Selasa, 04 Desember 2012

Mitos dan Fakta

Mitos dan Fakta Seputar Buah dan Sayuran

Pernah dengar ‘kan mitos seputar buah-buahan atau sayur-sayuran, seperti jangan terlalu banyak makan jambu biji nanti bisa kena usus buntu atau jangan terlalu banyak mengonsumsi melinjo nanti bisa asam urat. Mitos dengan alasan yang masuk akal sampai dengan alasan konyol sering kita dengar, dan tidak jarang membuat kita serba salah.


Beberapa Mitos Salah Tentang Buah ramai beredar dan membuat para konsumen menjadi semakin was-was untuk memilih buah favorit….,Padahal buah dikenal sebagai sumber serat dan vitamin… dan beberapa diantaranya sumber antioksidan yang penting untuk tubuh,….

Wah tapi belakangan beredar rumor kalau ada pendapat yang menyatakan terlalu banyak mengkonsumsi buah tertentu akan menyebabkan kesehatan menjadi terganggu, seperti mengkonsumsi buah durian, yang disinyalir dapat membuat seseorang menjadi mabuk dan bertekanan darah tinggi, atau mengkonsumsi terlalu banyak nagka, mentimun dan nenas.

Dibawah ini ada beberapa mitos dan fakta seputar buah dan sayur, semoga bermanfaat.

Mitos : Memakan buah jambu biji dapat menyebabkan penyakit usus buntu. Fakta : Salah. Penyakit usus buntu disebabkan karena adanya bakteri patogen yang menginfeksi usus besar. Biji pada buah jambu tidak akan menyumbat usus karena langsung keluar saat buang air besar

Mitos: Ketika terkena sakit maag, sebaiknya tidak mengkonsumsi buah jeruk. Fakta: Benar. Meskipun jeruk mengandung vitamin C berkadar tinggi, jeruk dapat memperparah penyakit maag karena meningkatkan kadar asam lambung.

Mitos: Mengkonsumsi ketimun bisa menyebabkan keputihan. Fakta: Salah. Tidak ada kandungan dari ketimun yang bisa menyebabkan keputihan. Keputihan terjadi karena kondisi vagina yang lembab dan sikap malas mengganti celana dalam sehingga memicu pertumbuhan bakteri yang menyebabkan keputihan berbau. Keputihan tidak akan berbau jika pemicunya adalah stress.

Mitos: Air perasan jeruk nipis ditambah kecap bisa menyembuhkan batuk. Fakta: Benar. Jeruk nipis memiliki sifat sangat asam sehingga dapat mematikan bakteri penyebab batuk, sedangkan kecap hanya penyeimbang rasa asam dari jeruk nipis.

Mitos: Mengosumsi bawang mentah serta makanan yang mengandung bawang dapat memicu bau badan. Fakta: Salah. Bawang hanya menyebabkan suhu tubuh meningkat sehingga lebih mudah berkeringat. Bau badan akan muncul jika keringat bercampur dengan bakteri. Bakteri mudah tumbuh pada daerah lipatan tubuh, seperti ketiak.

Mitos: Setelah mengonsumsi masakan yang dipanggang, seperti sate dan steak harus dinetralisir dengan ketimun. Fakta: Benar. Daging yang dibakar dalam suhu tinggi memproduksi zat karsinogenik yang berpotensi menyebabkan kanker. Sedangkan ketimun mengandung zat antikarsinogenik dan flavonoid yang dapat memproteksi tubuh dari kanker.

Mitos: Makan buah durian disertai minuman soda dapat menggangu pencernaan. Fakta: Benar. Durian matang kandungan alkoholnya sangat tinggi (setingkat dengan kadar alkohol pada tape ketan) jika ditambah dengan zat berkarbonat dari minuman bersoda, memakan durian akan membuat perus terasa panas.

Mitos: Menambahkan perasan air jeruk nipis pada makanan kuah bersantan dapat menghindari kolesterol dan juga dapat mengurangi berat badan. Fakta: Benar. Air asam dari jeruk nipis terbukti dapat memecah lemak dan mudah dilarutkan oleh air saat berada dalam pencernaan kita. Tapi lemak akan lebih cepat terbakar jika dibarengi dengan pola makan sehat serta olahraga teratur.

Mitos: Wanita hamil dapat beresiko keguguran jika memakan buah nanas. Fakta: Salah. Tidak ada bukti ilmiah mengenai hal ini. Justru nanas mengandung enzim bromelain yang dapat mencerna protein dalam makanan agar lebih mudah terserap tubuh, otomatis janin juga berkembang secara maksimal karena mendapat asupan makanan. Mengonsumsi nanas juga bisa mengurangi resiko kolesterol dalam darah, diabetes dan penyakit jantung.

Mitos: Melinjo, bayam dan daun singkong dapat menyebabkan asam urat. Fakta: Salah. Yang dapat memicu timbulnya penyakit asam urat adalah zat purin yang banyak terdapat pada jeroan seperti usus, ati ampela dan babat. Segala jenis sayuran justru sangat baik bagi tubuh karena mengandung banyak serat yang dapat melancarkan pencernaan.

