selalu bermakna apa yang telah kita dapatkan, melainkan apa yang bisa kita lakukan. Jangan sampai gorden rumah kita copot gara-gara terlalu sering melihat tetangga. Makin sering nengokin tetangga, bisa jadi akan semakin menderita, sebab kedengkian kita kepada tetangga tidak akan mempengaruhi rizki tetangga, sebab yang membagikan rizki adalah Allah.

Sialnya jika kita dengki sama tetangga namun tetangga tambah nikmat. Tentu kita tambah menderita. Tetangga makin pulas, kita nggak bisa tidur. Mau keluar rumah susah, mau masuk juga susah. Bagaimana tidak, sosok tetangga yang kita dengkikan itu terus muncul di depan kita.

Maka di sini kita harus mampu mengemas kehidupan bertetangga menjadi ladang amal kita. Kalau kita punya tetangga kaya, sukses, jangan iri hati dan jangan suka mengintip. Apabila tetangga memperoleh kesuksesan atau keluasan rizki, belajarlah senang dengan kesuksesan orang. “Alhamdulillah, dia ternyata sekarang dititipi rizki. Mudah-mudahan barokah, mudah-mudahan bisa banyak manfaat.”

Kalau ada tetangga kita yang kekurangan, harus menjadi ladang amal bagi kita. Tidak termasuk orang yang beriman kalau kita kenyang dan pada saat yang sama tetangga kita lapar. Tidak akan miskin dengan menyantuni tetangga. Jika beras cukup, sisihkan sebagian untuk tetangga. Baju bekas anak-anak yang masih layak pakai, kalau belum sanggup memberikan baju bagus, berikan pada anak tetangga. Panci kita sudah agak penyok-penyok, berikan pada tetangga yang membutuhkan, kalau kita belum sanggup memberinya panci yang bagus. Tentu saja, jika mampu, berikanlah barang-barang yang berkualitas terbaik.

Di sinilah sebenarnya hasil ibadah kita akan terlihat, karena alat ukur ibadah kita bukan ketika sedang shalat saja, tapi bagaimana sesudahnya. Misalnya, shalat itu 5 x 10 menit atau 50 menit, dibulatkan menjadi sekitar 1 jam sehari, sedangkan 1 hari 24 jam. Bagaimana mungkin yang 1 jam baik, sedang yang 23 jam jelek semuanya?

Tidak akan rugi berbuat baik pada tetangga. Makin tetangga merasa nikmat dengan kita, dengan sendirinya mereka akan ikut membela kita. Sehebat apapun kita, tetap butuh tetangga. Misalnya, kita punya saudara dokter, tapi saat anak sakit yang duluan menolong pasti tetangga. Punya saudara anggota pemadam kebakaran, jika kompor di rumah meletus, yang lebih dulu membantu memadamkan pasti tetangga. Punya saudara jendral atau polisi, datang maling ke rumah, lantas kita teriak, yang duluan ngejar juga tetangga.

Maka kalau punya tetangga, terus perhatikan. Setiap kebahagiaannya, kita ikut bahagia. Anaknya lulus, alhamdulillah. Anaknya dapat kerjaan, alhamdulillah. Anak tetangga dapat jodoh, alhamdulillah. Insya Allah, kita akan bahagia terus. Hidup penuh kesyukuran kepada Allah Yang Maha Pemurah.

Makin tetangga sayang kepada kita, makin berbahagia hidup kita. Karena itu, bersilaturahmi dengan tetangga itu jangan cuma sisa waktu. Maksudnya, luangkan waktu, tenaga, fikiran untuk terus bersilaturahmi memperhatikan tetangga. Kalau mereka ingin maju, majulah bersama-sama. Karena, kalau kita maju sendirian dan tetangga tidak ikut maju, bisa jadi muncul kecemburuan sosial. Hal ini tentu akan merusak iklim pergaulan sosial di sekitarnya.

Jika kita jadi orang kaya namun tinggal di lingkungan perumahan sederhana, kemudian bikin rumah lima lantai sendiri tapi di sekelilingnya gubuk, tentu bisa menimbulkan sakit hati. Usahakan kalau kita punya rumah jangan sampai terlalu menyolok, membuat orang lain dengki. Seperti kata Rasul, jangan sampai menutupi cahaya, kecuali kalau mereka ridha. Kalau tidak, berikan kompensasi yang memadai. Pokoknya jangan berbuat yang membuat tetanga tidak suka kepada kita.

Pertanyaannya, bagaimana kalau tetangga kita yang kurang baik ahlaknya? Ini juga bisa jadi ladang amal. Kalau dalam satu RT ada tetangga yang ahlaknya kurang bagus, kita jangan meladeni dengan hal yang sama, sebab nanti di tempat itu jadi ada dua yang sama jeleknya: dia dan kita.

Tetangga yang kurang baik, yang kurang bijaksana, harus menjadi ladang amal bagi kita. Kita berkewajiban memberi contoh bagaimana sikap bertetangga yang baik. Sikap emosional, sikap membalas dendam, hanya akan membuat kehidupan bertetangga bagai api disiram bensin.

Bila kita sudah berusaha berbuat baik terhadap tetangga kita, namun ternyata tetangga kita berbuat sebaliknya, misalnya dia kurang mengetahui etika bertetangga, kita perlu pahami bahwa orang berbuat salah, berbuat jelek, belum tentu orang itu ingin berbuat zhalim. Ada orang berbuat salah karena dia merasa hal itu adalah benar menurut standar dia. Dia belum tahu, maka tugas kita adalah memberi tahu. Ada yang sudah tahu, tapi masih susah menghilangkan kesenangannya, maka kita bantu agar secara pelan tapi pasti dia bisa mengganti kesenangannya tanpa merugikan orang lain.

Sebagai pelajaran, hati-hati dalam berbuat. Jangan sampai tetangga merasa teraniaya. Yang paling penting adalah jangan hadapi tetangga dengan kebencian, karena kalau kita sudah benci kita akan cenderung menjatuhkan, menyakiti, membeberkan aib, dan semua ini tidak menjadi solusi.

Tetangga memang orang terdekat dengan kita. Menurut Imam Syafi’i, mereka adalah empat puluh rumah di samping kiri, kanan, depan, dan belakang. Mau tidak mau, setiap hari kita berjumpa dengan mereka. Baik hanya sekadar melempar senyum, lambaian tangan, salam, atau malah ngobrol di antara pagar rumah. Tetangga adalah orang terdekat dengan kita. Orang tua bilang, mereka adalah ‘andalan’ untuk segala suasana.

Rasanya, kita senantiasa harus melakukan instrospeksi terhadap diri pribadi. Apakah tetangga kita menyukai kehadiran kita atau jangan-jangan mereka malah terganggu dengan kehadiran kita. Maka sudah saatnya kita menebarkan salam, senyum, pada orang yang berada di sekitar tempat tinggal kita. Menjaga perasaan mereka, mengulurkan bantuan sekuat tenaga.
sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah ia memuliakan tetangganya.” (HR Muslim).

Bertetangga adalah bagian kehidupan manusia yang hampir tidak bisa kita tolak. Manusia, bukan semata-mata personal-being (makhluk individu), tapi juga merupakan social-being (makhluk sosial). Seseorang tidak bisa hidup secara sendirian atau menyendiri. Mereka satu sama lain harus selalu bermitra dalam mencapai kebaikan bersama. Ini merupakan hukum sosial. Islam bahkan memerintahkan segenap manusia untuk senantiasa berjama’ah dan berlomba dalam berbuat kebaikan. Sebaliknya Islam melarang manusia bersekutu dalam melakukan dosa dan permusuhan.

Isyarat hidup berjama’ah dalam kebaikan dan harus senantiasa memeliharanya, misalnya termaktub dalam surat Al-Maidah ayat 2, yang artinya sebagai berikut;

“Bertolong-tolonganlah kamu dalam berbuat kebaikan dan taqwa dan janganlah kamu tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertaqwalah kepada Allah, karena sesungguhnya Allah sangat berat siksa-Nya.”

Dalam menumbuhkan dan mensosialisasikan budaya kebaikan dan taqwa itu, tetangga merupakan objek yang patut didahulukan (setelah anggota keluarga tentunya). Ini hirarki penyebaran kebaikan sebagaimana diarahkan Al Qur’an.

“Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah barat dan timur itu suatu kebaikan. Akan tetapi sesungguhnya kebaikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi, dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta.”.

Bahwa urutan kebaikan menurut ayat di atas adalah, setelah beriman (dalam pengertian menyeluruh), maka urutan berikutnya adalah membangun perilaku sosial yang sehat. Jadi Islam menginginkan budaya kesalehan itu tidak terbatas pada sekup personal (pribadi), tapi juga terciptanya kesalehan secara sosial. Maka, dalam konteks ini hidup rukun dan harmonis dengan tetangga menjadi sangat penting dan wajib.

Ya Allah Ya Rabb.. Jadikanlah Kami, warga yg baik n bermanfaat tuk tetangga Kami. Amin Ya Rabb


Merubah Tugas Sulit, Menjadi Mudah.

Pada artikel sebelumnya, Ayah Alif telah menjelasakan tentang "7 Kalimat Yang Harus Dihindari" , karena ke 7 Kalimat tersebut dapat menghambat karier ataupun pekerjaan. KAli ini, Ayah_Alif akan menjelasakan tentang "Merubah Tugas Sulit Menjadi Mudah".

Kita seringkali menghadapi tugas yang ‘menyeramkan’, dan yang tak kalah sering kita malah menundanya. Di sisi lain kita justru sibuk mengecek email yang masuk, padahal kita baru mengeceknya 5 menit yang lalu, dengan harapan ada email penting yang memerlukan perhatian kita segera. Sangatlah kontras. Ada tugas yang membutuhkan penanganan segera sementara kita malah menunggu tugas lain yang belum tentu ada. Jika anda tidak pernah merasakannya, mungkin anda tahu seseorang yang berlaku seperti ini.


Ini sebetulnya adalah masalah yang umum yang sering kita hadapi di pekerjaan sehari-hari. Kita berusaha menghindari tugas-tugas yang sulit karena kita takut untuk menghadapi/menjalaninya.

Pertanyaan yang sering menghantui adalah :
1. Bagaimana jika saya menyerah di tengah jalan?
2. Bagaimana jika saya tidak dapat melakukannya sendirian?
3. Bagaimana jika saya malah tampak bodoh melakukan tugas tersebut?
4. Bagaimana …..
5. Bagaimana ….. dst.

Pertanyaan-pertanyaan yang negatif ini dapat membunuh motivasi anda seketika bahkan orang-orang yang kuat sekalipun, khususnya jika pertanyaan-pertanyaan tersebut tertanam lama di dalam diri orang-orang itu.

Dibawah ini adalah sebuah konsep yang bisa anda gunakan jika anda menghadapi sebuah tugas yang sulit :
  • Lakukan saat ini juga.

Ini sama halnya ketika anda harus mencuci piring karena pembantu pulang kampung. Semakin anda menundanya, semakin banyak piring yang harus dibersihkan dan semakin malaslah juga anda. Loncatlah dari sofa malas anda sekarang juga dan mulailah segera.

Percayalah hukum momentum …… wah apa lagi tuh hukum momentum?
Untuk mempermudahnya saya akan menjelaskan dengan contoh, yaitu ketika anda mendorong sebuah mobil. Awalnya pasti sangat berat sekali mendorong sebuah mobil yang sedang dalam posisi diam. Namun sekali mobil tersebut bergerak, dorongan anda akan semakin ringan dan lama kelamaan anda bisa mendorongnya dengan sangat cepat.

Saya paling sering merasakan hukum momentum ini ketika akan menulis sebuah artikel. Wah, rasanya setiap kali akan menulis malas sekali untuk memulainya. Namun ketika saya mulai menulis, rasanya tidak dapat dihentikan, sampai kadang-kadang lupa bahwa saya sudah mengetik selama 2-3 jam.

Sekali anda memulainya, anda juga kemudian dapat mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan anda.
Memecah tugas tersebut menjadi beberapa tugas kecil akan tampak lebih mudah untuk dikerjakan.
  • Pisahkan bagian-bagian yang sulit dari bagian-bagian yang mudah.

Setiap tugas selalu mempunyai bagian yang sulit dan bagian yang mudah. Ketika anda dapat memisahnya menjadi 2 bagian, anda dapat melakukan tugas tersebut sesuai dengan mood anda. Katakan saja, anda bekerja dengan energi 1000% saat pagi hari, maka pilihlah bagian yang sulit untuk anda kerjakan di pagi hari. Jika energi anda mulai berkurang di siang hari, mulailah kerjakan bagian-bagian yang mudahnya.
  • Nikmati tantangan yang dihadapi.

Tugas-tugas yang sulit umumnya dihindari karena penderitaan atau tekanan mental yang mungkin timbul. Anda begitu khawatir bagaimana jika anda nanti frustasi, marah-marah atau sedih. Sisi baiknya, mengetahui perasaan-perasaan ini adalah langkah pertama yang baik dalam membangun kekuatan emosi anda.

Teman saya pernah bercerita, sebelum memiliki anak, kesabarannya sangat minimal. Namun setelah memiliki 2 anak, dia memiliki kesabaran seperti seorang pertapa. Saya terkagum dengan tingkat kesabarannya ketika dia meminta anaknya dengan lembut untuk berhenti menangis sementara dia sedang berbicara di telepon.

Anda dapat memanfaatkan tugas-tugas sulit tersebut untuk melatih anda menjadi lebih sabar dan lebih rileks. Jadikanlah ajang pengembangan diri setiap tugas-tugas yang dihadapi.

Bayangkan bagaimana tugas tersebut akan membantu membentuk masa depan anda.

Apakah seorang Rudi Hartono dapat menjuarai 7 kali All England karena melewati latihan-latihan yang ringan?

Apakah seorang Andrie Wongso dapat menjadi top speaker terkenal di Indonesia karena melewati perjuangan yang mudah?

Ya, tugas-tugas sulitlah yang akan membentuk karakter anda sehingga anda bisa menjadi seseorang yang anda inginkan di masa depan nanti.

Jadi bergembiralah jika anda mendapatkan tugas-tugas yang sulit. Tanpa tugas-tugas yang sulit, anda tidak akan pernah berkesempatan untuk mengeluarkan kemampuan anda sepenuhnya dan kelak anda akan menjadi orang yang biasa-biasa saja.
  • Temukan seseorang yang dapat membantu anda.

Mungkin anda trauma dengan tugas-tugas sulit yang sebelumnya pernah anda hadapi. Anda merasa bahwa sepertinya anda tidak dapat melakukan tugas tersebut sendiri. Itulah mengapa menemukan seseorang yang dapat membantu anda sangat penting untuk kesehatan emosi anda.

Temukan seseorang yang memiliki kekuatan/kelebihan yang berbeda dengan anda, sehingga anda bisa saling mengisi dengan rekan anda tersebut.

Tanyalah pada diri anda sendiri, “Apakah saya orang yang tepat untuk tugas tersebut?”

Ada beberapa tugas yang tidak cocok dengan kemampuan anda. Anda tidak bisa menjadi orang yang serba bisa untuk apapun. Jika saat ini anda menjadi seorang karyawan dan anda seringkali diberikan tugas/proyek yang tidak anda suka, anda harus segera melakukan perubahan. Diskusikan dengan atasan anda, jika tidak memungkinkan anda mendapat tugas yang anda sukai, pertimbangkan untuk mencari pekerjaan lain. Ingat ungkapan ini : “Do What You Love. Love What You Do”, agar anda bisa sukses dalam karir anda.
  • Diskusikan pemikiran anda dengan orang lain.

Salah satu keuntungan anda melakukan tugas sulit adalah pengetahuan yang akan anda terima. Cobalah mendiskusikan pengetahuan tersebut dengan orang lain, entah itu lewat blog, forum, telepon atau bertatap muka langsung. Anda akan menyukai reaksi dari para pendengar anda.

Hidup ini Indah

Apakah anda percaya kalau hidup ini indah? Coba ingat sejenak…

Saat anda dilahirkan di dunia ini; saat pertama kali anda melihat indahnya sinar mentari; saat anda pertama kali menghirup segarnya udara pagi; ketika anda melihat hijaunya sawah, indahnya pegunungan, dan segala alam ciptaan Yang Maha Kuasa ini; saat anda berkumpul bersama orang-orang yang anda cintai, tertawa bersama, bercengkrama, dan menghabiskan banyak waktu bersama, sungguh betapa indah hidup ini.


