Selasa, 08 Januari 2013

Mitos seputar Wanita Hamil

Pada edisi sebelumnya, penulis menjelaskan secara singkat tentang "Mitos dan Fakta" yg beredar di masyarakat luas. Mitos dipercaya sebagai ajaran nenek moyang tentang apa yang tidak boleh dilakukan agar tidak tertimpa daerah. Di kota – kota besar, mitos sudah diangga sebagai isapan jempol belaka. Tetapi di pedesaan masih banyak yang mempercayai mitos walaupun secara logika tidak masuk akal. Kehamilan bisa jadi momen yang menyenangkan. Tapi Anda juga bisa was-was atau berdebar-debar saat mendengar mitos-mitos yang belum tentu benar.


Kehamilan adalah peristiwa penting bagi setiap wanita. Selain itu, kehamilan merupakan fenomena ajaib karena ada kehidupan baru yang berkembang dalam perut seorang ibu. Misalnya saja ibu hamil sebaiknya tidak berdekatan dengan kucing. Anda mungkin juga pernah mendengar, wanita hamil dilarang berendam karena bisa membuat janin terkena kuman.Apakah mitos-mitos tersebut benar.? Cek kebenarannya di sini :

Mitos 1: Hindari Bersentuhan dengan Kucing Saat Hamil
Kotoran kucing memang mengandung toxoplasma, parasit yang bisa membuat manusia terinfeksi dan mempengaruhi kesehatan serta perkembangan janin. Oleh karena itu, wanita hamil dianjurkan tidak menggendong kucing. Anda masih boleh memberi makan atau mengelus-ngelus kucing asalkan setelah melakukan kegiatan tersebut mencuci tangan.

Jika Anda ragu, berkonsultasi dengan dokter juga bisa dilakukan. Jangan lupa untuk minta pasangan atau siapapun di rumah Anda untuk rutin membersihkan kotoran kucing.


Mitos 2: Wanita Hamil Tidak Boleh Makan Ikan
Ada banyak mitos mengenai makanan mana yang bisa dimakan atau tidak oleh ibu hamil. Menurut dr. Peter Bernstein, seorang dokter kandungan di Montefiore Medical Center, New York City, semua makanan sebenarnya baik untuk ibu dan janin.

"Semua sayuran dan buah-buahan, gandum, produk olahan susu dan sumber protein adalah pilihan yang tepat untuk ibu dan bayi. Hanya ada sedikit makanan yang sebaiknya dihindari," jelas Bernstein.

Salah satu makanan yang sering membuat ibu hamil khawatir adalah ikan karena kandungan merkurinya yang bisa meracuni manusia. Badan pengawas obat dan makanan di Amerika, FDA menyarankan wanita hamil tidak makan ikan lebih dari 12 ons seminggu. Jenis ikan yang sebaiknya dihindari karena mengandung merkuri tinggi adalah ikan hiu, king mackerel dan tilefish.


Mitos 3: Berendam Saat Hamil Tidak Aman untuk Janin
Wanita hamil dilarang berendam karena dianggap bisa membuat bayinya terkena kutu dari air yang dipakai. Faktanya, sampai saat ini belum ada bukti yang mengatakan berendam bisa membuat bayi berisiko terkena infeksi. Janin sendiri berada dalam posisi yang cukup aman dan terlindungi di dalam rahim.

Malah beberapa pakar mengatakan, berendam sebenarnya justru bisa jadi terapi yang membuat ibu hamil rileks. Berendam juga dapat membantu meredakan rasa sakit pada punggung dan kaki. Hanya saja perlu diingat, saat hamil, cukup bahaya jika temperatur tubuh naik, terutama di trimester pertama. Oleh karena itu untuk amannya, jangan terlalu lama saat berendam. Air yang digunakan sebaiknya juga jangan terlalu panas.


Mitos 4: Makan Kacang Saat Hamil Nantinya Bisa Membuat Bayi Alergi
Ada berbagai penelitian soal apakah memang ibu hamil yang suka makan kacang bisa membuat bayinya alergi. Beberapa pakar percaya, wanita hamil yang makan kacang atau produk olahan kacang bisa meningkatkan risiko alergi pada bayi mereka. Sebuah studi lainnya di Belanda mengungkapkan wanita hamil yang makan produk olahan kacang setiap hari bayinya berisiko 50% lebih tinggi menderita asthma.

Namun studi lain di Queensland menemukan membatasi makan makanan yang berisiko membuat bayi alergi saat hamil tidak berpengaruh atau menurunkan risiko bayi terkena alergi. Jika Anda tidak yakin apa yang harus dilakukan soal mitos ini, berkonsultasilah pada dokter kandungan.

Mitos 5: Wanita Hamil Dilarang Tidur Terlentang 
Ibu hamil boleh tidur terlentang asalkan kehamilannya masih trimester pertama. Saat janin sudah semakin membesar dan memasuki trimester kedua, wanita hamil disarankan untuk tidur dengan posisi yang lain. Hal ini karena ketika seseorang tidur dalam posisi terlentang, maka rahim akan menekan pembuluh darah vena yang berfungsi mengembalikan darah dari tubuh bagian bawah ke jantung. Berbaring terlentang untuk jangka waktu yang lama bisa mengganggu aliran darah dan nutrisi ke plasenta dan perkembangan bayi.

Posisi ini cenderung tidak aman terutama jika ibu hamil memiliki kondisi lain seperti tekanan darah tinggi yang bisa mempengaruhi seberapa banyak oksigen dan nutrisi yang diterima janin. Jika memiliki kondisi tersebut, dokter akan menyarankan untuk tidur dalam posisi miring.

Setelah ibu hamil memasuki trimester ketiga kehamilan, umumnya tidak disarankan untuk tidur dalam posisi terlentang karena peningkatan bobot akan membuat rahim semakin menekan pembuluh darah vena.
Ibu hamil akan disarankan untuk tidur dengan posisi miring ke kiri, karena membantu menjaga rahim dari organ besar yang ada di tubuh. Serta tidur dengan posisi ke kiri juga meningkatkan peredaran darah ke jantung dan aliran darah yang baik ke janin, rahim dan ginjal.

Mitos 6: Jika Bentuk Perut Membulat, Ibu Hamil Anak Perempuan
Mitos keenam ini cukup sering terdengar. Jika bentuk perut membulat, seorang wanita hamil akan dikatakan tengah mengandung anak perempuan. Sementara jika perut ibu menonjol ke depan, diktakan hamil anak laki-laki. Benarkah?

Sampai saat ini belum ada bukti nyata atau penelitian ilmiah soal bentuk perut ibu hamil ini dan hubungannya dengan jenis kelamin bayi. Bentuk perut ibu sebenarnya dipengaruhi oleh elastisitas otot, panjang torso dan posisi bayi. Kalau janin melintang, perut ibu akan terlihat melebar. Sementara jika janin memanjang, perut akan terlihat menonjol.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Comment Using Facebook