Jumat, 14 November 2014

MARI..!!! Investasi Rumah

Harga properti akan naik, terutama di dalam kondisi ekonomi Indonesia yang sangat bagus.
Sementara itu jumlah pasangan muda yang membeli tanah, apartemen, atau rumah dari tahun ke tahun semakin tinggi. Sedangkan ketersediaan tanah semakin terbatas.

“Investasi di dunia properti, selain mendapat keuntungan dari harga properti yang makin menanjak, juga mendapat cashflow yang bisa menjadi sumber pendapatan tetap Anda apabila disewakan,” papar Lili Pratiwi, CFP. Pilih fokus investasi Anda, apakah untuk mendapatkan pendapatan tetap secara reguler dengan menyewakan properti, atau mendapatkan keuntungan dari selisih nilai jual-beli dari properti.

Namun properti memiliki likuiditas yang rendah,dalam artian bila anda hendak ingin menjual properti Anda,dibutuhkan waktu minimal 1-2 bulan bahkan lebih untuk terjadi transaksi jual beli. Oleh karena itu, pastikan dana darurat anda selalu tersedia.
Ada dua jenis investasi properti yang bisa Anda jajal, yaitu properti komersial (ruko, condotel) dan residensial (rumah tinggal, apartemen, rusunami). Jika Anda mengincar selisih nilai jual-beli properti, maka beli, dan tunggu hingga mencapai nilai tertinggi dan jual. Jenis investasi condotel ini mulai marak. Selain pendapatan tetap dari uang sewa, Anda juga mendapat jatah untuk meninggalinya. Jenis investasi ini bisa memberi keriaan tersendiri saat liburan tiba.

Dalam berinvestasi di properti, hal penting yang harus diperhatikan adalah lokasi. Lokasi yang strategis,daerah yang tidak banjir tentu saja akan cepat mendongkrak nilai properti Anda. Selain itu,pertimbangkan biaya-biaya yang akan muncul, seperti biaya KPR (bila Anda membeli dengan KPR), biaya renovasi, pajak pembeli, biaya notaris, dan sebagainya
 
Sudah sejak lama orang menggadang-gadang rumah sebagai salah satu komponen investasi. Itu sebabnya banyak yang memaksakan membeli rumah, walau tidak untuk ditinggali, dan justru beralasan untuk diinvestasikan.

Nah, investasi rumah memiliki banyak bentuk, yang masing-masing menyajikan keuntungan dan penanganan yang berbeda.

Jual-beli. Anda membeli rumah, merenovasi, lalu menjual. Keuntungan Anda berasal dari selisih harga beli dan biaya renovasi dengan harga jual. Keuntungan lebih besar tentu dapat Anda peroleh bila ternyata rumah memiliki harga yang miring atau di bawah harga pasaran, kondisinya cukup bagus sehingga tidak perlu atau minim renovasi, plus rumah tersebut tidak “bermasalah”. Yang dimaksud masalah di sini adalah rumah yang misalnya memiliki posisi tusuk sate, dekat kuburan, akses jalanan sulit, banjir, dan sebagainya. Nah, bila Anda memiliki dana terbatas untuk investasi rumah dalam bentuk jual-beli, hindari spekulasi membeli rumah bermasalah. Pasalnya, kalau Anda saja sudah melihatnya sebagai masalah, calon pembeli rumah Anda juga berpikiran sama. Dalam kata lain, Anda harus bermain aman, dan lakukan spekulasi yang terukur.

Dikontrakkan. Cara ini yang paling banyak dilakukan orang: Anda sudah punya rumah, tapi ingin mengembangkan aset dalam bentuk rumah. Banyak faktor yang menentukan dalam bisnis yang satu ini. Salah satunya adalah lokasi. Banyak orang yang sudah mempunyai rumah namun rela mengontrak, supaya lebih dekat dengan kantor. Tentu saja lebih banyak yang terpaksa mengontrak karena tidak punya rumah. Ada perbedaan mendasar di antara kedua pengontrak ini, contoh, dalam hal perawatan rumah. Yang pertama cenderung lebih rajin merawat rumah, seakan-akan itu rumah miliknya. Hal itu karena rumah kontrakan yang ditempati dianggap sebagai representasi pengontrak. Lain halnya pengontrak ke dua yang lebih acuh. Yang jelas, sebagai induk semang alias pemilik kontrakan, Anda sebaiknya melakukan langkah-langkah pencegahan yang dapat merugikan di kemudian hari, misalnya memasang listrik isi ulang, supaya tidak ada kejadian pengontrak kabur meninggalkan tagihan listrik berjut-jut. Lalu, selalu mengenalkan pengontrak kepada tetangga di sekitar.

Kos-kosan. Dahulu, bisnis kos-kosan dibuat oleh para pensiunan yang rumahnya cukup besar dan memiliki banyak kamar-kamar bekas anak-anak mereka. Seiring berjalannya waktu, kos-kosan bertransformasi menjadi layaknya sebuah apartemen dan hotel, yang dibangun khusus untuk bisnis kos-kosan. Yang paling penting dari bisnis kos-kosan, adalah, seperti halnya kontrakkan, adalah lokasi. Rumah dekat dengan kampus, atau kantor, misalnya adalah nilai plus. Dan perbedaan target market tersebut tentu juga merupakan perbedaan pelayanan atau servis dan perilaku pengguna jasa.
 
5 Cara Cerdas Beli Rumah Tanpa Menyicil ke Bank
 
Di masa seperti saat ini semakin sulit bila seorang karyawan dengan penghasilan pas-pasan ingin mempunyai rumah.  Selain memang susah mengalokasikan anggaran nya, harga rumah dari waktu ke waktu juga selalu meningkat.