Namun saat umur bertambah, kemudian orang-orang merasa sulit untuk merasakan kembali keindahan itu. Yang selalu terpikir betapa hidup itu keras dan susah. Susah cari makan, susah memenuhi kebutuhan sehari-hari, dan berbagai kesusahan lainnya. Bahkan mungkin ada yang sampai menyalahkan Tuhan karena keadaan yang sedang terjadi. Oh, jangan sampai itu terjadi…

Kehidupan yang seperti itu yang kemudian membuat kita diliputi ketakutan dan dilingkupi hal-hal yang negatif. Kepercayaan bahwa hidup itu susah tanpa sadar lalu melekat dalam keyakinan diri, dan membuat hidup betul-betul susah.

Hidup itu indah, sobat. Betul, ada ACTION yang harus dilakukan untuk mencapai sesuatu. Dan ACTION itu indah, sobat. Dalam setiap ACTION yang kita lakukan peluang keajaiban itu akan muncul. Yang membuat kita dianugerahi kehidupan yang lebih baik dan lebih baik.

Bayangkan jika keyakinan “hidup itu susah” yang selalu kita tanamkan pada diri dan sebarkan pada orang-orang sekitar. Pasti tidak ada gairah dalam hidup kita. Tidak ada terobosan dalam ACTION kita.

Kata orang bijak: apa yang anda percayai, itulah yang akan terjadi.

Hidup ini indah. Hidup ini terlalu singkat untuk dibuat susah. Percayalah, apa yang anda percayai bisa dicapai, bisa anda dapatkan. Jangan pernah mudah menyerah. Tidak pernah ada kata gagal dalam kamus hidup anda. Kalaupun belum mencapai seperti yang diinginkan, itu berarti hanya belum berhasil.

Jangan pernah ragu untuk ACTION! Sebab dari sana peluang keberhasilan bermula. Mulai ACTION sekarang untuk mencapai apapun yang anda inginkan. Berjalan selangkah demi selangkah mendekati impian anda. Jangan malas, mari kerja keras!

Hidup ini terlalu indah untuk diisi oleh ratapan, umpatan, penyesalan, rasa marah, dendam. Semua itu hanya menggerogoti keindahan hidup. Tertawa dan tersenyumlah, walau dalam suasana sedih sekalipun. Syukuri apa yang telah anda miliki. Belajarlah dari kehidupan yang sudah dijalani.


Seringkali kita menemukan alasan untuk membenci kehidupan kita daripada mencintainya. Dan tahukah anda? Kehidupan akan membenci kita kembali. Berikut ini merupakan 77 alasan untuk mencintai hidup anda. Anda bisa memilih satu, beberapa atau bahkan semua untuk anda ucapkan dan syukuri setiap hari.
  1. Cintai kehidupan anda untuk semua hal yang anda miliki.
  2. Cintai kehidupan anda untuk hal-hal yang akan anda terima.
  3. Cintai kehidupan anda untuk semua kepastian yang ada saat ini.
  4. Cintai kehidupan anda untuk teman-teman yang anda miliki.
  5. Cintai kehidupan anda untuk perjalanan-perjalanan indah yang anda lalui.
  6. Cintai kehidupan anda untuk teman-teman baru yang akan anda dapatkan.
  7. Cintai kehidupan anda untuk semua nasihat buruk yang tidak anda ikuti.
  8. Cintai kehidupan anda untuk semua kenangan indah anda.
  9. Cintai kehidupan anda untuk orang-orang yang anda sayangi.
  10. Cintai kehidupan anda bagi orang-orang yang anda lupakan, karena mereka akan selalu ada untuk memperkaya hidup anda.
  11. Cintai kehidupan anda untuk pekerjaan anda, karena pekerjaan merupakan berkat anda bagi orang lain.
  12. Cintai kehidupan anda untuk lelucon-lelucon yang masih ingin anda dengar.
  13. Cintai kehidupan anda untuk perjalanan-perjalanan indah yang akan anda lakukan.
  14. Cintai kehidupan anda untuk segala hal yang belum pasti, karena hal itu akan menantang anda secara pribadi.
  15. Cintai kehidupan anda untuk matahari terbit yang pernah anda lihat.
  16. Cintai kehidupan anda untuk matahari terbenam yang masih anda ingat.
  17. Cintai kehidupan anda untuk terbitnya matahari esok.
  18. Cintai kehidupan anda untuk terbenamnya matahari kemarin.
  19. Cintai kehidupan anda untuk semua rejeki yang akan anda terima.
  20. Cintai kehidupan anda untuk kesehatan yang anda miliki.
  21. Cintai kehidupan anda untuk semua keindahan yang bisa anda lihat di sekitar anda.
  22. Cintai kehidupan anda untuk semua keburukan yang ada di sekitar anda, karena hal itu menjadi kontras bagi keindahan yang anda acuhkan.
  23. Cintai kehidupan anda untuk semua teka-teki yang belum terpecahkan.
  24. Cintai kehidupan anda untuk semua pertanyaan yang belum terjawab.
  25. Cintai kehidupan anda untuk semua kemenangan anda.
  26. Cintai kehidupan anda untuk semua nasihat baik yang anda ikuti.
  27. Cintai kehidupan anda untuk semua kekalahan anda, karena mereka memberikan pelajaran berharga bagi anda.
  28. Cintai kehidupan anda untuk musuh-musuh anda, karena mereka ada agar anda belajar mengampuni.
  29. Cintai kehidupan anda untuk hal-hal kecil dalam kehidupan anda.
  30. Cintai kehidupan anda untuk semua ambisi-ambisi yang anda canangkan.
  31. Cintai kehidupan anda untuk semua jawaban yang telah anda peroleh hingga saat ini.
  32. Cintai kehidupan anda untuk senyuman yang anda terima setiap hari.
  33. Cintai kehidupan anda untuk senyuman yang anda berikan setiap hari.
  34. Cintai kehidupan anda untuk pagi yang penuh semangat.
  35. Cintai kehidupan anda untuk malam yang romantis.
  36. Cintai kehidupan anda untuk kehidupan yang anda temukan kembali melalui mata anak-anak anda.
  37. Cintai kehidupan anda untuk wangi hujan.
  38. Cintai kehidupan anda untuk hadiah-hadiah yang harus anda berikan.
  39. Cintai kehidupan anda untuk semua permainan yang belum anda mainkan.
  40. Cintai kehidupan anda untuk salju berikutnya.
  41. Cintai kehidupan anda untuk semua ide cemerlang yang anda miliki hari ini.
  42. Cintai kehidupan anda untuk semua ide cemerlang yang akan anda miliki esok.
  43. Cintai kehidupan anda untuk kejutan esok hari.
  44. Cintai kehidupan anda untuk rejeki hari ini.
  45. Cintai kehidupan anda untuk semua impian anda yang terwujud.
  46. Cintai kehidupan anda untuk kenangan masa lalu, karena kenangan tersebut ada untuk mencerahkan anda.
  47. Cintai kehidupan anda untuk semua kata-kata manis yang belum anda ucapkan pada orang-orang yang anda kasihi.
  48. Cintai kehidupan anda untuk semua kata-kata manis yang anda dengar dari orang-orang yang anda sayangi.
  49. Cintai kehidupan anda untuk semua orang-orang baik yang belum anda temui
  50. Cintai kehidupan anda untuk semua kesalahan anda, sehingga anda bisa memiliki banyak waktu untuk memperbaikinya.
  51. Cintai kehidupan anda untuk semua petualangan yang belum anda alami.
  52. Cintai kehidupan anda untuk semua buku yang belum anda baca.
  53. Cintai kehidupan anda untuk semua buku yang belum anda tulis.
  54. Cintai kehidupan anda untuk semua tantangan yang harus anda hadapi di kemudian hari.
  55. Cintai kehidupan anda untuk semua kisah yang belum anda dengar, tulis atau bayangkan.
  56. Cintai kehidupan anda untuk orang yang menatap anda di cermin setiap pagi.
  57. Cintai kehidupan anda untuk keluarga yang merawat anda.
  58. Cintai kehidupan anda untuk segala hal yang harus anda bagikan dengan orang lain.
  59. Cintai kehidupan anda untuk semua yang hilang dalam perjalanan anda, karena kehilangan akan menyediakan tempat untuk sesuatu yang lebih besar.
  60. Cintai kehidupan anda untuk perasaan dalam hati anda yang dipenuhi oleh cinta.
  61. Cintai kehidupan anda untuk semua impian yang belum tercapai karena anda akan memiliki waktu untuk mewujudkannya.
  62. Cintai kehidupan anda untuk semua peluang yang menunggu anda di ujung jalan.
  63. Cintai kehidupan anda untuk kebebasan pribadi yang anda raih.
  64. Cintai kehidupan anda untuk segala hal yang telah anda ciptakan.
  65. Cintai kehidupan anda untuk kesejukan musim hujan.
  66. Cintai kehidupan anda untuk energi musim panas.
  67. Cintai kehidupan anda untuk istirahat yang baik sepanjang malam tadi.
  68. Cintai kehidupan anda untuk keselamatan yang anda lalui sepanjang hari ini.
  69. Cintai kehidupan anda untuk semua keindahan dalam diri anda; yang menunggu untuk diketemukan.
  70. Cintai kehidupan anda untuk semua warna fantastis yang mewarnai kehidupan anda setiap hari.
  71. Cintai kehidupan anda untuk musik indah yang anda dengar hingga hari ini
  72. Cintai kehidupan anda untuk orang-orang yang telah anda temui hingga hari ini; karena mereka adalah dunia anda yang berharga.
  73. Cintai kehidupan anda untuk angin yang menerpa wajah anda setiap hari.
  74. Cintai kehidupan anda untuk perubahan-perubahan mendadak pada rencana anda.
  75. Cintai kehidupan anda untuk semua pertengkaran yang anda hindari.
  76. Cintai kehidupan anda untuk semua persimpangan yang anda temui setiap hari; mereka ada untuk menawarkan jalan terbaik yang bisa anda pilih.
  77. Cintai kehidupan anda untuk setiap detik yang anda lalui, karena detik inilah yang anda miliki, hanya detik ini.

