Kamis, 02 Juli 2015

Oral Seks

Beberapa waktu yg lalu, Ayah Alif pernah memberikan artikel tentang Seks (Pendidikan Seks - Seks dan Manfaatnya - Seks Bebas - Seks versi Islam dan HIV AIDS). Tapi kali ini Ayah Alif akan memberikan artikel yg sedikit konyol, tapi sangat bermanfaat tuk kit asemua. Yaitu tentang Oral Seks.


Pertama, Ketika masih bujangan beberapa tahun yang lalu, saya pernah membaca fatwa seorang ulama disebuah majalah islam, namanya Syaikh Ali Hasan Al-Halaby hafizhohulloh tentang hukum oral seks dalam pandangan islam, hal yang masih saya ingat adalah jawaban beliau. Bahwa mulut dan lidah adalah tempat beribadah baik berupa dzikir, doa, membaca al-qur’an dan beramar ma’ruf nahi mungkar. Sedangkan kemaluan adalah tempat keluarnya najis seperti air kencing dan madzi. Dan tidak sepantasnya hal yang tempat yang mengeluarkan yang baik (mulut) bercampur dengan tempat yang mengeluarkan yang buruk (kemaluan). Intinya beliau menjawab akan keharaman oral seks.

Kedua, saya mendapatkan dari internet beberapa hari yang lalu yang berasal dari majalah juga, fatwa dari beberapa ulama lainnya yang mengharamkan oral seks yang dikumpulkan oleh Syaikh Al-’Allämah Ahmad bin Yahyä An-Najmï rahimahulläh:
Pertanyaan:

Apa hukum oral seks?

Jawabannya:


1. Mufti Saudi Arabia bagian Selatan, Asy-Syaikh Al-Allämah Ahmad bin Yahyä An-Najmï hafizhahulläh menjawab sebagai berikut, “Adapun isapan istri terhadap kemaluan suaminya (oral sex), maka ini adalah haram, tidak dibolehkan. Karena ia (kemaluan suami) dapat memencar. Kalau memencar maka akan keluar darinya air madzy yang dia najis menurut kesepakatan (ulama’). Apabila (air madzy itu) masuk ke dalam mulutnya lalu ke perutnya maka boleh jadi akan menyebabkan penyakit baginya. Dan Syaikh Ibnu Bäz rahimahulläh telah berfatwa tentang haramnya hal tersebut -sebagaimana yang saya dengarkan langsung dari beliau-.”

2. Muhaddits dan Mujaddid zaman ini, Asy-Syaikh Al-’Allämah Muhammad Näshiruddïn Al-Albäny rahimahulläh menjawab: “Ini adalah perbuatan sebagian binatang, seperti anjing. Dan kita punya dasar umum bahwa dalam banyak hadits, Ar-Rasül melarang untuk tasyabbuh (menyerupai) hewan-hewan, seperti larangan beliau turun (sujud) seperti turunnya onta, dan menoleh seperti tolehan srigala, dan mematuk seperti patukan burung gagak. Dan telah dimaklumi pula bahwa Nabi shallallähu ‘alaihi wa sallam telah melarang untuk tasyabbuh dengan orang kafir, maka diambil juga dari makna larangan tersebut pelarangan tasyabbuh dengan hewan-hewan -sebagai penguat yang telah lalu-, apalagi hewan yang telah diketahui kejelekan tabiatnya. Maka seharusnya seorang muslim -dan keadaannya seperti ini- merasa tinggi untuk menyerupai hewan-hewan.”


3. Salah seorang ulama besar kota Madinah, Asy-Syaikh Al-’Allämah ‘Ubaid bin ‘Abdilläh bin Sulaimän Al-Jäbiry hafizhahulläh menjawab: “Ini adalah haram, karena ia termasuk tasyabbuh dengan hewan-hewan. Namun banyak di kalangan kaum muslimin yang tertimpa oleh perkara-perkara yang rendah lagi ganjil menurut syari’at, akal dan fitrah seperti ini. Hal tersebut karena ia menghabiskan waktunya untuk mengikuti rangkaian film-film porno melalui video atau televisi yang rusak. Seorang lelaki muslim berkewajiban untuk menghormati istrinya dan jangan ia berhubungan dengannya kecuali sesuai dengan perintah Allah. Kalau ia berhubungan dengannya selain dari tempat yang Allah halalkan baginya maka tergolong melampaui batas dan bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya shallallähu ‘alaihi wa sallam.”

