Jumat, 05 Februari 2016

Manfaat dan Rahasia Adzan

Beberapa waktu yg lalu, Ayah Alif pernah memberikan coret2 tentang "Hukum dan Cara Menjawab Adzan". Insya Allah, kali ini Ayah Alif akan membeberkan beberapa Manfaat dan Rahasia Adzan.
Di antara ajaran Islam adalah azan. Belum lama seorang komposer dan pianis top asal Turki terpaksa dibawa ke meja hijau disebabkan perbuatannya menghina Islam dengan cara mengirim gurauan azan di sebuah jejaring sosial. Musisi yang sering tampil dalam acara “New York Philharmonic” dan “Berlin Symphony Orchestra” terancam hukuman penjara 18 tahun karena telah melecehkan nilai-nilai keagamaan.

Setiap agama tentu memiliki cara-cara tertentu dalam mengumpulkan manusia untuk melaksanakan suatu ibadah, seperti alat lonceng yang berlaku bagi umat Nasrani, terompet bagi umat Yahudi, api bagi Majusi, dan azan bagi umat Islam. Bentuk maklumat beribadah ini sepatutnya dihargai dan dihormati.

Azan merupakan panggilan yang disyariatkan sebagai penanda masuknya waktu shalat fardhu bagi umat Islam. Berkaitan dengan pentingnya azan ini, Nabi SAW menjelaskan beberapa keutamaannya, khususnya bagi orang-orang yang mengumandangkan azan (muazin atau bilal).

Tak ada suara yang lebih familiar lagi bagi kita yang muslim selain adzan. Ya, hampir tiap waktu para muadzin akan melantunkan adzan untuk mengingatkan kita jika waktu untuk menghadap Tuhan sudah tiba. Adzan mungkin terdengar sesuatu yang biasa, hanya lantunan untuk mengajak beribadah. Namun, di balik itu, ternyata adzan menyimpan banyak sekali fakta mengejutkan.
Ada yang merasa jengkel atau dongkol ketika mendengar adzan? Seperti, “Duh, perasaan baru sholat kok udah adzan lagi!” mulai sekarang tak perlu berujar dengan nada tidaksukaan seperti itu. Suara adzan yang menurut kita sering bikin bete bagi yang malas ibadah, ternyata adalah penyelamat kita dari kematian.

Nah, temukan hal-hal unik apa saja di balik untaian adzan lewat ulasan berikut.

1. Adzan Berhenti Berkumandang, Dunia Pasti Kiamat

Adzan adalah seruan untuk beribadah, artinya jika tak digaungkan lagi maka bisa disimpulkan maka tidak akan ada lagi orang-orang yang berbondong-bondong beribadah ke masjid. Intinya, tak ada adzan berarti tidak ada yang namanya ibadah. Jika masa seperti ini sampai muncul, maka sepertinya hanya tinggal hitungan hari saja sebelum akhirnya kiamat kubra datang.

Adzan tak berkumandang lagi maka kehidupan juga akan berakhir [Image Source]

Adzan tak berkumandang lagi maka kehidupan juga akan berakhir. Kiamat tidak akan pernah terjadi jika masih ada satu orang yang beribadah dan mohon ampun kepada Allah. Tanpa adzan, kita analogikan jika sudah tidak ada lagi yang beribadah kepadaNya. Lalu tunggu apa lagi? Ketika Tuhan sudah menyaksikan sudah tidak ada lagi hambanya yang taat. Maka saat itulah Bumi akan dihancurkan. Masih berharap adzan tidak terdengar lagi?

2. Adzan Sejatinya Tak Berhenti Berkumandang

Kita mungkin merasakan jeda dari azdan sholat dhuhur ke asar dan seterusnya. Padahal sejatinya adzan sendiri tak pernah break alias terus dikumandangkan. Mekanismenya seperti ini, rotasi Bumi terhadap matahari akan memengaruhi perubahan waktu. Ketika satu tempat selesai adzan maka waktu akan bergeser dan kemudian adzan akan dikumandangkan di tempat lain yang berbeda zona waktu.

Dari satu tempat ke tempat lain, adzan sejatinya tak pernah berhenti mengalun [Image Source]

Dari satu tempat ke tempat lain, adzan sejatinya tak pernah berhenti berkumandang.Jadi, bisa dibilang jika rotasi Bumi kita diiringi oleh suara adzan setiap saat. Ulama mengatakan jika adzan sudah mengalami jeda yang lama dan tak lagi bersahutan, maka itulah tanda jika malaikat Israfil akan segera meniup sangkakalanya.

3. Adzan Tidak Hanya untuk Sholat

Adzan memang penanda waktu sholat, namun sejatinya penggunaan adzan tidak hanya dalam satu hal ini saja. Ada berbagai kondisi tertentu yang kita disunnahkan untuk mengumandangkan adzan. Salah satunya ketika bayi baru lahir. Kita disunnahkan untuk mengadzani si bayi dengan tujuan agar kelak ketika mendewasa si anak ini akan tahu kewajibannya.

Bayi yang baru lahir juga disunnahkan untuk diadzani [Image Source]

Bayi yang baru lahir juga disunnahkan untuk diadzan.Tak hanya ketika bayi lahir, ketika hendak dikuburkan, jenazah juga diadzani. Pesan tersiratnya adalah manusia harus tetap beribadah sampai ajal menjelang. Ini juga jadi pengingat kita jika suatu saat suara adzan ini yang akan jadi bebunyian terakhir sebelum menuju ke kehidupan baru setelah kematian.