Selasa, 05 Maret 2013

Berpelukan dan Manfaatnya.

Pelukan, sebuah sarana untuk menunjukkan cinta dan kasih sayang pada orang yang kita cintai. Berbagai macam pelukan yang Anda rasakan, memiliki artian masing-masing. Apa saja sih artinya, jangan beranjak ke mana-mana dan ikuti artikel ini. 

“Untuk bertahan hidup, kita membutuhkan 4 pelukan sehari. Untuk kesehatan, kita butuh 8 pelukan perhari. Untuk pertumbuhan, awet muda, kebahagiaan, kita perlu 12 pelukan perhari,” kata Virginia Satir, terapis keluarga.



Mungkin, Anda sedikit heran, benarkah pelukan memiliki kekuatan yang begitu hebat, hingga bisa membuat sehat, panjang umur, dan awet muda.? Kapan terakhir kali Anda memeluk seseorang atau seseorang memeluk Anda.? Jika jawabannya jarang atau bahkan tidak pernah sama sekali, coba ingat-ingat, apa yang belakangan ini Anda rasakan? Bisa jadi Anda sering sakit-sakitan, depresi, stres, sakit kepala, dan emosional.



Berbagai penelitian menunjukkan terapi pelukan bisa menyembuhkan penyakit fisi dan psikis. Bisa mengatasi stres, depresi dan lain-lain. Orang yang dipeluk, ataupun memeluk, merasakan adanya kekuatan cinta yang mengelilingi mereka. Kekuatan ini yang membuat kekebalan tubuh kita semakin meningkat.


Sama halnya dengan berbagai macam ciuman dan arti di baliknya, pelukan juga ada teknik dan maknanya juga lho. Jadi bukan sekedar pelukan yang hanya kewajiban dan rutinitas saja. 

Pelukan, sebuah sarana untuk menunjukkan cinta dan kasih sayang pada orang yang kita cintai. Berbagai macam pelukan yang Anda rasakan, memiliki artian masing-masing. Apa saja sih artinya, jangan beranjak ke mana-mana dan ikuti artikel ini. 
  • Pelukan Damai
Saat berpelukan, tubuh melepaskan oxytocin , hormon yang berhubungan dengan perasaan damai dan cinta. Hormon oxytocin ini membuat jantung dan pikiran sehat. Hormon oxytocin ini baru bisa keluar jika manusia memiliki kehidupan sehat & merasa damai dan tentram. Terapi pelukan hampir sama dengan terapi jalan kaki. Terapi pelukan meningkatkan keseimbangan tubuh, kesehatan, dan mengurangi tingkat stress, khususnya para profesional muda yang bekerja di kota
metropolitan. . Pelukan bukan berarti Anda harus mencari suami atau kekasih untuk melakukan hal ini.


Pelukan dapat dilakukan pada siapa saja dengan penuh kasih dan damai. Tentu saja pelukan ini bukan berkonotasi negatif apalagi mengikutsertakan gairah. Pelukan ini juga bukan ‘pelukan sosial’, seperti berjabat tangan, mencium pipi kiri dan kanan, seperti yang dilakukan oleh budaya masyarakat beberapa negara pada saat pesta atau pertama kali bertemu.. Pelukan yang dimaksud adalah pelukan saling menyentuh, tubuh dengan tubuh saling mengikat dan menyentuh. Ketika saling berpelukan, akan terasa perasaan nyaman dan damai.

  • Anak Tumbuh Sehat
“Tapi, kita harus ingat. Walau sekadar jabat tangan dan menyentuh pipi dengan pipi, ini juga ada manfaatnya. Ada rasa kehangatan ketika kita saling berjabat tangan. Namun bila ini dilakukan lebih dari ini, yaitu dengan pelukan erat, tentu lebih bermanfaat, unsur terapinya lebih tinggi,” ujar Dr. Bhagat, salah satu doktor yang meneliti pengaruh pelukan di India .


Diharapkan masyarakat mengerti akan manfaat sentuhan dan pelukan. Sehingga pasangan suami istri, semakin sering berpelukan dan bersentuhan. Juga makin sering memeluk anak-anaknya. Seluruh bagian di kulit kita memiliki organ perasa. Dari ujung kaki hingga kepala adalah area yang sensitif bila disentuh. Bahkan ketika bayi masih di dalam kandungan walau dilindungi air ketuban, ia sangat menyukai sentuhan kasih sayang dari ke dua orang tuanya. Jika sering disentuh, bayi dalam kandungan akan tumbuh menjadi bayi yang sehat dengan pertumbuhan yang bagus. Selain itu secara psikis bayi akan tumbuh menjadi seorang yang penyayang.



Anak-anak yang sering disentuh, dibelai dan dipeluk oleh orang tuanya juga akan tumbuh menjadi anak yang sehat. Mereka akan merasa nyaman dan memiliki kepercayaan diri. Pertumbuhan dan kesehatan pun lebih bagus dibanding dengan anak-anak yang jarang disentuh, dibelai dan dipeluk. Pada orang tua pun, sentuhan dan pelukan sangat berarti. Apalagi pada saat kehilangan seseorang, depresi, stres.. Dengan berpelukan, orang dewasa merasa ada orang yang memperhatikan, ada orang yang mencintainya, membutuhkannya. Seluruh kulit kita, sangat peka dengan pelukan, dan sangat membutuhkan sentuhan hangat dan erat.


Dr. Harold Voth, senior psikiater di Kansas, Amerika Serikat telah melakukan riset dengan beberapa ratus orang. Hasilnya, mereka yang berpelukan mampu mengusir depresi, meningkatkan kekebalan tubuh, awet muda, tidur lebih nyenyak, lebih sehat. Jika Bayi atau anak-anak rewel atau sakit. Jangan biarkan mereka sendirian. Peluklah. Dengan memeluk, mereka akan merasa nyaman. Sehingga kekebalan tubuhnya lebih baik, dan kesehatan mereka pun akan jauh lebih baik. Anda sebagai orang tua pun mendapatkan efek baik dari terapi pelukan ini. Anda akan jauh lebih sehat, muda, terbebas dari depresi. 


