Rabu, 21 November 2012

Pasar Antik di Jakarta

  • Pasar Barang Antik


Pasar barang antik banyak menyediakan benda-benda bersejarah dan bisa dikatakan kuno karena sekarang tidak digunakan lagi. Namun, bagi pemburu barang antik, pasar jenis ini menjadi salah satu tempat yang paling menyenangkan karena mereka dapat berburu benda-benda kuno namun masih layak untuk dipajang dan dinikmati. Sebagian barang antik itu pun masih ada dalam keadaan baik karena dirawat. Soal harga, kamu masih bisa menawar. Jadi, jangan khawatir. Dan kalau kamu beruntung, kamu pun bisa mendapatkan harga miring. Lumayan kan?

BILA sekali waktu Anda lewat Cikini atau Menteng, cobalah menyempatkan ke jalan Surabaya. Perhatikanlah sepanjang jalan itu. Jalan Surabaya, sangat terkenal dengan barang-barang antiknya. Karena itu, pasar ini pun dinamakan pasar antik Jakarta.

Jalan Surabaya, Jakarta Pusat, dikenal sebagai Pasar Antik Jakarta. Dibandingkan tempat lainnya, lokasi ini merupakan yang paling terkenal. Puluhan kios barang antik berjejer sepanjang jalan itu. Yang dijual berupa barang pecah belah, seperti guci, piring, alat-alat kapal, lampu hias, wayang kulit serta ratusan barang antik lainnya yang terbuat dari kuningan atau tembaga.  Keberadaan pasar antik di Jakarta tidak diketahui secara pasti kapan waktunya. Diperkirakan para pedagang pasar sudah ada di sana sejak 30-40 silam (Sekitar tahun 1960-an). Sebelum ada pasar barang antik, di sini dulunya pasar loak, yaitu tempat orang menjual barang-barang bekas, seperti baju, celana, kipas angin dan sejumlah barang elektronik lainnya. Namun, ketika tahun 1971, saat itu sudah banyak yang menjual barang-barang antik, seperti alat-alat kapal, teropong, kompas, lampu, setir kapal dan lainnya. Begitu juga dengan guci, porselin dan keramik. Semuanya sudah ada hingga saat ini.  Selama kurang lebih dari tiga dasawarsa, sebelum krisis moneter (Krismon) tahun 1998, pedagang barang antik banyak meraup keuntungan. Kebanyakan pembeli adalah bule (Turis asing). Mereka umumnya membeli barang-barang, seperti porselin dan guci dari Cina. Namun, banyak juga yang membeli barang antik berupa alat kapal, seperti kompas, teropong nahkoda, helm untuk berenang, hingga setir kapal.

Harga yang ditawarkan sangat bervariasi, tergantung jenisnya. Ada yang dijual Rp 20 ribuan, seperti wayang kulit, dan ada yang hingga bernilai Rp 5 juta, seperti lampu hias besar. Akan tetapi, sejak krisis moneter kehidupan para pedagang barang antik di kawasan ini berubah. Omzet penjualan turun. Sejumlah investor asing hengkang. Akibatnya, para penikmat atau kolektor barang antik menjadi berkurang.  Idan Kusnadi, Wito, dan Is juga mengamini sulitnya kondisi sekarang. Menurut Idan, selama kurang lebih 20-25 tahun ia menjadi pedagang barang antik di Jalan Surabaya ini, sejak reformasi hingga saat ini ia kurang beruntung. “Sekarang sangat susah mendapatkan pembeli. Kalau mau jual barang antik malah makin banyak,” kata pria berusia 45 tahun ini. Para pedagang antik sangat berharap kondisi ekonomi, stabilitas politik Indonesia bisa stabil dan berjalan dengan baik. Karena itu, mereka mengharapkan pemerintah terus memperbaiki kinerja untuk menjaga stabilitas ekonomi, politik, keamanan dan sosial-budaya



  • Pasar Subuh



Jakarta..Oh..Jakarta..seakan tak pernah mati. Dari mulai pagi, siang, petang, hingga malam, keramaian dipastikan dapat ditemukan di pusat-pusat kota maupun sudut-sudut kota. Bahkan hingga subuh sekalipun!

Salah satu gambaran menarik dari keadaan subuh kota Jakarta adalah apalagi kalau bukan Pasar Kue Subuh! Kala mayoritas masyarakat Jakarta masih terlelap dalam mimpi indah, sebagian masyarakat lain sudah sibuk bertransaksi dagang. Bukan hanya dagang sayur-mayur, buah, atau daging seperti yang sering kita lihat, namun kue-kue pun juga.

