Jumat, 15 Februari 2013

Siapa yg bertanggung jawab, disaat Anda GAGAL..?

Apakah tanggung jawab yang menulis artikel.? Jika Anda membaca artikel ini atau artikel yang ada di Motivasi Islami, tetapi Anda gagal meraih apa yang Anda inginkan. Kemudian Anda menyalahkan artike-artikel Motivasi Islami atas kegagalan Anda karena kurang sempurna, kurang memotivasi, kurang jelas, dan sebagainya, maka Anda salah alamat.


Jika Anda membuaca buku bisnis, namun Anda tetap gagal dalam bisnis. Kemudian Anda menyalahkan buku dengan segala kekurangannya. Anda salah alamat, bukan buku atau penulisnya yang bertanggung jawab atas kegagalan Anda.

Jika Anda mengikuti pelatihan, namun tetap saja Anda gagal mendapatkan apa yang Anda inginkan. Bukan. Bukan pelatihannya yang salah. Bukan pula pelatih yang bertanggung jawab atas kegagalan Anda.

Bukan juga, kondisi ekonomi negara, kondisi politik negara, bukan juga mental masyarakat yang negatif. Bukan juga media yang sering menampilkan berita tidak seimbang. Bukan juga keluarga dan teman yang mendukung.

Lalu Siapa yang Bertanggung Jawab.?

Ya, Anda sendiri! Lihat cermin, jika Anda melihat bayangan, dialah yang bertanggung jawab.

Artikel, buku, dan pelatihan hanya membantu Anda menunjukan cara yang benar, namun keberhasilan dan kegagalan tetap tanggung jawab Anda. Selama Anda selalu menuntut atau menyalahkan semuanya kecuali diri Anda, Anda tidak pernah berubah. Anda tidak akan pernah sukses, Anda akan terus terpuruk.

Anda tidak akan bisa mengubah semua orang, hal, atau kondisi di luar Anda. Namun Anda bisa mengubah diri Anda bagaimana menyikapi itu semua. Mengubah diri sendiri sangat mungkin, namun mengubah semua orang, semua kondisi, dan semua hal adalah perkerjaan yang sia-sia belaka.

Ubah diri Anda. Sebab, diri Andalah yang bertanggung jawab atas apa yang Anda raih selama ini.

Jika Anda tetap yakin semua kesalahan orang lain atau kondisi, ya sudahlah tidak usah belajar dan tidak usah berusaha, toch nanti akan gagal juga. Namun bagi Anda yang ingin berubah, maka ubahlah diri Anda, jangan menyalahkan yang lain.

dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya, (QS.An Nazm:39)

Cara Bertanggung Jawab

Dapatkan Dukungan

Tidak selamanya lingkungan, kondisi, atau orang-orang yang ada di sekitar kita akan selalu mendukung kita untuk meraih apa yang kita inginkan. Namun tanggung jawab kitalah untuk menjadikan mereka mendukung atau mencari dukungan yang lainnya. Anda bisa sukses meski saat ini tanpa dukungan siapa-siapa.

Jangan berhenti. Silahkan baca artikel saya sebelumnya Tetap Meraih Sukses Meski Pun Tanpa Dukungan kemudian berusahalah agar Anda mendapatkan dukungan, silahkan baca Mendapatkan Dukungan. Ini tanggung jawab Anda, berusahakan untuk mendapatkan dukungan.

Fleksibel

Jangan kaku dengan konsep yang dipaparkan dalam artikel, buku, atau pelatihan. Sesuaikan dengan kondisi Anda dan kondisi saat ini. Bukan, bukan berarti teori beda dengan praktek, namun kondisi setiap orang itu berbeda-beda. Artinya tanggung jawab Anda menyesuaikan hasil belajar Anda dengan kondisi Anda saat ini.

Anda sudah mendapatkan pelajaran dari apa pun yang pernah Anda pelajari, adalah tanggung jawab Anda agar pelajaran itu berguna untuk Anda. Bukan menyalahkan penulis artikel, buku, dan pemberi pelatihan. Mereka tidak salah sama sekali. Mereka menjelaskan konsep secara umum atau yang sesuai dengan kondisi mereka. Namun yang bertanggung jawab menyesuaikan dengan kondisi Anda adalah Anda sendiri.

Belajar itu tidak pernah sia-sia, bahkan meski tidak Anda praktekkan langsung, namun akan mewarnai amal Anda secara kesuluruhan menjadi lebih berkualitas dan lebih ikhlas.

Proaktif Terhadap Setiap Kondisi

Apa pun kondisi yang terjadi, Anda harus bersikap proaktif jangan reaktif. Reaktif artinya Anda bertindak hanya berdasarkan impuls atau kondisi yang terjadi. Sementara proaktif adalah Anda bertindak berdasarkan pemikiran dan nilai-nilai yang Anda anut, apa pun kondisinya. Artinya Anda tidak mudah terhanyut oleh kondisi, namun Anda bisa mengendalikan kemana arah gerak Anda.

Orang yang reaktif seolah orang yang hanyut tidak berdaya di derasnya sungai, dia bergerak sesuai dengan arahnya aliran sungai dan terombang-ambing. Sementara orang yang proaktif seperti orang yang memiliki perahu atau speedboat yang kuat sehingga dia bisa bergerak kemana saja sesuai yang dia kehendaki tidak peduli kemana aliran sungai yang mengalir.

Anda punya speedboat itu, yaitu pikiran dan tubuh Anda. Cukup kuat untuk mengarahkan hidup Anda sendiri. Anda bisa melawan arus dan bergerak sesuai dengan keinginan Anda. Saya ulangi, sesuai dengan keinginan Anda.

Tingkatkan Standar Diri Anda

Agar Anda mendapatkan dukungan, Anda harus memperbaiki diri agar bisa diterima orang lain dan dipercaya orang lain. Jika selama ini tidak ada yang mendukung Anda, instropeksilah, mungkin ada masalah dari diri Anda. Mungkin cara komunikasi yang kurang baik, mungkin ada sikap Anda yang tidak bisa diterima, atau mereka tidak percaya Anda.

Maka tingkatkan kualitas diri Anda, perbaiki akhlaq, belajar, sering bersilaturahim, dan meningkatkan ilmu serta keterampilan.

Juga secara umum, Anda akan mendapatkan sesuai dengan apa yang Anda lakukan dan sesuai kepasitas Anda. Anda tidak akan pernah mendapatkan satu drum air jika Anda membawa sebuah gelas. Artinya Anda akan mendapatkan sesuai dengan kapasitas diri Anda. Maka tingkatkan kapasitas diri Anda dan hanya Anda sendiri yang bisa meningkatkan standar diri Anda.

Termasuk meningkatkan standar pemikiran Anda agar mampu mengendalikan arah hidup Anda, tidak mudah hanyut oleh kondisi dan keadaan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Comment Using Facebook