Inilah jawaban para ulama yang dalam pengetahuannya tentang agama islam yang lurus ini, para ulama yang tidak mengikuti hawa nafsu. Bukakankah kita disuruh untuk bertanya kepada ulama, Alloh berfirman ” Tanyakanlah kepada ahli Ilmu jika kalian tidak mengetahui”
Untuk jawaban no.1 memang benar pria yang terangsang maka penis atau kemaluannya akan mengalami ereksi dan apabila terus terangsang lama-kelamaan akan mengeluarkan madzi, (cairan bening yang lengket yang keluar ketika muncul syahwat) begitupun wanita yang terangsang, vaginanya akan keluar madzi. Dan apabila seorang istri mengulum penis suaminya maka mulut istrinya akan terkena air madzi suaminya. Begitupun seorang suami yang menjilati vagina istrinya makan mulutnya akan terkena madzi istrinya. Ini adalah suatu realita, baik mereka menyadarinya ataupun tidak saat madzi keluar. Dan Madzi adalah najis. Seorang muslim harusnya merasa jijik dengan najis. Dan harusnya membersihkan dirinya dari najis. Tapi orang-orang yang melampaui batas dari kalangan pelaku oral seks, yang memperturukan hawa nafsunya, mereka malah meminumnya/menelannya. Padahal berobat dengan memakan atau meminum najis itu diharamkan dalam agama islam yang hanif ini.

Untuk jawaban no. 2 Tasyabuh dengan binatang. Saya tidak tahu apakah anjing melakukan oral seks? Tetapi saya tahu kalau dikampung, kalau orang-orang sedang mengawinkan domba, maka saya melihat domba jantan akan mencium dan menjilat vagina domba betina. Tujuannya adalah untuk merangsang/menimbulkan birahi dan syahwat. Dan bukankah salah satu tujuan oral seks juga seperti itu?. Manusia memang berbeda dengan hewan. Manusia mempunyai fitroh, nilai dasar, adab dan rasa jijik. Sedangkan hewan tidak memilikinya. Seorang muslim juga berbeda dengan orang kafir dan orang barat. Islam yang sempurna mengatur segala urusan manusia, tata cara buang air dan tata cara bersetubuh juga diatur dalam islam. Sedangkan agama lain tidak.

Untuk jawaban no.3 benar sekali, oral seks adalah suatu yang rendah lagi ganjil menurut syari’at, akal dan fitrah manusia. Penis seorang suami tempatnya adalah di vagina istrinya, jika ditempatkan di mulut maka ini adalah sesuatu yang aneh dan ganjil. Mulut yang digunakan untuk membaca qur’an dan berdzikir (beribadah) lalu digunakan untuk oral seks yang mengeluarkan najis maka ini adalah sesuatu yang rendah. Akal dan fitrah manusia yang belum rusak pun akan merasa jijik dengan oral seks. Oral seks masuk ditengah-tengah kaum muslimin tentunya karena beredarnya film dan video porno, acara televisi yang rusak, novel atau cerpen jorok yang semuanya berkiblat dari orang barat dan orang kafir. Seorang suami harus memuliakan dan menghormati istrinya, dan seorang istri juga harus memuliakan suaminya, diantaranya dengan menempatkan kemaluannya ditempat yang Alloh dan rosulnya perintahkan yaitu kemaluan pasangannya. Apabila menempatkan kemaluan pada selain dari tempat yang Allah halalkan baginya maka tergolong perbuatan yang melampaui batas dan maksiat.

Ketiga:Melakukan hubungan Seks dengan istri atau suami kita adalah halal dan bernilai ibadah. Sedangkan Orang yang melakukan oral seks adalah haram dan bernilai maksiat. Bukankah Alloh azza wa jalla berfirman “Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu , sedang kamu mengetahui” (QS.al-Baqarah:42)..