Ingin mencari kue-kue lezat dalam jumlah banyak dengan harga miring? Kue tart? Kue tradisional? Kue modern? Pasar Kue Subuh jawabannya! Memang butuh pengorbanan untuk bangun pagi-pagi, namun pengorbanan terbayar dengan tersedianya (hampir) seluruh jenis kue, murahnya harga kue, namun tetap dengan kualitas yang cukup oke! Semakin banyak kue yang dibeli, maka kemungkinan kortingan harga juga semakin besar!

Sepanjang sejarah, Jakarta memiliki dua pasar kue subuh yang sudah terkenal sejak dulu, yakni Pasar Kue Subuh Blok-M dan Pasar Kue Subuh Senen. Namun, dalam perkembangannya, kini mulai bermunculan pasar-pasar kecil dengan konsep hampir semua pedagangnya menjual kue-kue di waktu subuh. Dalam artikel edisi ini, kami hanya mengekspos tiga tempat pasar kue subuh. Bagi yang belum terekspos, maaf-maaf saja..Di lain kesempatan akan kami ekspos..:)

Blok M
Memasuki kawasan Blok M, hingar bingar restoran dan klub-klub malam mulai berakhir di kala pagi mulai menjelang dan digantikan oleh hiruk pikuk para penjual kue. Jangan kira kalau subuh-subuh nggak ada pembeli, justru ramai! Apalagi kalau hari libur! Lautan manusia serasa berbaur dengan lautan kue!

Apa saja kuenya? Banyak! Dari mulai kue tart buat ulangtahun, buat kawinan (bisa pesan dulu), kue-kue tradisional, puding, pie, sampai pempek. Risoles? Lemper? Pastel? Uh, ribuan jumlahnya! Jangan takut kehabisan karena penjualnya banyak banget! Jangan takut salah pesan, soalnya si penjual kadang membolehkan kita mencicipi rasa kuenya. Penjualnya kadang merekomendasikan kue-kue apa yang enak atau yang sedang ‘in’.

Selain kue-kue, tersedia pula makanan jenis lain seperti ayam bakar, ayam goreng, dan pepes ikan. Kios-kios yang menyediakan makanan untuk sarapan juga ada, seperti lontong sayur maupun bubur ayam. Setelah puas belanja kue, kini waktunya mengisi perut!

Harganya? Cukup terjangkau! Untuk kue-kue, bahkan ada yang harganya dimulai dari Rp. 350 perak! Yah, sama seperti Anda mau beli baju, pintar-pintarlah menawar. Namun, agak hati-hati nih di sini. Pasalnya, kawasan pasar tersebut cukup nyampur  dengan jalan dan parkiran kendaraan bermotor. Makanya jangan asal bengong di tengah jalan sini. Ya, maklum sih kalau pagi-pagi buta masih ngantuk.

Senen
Nggak kalah dengan yang di Blok M, kue-kue di Senen juga tak kalah lengkapnya! Coba datangi kawasan ini pagi-pagi buta! Hampir bisa mengalahkan demonstrasi mahasiswa di istana negara..hehe..Umumnya, yang ke sini membeli kue-kue dalam jumlah besar. Ada yang untuk keperluan pesta atau memang untuk dijual kembali.
Untuk urusan harga, seperti biasa, semakin borongan tentu semakin murah. Range harga pun beranekaragam. Dari mulai Rp. 500-an, Rp. 1.000-an, bahkan Rp. 20.000-50.000-an untuk kue tart.

Sama halnya dengan di Blok M, pedagang kue di sini juga membolehkan pengunjung untuk meng-icip-icip beberapa kuenya, supaya percaya rasa dan kualitasnya. Hmm..siapa yang nggak menolak melihat kue-ke mungil nan cantik serta menggugah selera?

“Gue sih biasanya kalau jogging tiap pagi, suka ke sini. Apalagi kalau baru gajian. Langsung deh ngeborong kue-kue walaupun nggak ada acara juga.” cerita Asti. “Mau sekedar cuci mata pun nggak mungkin bisa, perut pun jadi ikut-ikutan lapar, pasti beli deh kue-kuenya kalau ke sini!” cerita Vino, yang sering menemani Ibunya berbelanja kue di pasar kue Subuh Senen.