Pelukan dapat menyembuhkan sakit fisik dan psikis. Sentuhan yang dihasilkan dari pelukan membantu mengurangi rasa sakit. Beberapa penyakit parah sering kali membuat penderitanya merasa frustasi, marah, tak mungkin penyakitnya bisa disembuhkan. Dengan pelukan, pasien yang prustasi ini merasa nyaman. Pelukan

memberikan energi positif pada emosi pasien. Sehingga mengubah emosi negatifnya menjadi emosi positif. Apalagi bila pasien mendapatkan pelukan dari orang yang dicintainya. Bukankah cinta itu adalah kekuatan yang maha dahsyat, dan pelukan adalah salah satu cara untuk menyatakan cinta, atau suatu bentuk cinta.
  • Transformasi Rasa Nyaman
Seorang master reiki di Mumbai , India , berkata,” pelukan adalah salah satu alat untuk bertransformasi. Dengan pelukan satu pribadi dengan pribadi lain semakin dekat. Jika hubungan Anda dengan orang lain renggang. Salah satu cara agar hubungan itu menghangat dengan memeluknya.. Jika rumah tangga Anda diambang kehancuran, cobalah memeluk pasangan Anda 20 kali sehari. Saya yakin Anda berdua tak akan bercerai. Selain itu, hidup Anda berdua akan lebih bahagia, sehat, dan awet muda. Serta Anda akan terhindar dari stress dan depresi.”
  • Pelukan: Tangan melingkar di bahu 
Tangan melingkar di bahu pasangan, tubuh ditegakkan, badan condong ke depan. Pada umumnya gerakan ini dilakukan pada saat berdansa. Menunjukkan rasa respect, sayang, dan kagum. Namun tidak memungkiri pelukan ini dilakukan saat Anda dan si dia sedang berada di beranda rumah, menikmati sinar bulan dan saling berpandangan. Wow, artinya Anda dan si dia sedang dimabuk cinta. 
  • Pelukan: Tangan Melingkar di dada 
Peluk dadanya dengan erat dan nikmati perasaan nyaman dan aman. Pelukan semacam ini menimbulkan suatu harapan baru dan kenyamanan luar biasa. Ketika perasaan tidak tenang dan gugup, suatu pelukan ini akan menenangkan dan meredakan kegelisahan serta kesedihan. 

Tips: biarkan tangan Anda mengusap lembut punggungnya setiap kali pelukan ini Anda lakukan. Tentunya ia akan merasakan kenyamanan luar biasa, sama seperti yang Anda rasakan. Ketika ada suatu permasalahan besar, setidaknya masalah ini akan berkurang.
  • Pelukan: Tangan melingkar di pinggang 
Letakkan tangan Anda di lingkar pinggangnya, raih secara lembut dan dekatkan pada tubuh Anda. Tentunya terbangun suatu kedekatan yang luar biasa saat Anda dan dia sama-sama merasakan kehangatan tubuh masing-masing. Letakkan kepala Anda di dadanya dan rasakan degup jantungnya. Nah, Anda tentu mendengar bahwa di setiap detak jantungnya hanya nama Anda yang disebut. Pelukan ini menandakan kepercayaan, rasa cinta, pasrah dan kenyamanan. 
  • Pelukan: Dari samping (kanan atau kiri) 
Peluk pinggangnya dari samping, kanan atau kiri, rebahkan kepala Anda dengan lembut di dadanya. Hmm...sudah mulai terasa kenyamanan itu kan? That's right, memang inilah yang Anda butuhkan. Suatu perasaan nyaman dan terlindungi. Kelebihan dari pelukan ini menunjukkan kedekatan antara Anda dan si dia. Sekaligus menjadi sinyal tatkala Anda ingin bercinta dengannya. 
  • Pelukan: Dari belakang 
Ada kalanya Anda memeluknya dari belakang. Saat ini dia merasa sangat nyaman, dan berpikir bahwa Anda sangat manja dan butuh perlindungan serta kasih sayang. Dan perasaan ini juga langsung tembus ke dalam dadanya. Kehangatan yang Anda berikan menyebar ke seluruh tubuhnya membuat ia tak akan pernah mau berpaling dari Anda. 

Di Indonesia juga beberapa negara lainnya berpelukan hanya dilakukan pada pasangan suami istri, saudara, orang tua ke anaknya. Di Amerika sebuah lembaga ada yang mengkoordinir untuk mengadakan Free Hug di jalanan. Jangan kaget jika suatu hari, saat Anda berkunjung ke Amerika dan Eropa, melihat beberapa orang dengan papan besar di dada, bertuliskan Free Hug. Mereka adalah para relawan yang memberikan terapi pelukan pada setiap orang yang membutuhkan.



6 Aksi Oknum Polisi yg Kurang Disiplin.

Artikel ini, bukan untuk menghakimi ataupun mempermalukan "oknum" Polisi yg kurang/tidak disiplin terhadap UU tentang Lalu Lintas. 

Tata tertib lalu lintas harus di hormati oleh siapapun, baik masyarakat bawah atau aparat pemerintah. Itu semua juga demi keselamatan para pengguna jalan.

Tertib lalu lintas selalu dipantau oleh aparat kepolisian bagian lalu lintas.

Setiap pelanggaran yang dilakukan masyarakat akan ditindak sesuai dengan pasal yang berlaku.  Untuk denda dalam setiap pelanggaran disesuaikan dengan bentuk kesalahan yang dilakukan dan undang-undang yang berlaku.

Aparat kepolisian sebagai panutan dan penegak disiplin lalu lintas mempunyai peran penting dalam pengamanan lalu lintas. Setiap ada pengendara yang melakukan kesalahan akan ditindak.

Tapi ada juga oknum polisi yang kurang disiplin dalam berkendara, mungkin lupa pasal yang pernah dibaca. Bisa juga melakukan karena 'terpaksa', sebab polisi yang menguasai lalu lintas dan tidak akan ada yang berani nilang.

Berikut beberapa trik oknum polisi yang tidak sepatutnya dicontoh oleh publik. Mereka seyogyanya juga perlu ditindak sesuai dengan aturan yang berlaku, agar masyarakat tidak kehilangan respek terhadap mereka.
  • Melewati Marka 



Polisi ini kayaknya sengaja untuk menembus marka, bisa juga karena buru-buru ke kantor. Saking terburu-buru jadi terlanjur melewati marka, meski itu hak pengguna jalan, saat rambu lalu lintas menyala merah.

Kayaknya polisi ini membutakan diri terhadap UU No 22 tahun 2009, atau jangan-jangan sudah buta warna!.

  • SMS Sambil Mengendarai Motor

Karena pentingnya informasi yang harus segera dibaca, (khawatir SMS dari komandan). Polisi ini lupa kalau sedang memakai seragam dan mengendarai motor kepolisian. Padahal mengangkat Hp dan Sms, ketika berkendara merupakan pelanggaran lalu lintas, tapi tidak untuk pak polisi ini. Karena dia yang pegang surat tilang.

'Jangan diingatkan kalau kecelakaan, akan tahu sendiri' 

  • Tanpa Plat Nomor

Diperkirakan plat nomor kendaraan pak polisi ini jatuh. Bisa juga sengaja motor bapak ini tidak dikasih plat nomor, sudah aman tidak ada yang nilang. Sebab Bapak tersebut tukang tilang.

Mungkin juga karena motornya baru jadi tanpa plat nomor, asal jangan dituduh penadah motor curian.

  • Tidak Menggunakan Helm

Polisi ini sengaja tidak menggunakan helm, karena dia dibonceng. Hal seperti itu merupakan pelanggaran yang disengaja.

Jangan mudah menganjurkan, menjalani sendiri itu lebih sulit.

  • Menggunakan Jalur Busway


Polisi ini kalau mau membuat pelanggaran tidak sendirian, bersama pengendara lain dia menggunakan jalur bus way. Maklum, sebab menghindari kemacetan di Jakarta memang sangat sulit, alternatifnya gunakan jalur Bus way.

Tapi biasanya polisi itu yang mengatur lalu lintas biar tidak macet. Bapak ini malah lari dari kemacetan!.