Solusi pada umumnya adalah melakukan KPR (Kredit Pemilikan Rumah), baik dengan bunga mengambang (floating rate), maupun bunga bersifat tetap (fixed rate).

Yang pertama-tama harus dilakukan adalah berkenalan dengan rekan-rekan kerja yang berkecimpung di dunia real estat dan properti. Hal tersebut baik untuk kemudahan urusan dan pengetahuan seputar rumah dan tanah, beserta faktor hukum yang meliputinya.

Setelah Anda tahu rumah seperti apa yang diinginkan, barulah Anda menerapkan strategi kreatif buah pemikiran Hari berikut ini:

Angel investor. Adalah orang atau institusi yang mau membantu membelikan rumah yang Anda inginkan, tanpa pamrih dan tanpa riba. Artinya, yang bersangkutan tidak mengutip penambahan uang sepersen pun, dan membantu semata-mata karena ingin mendapatkan pahala di sisi Allah SWT. “Memang agak sulit di era yang serba mencari keuntungan saat ini,” aku Hari. “Tetapi, jika kita peka, selalu ada saja orang-orang seperti ini disekitar kita. Bahkan bagi mereka, semakin tidak dikenal, semakin bahagia mereka bisa membantu.”

Dengan demikian, menurut Hari, tiap bulan Anda bisa mencicil tanpa harus dibayang-bayangi rasa takut akan gagal bayar dan penyitaan rumah, seperti yang lazimnya dikhawatirkan bila menyicil lewat bank. “Yang Anda butuhkan adalah integritas pribadi untuk melunasi hutang-hutang tanpa bunga tersebut,” tegas Hari

Menabung dalam dinar emas. Jika Anda sudah tahu rumah yang dikehendaki dan harganya, yang selanjutnya harus dilakukan adalah menabung hingga mencapai harga tersebut – misalnya Rp300 juta. Tetapi masalahnya, ketika Anda sudah punya uang Rp300 juta – yang ditabung selama tiga tahun untuk membeli rumah tersebut, harga rumah tersebut membumbung menjadi lebih dari yang Anda sudah tabung. Dengan kata lain, sampai kapanpun Anda tidak bisa memiliki rumah idaman tersebut.

Solusinya, menurut Hari, adalah dengan menabung dalam bentuk koin dinar emas atau emas dalam bentuk koin yang beratnya 4,25 gram. Jika dahulu, di abad ke-7 Masehi, satu koin dinar emas bisa membeli seekor kambing, hari ini dengan jumlah koin dinar emas yang sama masih dapat membeli sekor kambing terbaik.  “Ini berarti selama kurun waktu 14 abad tidak ada inflasi,” jelas Hari.

Sehingga, misalnya Anda punya 148 koin dinar emas, di mana daya beli satu koin dinar emas per 5 Agustus 2013 Masehi adalah Rp 2.030.000,- maka rumah seharga Rp300 juta yang dalam tiga tahun mengalami kenaikan cukup signifikan, akan tetap kita bisa beli, bahkan malah ada sisa untuk bisa membeli perabotan lainnya.

Caranya, setelah terkumpul 148 koin dinar emas, cari rumah yang pemiliknya mau dibayar dengan menggunakan koin dinar emas tersebut.

Investasi di sektor riil. “Jika hari ini Anda terbiasa hidup dengan investasi pasar finansial atau paper asset, dengan kemungkinan pertumbuhannya antara 15-30 persen per tahun, kenapa tidak mencoba untuk berbisnis di sektor riil dengan menjual produk halal yang sedang digemari masyarakat?” tantang Hari.

Hari menjelaskan bahwa dengan menjadi distributor yang memiliki banyak jaringan agen, dan semakin banyak agen yang bekerja untuk Anda, maka semakin banyak keuntungan yang Anda dapatkan sehingga bisa kelak membeli rumah idaman Anda.

Agen properti. Dengan semakin banyaknya kelas menengah atas yang pertumbuhannya dari hari ke hari kian pesat, kebutuhan akan rumah juga semakin urgent. “Otomatis, permintaan akan penjual rumah terorganisir atau Agen Properti, juga meningkat,” ungkap Hari.  

Ini bisa jadi cara yang kreatif namun butuh kegigihan untuk bisa mendapatkan komisi yang berkisar 1-3% dari harga jual rumah, yang jika terus dilakukan, bisa membeli rumah idaman Anda.

Sweat equity developer. Tidak banyak yang menekuni profesi di bidang developer. Selain karena perlu waktu untuk memahami alur kerjanya hingga dapat menghasilkan, juga tidak sedikit modal yang harus dikeluarkan. Tetapi dengan sweat equity developer alias pengembang modal dengkul, menurut Hari Anda bisa memiliki rumah idaman. 

“Caranya, Anda mengumpulkan dua jenis pemilik, yaitu pemilik lahan dan pemilik uang, yang kelak Anda gunakan untuk biaya operasional kantor dan biaya promosi seadanya,” jelas Hari. “Lalu buat kesepakatan, jika Anda bisa mendapatkan pembeli – tentu dengan support si pemodal – maka salah satu rumah yang akan dibangun adalah milik Anda.” 

Memang butuh waktu minimal dua tahun untuk bisa merealisasikannya, paling tidak selama kurun waktu tersebut, Anda semakin mahir dalam bidang properti.

Selamat mencari rumah..

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Comment Using Facebook