Bintaro
Bintaro juga tidak ketinggalan. Kini, setiap Minggu subuh, aktivitas di kawasan Bintaro Trade Centre terlihat ramai. Rupanya, pasar kue subuh sedang ‘in’ di situ! Awalnya memang hanya beberapa pedagang saja. Namun, lama-lama, karena cepat ludesnya dagangan beberapa pedagang itu, akhirnya membuat orang-orang lain tergiur untuk berdagang kue di situ. Aneka jenis kue yang ditawarkan pun kurang lebih sama dengan yang di Blok M ataupun di Senen. Jelas saja, sebab konon pedagang-pedagangnya juga dari komunitas pedagang kue subuh Senen. Range harganya pun juga tidak beda jauh. 

“Buat gue yang tinggal di daerah Bintaro, keberadaan kue subuh di sini cukup membantu! Soalnya keluarga gue cukup sering ngadain acara keluarga hari Minggu. Jadi mau beli kue-kue nggak perlu jauh-jauh ke Blok M lagi!” komentar Rista, salah seorang mahasiswi yang aktif ikut Ibunya berbelanja kue subuh.

Untuk soal kue-kue dan makanan ringan, temanmakan.com tetap merekomendasikan pasar kue subuh sebagai lahannya. Efektif dan efisien! Semua jenis kue tersedia untuk berbagai acara dengan harga yang miring. Cuma, nih..yah ada yang sedikit meng-ilfilkan..Kalau lalat-lalat kecil sudah mulai nempel ke kue yang ini dan yang itu, rasanya jadi nggak napsu beli. Jadi, make sure kalau kue yang Anda beli itu bebas dari serbuan lalat-lalat itu. Minta kue-kue yang baru (yang belum di-display) juga bisa!Hmm..bicara soal bisnis, jangan kaget kalau para pedagang kue subuh itu setiap bulannya bisa untung berjuta-juta! Meskipun Jakarta adalah kota metropolitan, keberadaan pasar kue subuh itu sendiri adalah suatu kebutuhan masyarakat. Makanya, tidak heran kan kalau pasar kue subuh ini sangat diminati masyarakat. Wuih..tertarik untuk ikut berbisnis?


  • Pasar Mainan

Karena dinamakan pasar mainan,  maka pasar ini banyak sekali menjual berbagai macam produk mainan untuk anak-anak. Harga yang ditawarkan di pasar mainan pun biasanya murah meriah. Berbagai macam model, tipe, warna, dan harga dijual di pasar mainan.
Banyak orang tua yang sengaja mampir ke pasar mainan untuk membelikan mainan buat anak-anak mereka. Maka, tidak heran bila pasar mainan sering juga disebut dengan pasar senggol. Pasar pun akan semakin ramai di akhir pekan, misalnya hari Sabtu, Minggu, dan hari libur.

Jakarta dibanjiri pusat belanja modern yang begitu megah. Dalam sebuah kawasan prestisius, bahkan Anda bisa menemukan 6 pusat belanja dengan jarak ‘selemparan batu’. Jakarta adalah kota belanja.

Pasar juga dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi traveler. Di Pasar Gembrong misalnya, Anda dapat mengajak buah hati untuk berbelanja mainan anak yang beraneka macam. Agenda traveling yang mengasyikan!

Mainan selalu menjadi incaran si kecil. Di Jakarta, Anda bisa mengajak si kecil berburu mainan di Pasar Gembrong. Ada berbagai jenis mainan yang sangat menarik dan juga seru. Pasar Gembrong bisa menjadi destinasi untuk mengatasi kebosanan si kecil. Pasar yang berada di sebelah kiri perempatan Jl Basuki Rahmat dengan Jl D Panjaitan dari arah Kampung Melayu ini memang sudah terkenal sebagai sentra pasar mainan. Di Pasar Gembrong, banyak pilihan mainan dengan kualitas yang tak kalah dengan mal. Selain itu, harganya pun lebih murah dan Anda bisa melakukan tawar menawar. Hal inilah yang menjadi alasan banyak para orang tua yang mengajak buah hatinya untuk belanja mainan di sini.

