Senin, 15 April 2013

Berpikir Kreatif

Untuk berpikir kreatif, Anda harus dapat melihat hal-hal dengan cara baru atau dari perspektif yang berbeda. Selain itu, Anda harus mampu menghasilkan kemungkinan-kemungkinan baru atau alternatif baru. Ukuran kreativitas orang yang berpikir kreatif tidak hanya dilihat dari jumlah alternatif yang dihasilkan tetapi juga dari keunikan alternatif tersebut. Kemampuan untuk menghasilkan alternatif atau melihat suatu hal dari sudut pandang yang unik tidak hanya terjadi karena faktor perubahan, hal ini terkait dengan hal yang lain, seperti kualitas pemikiran, seperti fleksibilitas pemikiran, toleransi ambiguitas atau ketidakpastian, dan ketertarikan pada hal-hal yang belum ada sampai sekarang.

Berpikir di luar kotak adalah salah satu cara kita untuk berpikir kreatif. Sering kali, saat kita mentok mendapatkan ide kreatif karena kita belum berpikir di luar kotak. Banyak yang mengatakan, untuk mendapatkan ide cemerlang atau gagasan terobosan, kita harus berpikir di luar kotak. Apa itu berpikir di luar kotak? Dan bagaimana hubungannya dengan berpikir kreatif?

Berpikir Kreatif: Menghilangkan Batasan Yang Membelenggu

Jika kita ingin memahami apa itu yang disebut dengan “berpikir di luar kotak“, langkah pertama ialah kita harus mengerti, apa yang dimaksud dengan “kotak”. Kotak adalah suatu batasan tiga dimensi. Kiri, kanan, atas, bawah, depan, dan belang dibatasi oleh suatu batas yang tidak bisa kita tembus. Berpikir di dalam kotak berarti kita kita berpikir dalam batasan-batasan tertentu. Kabar baiknya, batasan tersebut adalah Anda yang membuatnya (meski pun tidak secara sadar). Karena Anda yang membuat batasan tersebut, maka Anda pun bisa menghilangkan batasan tersebut. Sekali Anda mampu menghilangkan batasan tersebut, maka Anda sudah disebut berpikir di luar kotak, atau Anda sudah berpikir kreatif.

Batasan tersebut ialah asumsi yang Anda buat sendiri. Anda harus menghilangkan asumsi-asumsi terlebih dahulu jika Anda ingin lebih lepas dalam bepikir kreatif. Batasan tersebut juga bisa disebut dengan penilaian. Seringkali kita membatasi pikiran kita dengan ide atau gagasan yang baik atau buruk. Anda harus menghilangkan terlebih dahulu penilaian terhadap ide atau gagasan yang Anda buat. Jika Anda menyumbat aliran berpikir Anda dengan penilaian, maka bukan hanya gagasan jelek yang akan terhambat, tetapi juga gagasan baik akan ikut terhambat. Jadi salah satu teknik berpikir kreatif adalah menghilangkan penilaian terlebih dahulu.

Berpikir Kreatif Bukan Berarti Tanpa Batas Sama Sekali

Bukan berarti semua ide itu baik. Bisa saja ide tersebut tidak baik, terutama menurut penilaian agama. Namun penilaian ini bisa Anda lakukan setelah proses berpikir kreatif dan sebelum implementasi. Bukan saat Anda berpikir kreatif. Ini juga sebagai bantahan kepada yang mengatakan bahwa agama menghambat kreativitas, tidak sama sekali, agama mencegah kita dalam mengimplemenasikan ide yang dilarang oleh agama. Agama, sama sekali tidak membatasi Anda dalam berpikir kreatif.

Biarkan kreativitas terjadi secara otomatis, tidak usah Anda atur dalam mengeluarkan ide. Jika pola pikir Anda sudah positif, secara otomatis anda akan mengeluarkan ide-ide positif juga. Jadi kita tidak perlu khawatir akan keluar ide-ide yang tidak baik. Bisa jadi, saat kita mengeluarkan ide yang kurang baik, kita hanya perlu memolesnya lagi agar menjadi ide yang baik. Namun proses pemolesan ini juga dilakukan setelah proses kreativitas.

Jadi hilangkan batasan-batasan yang membelenggu Anda. Kalau pun ada batasan yang ingin Anda pegang, hanyalah batasan agama. Dengan demikian Anda akan mampu berpikir di luar kotak. Anda akan menjadi orang yang berpikir kreatif atau Anda akan menjadi orang kreatif. Memang perlu kreativitas dalam hidup ini.?

Tiga alasan mengapa orang termotivasi untuk berpikir kreatif:

  • Rangsangan terhadap kebutuhan baru, variasi kebutuhan, dan kebutuhan kompleks.
  • Kebutuhan untuk mengkomunikasikan ide-ide dan nilai-nilai
  • Kebutuhan untuk memecahkan masalah

Ciri orang yang berpikir kreatif:

  1. Orang yang berpikir kreatif memiliki banyak energi dan aktif, tetapi mereka juga sering terlihat tenang dan seperti beristirahat.
  2. Orang yang berpikir kreatif cenderung pintar, namun juga naif pada saat yang sama.
  3. Orang yang berpikir kreatif memiliki kombinasi antara bermain dan disiplin, atau tanggung jawab dan tidak bertanggung jawab.
  4. Orang yang berpikir kreatif berpikir bergantian antara imajinasi, fantasi dan realitas.
  5. Orang yang berpikir kreatif berlabuh dalam pemikiran yang berlawanan antara keterbukaan dan ketertutupan.
  6. Orang yang berpikir kreatif juga luar biasa rendah hati dan berbangga diri pada saat yang sama.
  7. Orang yang berpikir kreatif sampai batas tertentu menghindari stereotipe terhadap gender tertentu dan memiliki kecenderungan berpikir androgini (laki-laki dan perempuan).
  8. Orang yang berpikir kreatif, umumnya, dianggap memberontak dan independen.
  9. Orang yang berpikir kreatif, umumnya, bersemangat tentang pekerjaan mereka, namun mereka bisa sangat obyektif terhadap pekerjaan tersebut.
  10. Keterbukaan dan sensitivitas dari orang yang berpikir kreatif sering mengekspos diri mereka terhadap rasa sakit dan juga kenikmatan.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Comment Using Facebook