Mitos: Sering mengonsumsi buah bengkuang dapat menjadikan kulit lebih putih. Fakta: Benar. Bengkuang mengandung isoflavon yang berfungsi sebagai antioksidan yang bisa mencegah kerusakan pada kulit akibat paparan sinar ultra violet dari matahari.

Mitos: Memakan buah salak memicu sembelit karena feses menjadi keras. Fakta: Salah. Salak tidak membuat feses keras, justru sebenarnya jumlah serat akan semakin banyak jika salak dimakan dengan kulit arinya.

Mitos : Semangka, bila dikonsumsi terlalu banyak akan menyebabkan ganguan syahwat,, atau impotensi.. Fakta : padahal itu tidak benar, yang benar semangka itu bila dikonsumsi secara berlebihan paling fatal akan menyebabkan buang air besar atau mulas, dan perlu anda ketahui lo… kulit semangka bipercaya dapat menurunkan tekanan darah tinggi.

Mitos : Strowberry, bila dikonsumsi berlebihan akan menyebabkan ganguan pencernaan, Fakta : itu memang benar, akan tetapi perlu anda ketahui bila mengkonsumsi strowberry satu karung dalam sejam… :p , yang benar adalah mengkonsumsi buah strowberry 6-12 buah setiap harinya, akan membantu pencernaan, dan menyehatkan jantung, dan kabar baiknya strowberry bisa membantu gigi anda tampak lebih putih.

Mitos : Nenas, bila dikonsumsi terlalu banyak pada wanita, akan menyebabkan kesulitah hamil, terutama pada saat hamil bisa dipercaya dapat mengalami keguguran, Fakta : hal ini memang sering di perdebatkan, akan tetapi sampai sekarang tidak ada riset yang menunjukkan akan hal itu, yang benar adalah nenas mengandung vitamin C dan A yang baik untuk mrnjaga kondisi tubuh.

Mitos : Durian, Buah durian sangat memabukkan, dan jika dikonsumsi terlalu banyak akan menyebabkan terkanan darah tinggi dan kolesterol, Fakta : tapi tahu kah anda bahwa durian adalah buah yang memiliki kandungan gizi tertinggi diantara buah lain, memang mengkonsumsi durian yang berlebihan pada orang dewasa terutama usia 36-60 tahun akan rentan terhadap penyakit gula darah atau kolesterol,dan si konsumen memang sudah mengidap penyakittersebut, tapi buka berati yang muda akan mengalaminya kan.

Mitos : Mentimun , menyebabkan keputihan dan libido jadi redah, Fakta : hal ini salah besar…, mentimun sangat baik dikonsumsi oleh remaja putri, atau wanita dewasa, karena dipercaya dapat mereduksi tubuh hingga mengeluarkan cairan lebih banyak pada saat berseggama.

Mitos : Alpukat, tidak baik di konsumsi secara berlebihan, karena akan menyebabkan kegemukan!! Fakta : memang benar alpukat mengandung banyak lemak, tetapi tahu kah anda lemak yang dikandung dalam alpukat adalah lemak baik/lemak nabati yangberguna untuk tubuh, sebagai pelicin persendian dan kesehatan kulit.

Pisang tidak baik untuk penderita diabetes. benar…! tapi tidak semua pisang berstatus sama…! ada beberapa jenis pisang yang malah membantu penderita diabetes menjadi stabil, atau bahkan turun…, adalah pisang kepok yang masih muda, bisa di kukus untuk pengganti nasi saat sarapan atau makan siang.

Mitos : Anggur, hanya enak bila difermentasikan, berupa anggur, wine…, Fakta : tetapi anggr adalah buah yang baik untuk kesehatan jantung dan memiliki kandungan zat besi dan magnesiaun setra kaya vitamin C, antioksidannya sangat penting untuk melawan toksin dalam tubuh.

Nah diatas adalah sebagian kecil contoh dari anggapan-anggapan tabu, yang sering didengar oleh masyarakat, Mencakup beberapa mitos yang salah tentang buah, hal ini perlu pembuktian dan ketelitian dalam memanfaatkannya dan mengkonsumsinya, maka, jangan jadika mitos sebagai kepercayaan, sebelum ada tahu betul kebenarannya.

1 komentar:

  1. Cari Tiket Pesawat dan tiket kapal Online Super Cepat dan murah??
    http://selltiket.com
    Booking di SELLTIKET.COM aja!!!
    CEPAT,….TEPAT,….DAN HARGA TERJANGKAU!!!

    Ingin usaha menjadi agen tiket pesawat??
    Yang memiliki potensi penghasilan tanpa batas.
    Bergabung segera di http://agenselltiket.com

    INFO LEBIH LANJUT HUBUNGI:
    No handphone : 085372801819

    BalasHapus

Comment Using Facebook