"Kalau di sini harga mainannya masih bisa dapat murah. Apalagi kalau beli kodian. Karena banyak juga pedagang mainan eceran yang mengambil barangnya dari sini," ujar salah satu penjual di Pasar Gembrong yang detikTravel temui beberapa waktu lalu. Tentu saja murah, karena pasar ini menawarkan harga dengan perbedaan harga sekitar 10%-20% dengan toko-toko di luar Pasar Gembrong. Selain itu, pembeli bisa melakukan tawar-menawar dan kalau tidak sesuai bisa beralih ke lapak yang lain. Bisa jadi para pedagang di setiap tokonya membuka harga yang berbeda sehingga Anda bisa menawar sampai harga yang paling minim.

Hampir semua lapak di sini menjual mainan. Mulai dari bola, lego, pistol-pistolan, boneka, barbie, sampai mainan untuk orang dewasa seperti aeromodeling, mobil RC dan Air Soft Gun juga ada di sini. Tidak hanya itu, di sini juga banyak dijajakan suku cadang untuk mainan-mainan tersebut. Kalau Anda terus berjalan menyusuri jalan di Pasar Gembrong pasti akan menemukan lebih banyak pedagang yang menjual aneka karpet lucu dan sepeda. Pasar ini biasanya buka mulai pukul 09.00 WIB sampai 18.00 WIB.

  • Pasar Ikan Hias


Bagi mereka yang menyukai ikan hias, pasar ikan hias dapat menjadi pasar yang paling menyenangkan untuk dikunjungi. Berbagai macam ikan dijual disana. Baik ikan berukuran besar, maupun ikan berukuran besar. Selain menjual ikan, pasar ikan hias juga menyediakan berbagai macam peralatan yang mendukung, misalnya akuarium, slang oksigen, dan lainnya. Nah, untuk mendapatkan informasi yang lebih detail, kamu bisa tanyakan langsung pada penjual ikan. Jadi, kamu bisa belajar, sekalian berbelanja ikan hias, kan?

Mencari tempat penjual ikan hias yang lengkap di Jakarta, datang saja ke Pasar Ikan Hias Sumenep. Pasar ikan hias ini merupakan salah satu pasar ikan hias yang terlengkap di Jakarta, dalam hal koleksi ikannya. Dari ikan air tawar sampai air laut tersedia di pasar ini. 

Ditempat ini dapat kita temukan berbagai koleksi ikan laut yang unik dan langka. Selama ini mungkin kita hanya menyaksikan pada layar TV atau dilaut yang dalam, tetapi di Pasar Ikan Sumenep ini kita bisa lihat Kuda Laut, ikan Hiu, Lion Fish dan sebagainya. Untuk ikan tawar yang menjadi primadona adalah ikan Koei yang banyak terlihat disetiap kios ikan di sini. Bahkan disepanjang lorong kios itu terlihat bak-bak ikan Koei dari ukuran yang besar sampai yang kecil. Semua ikan disini sangat menarik dan beragam warnanya. Disini berkumpul sejumlah pedagang ikan dari kios yang ukuran kecil sampai yang besar, Bahkan ikan atau barang yang diperdagangkan bisa mencapai ratusan juta rupiah. Jadi bila anda hobby ikan hias jangan lewatkan tempat yang satu itu. Letaknya ada di Jalan Sumenep, Menteng Jakarta Pusat. Posisi dari pasar hias ini dekat bawah jembatan fly over Latuharhary, Menteng. Bila menjelang hari libur atau sabtu dan minggu, tempat ini biasanya penuh dengan pengunjung yang ingin membeli atau sekedar melihat-lihat koleksi ikan disana. Tempat ini bisa menjadi tempat wisata yang gratis bagi warga Jakarta yang ingin menikmati keindahan ikan hias. Jam buka pasar ikan hias ini dari jam 9 pagi sampai jam 6 sore.


  • Pasar Barang Bekas

Namanya saja pasar barang bekas. Disini, kamu akan bisa menemukan berbagai macam produk barang bekas yang masih layak dipakai. Barang bekas yang biasa dijumpai di pasar ini misalnya adalah sepatu, baju, jam, jaket, tas, handphone, dan lain sebagainya. Karena merupakan barang bekas, kamu pun perlu teliti untuk memeriksa barang yang akan dibeli. Bila tidak, kamu akan rugi karena mungkin saja barang bekas yang kamu beli telah cacat dan rusak.

Ingin belanja barang berkualitas dengan harga murah? 

Anda tidak perlu bingung cari lokasinya. Di Jakarta ada pasar khusus yang menjual barang barang bekas dengan kualitas tinggi. Anda bisa langsung ke Proyek/Pasar Senen Pasar tersebut berada di bilangan Jakarta Pusat.