Awas! Inilah Penyakit Akibat Oral Seks



Oral seks adalah stimulasi yang diberikan maupun diterima di organ intim tanpa adanya interaksi antara alat kelamin. Mengisap atau menjilat daerah sensitif atau area rangsangan seksual adalah bentuk oral seks. Kini, oral seks tidak hanya menjadi bagian foreplay atau "pemanasan" sebelum masuk ke tahap berhubungan badan, sebab oral seks bisa dilakukan sebagai aktivitas seksual mandiri.
Meski tidak melibatkan interaksi alat kelamin, oral seks tidak terjamin 100% keamanannya. Artinya, para pelaku oral seks sama-sama berisiko tertular penyakit menular seksual. Penularan penyakit menular seksual yang mungkin terjadi melalui oral seks adalah:
1. Herpes
Terdapat 2 tipe herpes yang mungkin terjadi, yaitu herpes simplex virus (HSV) 1 dan 2. HSV 1 biasanya berupa luka di sekeliling mulut. Sedangkan, HSV 2 biasanya akan menimbulkan luka-luka di sekitar alat kelamin.
2. Gonore
Gonore dapat menginfeksi tenggorokan dari alat kelamin yang sudah terinfeksi atau sebaliknya. Pada infeksi gonore di tenggorokan, tubuh bisa membersihkan bakteri dalam waktu 3 bulan. Tapi, seseorang yang terinfeksi gonore masih memerlukan antibiotik untuk pengobatannya.

3. Sifilis
Penyakit menular seksual sifilis dapat terjadi saat mulut seseorang bersentuhan dengan luka atau ruam akibat sifilis.

4. Human papillomavirus (HPV)
HPV yang merupakan penyebab kutil pada area kelamin juga dapat ditularkan melalui seks oral.
5. Chlamydia
Meski jarang terjadi, chlamydia tetap dapat ditularkan secara oral. Sayangnya, tidak ada gejala yang ditunjukkan saat seseorang terkena chlamydia, sehingga penderita sering kali tidak sadar bila terinfeksi.
6. Hepatitis:
Hepatitis A yang mengendap di dalam feses manusia dapat ditularkan melalui oral seks di anal. Hepatitis B juga dapat ditularkan lewat oral seks melalui cairan kelamin dan darah. Sedangkan hepatitis C dapat ditularkan bila penderitanya terluka dan berdarah saat melakukan oral seks.
7.Infeksi pencernaan dan parasit dapat juga terjadi jika terdapat kontak oral dengan anus.

Meski risikonya cukup kecil namun pertukaran cairan melalui penis atau vagina ke dalam mulut, pertukaran darah saat menstruasi, atau terdapat luka di sekitar alat kelamin atau anus yang berpindah dan bersentuhan dengan luka atau sariawan di mulut atau tenggorokan, bisa menularkan HIV/AIDS. 

Nah, bagaimana cara mudah agar selamat dari penyembahan hawa nafsu tersebut? Dua kiat berikut semoga bisa membantu Anda.

Kiat umum mengendalikan nafsu
1. Konsultasikan kepada dua “Dewan Pertimbangan Jiwa”, yaitu Agama Islam dan Akal Sehat sebelum melangkah
Imam Ibnu Qoyyim Al-Jauziyyah berkata, Tatkala seorang yang sudah baligh diuji dengan hawa nafsu, tidak seperti binatang (yang tidak diuji dengannya), dan setiap waktu ia menghadapi gejolak hawa nafsu, maka dianugerahkan kepadanya dua penentu keputusan, yaitu agama Islam dan akal sehat. Ia pun selalu diperintahkan untuk mengkonsultasikan gejolak hawa nafsu yang dihadapi kepada dua penentu keputusan tersebut dan tunduk kepada keduanya”.

Maksudnya:
Ulama sudah menjelaskan bahwa setiap kali seseorang menghadapi suatu masalah, sebelum mengambil langkah, ia tertuntut untuk muhasabah (intropeksi) diri, agar bisa memutuskan langkah yang tepat, yaitu langkah yang diridhai oleh Allah Ta’ala. Untuk bisa memutuskan langkah yang tepat, maka haruslah dikonsultasikan terlebih dahulu kepada penentu keputusan yang asasi, yaitu syari’at Islam, ia harus menimbang keputusan yang akan diambilnya dengan tinjauan syari’at Islam, dan ia gunakan akal sehatnya agar bisa memahami syari’at Islam dengan baik, mengokohkan keimanannya, dan membantunya dalam mempertimbangkan maslahat dan mudharat yang ada.
Jika sebuah alternatif keputusan sesuai dengan syari’at Islam dan  akal sehatnya, maka diambillah keputusan tersebut, namun jika tidak, maka ditinggalkannya. Dan ketahuilah bahwa agama Islam pastilah selaras dengan akal  sehat (yaitu akal yang lurus dan sesuai dengan fitrah), keduanya tidaklah mungkin bertentangan.
Orang yang tidak sudi menghambakan hatinya kepada hawa nafsu adalah orang yang selalu menimbang suatu masalah dengan tinjauan syar’i dan akal sehat, dengan keduanya ia kendalikan hawa nafsunya
2. Anda galau? Jauhilah apa yang paling disukai hawa nafsu Anda!
Sebagian Salafus Shalih berkata,

إذا أشكل عليك أمران لا تدري أيها أشد، فخالف أقربهما من هواك، فإن أقرب ما يكون الخطأ في متابعة الهوى

“Jika Anda bimbang menghadapi dua alternatif pilihan keputusan, Anda tidak tahu mana yang paling bahaya, maka tinggalkanlah sesuatu yang paling dekat/disukai hawa nafsumu, karena sikap yang terdekat dengan kesalahan itu ada pada mengikuti hawa nafsu”.