  • Tidak Menggunakan Lampu Sein

Polisi ini belok seenaknya tanpa menyalakan lampu sein. Mungkin karena kebiasaan di kampung.

Jangan-jangan terlalu sibuk untuk mengamati mobil BMW di depannya sehingga lupa untuk menyalakan lampu sein.

 

Guy's.. Jangan dicontoh yach, kelakukan para "oknum" polisi diatas. Peraturan Lalu Lintas itu, untuk melindungi kita2 juga.

Selasa, 26 Februari 2013

Mencari ketenangan Hati.


Setiap orang di dunia ini pasti mengharapkan ketenangan hati dan ketenangan jiwa, namun belum tentu bisa mewujudkannya. Ada banyak kasus menarik mengenai topik ini di antaranya, banyak orang yang sebenarnya tahu tetapi membuat aturan main sendiri, banyak orang tahu caranya tetapi lebih memilih cara lain yang sebenarnya dia tahu bahwa itu bertentangan, dan juga banyak orang yang tahu bagaimana menggapainya tetapi selalu mengulur waktu dan melakukan pembebasan atas kemauannya. Itulah kita.. Saya hanya memberikan renungan kembali, bukan menyalahkan siapa-siapa.


Ada banyak kebahagiaan yang telah kita nikmati selama hidup kita, tetapi ada juga banyak hal yang seharusnya kita nikmati dan syukuri tetapi kita malah melupakannya. Kita hanya fokus pada apa yang belum kita raih, dan apa yang kita telah kita dapatkan kita lupakan begitu saja untuk mengejar kesenangan hidup selanjutnya. Bila kepuasan diri yang kita kejar, maka yakinlah ketenangan hati dan ketenangan jiwa akan sulit kita ciptakan dalam keseharian kita. Kepuasan diri tidak salah jika kita kejar, tetapi rasa syukur atas apa yang telah kita raih harus ditanamkan juga dalam diri kita agar kita bisa tenang.

Bagaimana menciptakan ketenangan hati dan ketenangan jiwa? Saya rasa kita semua tahu jawabannya, yaitu kembali pada nilai akhlak agama. Agama telah terbukti membawa aturan-aturan hidup yang berlaku sepanjang masa, tidak perlu kita ragukan lagi. Ditambah pula dengan sejarah abadi manusia yang telah diceritakan secara turun temurun dari generasi ke generasi, seharusnya menambah kemantapan hati kita untuk teguh memegang nilai agama kita.

Satu hal penting yang diajarkan dalam agama kita adalah berbuat baik. Kata yang sangat sederhana, tetapi memiliki pembahasan yang sangat luas, apalagi kita tahu di dunia ini hanya dua sifat, baik dan buruk. Kalau bukan baik ya buruk. Kita pun sudah tahu sebagian besar (bahkan semuanya saya kira) hal yang baik di dunia ini, hal-hal baik yang akan membuat kita bisa mencapai taraf ketenangan hati dan ketenangan jiwa yang optimal. Dengan kata lain, kata kunci untuk mencapai ketenangan dalam hidup kita adalah berbuat baik. Dengan berbuat baik, maka kita akan terhindar dari masalah personal dengan orang lain, kita tidak memiliki musuh tetapi malah memiliki banyak teman yang membuat hidup kita semakin bermakna dan bahagia.

Tentunya termasuk dalam berbuat baik adalah dalam hubungan kita dengan Tuhan kita. Kita adalah makhluk yang diciptakan oleh-Nya untuk beribadah dan diberi ujian dan cobaan untuk mengetahui sejauh mana kekokohan iman kita. Dengan menyadari bahwa kita adalah makhluk yang semua hal sudah digariskan dan dibatasi oleh-Nya, tentu akan menumbuhkan kesadaran kita untuk bertawakkal kepada-Nya. Itulah ketenangan hati dan ketenangan jiwa yang sebenarnya.

Sesungguhnya ketenangan hati dan kesenangannya serta hilangnya rasa gundah dan resah merupakan keinginan setiap orang. Karena dengan demikian akan tercapai kehidupan yang tenteram, bahagia dan sejahtera. Untuk mencapai hal-hal tersebut diperlukan sarana-sarana yang bersifat religius, alami dan logika yang kesemuanya tidak akan dapat dicapai kecuali oleh muslim yang benar-benar mengamalkan dan mempraktekkan ajaran yang telah disampaikan Allah dalam Kitab Nya dan yang diajarkan oleh Baginda Muhammad SAW dalam sunnah-sunnahnya. Adapun selain mereka, walaupun dapat diraih salah satunya itupun setelah para pemikir mereka menguras pikirannya untuk itu, akan tetapi masih banyak hal lain yang terlewatkan yang lebih bermanfaat dan utama baik di dunia ini atau kehidupan berikutnya.
  • IMAN DAN AMAL SALEH
Sarana yang paling utama dan paling mendasar dalam masalah ini adalah beriman kepada Allah dan beramal Shaleh. Firman Allah ta’ala dalam surat An Nahl : 97
“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (An-Nahl: 97).

Allah ta’ala mengabarkan dan menjanjikan bagi siapa saja yang menggabungkan antara iman dan amal shaleh dengan kehidupan yang baik di dunia ini serta balasan kebaikan di dunia dan akhirat. Sebabnya jelas, karena orang-orang yang beriman kepada Allah ta’ala dengan iman yang benar dan berbuat amal shaleh yang dapat memperbaiki hati, akhlak, dunia dan akhirat, mereka memiliki pijakan dan landasan tempat menerima semua apa yang datang kepada mereka, baik yang berbentuk kebahagiaan dan kesenangan atau penderitaan dan kesedihan. Jika mereka mendapatkan sesuatu yang dicintai dan disenangi, mereka menerimanya dengan rasa syukur serta menggunakannya sesuai fungsinya, dan jika mereka menggunakannya atas dasar tersebut maka timbullah perasaan gembira seraya berharap agar kebaikan tersebut tetap ada padanya dan mengandung berkah serta berharap teraihnya pahala karena dia termasuk orang-orang yang mensyukurinya.
  • Berbuat Baik Terhadap Sesama Makhluk 
Termasuk yang dapat mengusir perasaan gundah dan gelisah dalam diri adalah berbuat baik kepada sesame makhluk baik itu dengan ucapan, perbuatan serta berbagai bentuk kebajikan. Dari Abu Dzar Jundub bin Junadah dan Abu Abdurrahman Muadz bin Jabbal r.a, Rosulullah saw bersabda, “Bertaqwalah kamu kepada Allah dimanapun kamu berada, iringilah kesalahan kamu dengan kebaikan niscaya ia dapat menghapuskan dan pergauilah semua manusia dengan budi pekerti yang baik.”(HR. Tirmidzi)

Dalam hadist ini ada 3 kandungan yang bisa kita petik.:
Yang pertama adalah hubungan kita kepada Allah swt (hablum minallah ) bertaqwa kepada Allah swt dimanapun kalian berada dalam konteks menjalankan apa yang Allah swt telah perintahkan kepada kita dan menjauhi hal-hal yang dilarang . Sebagai contoh adalah sholat .  Sholat merupakan pokok dan kewajiban dalam  islam. Dan merupakan hal pertama kali nantinya akan dihisab dan diminta pertanggung jawabannya oleh Allah swt. Sholat harus benar-benar dijaga dan diperhatikan baik itu waktu, tempat, dalam keadaan bagaimanapun juga serta dimanapun.  Karena kewajiban sholat wajib pada waktunya ini benar-benar diperhatikan oleh Allah. Firman Allah dalam surah an nisa : “Sesungguhnya sholat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”.