Di Pasar Senen, Anda bisa temukan baju, sepatu dan tas bekas berkualitas dengan harga murah. Namun, anda juga harus berhati-hati dalam memilihnya. Kalau anda tidak teliti, bisa saja anda mendapkan barang yang mengecewakan.

Selain Pasar Senen, di Bandung juga punya tempat khusus yang menjual barang bekas. Sesuai dengan julukannya Bandung, Paris Van Java, semua jenis pakaian yang kita mau pasti kita temui di Bandung. Mulai dari pakaian yang baru ataupun pakaian bekas, yang dijual dengan harga sangat miring.

Toko yang menjual barang bekas di Bandung adalah Babe atau barang bekas, yang terletak dijalan Riau. Babe adalah toko barang loak yang memliki konsep glamor. Babe mampu membuat konsep layanan bagi pembelinya bahwa Anda tidak perlu malu untuk membeli barang bekas, asal berkualitas.

Dan ada satu lagi yaitu di Old and New. Toko ini juga menjadi salah satu toko yang menjual barang bekas dengan kualitas yang cukup bagus. Di toko ini, anda tidak hanya bisa berbelanja pakaian saja, tetapi jika anda ingin berburu barang-barang klasik juga bisa anda dapatkan di toko tersebut. 

Jadi, bagi anda yang ingin berbelanja barang dengan harga yang murah,dan berkualitas  tak ada salahnya anda mencoba datang ke tempat tersebut.


  • Pasar Batu Akik Dan Perhiasan

Pasar batu akik dan perhiasan banyak memberi pilihan warna dan model. Batu akiknya pun sangat beragam. Buat kamu yang memang suka dengan batu-batuan berwarna, pasar ini dapat menjadi tempat tongkrongan yang sangat cocok. Nah, kalau kamu berniat untuk membeli produk di pasar batu akik dan perhiasan, kamu harus pintar menawar. Selain itu, kamu juga bisa memesan perhiasan dan meminta perajin untuk membuatkannya. Bila kamu punya batu hias sendiri dan ingin membuat perhiasan, kamu juga bisa berkonsultasi dan minta perajin untuk membuatkannya untuk kamu. Cukup mudah, bukan?

Ini dia alternatif libur akhir pekan kali ini. Pasar Batu Aji Jatinegara yang menjadi sentra jual beli batu-batu mulia, punya semacam museum mini dengan koleksi berbagai batu mulia. Wow!

Sebelum berganti menjadi Jakarta Gems Center, pasar ini sudah terkenal sebagai Pasar Batu Aji Rawa Bening. Setelah renovasi, pasar yang terletak di depan Stasiun Jatinegara, Jakarta Timur ini menjadi gedung 4 lantai yang nyaman dan sangat teratur. Lapak-lapak pedagang tertata rapih, ruangan ber-AC, parkiran yang nyaman, dan fasilitas sperti masjid, laboratorium sertifikasi, ruang pembuatan batu, dan parkiran yang sangat nyaman. Setiap harinya Pasar Rawa Bening ini dipenuhi oleh pedagang, pecinta batu akik, sampai turis-turis yang hanya sekadar ingin berjalan-jalan saja. Pasar tematik ini ternyata sudah terkenal hingga ke mancanegara. Perlu Anda ketahui, ini merupakan pasar batu akik terbesar kedua di Asia Tenggara setelah Gem Tower and Building di Thailand. Pembeli di Pasar Batu Aji Rawa Bening ini banyak yang datang dari luar daerah, seperti Kalimantan, Sumatera, dan Bangka. Bahkan ada juga pembeli yang berasal dari luar negeri, seperti Korea Selatan, Malaysia, dan Arab Saudi.

Ratusan pedagang batu di pasar ini terhimpun dalam Asosiasi Puspa Cakra. Pemimpin Kolektif Kordinator Asosiasi Puspa Cakra, Muhammad Chamami Aziz, kepada detikTravel mengatakan pihaknya juga menyediakan jasa semacam tur keliling pasar untuk individu atau rombongan wisatawan yang membutuhkan. Wisatawan bisa melihat-lihat pasar dan proses pengolahan batu alam ini.