4. Adzan Sebagai Ikrar Kemenangan Perang

Adzan bisa pula dilambangkan sebagai persatuan kaum muslimin. Maka pada zaman Rasul, fungsi adzan juga dipakai untuk memperkuat ukhuwah ketika akan melakukan perang, terutama pada momen ketika muslimin berhasil mencatat sejarah mencengangkan.

Rasul menyuruh Bilal bin Rabbah untuk pertama kalinya melakukan adzan di Mekkah dalam peristiwa Fathul Makkah [Image Source]

Rasul menyuruh Bilal bin Rabbah untuk pertama kalinya melakukan adzan di Mekkah dalam peristiwa Fathul Makkah.Salah satunya adalah peristiwa Fathul Makkah dimana ini pertama kalinya Mekkah dikuasai secara keseluruhan. Bilal Bin Rabbah pun diutus Rasul untuk naik Kakbah dan kemudian mengumandangkan adzan. Ada banyak peristiwa bersejarah lainnya yang menunjukkan fungsi adzan sebagai pemersatu umat Islam.

5. Pahala Azdan Sangat-Sangat Besar

Terlepas dari lantunan adzan-nya seperti apa, yang jelas para muadzin adalah orang paling beruntung di sisi Allah. Bagaimana tidak, pahala mereka sangat banyak dan dijanjikan berbagai kebaikan. Rasul bersabda dalam hadist yang diriwayatkan oleh Muslim, “Sesungguhnya, para muadzin itu adalah orang yang paling panjang lehernya di hari kiamat.” Maksud panjang leher ini menurut ahli tafsir adalah panjang pahala dan kebaikannya.

Andaikan saja semua orang tahu pahala adzan, maka semuanya akan berebut untuk jadi muadzin [Image Source]

Andaikan saja semua orang tahu pahala adzan, maka semuanya akan berebut untuk jadi muadzi. Keuntungan menjadi muadzin juga adalah akan mudah diampuni oleh Allah. Hal ini dijelaskan dalam hadist, Rasul bersabda, “Seorang muadzin akan diampuni sejauh suara adzan yang ia kumandangkan.” Begitulah derajat para muadzin, sangat rugi bagi mereka yang punya kesempatan tapi melewatkannya begitu saja. Ibaratnya kita diberi sebuah Lamborghini cuma-cuma, tapi tak kita ambil gara-gara kerjaan atau tidur siang.

6. memperoleh kemuliaan spesial pada hari kiamat. 

“Sesungguhnya para muazin itu adalah orang yang paling 'panjang lehernya' pada hari kiamat.” (HR Muslim, Ahmad, dan Ibnu Majah). Menurut ulama, maksud 'panjang leher' ini adalah orang yang paling banyak pahalanya, paling banyak mengharapkan ampunan dari Allah, paling bagus balasan amal perbuatannya, dan orang yang paling dekat dengan Allah.
 
7. Mendapatkan ampunan, sebagai saksi dan pahala yang berlipat ganda.

“Orang yang azan akan diampuni kesalahannya oleh Allah sepanjang suaranya. Dan, akan menjadi saksi baginya segala apa yang ada di bumi, baik yang kering ataupun yang basah. Sedangkan, orang yang menjadi saksi shalat akan dicatat baginya pahala dua puluh lima shalat dan akan diampuni darinya dosa-dosa antara keduanya.” (HR Abu Dawud dan Nasa’i).
 
8. Memperoleh jaminan surga. 

Abu Hurairah berkata, “Suatu ketika, kami sedang berada bersama Rasul SAW, lalu kami melihat Bilal mengumandangkan azan. Setelah selesai, Rasulullah kemudian bersabda, “Barang siapa mengatakan seperti ini dengan penuh keyakinan, maka dia dijamin masuk surga.” (HR Nasa’i).

“Barang siapa yang azan selama 12 tahun, maka wajib baginya mendapatkan surga. Setiap azan yang dilakukannya setiap hari akan mendapatkan 60 kebaikan. Dan dengan iqamahnya, ia dicatat mendapatkan 30 kebaikan.” (HR Ibnu Majah). Demikianlah di antara keistimewaan azan. Seandainya manusia mengetahui rahasia keistimewaan azan, niscaya tak ada penghinaan dan pelcehan. Sebaliknya, mereka akan berlomba-lomba untuk mengumandangkannya.

Inilah fakta-fakta mengejutkan tentang adzan. Keberadaannya adalah tanda rahmat dari Allah, kemusnahannya adalah kehancuran dunia. Juga tentang pahala azdan yang luar biasa meskipun amalannya sendiri tidak terlalu berat. Tentang adzan, Rasul menyinggungnya lagi dalam sebuah hadist. Beliau berkata, “Sekiranya orang-orang mengetahui akan rahasia keutamaan adzan dan shaf pertama, niscaya mereka akan berebutan meraihnya meski dengan cara merangkak.”

“Sekiranya orang-orang mengetahui akan rahasia keutamaan azan dan rahasia shaf pertama, niscaya mereka akan berebutan meraihnya meski dengan cara mengundi. Dan seandainya mereka mengetahui rahasia keutamaan yang ada pada waktu panasnya saat Zhuhur, niscaya mereka akan berebut mengerjakan shalat pada saat itu. Dan seandainya mereka mengetahui rahasia keutamaan yang ada pada waktu Isya dan Subuh, niscaya mereka akan mendatanginya untuk melakukan shalat keduanya walaupun harus dengan cara merangkak.” (HR Muslim). Wallahu a'lam.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Comment Using Facebook