Maka, jika hal pokok saja tidak terlaksana dengan baik, tidak terlaksana dengan benar-benar, maka, hal yang tidak pokokpun bisa jadi akan terbengkalai, akan tidak bisa terlaksana. Karena sholat memiliki kandungan yang luar bisa, didalamnya melatih “kedisiplinan”,  sholat diwaktu-waktu yang telah ditentukan. Melatih konsentrasi “kekhusyu’an” Dalam hal kesehatanpun Dunia kedokteranpun membuktikan jika gerakan-gerakan dalam sholat  benar-benar mempraktekkan gerakan yang itu memiliki efek daya tahan yang luar bisa bagi tubuh. Inilah yang bisa kita lihat. Karena semua yang diperintahkan oleh Allah swt dan dicontohkan oleh rosulullah swt benar-benar mengandung manfaat dan rahasia dalam berbagai aspek. Jika kita tidak menemukan ketenangan dalam sholat dan dalam membaca ayat-ayatnya serta merenungkkannya, maka, dimana lagi kita akan menemukan ketenangan sebenarnya jika tidak pada keduanya

Yang kedua adalah hubungan yang berhubungan dengan diri kita sendiri, yaitu “senantiasa mengiringi kesalahan dengan kebaikan niscaya ia dapat menghapuskannya”. Manusia tidak pernah terlepas dari yang namanya salah dan dosa, karena manusia biasa bukanlah Rosulullah saw yang ma’sum terhindar dari setiap salah dan dosa. Namun sebaik-baik manusia, seorang muslim, adalah apabila mereka melakukan kesalahan dan dosa, ia segera kembali kepada Allah. Bertaubat dan menyesali perbuatan salah dan dosa yang telah ia lakukan. Berusaha mengimbangi kesalahn-kesalahan yang telah ia lakukan dengan kebaikan-kebaikan. Karena dengan kebaikan-kebaikan itulah yang nantinya akan menghapus salah dan dosa yang ia lakukan. Dan kandungan ketika dari hadist ini adalah “pergauilah semua manusia dengan budi pekerti yang baik” inilah (hablum minannas) menjaga, menjalin, dan menyambung hubungan diantara manusia dengan akhlak yang baik, dengan akhlak yang terpuji. Sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Baginda Rosulullah saw dalam berbagai hal dan berbagai aspek. ”Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia”. (HR. Al Bukhori). Ketika Ibunda Aisyah Radhiyallahu ‘anha ditanya “bagaimanakah akhlak rosulullah saw”, beliau menjawab “Akhlak beliau adalah Al Qur’an” .
Berdzikir artinya mengingat, dzikrullah berarti Mengingat Allah swt. Menjadi hal yang sangat-sangat menakjubkan ketika kita menjadikan hati kita menjadi begitu dekat dengan Allah. Subhanallah… “Ingatlah hanya dengan mengingat Allah hati kita menjadi tenang” (Ar Ra’ad : 28).

Dengan kekhususannya, dzikirullah, mengingat Allah benar-benar memberikan peran yang sangat besar dlam diri individu untuk meraih semua yang diminta dan semua yang diinginkan seorang hamba kepada Allah swt. Dzikrullah, mengingat Allah hendaklah selalu ditanamkan dalam diri seorang hamba. Agar Allah juga selalu mengingat kita. Berdoa’alah kepadaku, ingatlah kepadaku. Niscaya Aku (Allah swt) akan mengingat kalian. Maka Apakah yang akan diperoleh oleh orang yang telah kehilangan Allah dari dalam dirinya? Dan apakah yang harus divari oleh orang yang telah “menemukan” Allah dari dalam dirinya?. Inilah dua hal yang tidak akan pernah sama karena orang yang benar-benar telah menemukan Allah swt dari dalam dirinya akan mendapatkan segala apa yang ia inginkan, sedangkan orang yang tidak menemukan Allah dalam dirinya maka ia akan benar-benar akan  kehilangan segalanya.

Hidup adalah perjuangan, hidup adalah pilihan, hidup adalah anugerah, dan lain-lain. Tapi sayang, kadang kita hanya mensyukuri nikmat dan rizki-Nya saja. Padahal musibah dan bencana juga harus atau perlu disyukuri, kenapa? Karena dengan bencana dan musibah kita akan menjadi semakin tahu, sabar dan tegar didalam menjalani hidup ini. Karena sandungan dalam hidup ini bukan hanya kerikil, tapi juga karang yang tinggi, terjal dan berliku-liku. Kalau sekarang ini kita dihadapkan kepada suatu masalah yang rumit atau complicated, maka apa yang harus kita lakukan? Yang harus kita lakukan adalah selalu yakin dan percaya bahwa semua yang kita hadapi sekarang ini pasti ada ujung dan muaranya.

("Aku tidak akan memberikan beban kepada umat-Ku melebihi batas kemampuan umat tersebut").

Contoh: Kalau beban yang harus kita pikul itu maksimal 1 KG, maka Tuhan tidak akan memberikan beban lebih dari 1 KG kepada kita. Jadi, percaya dan yakinlah kalau kita sekarang ini dihadapkan kepada suatu masalah yang rumit, maka kita pasti akan bisa keluar dan mendapat solusi dari masalah yang kita hadapi tersebut, tentunya dengan hasil yang baik.
Salah satu do'a yang selalu saya panjatkan kepada-Nya adalah:
"Ya Allah.... Janganlah Engkau memberikan sifat lupa kepadaku akan Engkau, dimanapun, kemanapun, dan dengan siapapun aku ada dan berada". Belajarlah hidup dan berjalan seperti arus air yang mengalir di sungai, selalu ke bawah dan mencari tempat yang lebih rendah (walaupun manusia itu dikodradkan untuk tidak pernah merasa puas terhadap apapun yang sudah di raih), karena setiap langkah-langkah kaki kita dan setiap tarikan nafas kita pasti ada muaranya. ("Setiap yang hidup atau bernafas pasti akan mati").

Dunia ini hanya seperti panci, dan kita ini hanya seperti sepotong kue diatas panci tersebut. Kadang kita angkuh, congkak seraya membusungkan dada, seakan-akan kita seperti dewa. Padahal kita tak pantas untuk angkuh atau sombong. Berjalanlah seperti arus sungai yang mengalir, agar engkau tahu siapa dirimu sebenarnya. Dan agar engkau jauh dari keangkuhan dan nafsu yang tak berkesudahan.

Siapakah diri kita.? Anda tahu.? Diri kita ini hanya makhluk kecil dan lemah, yang apabila terkena hembusan angin saja kita terhempas, yang apabila terkena tetesan embun saja kita hanyut dan karam.
  • Carilah sesuatu atau hal-hal yang baru yang belum pernah diketahui sebelumnya.
"Aku mencoba menggali sesuatu yang belum pernah ada, dan berusaha belajar mencari tahu sesuatu yang baru. Dan ketika aku sudah menemukan sesuatu itu, seketika itu   juga aku sadar bahwa ternyata aku masih bodoh dan dungu. Lalu, aku berkata:  “Sesungguhnya apakah pantas manusia menyandang predikat kesombongan?”

Kadang saya merasa jenuh  dan muak terhadap kehidupan saya sekarang ini (Anda juga kan?), tapi saya selalu berusaha tersenyum dan tertawa seakan-akan tidak terjadi apa-apa, padahal senyum dan tawa saya itu hanya formalitas belaka untuk menutupi semuanya, kenapa? Karena saya selalu yakin dan percaya bahwa Tuhan selalu bersama saya, dan kasih sayang-Nya juga selalu memayungi saya.
Salah satu potongan lirik lagu dari Robbie Williams:

when i'm feeling weak
and my pain walks down a one way street
i look above
and i know, i'll always be bless with love

Kurang lebih artinya begini:
ketika aku merasa lelah
dan aku sedih berjalan menunduk di jalan satu arah
aku melihat keatas
dan aku tahu, aku selalu diberkati dengan cinta