Saat melakukan tur, pengelola akan mengajak pengunjung melihat pengolahan batu yang masih mentah hingga menjadi batu yang indah, dan berharga tinggi. Uniknya, proses pengolahan ini hanya memerlukan waktu sekitar 2 jam saja untuk menyulap bahan mentah manjadi batu akik dengan peralatan tradisional seperti bambu, dan serbuk intan. Bila mempunyai batu mentah, Anda bisa datang langsung datang ke sini.

Pengunjung juga akan dibawa berkeliling pasar melihat kegiatan jual beli batu akik. Jangan heran bila Anda menjadi tertarik untuk memiliki salah satu batu-batu cantik ini. Bentuk, warna, serat dan urat yang terdapat di dalam batu, dan harganya akan menggoda Anda untuk merogoh uang di kantong. Batu-batu cantik nan unik ini harganya mulai Rp 10.000 sampai ratusan juta rupiah. Safir, Bacan, dan Zamrud yang masih banyak dicari orang, memiliki harga yang lebih mahal.

Setelah mengelilingi pasar, pengunjung akan diboyong ke lantai satu. Nah, ini dia ruangan sangat spesial yang orang belum banyak tahu. Ada sebuah galeri yang lebih mirip mini museum karena koleksi yang dimilikinya cukup banyak serta memiliki nilai sejarah dan harga yang sangat tinggi. Salah satu koleksi berharga yang ada di galeri ini adalah batu Kecubung dari Brazil. Bongkahan batu berwarna ungu seperti kristal ini baru dikirim dari Brazil sekitar 6 bulan lalu. Mereka mengirimnya ke galeri ini sebagai penghargaan kepada Indonesia karena merupakan negara penghasil batu terbaik di dunia. "Indonesia memiliki dua batu terbaik di dunia setelah Sri Lanka, yaitu batu Kalimaya dari Banten dan kecubung dari Kalimantan," tambah pria yang menjadi pionir pedagang di pasar ini. Selain batu Kecubung asal Brazil, di galeri ini juga banyak terdapat lukisan-lukisan, fosil, dan akar-akaran yang sudah berumur ratusan tahun. Semua koleksi ini berasal dari berbagai tempat. Ada yang dikirimkan langsung dari negaranya, ada juga barang koleksi milik pedagang yang dititipkan di galeri tersebut.

Menurut Aziz, galeri ini memiliki potensi besar untuk menggaet wisatawan. Hanya saja belum ada perhatian dari pemerintah untuk lebih mempromosikan galeri itu. Padahal tidak jarang koleksi-koleksi ini sudah pernah diboyong ke pameran beberapa negara, seperti Abu Dhabi di Uni Emirat Arab, Singapura, dan Malaysia. Satu hal lagi, galeri ini gratis! Puas berjalan-jalan bisa langsung memilih-milih batu mana yang ingin Anda miliki. Untuk mendapatkan batu bagus memang tidak mudah Anda harus kuat beradu argumentasi dengan para pedagang. Selain, batu-batu mulia, di pasar ini juga banyak toko yang menjual barang pusaka, fosil, dan barang antik yang bersejarah. Dua tahun belakangan, Pasar Batu Aji Rawa Bening selalu mengadakan belanja wisata di pelataran pasar. Namun, untuk tahun 2012 ini masih belum ada kepastian. Jadi, untuk Anda yang ingin berburu batu-batu mulia dengan harga yang lebih bersahabat harus sabar menunggu, ya!


  • Pasar Bunga

Pasar bunga menjadi tempat paling menyegarkan mata karena kamu bisa melihat aneka warna dari bunga-bunga yang dijual disana. Selain masih segar, ada banyak pilihan bunga yang bisa kamu beli. Selain itu, ada juga bunga lokal dan import yang tersedia di pasar bunga. Jadi, apapun bunga yang kamu butuhkan, pergi saja ke pasar bunga. Tempat ini sangat cocok untuk mendapatkan bunga yang masih segar dan cantik.

Kata siapa Anda tak bisa membeli bunga segar di Jakarta? Di Pasar Bunga Rawa Belong, Jakarta Barat, Anda bisa menemukan beragam jenis bunga yang berkualitas. Belanja bunga bisa menjadi pilihan kegiatan Anda akhir pekan ini.

Banyak orang yang mengurungkan niat untuk membeli bunga di Jakarta. Katanya, udara dan polusi Jakarta membuat umur bunga lebih pendek dari biasanya. Tapi jangan kuatir, tak semua anggapan itu benar. Sebuah pasar bunga di kawasan Rawa Belong di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, menyediakan beragam jenis bunga dengan kualitas prima.

