Kamis, 13 Desember 2012

7 Alasan Orang "enggan" Resign.


Siapa yg tidak ingin bekerja ditempat yg enak, dengan jabatan yg penting, tempat yg "basah", banyaknya tunjangan dan berjuta impian lainnya. TAPI terkadang bahkan sering, hidup ini engga semudah yg kita mimpikan. Yang kita jalani sekarang, adalah kenyataan n realita hidup. Hadapi dengan optimis n penuh senyuman semua yg terjadi. Baik atau buruk tempat kita bekerja, haruslah kita nikmati n syukuri dengan segala kekurangannya.
Untuk itulah, artikel ini akan membahas sedikit tentang : 

7 Alasan Kenapa Orang "enggan" Resign

1. Gaji kecil tapi suasana kerja nyaman
Ada rekan kerja yang bercerita tentang pengalaman kerja dari satu perusahaan ke perusahaan. Dari pengalamannya tersebut dia menyimpulkan bahwa gaji bukanlah segalanya. Suasana kerja adalah hal terpenting sebelum gaji. Jadi, meskipun gaji kecil seseorang dapat saja bertahan sungkan untuk tidak resign dari perusahaannya sekarang andaikan suasana kerjanya nyaman. Tapi tidak diragukan lagi jika gaji kecil + suasana kerja tidak nyaman = orang keluar alias resign. 
Karena sudah bekerja bertahun2, pastilah orang akan lebih nyaman, tahu akan lingkungan dia bekerja, sudah kenal dengan sifat n pribadi rekan2 kerjannya. Bayangkan guy's. Kalau kita memasuki lingkungan baru, apa yg terjadi :
  • Beradaptasi dengan lingkungan n karakter rekan2 kerja lagi.
  • Bekerja mulai dari nol.
Karena itulah, orang enggan untuk keluar dan mencari yg baru.

2.  Masalah Umur
Biasanya hal ini terjadi pada orang yang telah mencapai umur tertentu, dimana ia juga mengurungkan niat karena malas bersaing dengan talenta yang lebih muda. Dapat dipastikan, kalau perusahaan akan lebih memilih "calon" pekerja yg usianya muda (dibawah 35 tahun). Hal ini dikarenakan, "orang muda" lebih enerjik, lebih murah (gaji), gampang diatur n bisa melakukan pekerjaan dari nol. Kalau udah memasuki usia 35 tahun, perusahaan akan berpikir ulang untuk mempekerjakannya. Hal ini dikarenakan, "biasanya" semakin tua orang semakin berpengalaman n semakin mahal. Ibarat kelapa, semakin tua semakin kental santannya. Tapi itu semua tergantung dari individu itu sendiri.

3.  Dekat dengan rumah/tempat tinggal
Faktor berikutnya adalah tempat dimana bekerja, dekat dengan tempat tinggal. Berangkat bisa lebih siang, pagi bisa ketemu dengan anak, bisa sarapan dirumah dan terhindar dari kemacetan. Coba bayangkan guy's. Kalau tempat tinggal di desa, tapi bekerja di kota. Apa yg ada dibenak pikiran saya adalah :
  • Macet.
  • Berangkat harus lebih awal.
  • Berangkat, anak masih terlelap tidur. Pulang kerja, anak sudah mulai ngantuk.
  • Kurangnya waktu untuk berkumpul dengan keluarga.
  • Tua dijalan.
  • Akomodasi lebih mahal.
Karena itulah, orang enggan untuk mencari pekerjaan baru lagi.

4. Gaji dan Posisi yg enak.
Ada pribahasa "sudah jatuh tertimpa tangga". kalau gaji, posisi dan tunjangan jabatan sudah "basah", buat apa pula cari yg baru lagi. Jangan sampai, mendapatkan yg tidak lebih baik dari sebelumnya. "Mungkin" hanya orang bodoh yg akan mencoba (gambling) dengan nasib.

5. Perusahaan jelas prospecnya.
Kalau seorang Kabag dibagian keuangan, engga akan mungkin mau mencari pekerjaan yg lain. Tempatnya "basah" n menguntungkan. TAPI, jangan sampai "silau" dengan jabatan. INGATLAH, jabatan itu sebuah amanah dan akan diminta pertanggungjawabannya (Di dunia dan di akhirat). 


6. Tidak Percaya Diri 
Anda merasa tidak dihargai, mungkin bukan kesalahan perusahaan sepenuhnya. Hal ini bisa jadi Anda yang tidak terlihat percaya diri dalam bekerja sehingga perusahaan merasa pantas membayar murah. Anda pun menyadari jika mulai mengeluh, akan banyak pekerja baru yang akan siap menggantikan posisi Anda dengan bayaran yang lebih murah. 

Yang perlu Anda lakukan adalah mulai menilai sendiri kemampuan dan melihat peluang kerja lain. Rasa tidak percaya diri yang Anda pancarkan seringkali membuat perusahaan Anda ragu apakah Anda memang siap untuk naik ke jenjang posisi yang lebih tinggi. Anda kurang pede karena tingkat pendidikan kurang tinggi? Ambillah sekolah lanjutan dengan menyisihkan waktu dan biaya dari pekerjaan yang sekarang. 