Maksudnya:
Tidak jarang dikarenakan minimnya ilmu syar’i yang dimiliki seseorang dan kelemahan akal sehatnya, maka di dalam memutuskan suatu perkara, ia menemui kesulitan. Ia bingung ketika menghadapi dua alternatif pilihan keputusan, mana yang harus diambil, padahal, ia harus mengambil keputusan sekarang juga, tidak ada satupun orang ‘alim yang bisa dihubungi ketika itu. Maka sebagian salaf sudah memberikan resep mudah kepada kita, yaitu  tinggalkanlah sesuatu yang paling dekat dengan hawa nafsumu atau paling disukai hawa nafsumu! Dan pilihlah sebuah keputusan yang terjauh dari hawa nafsumu.

Mengapa demikian? Rahasianya terdapat dalam ucapan Ibnu Qoyyim Al-Jauziyyah rahimahullah berikut ini, “Ketika sikap yang sering terjadi pada orang yang mengikuti hawa nafsu, syahwat dan amarah adalah tidak bisa berhenti sampai pada batas mengambil manfaat saja (darinya), karena itulah (banyak) disebutkan nafsu, syahwat, dan amarah dalam konteks yang tercela, karena dominannya bahaya yang ditimbulkannya (dan) jarang orang yang mampu bersikap tengah-tengah dalam hal itu (mengatur nafsu, syahwat, dan amarahnya- pent)”. 

Sebagai manusia normal baik pria maupun wanita sama-sama memiliki kebutuhan dasar biologis yang tidak bisa dipungkiri yaitu kebutuhan akan hubungan seksual. Bagi yang sudah dewasa dan sudah menikah mungkin terasa mudah untuk memenuhi kebutuhan yang satu ini dengan cara menyalurkan nafsu birahi pada tempat yang tepat. Akan tetapi, untuk yang masih abg, remaja, dan yang belum menikah akan sangat berbahaya apabila tidak mampu menahan nafsu birahi yang menggelora yang siap meledak kapan saja. Nah, kali ini redaksi SekSehat.Info akan berbagi tips cara mengendalikan/menahan nafsu birahi/syahwat/hasrat seksual khusunya bagi yang belum menikah agar tidak terjerumus pada penyaluran nafsu birahi secara tidak tepat atau pada tempat yang salah seperti seks bebas maupun seks pra nikah.

Pria maupun wanita yang belum menikah harus mengetahui bagaimana cara yang tepat untuk mengendalikan nafsu seksualnya agar terhindar dari berbagai dampak buruk ketidakmampuan menahan luapan nafsu birahi. Banyak yang telah terjerumus dalam kehancuran akibat dari gagal menahan nafsu yang harus ditanggung seumur hidup. Sangat disarankan bagi orang-orang yang sudah cukup umur bersegera untuk menikah yang sah secara agama maupun hukum pemerintah.
Berikut ini adalah beberapa tips cara mengendalikan atau menahan hawa nafsu seksual (syahwat/birahi) seseorang yang belum mempunyai pasangan yang sah suami atau isteri:

1. Rajin Puasa dan Ibadah
Dengan taat beribadah dan rajin puasa (bagi yang Muslim) maka otomatis kita akan sangat terlarang untuk melakukan hal-hal yang melanggar kesusilaan, karena kita sudah memahami akibat dan dosa dari perbuatan terlarang tersebut. Berpikir kotor saja tidak apalagi melakukan hal-hal yang dilarang agama yang dosa besar seperti berzina (melakukan hubungan seksual di luar nikah atau bukan dengan pasangan yang sah,suami/istri).

2. Buang Jauh-jauh Pikiran Kotor
Jangan suka melamun memikirkan hal-hal yang jorok, ngeres, atau perbuatan yang tidak-tidak dengan lawan jenis. Pikiran yang kotor dapat membangkitkan gairah seksual kita walaupun hanya dengan membayangkan sesuatu. Ubahlah pikiran yang mulai kotor dengan memikirkan sesuatu hal lain yang lebih penting dan serius.