Namanya Pasar Bunga Rawa Belong. Terletak di Jl Sulaiman No 50, Rawa Belong, pasar ini terdiri dari dua bangunan yang berhadapan. Masing-masing bangunan punya dua lantai. Saat detikTravel berkunjung, Rabu (7/3/2012) dari luar sudah terlihat jelas pasar ini sangat bersih dan apik. Anda sudah bisa melihat para pedagang bunga warna-warni dari sini.

Untuk berbelanja bunga, Anda bisa mendatangi bangunan di sebelah kanan. Di kedua lantainya, berjejer pedagang yang menjual aneka jenis bunga. Tak hanya di dalam ruangan, area luarnya juga dipenuhi bunga warna-warni. Benar-benar menyegarkan mata!

Anggrek, mawar, aster, anterium, matahari, hingga lily tersedia dalam beragam ukuran dan warna. Masing-masing sudah diikat menggunakan kertas koran. Ada yang berjumlah 5, 10, 25, 50, hingga 70 dan 100 batang bunga. Harganya pun bervariasi, mulai dari Rp 7.000 per ikat, hingga Rp 4.000 per kuncup. Tinggal pilih sesuka hati.

Ketika memasuki pasar, Anda akan mendapati beberapa pedagang bunga anggrek. Ada anggrek dendrobium yang berwarna putih bersih, hingga anggrek James Story yang berwarna merah tua. Anggrek yang disebut terakhir itu rupanya punya harga paling mahal, yaitu Rp 200 ribu per ikatnya.

Anggrek-anggrek ini diambil dari sekitar Jakarta, seperti kawasan Pamulang dan Serpong. Berbeda dengan bunga-bunga lain yang diambil dari Cipanas, Sukabumi, Bandung, dan Malang.

Setelah anggrek, mata Anda akan disuguhi warna-warni bunga mawar. Ada mawar merah, putih, pink, kuning, oranye, hingga warna campuran seperti hijau kemerahan yang sangat cantik!

"Mawar dengan warna campuran biasanya diambil dari Malang, Jawa Timur. Beda dengan mawar dari kota Bandung, yang terkenal lebih wangi," tutur Lungki, pemilik salah satu toko khusus mawar yang ada sejak 2007 lalu dalam perbincangan dengan detikTravel.

Aster dan mawar adalah dua jenis yang mendominasi pasar ini. Bunga Shamrock adalah salah satu jenis yang paling digemari. Bentuknya unik, dengan hijau sebagai warna keseluruhan bunganya. Harganya pun cukup mahal, sekitar Rp 50.000 per ikat.

Bunga dengan bentuk unik lain yaitu solisia, atau lebih dikenal dengan jengger ayam. Bunga berwarna merah, oranye, krem, dan hijau ini dijual seharga Rp 10.000 per ikatnya.

Selain dijual per ikat, bunga juga dijual dalam bentuk bunga tabur. Ada kenanga, mawar, dan melati yang dijual dengan harga cukup terjangkau, mulai dari Rp 5.000 hingga Rp 7.000 per bungkus. Selain itu ada pula bunga papan untuk ucapan, dengan harga mulai dari Rp 350 ribu-Rp 700 ribu.

Di pasar ini, Anda juga bisa menemukan bunga lily yang sangat cantik. Bunga berwarna putih ini bisa dibeli seharga Rp 4.000 per kuncup, satu batang sekitar 2-3 kuncup. Selain itu, ada pula jenis kala lily. Dengan harga yang sama, Anda bisa membeli satu batang kala lily dengan satu bunga yang mekar di ujungnya.


  • Pasar Burung

Kicauan burung dalam beragam irama ramai bersahutan di gang-gang sempit di pasar burung Pramuka, Jakarta. Pasar yang terletak di pinggir Jalan Pramuka, Jakarta, ini sepertinya masih menjadi surganya para penikmat burung, karena berbagai jenis burung bisa ditemui di pasar itu. Mulai dari burung lokal hingga impor ada di situ, dan harganya dari ratusan ribu sampai yang jutaan rupiah.

Di kiri kanan terlihat burung-burung berbagai jenis, dipajang untuk menarik minat para pembeli. Mulai dari Kenari, Jalak, Cucak Jenggot, Anis Merah, Kacer sampai Murai Batu, semuanya ada. "Namun, di sini primadonanya Murai Medan," kata Aldo Renaldo, salah seorang pedangang di lantai 3 pasar burung. Aldo mengaku bisa menjual Murai Medan dengan harga Rp2.250.000,00. Menurutnya, burung yang ukurannya hanya segenggam tangan orang dewasa itu berharga mahal, karena punya suara indah.