7. Takut Akan Perubahan 

Manusia adalah makhluk yang hidup dengan kebiasaan. Semakin bertambahnya usia, maka semakin pula orang takut akan perubahan dalam hidupnya, terlebih jika hal tersebut terasa asing baginya. Kebiasaan yang telah dialami dengan pekerjaan sebelumnya juga membuat orang berpikir dua kali untuk pindah kerja, meskipun ia banyak mengeluh. Jadi, lawan rasa takut Anda, dan pikirkan masa depan Anda di hari tua maupun anak-anak Anda. Saat Anda menjalani pekerjaan baru, otomatis akan belajar hal baru dan beradaptasi kembali.

Karena 7 faktor itulah, orang jadi enggan untuk "banting stir" mencari pekerjaan yg baru. Apapun keputusan Anda, itulah jalan hidup Anda.


DALAM mengambil keputusan pengunduran diri, tidak sedikit karyawan yang melakukannya karena alasan yang salah. Sebelum Anda memutuskan untuk hengkang dari perusahaan tempat bekerja sekarang, pastikan Anda punya alasan tepat untuk itu.

Berbeda dengan harapan Anda terdahulu, mungkin saja Anda “terjebak” dalam perusahaan yang kurang memerhatikan kesejahteraan karyawan. Sebut saja seperti jam kerja yang tidak teratur, gaji di bawah standar, atau tanggung jawab yang tidak sesuai job description.


Namun sebelum mengundurkan diri, ada baiknya Anda menyimak tujuh alasan yang salah ini :
  • Transportasi
Kemacetan memang menyebalkan. Namun ketika Anda sering kali menyalahkan kemacetan saat berangkat maupun pulang bekerja, coba ubah rute perjalanan atau berangkat lebih pagi dan pulang sedikit lebih malam.

Dengan begini, Anda akan merasakan perjalanan yang lebih nyaman tanpa kemacetan. Atau, sebaiknya Anda mulai berpikir untuk menggunakan alternatif moda transportasi lain yang lebih bebas hambatan ke tempat kerja.

  • Masalah gaji
Ketika Anda merasa gaji yang diterima terbilang di bawah standar, itu bisa saja terjadi. Tapi sebelumnya, cek terlebih dulu pendapatan rata-rata rekan kerja lain dengan posisi yang sama.
  • Tanggung jawab berlebihan
Jika Anda merasa tanggung jawab yang dibebankan terlalu besar, bisa saja karena Anda tidak pernah belajar berkata “Tidak”. Bagus jika Anda pekerja keras, tapi jangan pernah membiarkan diri Anda “diperbudak”. Perhatikan jam kerja yang berlaku di surat kontrak kerja. Jika terus-menerus lembur, berarti ada yang salah. Coba bicarakan dengan atasan.
  • Masalah dengan rekan kerja
Masalah klasik, tapi agak sulit untuk dihindari. Bekerja dengan orang lain selama 8 jam per hari tentu berpengaruh terhadap moralitas. Terutama jika dia terus-menerus mengganggu pekerjaan Anda, sehingga mengganggu kinerja pekerjaan lainnya. Sebaiknya, cari cara agar tidak mengganggu Anda secara personal.
  • Ada tawaran lebih baik
Jangan pernah meninggalkan pekerjaan sekarang ketika ada tawaran di tempat lain, sebab Anda belum mendapatkan kepastian. Jangan sampai Anda justru kehilangan keduanya.
  • Ingin mulai berbisnis
Pastikan Anda telah mempersiapkan bisnis dengan matang. Bayangkan, semisal Anda telah lama menjadi guru dan tahu seluk-beluk profesi tersebut. Saat Anda memutuskan berbisnis rumahan, membuka warung makan misalnya, Anda harus belajar dan berkonsultasi lebih jauh dengan mereka yang sudah berpengalaman.
  • Bosan
Setiap pekerjaan punya tingkat kebosanan tertentu. Itulah mengapa disebut pekerjaan, bukan hiburan. Jika Anda tiba pada kebosanan tingkat tinggi, ini tentu akan mengganggu Anda secara kejiwaan. Tapi, coba pertimbangkan sekali lagi. Mungkinkah di perusahaan baru nanti kebosanan tidak akan terulang?
(tty)

Sekedar saran n motivasi aja untuk yg membaca artikel ini :


  • Hidup ini adalah pilihan, dan semua pilihan PASTILAH ada sisi negatif dan positif nya.
Jangan hanya melihat negatif ataupun terlalu takut akan resiko. Kalau memang harus mencari pekerjaan yg baru, maka lakukan dengan hati iklhas n penuh perhitungan serta komunikasi dengan pasangan kita. Kalau perlu nich, kita Shalat Istikharah (adalah salat sunnat yang dikerjakan untuk meminta petunjuk Allah oleh mereka yang berada di antara beberapa pilihan dan merasa ragu-ragu untuk memilih atau saat akan memutuskan sesuatu hal. Spektrum masalah dalam hal ini tidak dibatasi. Seseorang dapat salat istikharah untuk menentukan dimana ia kuliah, siapa yang lebih cocok menjadi jodohnya atau perusahaan mana yang lebih baik ia pilih. Setelah salat istikharah, maka dengan izin Allah pelaku akan diberi kemantapan hati dalam memilih). 
  • Fatamorgana.
Hati2 dengan iming2an gaji besar dan jabatan tinggi. Karena, segala sesuatu PASTILAH dimulai dari nol. Jangan tergiur dengan iklan2 yg menawarkan "mimpi indah". Ini dunia nyata, dunia yg tidak pasti. Fatamorgana harus diantisipasi dengan ketelitian n kecerdasan. Jangan sampai, kalian terjebat dengan sesuatu yg maya n penuh dengan kebohongan.

Guy's. Semoga semua ini ada hikmah n manfaatnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Comment Using Facebook