3. Hindari Menikmati/Melihat Pornografi dan Vulgar
Jangan sampai kita memiliki materi-materi atau pun berusaha mengakses hal-hal yang bersifat cabul, vulgar, porno, dan lain sebagainya seperti membaca cerita panas, melihat gambar telanjang, download video bokep, nonton film porno, dan lain sebagainya yang bisa membangkitkan nafsu birahi.

4. Batasi Hubungan Dengan Lawan Jenis
Jangan terlalu banyak berkomunikasi dengan lawan jenis, terutama yang dari penampilan fisik dan gayanya dapat membangkitkan hasrat kita untuk memiliki atau sekseder merasakan kehangatan dari dirinya. Hal yang penting diingat, jangan terlalu dekat dengan lawan jenis, karena hal ini bisa memicu munculnya pikiran kotor.

5. Hindari Pacaran
Memang sih zaman sekarang ini akan dibilang tidak gaul kalau belum pacaran. Namun, tahukah kamu kalau pacaran itu sangat mengundang untuk melakukan kontak fisik baik yang cewek maupun yang cowok, yang mungkin awalnya hanya pegang-pegangan tangan lalu menjadi hubungan fisik yang lebih parah. Sebaiknya jangan pacar-pacaran dulu kalau tujuan kita hanya sekedar iseng-iseng dan ingin bersenang-senang saja.

6. Perbanyak Kegiatan Yang Menguras Tenaga dan Waktu
Jika kamu memiliki waktu luang manfaatkan sebaik-baiknya dengan aktivitas yang membutuhkan tenaga, pikiran, maupun waktu. Ikutlah ekstrakurikuler, kursus, bimbingan belajar, les, kelompok olahraga, club bikers, pekerjaan sambilan, pekerjaan tambahan dan kegiatan-kegiatan lain yang pada intinya bisa mengalihkan pikiran kamu dari kesempatan untuk berpikir kotor. Dengan sibuk dengan berbagai aktivitas dapat menyebabkan kita lelah untuk berpikir kotor.

7. Rajin Bersosialisasi Dengan Teman dan Keluarga
Memiliki hubungan yang sehat dan dekat dengan teman-teman dan keluarga besar kita akan membuat kita bisa meredam birahi hanya dengan berkomunikasi dengan mereka. Apalagi dengan yang masih anak-anak atau abg pasti lebih sibuk lagi (jenis kelamin sama).

8. Selalu Pikirkan Efek/Dampak Buruknya Sebelum Bertindak
Apabila kita mengetahui keburukan-keburukan dari hubungan seks bebas / seks pra nikah tanpa ikatan pernikahan maka kita akan merasa takut untuk melakukannya. Lagipula hubungan intim kalau enaknya hanya sebentar saja, penuh resiko, dosanya besar sekali, merusak rumah tangga orang, merusak masa depan kita sendiri dan orang lain, buat apa dilakukan.

9. Buatlah Prinsip dan Pegang Kuat-kuat
Dengan prinsip hidup yang bersih tidak mau melakukan hal-hal yang memanjakan hawa nafsu akan memperkuat benteng pertahanan kita dalam meredam syahwat yang ada pada diri kita. Tetap konsisten dalam menjaga prinsip hidup kita jangan mudah terpancing untuk melanggarnya.

10. Main Sendiri (Sangat Tidak Direkomendasikan)
Jika kamu sudah melakukan 9 tips diatas namun nafsu birahi masih terus menggebu-gebu dan sudah tidak mampu menahan lagi jangan sekali-kali coba melanggar prinsip yang sudah kamu buat pada poin 9. Solusi terburuk adalah onani atau masturbasi sebagai jalan pintas terbaik bagi yang tidak bisa lagi menahan nafsu birahi, yaitu dengan jalan memberi kepuasan bagi diri sendiri. Perlu diingat, pada agama tertentu (Islam) cara ini sangat dilarang, Islam menganjurkan untuk meredam hawa nafsu dengan banyak-banyak melakukan puasa dan apabila sudah mampu maka segeralah menikah. Selain itu, onani atau masturbasi membuat kecanduan, bisa menimbulkan gangguan psikologis/kejiwaan, solusi jangka pendek dan bisa merusak hubungan dengan pasangan yang sah di kemudian hari.
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Comment Using Facebook