Pedagang lainnya, Busono, mengatakan sudah bisa menjual 50 ekor Murai Medan dalam sehari. Padahal, burung tersebut baru sampai di tokonya kemarin. Menurut Busono, Murai Medan merupakan yang paling mahal dan paling diminati dibandingkan dengan burung lain dalam jenisnya, seperti Murai Lampung, Jambi, dan Kalimantan.

"Murai Medan, bunyinya lebih merdu, lebih keras," kata pedagang yang telah berjualan di Pasar Pramuka lebih dari 20 tahun tersebut. Burung yang bulunya berwarna dominan hitam, dan berdada oranye itu, memang banyak diburu oleh pembeli. Suara Murai yang merdu juga sering dikompetisikan, dan hal itu pula yang menjadi salah satu faktor mendongkrak penjualan.

Pada April kemarin misalnya, digelar Presiden Cup 2 di Jakarta. Dan pada ajang itu, Murai Batu merupakan burung yang memiliki kelas kompetisi terbanyak.

Penghilang stres

Selain untuk dikompetisikan, burung juga bisa dipelihara untuk menghilangkan stres. Setidaknya itu pengakuan Gio, 40 tahun. "Kalau ada burung di rumah, suaranya itu bikin nyaman, tenang," kata pengusaha yang sengaja datang ke Pasar Pramuka dari rumahnya di Solo, Jawa Tengah.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Priyatmoko, 52 tahun. Dia mengatakan sudah memelihara burung sejak masih anak-anak.  "Di rumah dengerin suaranya, buat ngilangin stres," katanya. Ketika ditemui Antaranews di Pasar Pramuka, Priyatmoko sedang mencari-cari burung bersama anaknya Renaldi Wijayanto (16). 

Karena pengaruh ayahnya, siswa kelas 1 SMA itu mengaku telah memiliki lebih dari delapan jenis burung dirumahnya, seperti Jalak Suren, Kenari, Pentet, Murai Batu, dan Parkit. Untuk burung impor, para pembeli di Pasar Pramuka paling menyukai Love Bird. Burung ini hanya sebesar tiga jari orang dewasa, namun harganya bisa sampai jutaan rupiah.

"Kalau Love Bird mata merah, harganya lima juta", kata Sumadi, pedangang khusus burung impor. Sumadi mengatakan, Love Bird yang dijual di kiosnya berasal dari Taiwan. Dalam satu hari, burung itu bisa terjual 25 pasang. Para pembeli biasanya tertarik dengan warnanya yang cantik, ada yang berbulu biru, hijau, dan putih. Selain Love Bird, dijual juga burung impor lainnya yang berasal dari Belanda, Pakistan, sampai yang berasal dari benua Afrika.


4 komentar:

  1. Agan2 Sya menawarkang Kamera Canon 650d kit Hrga Promo buat yg online aja Jadi buruaaaanng
    Canon Eos 650d Kit LCD with EF-S 18-55mm F3.5-5.6 II IS

    SPESIFIKASI :
    -APS-C Digital SLR,
    -18 Megapixel,
    -LiveView,
    -Full HD 1080,
    -SD/SDHC/SDXC Card Slot,
    -3.0" Vari-Angle TouchscreenLCD with EF-S 18-55mm F3.5-5.6 II IS

    ISI dalam kotak::
    * Kamera canon 650d KIT
    * Lensa
    * Charger
    * Dus
    * bUSB cable
    * Strap canon ( Tali )
    * Battery
    * Buku manual
    * Kartu Garansi resmi
    * CD,dll
    Plus Memory 8GB
    Garansi resmi 1thn
    Hrga=1.999.000
    Demi Kepuasan Bersama,Kami Melayani Pengiriman Barang Melalui Via Tiki/Jne.
    Minat atau ingin nanya tipe2 kamera dan nego bisa gan yg mnat
    hub\sms=085310120333 PIN BB=24C19401

    BalasHapus
  2. bagi siapa saja yg mau menjual uang kuno dalam kondisi baik silahkan
    pin 2807b444/ 081295556755.
    di utamakan dalam jumlah yg banyak / lak-lakan

    BalasHapus

Comment Using Facebook