Carilah sesuatu atau hal-hal yang baru, bisa melalui membaca buku, browsing di internet, membaca majalah, koran, jalan-jalan ke tempat-tempat wisata dan lain-lain. Tapi ingat! Jangan sombong dan lakukan dengan cara-cara yang baik.
  • Memaafkan dan meminta maaf.
Manusia adalah tempat salah dan lupa. Orang yang baik bukanlah orang yang tidak pernah melakukan kesalahan, tapi orang yang baik adalah orang yang mau mengakui kesalahanya dan memperbaikinya, dan orang yang baik adalah orang yang bisa bermanfaat bagi orang lain. Tuhan itu Maha Pemaaf, lalu kenapa kita tidak bisa melakukanya. Padahal kita hanya makhluk-Nya yang sangat amat kecil dan lemah.
  • Belajarlah menerima kekurangan
Kalau kita diminta untuk menerima kelebihan, maka itu suatu hal yang mudah untuk dilakukan. Tapi bayangkan jika kita diminta untuk menerima kekurangan, maka saya yakin itu suatu hal yang sulit  untuk dilakukan. Padahal setiap manusia mempunyai kekurangan dan kelebihan masing-masing, ada yang sama dan ada yang beda.
  • Tataplah kedepan.
Setiap kita tentunya punya impian, cita-cita dan harapan. Tapi kadang apa yang kita alami sekarang ini tak sesuai dengan apa yang sudah direncanakan, lalu apa yang harus kita lakukan jika impian, cita-cita dan harapan itu tak menjadi nyata atau tak sesuai dengan apa yang sudah direncanakan? Yang harus kita lakukan adalah mengoreksi diri sendiri (jangan malah melimpahkan kesalahan atau kegagalan kita kepada orang lain). Teruslah dan tetaplah menatap ke depan sambil mengoreksi kesalahan-kesalahan yang membuat kita gagal. Di ibaratkan jika kita sedang meniti tangga, maka janganlah melihat ke bawah. Tetapi jika kita sudah sampai di puncak tangga itu, maka yang harus kita lakukan adalah melihat ke bawah, kenapa? Karena dengan melihat ke bawah akan menjauhkan kita dari sifat kesombongan dan nafsu yang tak berkesudahan.
  • Ketika ketidakpedulian tak menghampiri
Tuhan menciptakan kita untuk saling mengenal, untuk saling tolong menolong didalam kebaikan, dan Tuhan menciptakan kita berpasang-pasangan. Tapi kadang kita merasa semuanya pergi menjauh ketika kita di dera masalah, teman-teman kita pergi, kekasih kita cuek bebek, keluarga kita tak peduli. Padahal kita berharap adanya bantuan ketika kita di dera masalah. Lalu apa yang harus kita lakukan ketika kita mendapati diri kita seperti itu? Yang harus kita lakukan adalah menyerahkan semuanya kepada-Nya, kenapa? Karena jodoh, hidup, mati dan rizki ada di tangan Tuhan. Walaupun teman-teman kita tak menghampiri, walaupun keluarga kita tak peduli, dan walaupun kekasih kita menjauh pergi, tapi yakinlah bahwa Tuhan selalu ada bersama kita (jika kita sendiri, maka yang kedua itu adalah Tuhan. Jika kita berdua, maka yang ketiga itu adalah Tuhan, dan seterusnya).  Jadilah sahabat yang baik untuk dirimu sendiri, untuk kekasihmu, untuk keluargamu, untuk teman-temanmu dan untuk orang lain.

Sahabatmu adalah kebutuhan jiwamu yang terpenuhi. Dialah ladang hati yang dengan kasih kau taburi dan kau pungut buahnya penuh rasa terima kasih. Kau menghampirinya di kala hati gersang kelaparan, dan mencarinya di kala jiwa membutuhkan kedamaian. Janganlah ada tujuan lain dari persahabatan kecuali saling memperkaya jiwa. (Kahlil Gibran)
  • Janganlah mencintai seseorang karena suatu alasan tertentu.
Hari ini kita punya kekasih dan orang-orang didekat kita yang menyayangi kita atau kita sayangi. Tapi apakah kita tahu untuk apa dan karena apa kita mencintai mereka semua? Kalau jawaban kita adalah “aku mencintainya karena kecantikanya / ketampananya / hartanya, dan lain-lain.” Maka itu bukan suatu jawaban, tapi itu adalah hitung-hitungan, padahal cinta yang baik tak pernah mengajarkan hitung-menghitung. Jika kita mencintai seseorang, maka cintailah karena agamanya, jangan karena hartanya atau rupanya.

Dalam wasiat Ibnu Jinni kepada putera-puteranya: “Anak-anakku, jangan menjadikan kecantikan wanita dan mulianya keturunan seorang wanita sebagai suatu alasan untuk meminangnya, sesungguhnya pria yang menikahi wanita terhormat itu akan menjadi pijakan kemuliannya; kecantikan di waktu muda, akan hilang oleh usia, sedangkan sifat harta benda adalah gampang datang dan gampang pergi; maka tinggal agama saja yang tersisa; oleh sebab itu, carilah wanita yang beragama, niscaya kamu di berkati.”

Rosululloh bersabda:
“Seorang wanita dinikahi karena 4 hal, yaitu: Karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya, dan karena agamanya. Maka carilah wanita-wanita yang beragama, niscaya kamu beruntung.”

 Kedua penegasan diatas juga bisa di aplikasikan oleh wanita didalam mencari pasangan hidup/pria.
  • Belajarlah disiplin atau on time
Salah satu cara untuk membuat kita disiplin adalah dengan membuat catatan kecil (bisa menuliskannya didalam kertas, mobile divice, komputer dan lain-lain). Kadang kita sering lupa  di waktu pagi dengan rencana-rencana yang sudah kita susun di waktu malam hari, dan ketika  kita ingat rencana-rencana itu, tapi ingatnya waktu sore hari atau bahkan setelah berganti hari. Padahal seharusnya rencana-rencana itu harus direalisasikan sebelum berganti hari.  Nah, solusi yang sederhana adalah dengan membuat catatan kecil itu, agar semuanya berjalan sesuai rencana.
  • Ketika waktu tak berpihak.
Ketika kita gagal atau terpuruk, maka mungkin kita akan berkata: “Kali ini waktu tak berpihak kepadaku”. Hidup ini seperti memasang taruhan di Casino atau rumah-rumah judi, begitu juga dengan rencana-rencana yang sudah  di susun. Kenyataan yang tak sesuai dengan rencana memang pahit dan begitu sulit untuk diterima, begitu juga dengan ketika kita memasang taruhan di Casino tapi kita tidak menang, kita kalah, kita gagal. Padahal didalam otak kita hanya ada kata menang, menang dan menang. Lalu apa yang harus kita lakukan ketika kegagalan itu menghancurkan semua rencana-rencana? Ynag harus kita lakukan adalah menerima semuanya dengan lapang dada, mengambil hikmahnya, dan selalu optimis, kenapa? Karena yang dibawah tak selamanya berada dibawah, karena yang diatas tak selamanya berada diatas, kenapa? Karena roda kehidupan itu bulat dan berputar.

Hendaknya seorang mukmin menyibukkan dirinya untuk meraih kepuasan hati, ketenteraman hidup dan ketenangan jiwanya dengan melakukan shalat secara benar dan khusyu’. Dengan demikian, ia merasa tenang ketika berhadapan dengan Rabb-nya. Hatinya menjadi tenteram, lalu diikuti ketenangan dan ketenteraman tersebut oleh seluruh anggota tubuhnya. Dari sini, ia akan merasakan kedamaian hati dan ketenangan jiwa yang luar biasa. Dia memuji Rabb dengan segala macam pujian di dalam shalatnya. Bahkan, ia berkata kepada Rabb-nya إِيَّاكَ نَعْبُدُ وإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ (hanya Engkaulah yang kami sembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan). Dia memohon kepada Rabb-nya segala kebutuhannya. Dan yang terpenting dari seluruh kebutuhannya adalah memohon untuk istiqamah (konsisten) di atas jalan yang lurus. Yang dengannya terwujudlah kebahagiaan di dunia dan akhirat. Dia pun berkata اِهْدِنَا الصِّرَاطَ المُستَقِيمَ (Tunjukilah kami jalan yang lurus). Dia mengagungkan Rabb-nya saat ruku’ dan sujud, dan memperbanyak doa di dalam sujudnya.


Ketenangan hati,
mampirnya dengan Ilahi
meminggirnya dengan syaitan keji
datnganya dijemput
tidak sekali bergolek sendiri

ketenangan hati,
tibanya bersama cahaya
menjauhnya datang gelita
semua mencari, mencari
tapi jarang yang berjumpa
kerna Ilahi telah mereka lupa

ketenangan hati,
bukannya satu ilusi
tetapi kehadirannya hakiki
hanya merapat kepada menyedari
menjarak kepada yang lalai sendiri

ketenangan hati,
takkan kau jumpai
selain merapat kepada Yang Menciptakan diri
selain itu kau kan terus sunyi
sepi dan terseksa sendiri.